Showing posts with label Motherhood. Show all posts
Showing posts with label Motherhood. Show all posts

Friday, October 11, 2019

Pengalaman pribadi "KB 3 bulan bikin lama punya anak"


Dulu setelah melahirkan anak pertama saya memutuskan untuk langsung KB setelah selesai nifas. Dan metode KB suntik 3 bulan menjadi pilihan saya. Alasan utama adalah untuk memberi jarak yang cukup jauh dengan anak kedua nantinya (minimal 3 tahun), KB 3 bulan ini atas rekomendasi orangtua, harganya juga lebih murah yakni RP.25.000 untuk kurun waktu 3 bulan. Namun karena saat itu saya masih newbie sekali tentang masalah kontrasepsi jadi nurut2 saja disuruh pakai KB yang manapun, tanpa mencari tahu lebih 'plus-minusnya' KB hormonal.

Suntik KB 3 bulan adalah metode kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon progestin, namun tidak mengandung estrogen. Kontrasepsi ini bekerja dengan mencegah pengeluaran sel telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan sel telur oleh sperma. Satu suntikan diberikan setiap tiga bulan dan biasanya disuntik dibagian sekitar paha atau bokong. 


Selama dalam masa KB efek samping yang langsung terasa hanya sebatas tidak haid saja. selebihnya pusing, berat badan bertambah, tidak banyak berpengaruhnya sih atau mungkin saya yang terlalu cuek dengan perubahan hormon. Saya masih cukup enjoy dengan KB 3 bulan karena merasa tidak ada perubahan yang berarti kecuali tidak haid itu. Tidak haid sama sekali selama 4 tahun KB hormonal!

Kekhawatiran tidak haid muncul saat sudah 4 tahun. Saya baru berpikir dan merasa,

Perempuan tidak haid itu seperti bukan perempuan, apa normal?

Aakah ini tidak berpengaruh terhadap rahim saya nantinya?

Karena pernah saya tanya bidan, dan bidan hanya menjawab "ya memang itu efeknya" tidak mengedukasi lebih lanjut. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak KB lagi karena merasa tidak normal tidak haid, juga merindukan kehadiran anak kedua setelah anak pertama mulai memasuki usia 4 tahun.

Pernah saya tulis disini,

Enaknya gak KB Hormonal!

Dan ternyata benar dari kelaman KB hormonal yang suntik 3 bulan itu efeknya adalah sulit hamil lagi!

Jauh dari pikiran saya 4 tahun silam tentang KB dengan kesuburan, saya pikir terlambat KB 1 hari saja bisa menyebabkan kehamilan lagi makanya saya amat tekun dengan KB suntik 3 bulan tidak pernah absen. Ternyata selepas KB tubuh butuh penyesuaian lagi, ini yang membuat kehamilan kedua lebih lama bahkan terancam rahim kering, kanker, jika kelamaa  KB hormonal dan sulit punya anak lagi.

Tubuh butuh waktu lagi untuk menyesuaikan perubahan hormon. Setidaknya lebih dari setahun. Setahun pertama lepas KB suntik siklus haid sedang masa penyesuaian, meskipun belum seteratur saat sebelum hamil pertama. Di masa 'lepas KB hormonal 3 bulan' ini juga masih sulit untuk menentukan masa subur, karena belum teratur siklus haidnya. Padahal sejak gadis siklus haid saya selalu teratur. Namun untuk penyesuaian hormon setelah lepas KB 3 bulan, butuh 2 tahun lebih untuk bisa hamil lagi setelah berhenti KB hormonal. Alhamdulillah setelah 2 tahun lebih saya lepas KB hormonal akhirnya hamil lagi. Setelah melewati 1 tahun menjada dulu, wkwkwk.. mungkin bisa jadi fase berhenti KB dengan jarak kehamilan lagi bisa berbeda-beda setiap perempuan ya, noted!

Saran saya tentang KB 3 bulan suntik hormonal


1. Untuk yang baru menikah dan belum memiliki anak, disarankan jangan KB dulu atau jangan pakai KB suntik 3 bulan. Khawatir akan mempengaruhi kondisi hormon atau rahim sehingga kedepannya yang tadinya subur malah sulit punya anak. Kondom mungkin lebih baik.

2. Apapun jenis kontrasepsi yang dipilih usahakan untuk konsultasi lebih lagi tentang kelebihan, kekurangananya juga resiko KB yang dipilih.

3. Lebih baik KB alami saja
Meskipun begitu, KB 3 bulan bikin lama lagi punya anak, moms tak usah khawatir karena hal ini tidak mempengaruhi kesuburan secara permanen.


Nah, ini pengalaman pribadi saya tentang KB suntik 3 bulan. Kedepannya gak mau lagi pakai KB hormonal yang mengacak-ngacak rutinitas rahim dan hormon alami saya, haha. Tapi mungkin saja pengalaman setiap perempuan berbeda, bunda bisa konsultasikan lagi prihal kontrasepsi dengan dokter/bidan. Intinya pilihan apapun itu termasuk KB ada di tangan kita yang tetap harus di cermati bukan asal 'menunda kehamilan saja'.


Thursday, February 21, 2019

Pertolongan Pertama Saat Memar Atau Lebam

Memar adalah, adalah suatu jenis cedera pada jaringan tubuh, yang menyebabkan alirandarah dari sistem kardiovaskular mengendap pada jaringan sekitarnya, disebut hematoma, dan tidak disertai robeknya lapisan kulit. Memar ditimbulkan oleh trauma seperti tumbukan benda tumpul dan menimbulkan rasa sakit walaupun pada umumnya tidak berbahaya. Endapan sel darah pada jaringan kemudian mengalami fagositosis dan didaurulang oleh makrofaga. Warna biru atau ungu yang terdapat pada memar merupakan hasil reaksi konversi dari hemoglobin menjadi bilirubin. [Wikipedia]


Belum lama ini anak saya kakinya masuk ke dalam jari-jari roda sepeda saat saya kayuh. Sepeda ukuran besar loh, tau kan yang ada keranjangnya khusus perempuan. Kejadiannya cukup cepat, mohon maaf saya gak bisa cerita detailnya karena beneran masih trauma inget detik-detik itu. Intinya kaki sebelah kanannya seketika membiru sangat hitam dan mulai menjalar dalam hitungan menit. Saya terpogoh-pogoh menggendongnya, untung saja perjalanan kami masih sekitaran rumah beda satu blok saja alias baru berangkat pisan.

Panik?
Panik banget! Pengen ikut nangis tapi di tahan. Gimana sih, perasaan ibu muda yang masih newbie pengetahuan yang memiliki anak kesayangan karena cuma semata wayang.

Tapi akhirnya tertangani dengan baik, happy ending.

Sebagai rasa syukur saya mau share Pertolongan Pertama saat Mereka atau lebam, biar ibu baru, ibu perantauan yang jauh dari orangtua, ibu tunggal, ibu lagi sendiri, bingung untuk memberikan Pertolongan Pertama saat Memar karena minim pengetahuan, yang ditahu cuma luka luar pake Betadine, hehe. yang dipunya cuma hape dan internet ikhtiarnya cari di website kesehatan. Berarti kita sama.

Langsung saja!

Pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika lebam saat kecelakaan


1. Kompres bagian memar/lebam dengan air es. Fungsi mengurangi perdarahan dan pembengkakan.

Tahap pengompresan ini harus langsung ya bunda saat kejadian luka berlangsung.
Saya yang panik mencari-cari es batu di dalam kulkas, saya ingat "kenapa pain bola yang cedera langsung di kompres air es/es batu" ternyata agar mati rasa. Ya, emang segitu aja pengetahuan saya tentang es batu dan memar. Es batu dihancurkan, masukan bahan katun lembut lalu kompres, bisa pakai kaus dalam atau dalaman kerudung. 

Sambil di kompres tidaklah berjalan lancar karena anak menolak kesakitan terus. Hari itu hanya ada kami berdua di rumah, karena panik pikiran pun bercabang, ingin mencari tukang urut tapi pasti lebih sakit kasian anak dan belum tentu tukang urut ini ahli. 

Akhirnya saya browsing di internet pertolongan pertama saat memar, ternyata benar kompres pakai air es/es batu, ceklist (✔). Sembari membolak-balikkan balikan kompresan di kaki anak, saya perhatikan kebiruannya sudah hilang!

Note: memar terjadi pada lengan atau kaki, angkat bagian tersebut dengan posisi lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah lokal.

Langsung saya naikan kaki si anak ke atas bantal masih tetap sambil di kompres es batu lapis kain katun agar tidak basah.

2. Kurang lebih setelah satu jam barulah kompres air hangat, untuk memperlancar peredaran darah. Tentunya setelah dijeda dari pengompresan air es/es batu.

Kalo di info yang saya dapat, kompres air hangat dapat di berikan setelah 24 jam, untuk membantu penyembuhan luka. Tapi tidak saya ikuti, saya lihat kesiapan anak lebih relax di kompres air hangat setelah sebelumnya pakai es batu yang sudah dijeda beberapa menit yang lalu. Kompresan hangat akan membuka pembulu darah sehingga memperlancar sirkulasi darah pada area tersebut.

Beberapa menit kemudian, setelah melalui proses tahapan keduanya. Kakinya mulai tidak terlihat kebiruan. Anakpun mulai diam dan bisa ditinggal di rumah, saya beli minyak tawon. Hanya tinggal kelihatan bengkaknya saja. Sesekali saya pijat ringan bagian betisnya saja agar anak merasa relax.

Satu jam yang menegangkan pasalnya ia terus kesakitan saat diberi pertolongan pertama, saya sangat khawatir patah tulang alhamdullillah ternyata tidak.

Oia, bunda ini sekedar sepengatahuan baru saya saja bahwa ada salep khusu luka memar namanya tromboflash, bunda bisa beli ini sebagai P3K. Saat itu aku belum punya jadi gak pakai tromboflash.

3. Masih dalam perawatan, olesi minyak tawon atau ramuan alami seperti beras kencur yang di balur lalu perban. Ramuan yang membuat efek hangat.

Sore itu sampai malam anak kenyang diolesi minyak tawon sekalian pijat ringan oleh saya. Saya belum berani ketukang urut karena tidak biasa diurut oleh orang. Histori yang udah-udah malah nambah parah setelah di urut. Kalo masalah urut tergantung kepercayaan bunda masing-masing, soalnya saya belum cari informasi akurat tentang mengatasi luka lebam atau memar ini seperti kejadian anak saya dengan metode urut. Tapi saya sarankan jangan langsung dulu sebelum diberi pertolongan pertama. Atau setelah mencari informasi yang akurat. Tapi kalo sudah terbiasa dan sudah menjadi sugesti gak papa. Intinya pilihan ada ditangan kita.


4. Bila perlu beri parasetamol jika masih terasa sakit.

Malam itu sudah lebih baik, tapi saat tidur malam,
Anak terbangun tidak nyenyak karena merasa nyut-nyutan kerasa lagi memarnya. Terus saya kompres air hangat dan minyak tawon. Sesekali saya kasih parasetamol sebagai pereda nyeri.

Semalaman itu memar sore masih dalam pantauan saya. Apakah membaik atau memburuk, atau lebih dari memar.


Keesokan harinya, 

Alhamdullillah, ia bisa berjalan lagi meskipun terlihat berjinjit-jinjit katanya sudah lebih baik. Bahkan tadi sore hujan-hujanan. Hanya sedikit meninggalkan bengkak tapi jarang kambuh dan dalam batas normal. Alhamdullillah.

Oia, perlu dicatat bunda,

Bila memar bertambah parah atau bengkak dengan rasa sakit tak tertahankan, segera bawa ke rumah sakit karena ada kemungkinan patah tulang atau luka lainnya.


Semoga Bermanfaat!







Sumber referensi https://m.detik.com/health/first-aid/d-2024667/pertolongan-pertama-untuk-memar


Wednesday, January 9, 2019

Pelajaran ke 6: Usahakan Masak Dari Pada Beli lauk di Luar

ilmu memasak

Tantangan menjadi ibu rumah tangga salah satunya adalah memasak di rumah. Ini adalah salah satu bukti bahwa seorang ibu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga. 

Hati tergelitik ingin menulis tentang Usahakan Masak Dari Pada Beli lauk di Luar, sebenarnya gara-gara kompor saya rusak. Ya, kepala selangnya itu klik'an nya yang untuk mengunci tabung gas kendor, dan harus menunggu beberapa waktu buat beli lagi dan menggantinya dengan yang baru ๐Ÿ˜ฉ Alhasil sementara waktu ini harus beli makan jadi dulu. 

Sesuatu yang sedang saya hindari betul sebenarnya, "beli makan di luar" karena memang sakit maag kronis ini bikin saya gak boleh makan sembarangan lagi. Dan riwayat akhdan DBD membuat akhdan harus memiliki imun yang kuat, salah satunya asupan gizi. Asupan gizi ini sangat jarang bahkan hampir tidak ada jika kita dapatkan makanan dari luar. Kenapa bisa berpikir seperti itu?

Beli makan di luar itu, memang banyak yang enak, gaol, gurih-gurih nyoy, dan paling penting praktis. Harganyapun sangat terjangkau tergantung kelasnya ๐Ÿ˜ฌ. Tetapi, menurut survei dan pengalaman saya sering menemui jajanan/lauk-pauk diluar itu, ๐Ÿ‘‡

❎ Tidak di tutupi tirai atau talase kaca dan sebagainya untuk menutupi makanan. Ini yang paling banyak saya temui dan harus selektif lagi jika cari makanan diluar. Sekalipun itu jajanan yang sehat seperti jus yang beberapa waktu saya beli, beberapa buah yang sudah dipotong untuk nanti di pakai lagi disimpan di nampan plastik di atas gerobak jus tanpa di tutupi dan itu waktunya bada magrib loh. Daging burung, beserta ati ampela juga banyak yang di jual tidak di tutupi kaca/tirai dan itu bukanya malam loh di pinggir-pinggir jalan. ๐Ÿ˜ฑ


Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
( ุฅِุฐَุง ูƒَุงู†َ ุฌُู†ْุญُ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ุฃَูˆْ ุฃَู…ْุณَูŠْุชُู…ْ ูَูƒُูُّูˆุง ุตِุจْูŠَุงู†َูƒُู…ْ ، ูَุฅِู†َّ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†َ ูŠَู†ْุชَุดِุฑُ ุญِูŠู†َุฆِุฐٍ ، ูَุฅِุฐَุง ุฐَู‡َุจَ ุณَุงุนَุฉٌ ู…ِู†ْ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ูَุฎَู„ُّูˆู‡ُู…ْ ، ูˆَุฃَุบْู„ِู‚ُูˆุง ุงู„ْุฃَุจْูˆَุงุจَ ، ูˆَุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงุณْู…َ ุงู„ู„َّู‡ِ ، ูَุฅِู†َّ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†َ ู„َุง ูŠَูْุชَุญُ ุจَุงุจًุง ู…ُุบْู„َู‚ًุง ، ูˆَุฃَูˆْูƒُูˆุง ู‚ِุฑَุจَูƒُู…ْ ูˆَุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงุณْู…َ ุงู„ู„َّู‡ِ ، ูˆَุฎَู…ِّุฑُูˆุง ุขู†ِูŠَุชَูƒُู…ْ ูˆَุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงุณْู…َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„َูˆْ ุฃَู†ْ ุชَุนْุฑُุถُูˆุง ุนَู„َูŠْู‡َุง ุดَูŠْุฆًุง، ูˆَุฃَุทْูِุฆُูˆุง ู…َุตَุงุจِูŠุญَูƒُู…ْ ) ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ (3280)

Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian (di rumah), karena  ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka biarkan mereka (jika ingin keluar). Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Bukhari 3280, Muslim 2012).

Salah satu perintah di atas adalah dianjurkan menutup makanan di dalam rumah apalagi di luar rumah. Karena memang banyak sekali resiko buruk jika makanan tidak ditutup.

❎ Tidak menjamin kebersihannya. Kalo yang ini sebenarnya kita tahu, gak tahu ya, kamipun udah tahu gimana si penjual ngolahnya, keadaan kedainya, kadang masih tetep aja kita beli dengan dalih, yang penting enak.

❎ Tidak menjamin kehalalannya. Kita juga tidak tahu makanan yang dijualnya terlebih jika itu daging apakah disembelih dengan menyebut bismillah atau tidak.

❎ Tidak menjamin gizinya terjaga atau terbuang. Saya pernah lihat masakan di rumah makan yang bila tidak habis akan di simpan dan di hangatkan kembali keesokan harinya. Ini menyebabkan makanan yang tadinya bergizi menjadi lemak jahat.

Dulu motivasi memasak adalah agar suami betah di rumah, agar suami menikmati masakan istri yang dibuat spesial, meskipun kadang hambar dan gagal ๐Ÿ˜ tapi masak di rumah meminimalisir kan kena penyakit, terakhir agar hemat pengeluaran Rumah tangga.

Tapi sekarang masak di rumah itu fokus untuk kesehatan juga keberkahan. Alasan saya masak di rumah lebih kuat lagi semenjak tinggal di perkotaan kembali.

Di kota apa sih yang paling asyik? Semua serba ada, semua serba praktis, mudah di dapat, mudah di akses dan selalu kekinian termasuk dalam hal kuliner. Kuliner tidak pernah mati selalu ada saja penjaja kuliner yang lagi nge-hits. Contohnya ayam geprek, es kepal Milo, pisang nyemplung, sotang, dan masih banyak lagi yang membuat kita harus kuat iman untuk pilah pilih jajanan di luar.

Makan di luar boleh saja kok tapi jangan sering-sering dan perlu cermati juga.

TIPS Ibu Masak Di Rumah 


๐Ÿ“Œ Selalu Tutupi Makanan, cemilan, minuman yang sudah atau setelah di sajikan.

๐Ÿ“ŒPengetahuan ilmu memasak juga penting. Ilmu memasak ya, bukan ilmu resep. Contohnya tidak menghangatkan daging berulang kali, berhari-hari karenaberhati-hati karena akan mengubah gizinya, memasak sayuran hijau jangan terlalu lama, makan lauk darat dan seafood secara terpisah, buah bukan sebagai pencuci mulut tetapi cemilan, air putih lebih baik ketimbang syirup, dan masih banyak lagi.

๐Ÿ“Œ Makanan sehat yang murah itu banyak sekali, buanyyaak buibu, jadi jangan punya mindset makanan spesial itu adalah menu mewah. Selain pemborosan biasanya makanan yang berlebihan merusak kesehatan, seperti kolestrol, dan menghindari mubazir.

๐Ÿ“Œ Apapun yang ada di dapur jika lagi bokek buatlah setulus hati jangan ngedumel. Ngedumel, mengeluh, di depan rezeki seperti tentang masakan, yang gak enak, gak suka, gagal, bikin rezeki seret. Gak enak lebih baik diam dan belajar masak lagi.

๐Ÿ“Œ Kadang kala kita harus lihat sikon keuangan suami. Jangan memaksa makan atau masak makanan berpengeluaran besar saat sedang bokek. Atau berkebun berguna untuk menghemat kebutuhan dapur.

๐Ÿ“Œ Jangan lupa baca bismillah

๐Ÿ“ŒAbis masak terlebih ada suami harus kembali jadi bidadari lagi alias dandan, lepas baju daster bau bumbu dapur.


Sekarang karena udah jadi seorang ibu, barulah saya tahu kenapa masakan ibu itu selalu juara buat keluarganya. Meskipun kata orang gak enak ๐Ÿ˜† atau kadang-kadang gagal ๐Ÿ‘ป

Masakan ibu selalu di buat dengan ketulusan cinta dan menghasilkan keberkahan ๐Ÿ˜Š

Mungkin kita salah satunya dari sekian banyak anak yang memfavoritkan masakan ibu. Saya pun merasakannya, sekalipun masakan ibu ada sesi yang tidak enaknya, hambar, selalu membuat saya rindu. Karena setiap masakannya adalah buah cinta darinya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜

Jadi, wahai para suami jika masih melihat istrimu lagi ngoprek di dapur atau masakannya kadang hambar, gak enak dan gagal ๐Ÿ˜‚ Syukuri saja lah, itu karena ia bisa berhemat tidak membeli makan di luar. Berilah uang belanja masak, jangan pelit. Itu tanda sayangnya pada dirimu dan anak-anakmu agar dapat memakan makanan yang bergizi dan berkah dari nafkahmu.

Tuesday, December 4, 2018

Rangkailah Kisahmu Sendiri Nak


Bercerita atau mendongeng adalah cara yang dilakukan untuk menyampaikan suatu cerita, baik dalam bentuk kata-kata, gambar, maupun suara.
Bercerita sering digunakan dalam proses belajar mengajar terutama pada anak-anak. Teknik ini bermanfaat melatih kemampuan mendengar secara menyenangkan.

Nah, sebelum saya bahas tentang mendongeng saya mau share sesuatu dulu. Sekarang ini ada tempat baru buat saya yang saya anggap paling asyik buat nulis sambil ngasuh anak. Ia menulis tanpa diganggu. Kalo yang udah udah sih, si akhdan ini tipe anak yang gak mau banget dicuekin emaknya. Sekalipun emaknya ada disamping ya kudu apa-apa direspon, sekedar balas respon dengan tatapan mata atau senyuman kadang harus dengan jawaban atau reaksi emaknya, haha ribet ya. Jadi bisa dibayangin nulis sambil ngasuh anak seperti akhdan kaya gimana?

Di sisi lain mata memperhatikan anak, disisi lain jari-jari letak ketik keyboard, haha.

Belum lama ini ada sebuah tempat yang alhamdulillah buat kami santai. Santai ngetik dan bermain, tempat itu adalah  arena bermain yang biasa ada di mall. ๐Ÿ˜ฌ

Bukan mall yang gimana-mana, mall yang sering kami kunjungi ini sepi dan biasanya paling enak untuk sekedar jajan bukan belanja. Hmmm, tapi kudu tahan untuk tidak membeli pakaian kalo kesini hanya bawa uang pas untuk sekedar jajan beli minuman ke tempat bermain anak sambil bawa bekal makan (niat banget ya ๐Ÿ˜‚)

And now cerita dimulai, kenapa akhdan suka tempat bermain ini dan emaknya bisa santai menulis, gak pake drama lagi.

Jadi saya menggunakan imajinasi (lagi) yang saya transfer ke akhdan agar ia bisa berpetualang ala nya sendiri di tempat bermain yang saya akui memang lebih seru daripada permainan standar lainnya yang biasa ada di tempat bermain. Paling apa sih mandi bola? Tapi ini lebih lengkap lagi ada istana balon yang disertai panjat tebing, arena mobil, permainan profesi, mandi bola 3 jenis, dan yang paling penting tempat tunggu orangtuanya nyaman bersih, dan murah! berikut gratis orangtua yang masuk, hehe.

Ketika sarana sudah mendukung tinggal kita sebagai orangtua yang buat dongeng menjadi nyata dengan merangsang imajinasi anak. Untungnya saya tipe orangtua yang tidak kehabisan ide huhehehe.

Nah, agar cerita kita bisa disimak dengan baik oleh anak kita harus pandai-pandai  berbicara yang baik, memahami karakter pendengar, meniru suara-suara, pintar mengatur nada dan intonasi serta keterampilan memakai alat bantu. Teknik bercerita bisa berhasil, jika pendengar mampu menangkap jalan cerita serta merasa terhibur. Selain itu, pesan moral dalam cerita juga diperoleh.

Ceritanya,
Di pintu masuk mall kami memasuki pintu ajaib untuk ke negeri dongeng (arena bermain) di negeri itu saya sebagai ibu tua renta bersama anak yang hidup di goa (di tempat tunggu orangtua) kebetulan disana ada beberapa boneka yang kami anggap adik angkat akhdan karena menemukannya di dekat air terjun (perosotan balon) selanjutnya biar anak rangka petualangan ala imajinasinya. Dan itu selalu berhasil membuatnya merasa dilibatkan dengan saya meskipun peran saya hanya duduk (menjadi nenek tua yang menunggu anak di goa)

Dalam khayalan Akhdan boneka ini adik perempuannya Akhdan 

Saya?
Tinggal santai menulis tanpa harus nyuekin anak. ๐Ÿ˜‚

Yaa, mendongeng, bercerita, dan selalu melibatkan anak dalam sesuatu yang positif dapat memperat bonding antara orangtua dan anak. Dan saya bersyukur masih diberi kesempatan waktu bersama anak meskipun tidak jarang perasaan itu muncul. Perasaan apakah itu??? Haha abaikan!

Cara main rumah-rumahan petualangan ala kami ini sebenarnya mengingatkan saya pada drama musikal yang di persembahan oleh NIVEA dalam rangka memeriahkan hari dongeng yang jatuh pada setiap tanggal 28 November dan akan segera hadir pada hari ibu nanti. Kampanye NIVEA #SentuhanIbu kembali hadir untuk menginspirasi parents dalam meningkatkan bonding time bersama anak, salah satunya melalui mendongeng. Tahun ini, NIVEA Sentuhan ibu mempersembahkan drama musikal 'Dongeng Pohon Impian' yang akan menjadi momen sentuhan Ibu menjadi lebih istimewa di hari ibu.

Hmmm, jadi penasaran kaya apa drama musikalnya...
Apakah mirip sekenario petualangan ala kami (saya dan akhdan)? bedanya ala kami gak ada nyanyi-nyanyinya sih, hehe

Mengingat saat ini tradisi mendongeng cenderung teralihkan dan tidak termasuk dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini biasanya sibuknya waktu orangtua sampai peran gadget yang tidak jarang lebih bisa mengalihkan perhatian anak.

Di hari mendongeng tersebut Nivea menghadirkan para tokoh dan narasumber seperti, Kak Seto Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak, Ariyo Pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia, Kak Arum selaku Brand Manager Nivea Creme serta Mr. Holger Welters President Director PT Belersdrof Indonesia.

Nivea Sentuhan Ibu: Dongeng Pohon Impian akan diadakan pada tanggal 22 Desember 2018 di Ciputra Artpreneur dengan 2 jadwal pertunjukan yaitu pukul 14:00 dan 19:00 WIB. Tiket dapat diperoleh di Lazada dengan harga mulai dari Rp. 150.000 untuk kelas Angan, Rp. 200.000 untuk kelas Imaji dan Rp. 300.000 untuk kelas pohon impian. Keterangan lebih lanjut silahkan klik www.nivea.co.id




Saya dan Akhdan selalu punya cerita setiap harinya yang biasanya selalu kami utarakan sebelum tidur. Misal bincang kecil tentang hari ini, dongeng, sampai imajinasi saat kami sedang we time di luar. Saya sering menceritakan berbagai kisah tentang suri tauladan cerita anak muslim atau cerita 25 nabi. Mendongeng ala kami tidak hanya diceritakan saat menjelang tidur. Saat kami berada di tempat bermain pun cerita itu tidak pernah putus.

Jadi Parents, Yuk ciptakan imajinasi dan biarkan anak yang merangkai kehidupan ceritanya nanti..

Wednesday, October 3, 2018

Janda

WHAT DO YOU THINK ABOUT A SINGLE MOM

Janda adalah istilah wanita yang telah bercerai atau ditinggal mati oleh pasangan pernikahannya.

Sebuah pilihan yang tidak mudah ketika memutuskan membuat judul 'janda' di blog post kali ini. ketika kalian ketik kata janda di google, selain hasil pencarian wikipedia yang pertama keluar sisanya deskripsi negatif tetang statusnya. apakah itu? ya kurang lebih berita yang tidak enak dibaca, iklan, komunitas jodoh, dan sebagainya yang bertemakan janda. Dari stigma negatif lalu muncul arti yang negatif secara masal di masyarakat, itu kenapa saya menulis WHAT DO YOU THINK ABOUT A SINGLE MOM? setidaknya saya ikut menyumbangkan tulisan positf seorang ibu tunggal, meskipun saya tahu tulisan berjudul janda ini akan kalah muncul di search engine dengan berita tentang, you know 'janda' di portal berita online. tetapi memang menurut saya arti kata janda ini sebaiknya tidak melulu dipandang sisi negatif yang lebih banyak, atau bagi saya itu menjadi sebuah ledekan yang sering dibuat dalam sebuah lirik lagu misalnya.

Dulu sebelum menyandang ststus single mom saya paling tidak suka mendengar lagu dangdut tentang janda. kata itu selalu menarik untuk dibuat lirik lagu. hmmm kalo gak salah begini liriknya...

DAYUNI
......
.....
Daadiii dayuni,
Janda ayu jarang di keloni
.........
.......
(artinya; jadi dayuni. salah satu lagu yang populer di daerah indramayu tahun lalu)

Dulu saya ikut dengan suami di kampung jawa dan lagu itu lagi happening banget sampai salah satu murid SMP ku menyetel musik ini. mirisnya ibunya juga seorang janda! sebagai ibu didik aku sering  memberi nasihat kepada anak murid untuk tidak sembarangan mendengarkan musik. terdengar kolot nasihat ku, pasti di telinga mereka, anak ABG, terserah gue pikirnya mungkin. mungkin juga awalnya karena saya merasa ibuku juga seorang single mom, dan adik bungsu ku yatim.

Janda atau ibu tunggal (single mom)??
Kata mana yang lebih enak didengar?
Sepertinya kata ke dua lebih enak di dengar ya berikut maknanya..
hmmm, balik lagi ke sudut pandang setiap masing-masing orang yang jelas berbeda-beda.

Dari status saya menikah sampai pernah menikah saya selalu salut dengan seorang single mom. mereka kuat, mereka luar biasa, dua peran dijalani sekaligus. jika laki-laki mungkin tidak bisa lama menyandang status duda karena secara biologis dan kodrat mereka lebih harus diurusi wanita sampai mereka tua. soal mengurus anak? seorang duda mungkin akan merasa sangat kesulitan. namun, yang lebih sering saya lihat pada ibu tunggal adalah sisi kemandiriannya, msekipun lemah, meskipun seharusnya butuh perlindungan dan pemimpin tidak jarang mereka menyandang status itu sampai akhir hidupnya.

Banyak buku religi, yang saya baca salah satunya cerita yang menceritakan seorang janda. mungkin kalian juga pernah membaca cerita tukang sepatu dan istrinya ini, yang tidak jadi naik haji karena tabungan hajinya di berikan kepada seorang janda anak banyak yang kelaparan. Namun hajinya di terima meskipun ia tidak ke mekah, yang tadinya jemaah 600rb lebih yang berhaji tadinya tidak mabrur menjadi mabrur karena pahala si tukang sepatu itu. lalu, ada cerita lagi tentang kebaikan bagi mereka yang menikah dengan janda sama seperti memerdekakan budak. malah dulu aku pernah berpikir agar suami menolong anak yatim dengan menikahi janda soleha.

Perempuan memang rentan untuk direndahkan drajatnya, seperti zaman dulu, zaman kartini belum merdeka maupun zaman jahiliyah. Melahirkan anak perempuan dianggap aib dan dikubur hidup-hidup, atau dijadikan budak. Allah mengankat derajatnya, melindungi dengan peraturan-peraturan yang tertuang di dalam Alquran. Termasuk mengutamakan anak-anak yatim.

Lalu Bagaimana Rasanya Menjadi Janda?


Nah, selama ini kan kita banyak mendengar sisi yang gak enak dari kata janda, pernahkah kamu ingin tahu perasaan seorang single mom?
Aku ambil berdasarkan opini pribadi. Menjadi single mother seperti kehilangan komandan, nahkoda (imam) di dalam sebuah kapal yang sedang berlayar. yang di pikirkan bagaimana kapal ini stabil tetap berlayar mengarungi lautan samudra kehidupan dengan berhasil dan bertanggung jawab penuh meski tanpa nahkoda. ya, awak atau asisten yang bertugas doble sekaligus. mungkin begitu juga yang dirasakan duda, berlayar menjadi nahkoda tanpa adanya asisten atau awak.

Kedua, rasa takut. karena tidak adanya sang pelindung di dalam rumah. meskipun seorang single mom dapat diancungi jempol kemandiriannya. namun tetap ia seorang wanita yang butuh perlindungan. terutama single mom dengan anak yang masih kecil-kecil, setidaknya sampai anak laki-lakinya tumbuh besar.

Ketiga, butuh bantuan. atau bahasa kekiniannya partner dalam hidup. jangankan janda semua orang pun butuh bantuan, karena memang kita mahluk sosial. saya pribadi masih sangat keteter menjalankan dua peran sekaligus dan masih butuh bantuan orang tua dan saudara. itu kenapa aku suka sedih super duper sama kasus di berita single mom yang prustasi urus anak dan himpitan ekonomi, kisah keluarga berayah tapi rasa yatim karena sosok laki-laki yang kurang mengerti atau menjalankan perannya sebagai ayah. benar kata kalimat ini,

Jangan "selfish" dalam mendidik anak, "yang penting anak saya aman". Lalu kita simpan sendiri pengalaman mendidik yang baik. Ketahuilah bahwa andai kita tidak peduli mendidik anak tetangga, sama juga mempersiapkan musuh bagi anak kita di masa depan. Sebaliknya juga, peduli mendidik anak anak tetangga secara bersama sesungguhnya mempersiapkan teman teman yang baik bagi anak kita di masa depan.

Mari jangan pernah lalai dan jangan pernah meninggalkan pos mendidik anak anak kita. Mari berjama'ah. Mendidik anak dan keluarga adalah tugas peradaban untuk bersama sama melahirkan generasi peradaban dengan peran peradaban terbaik dengan semulia mulia adab.

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah
Dengarkan Curhat Para Istri,
(Harry Santoso)

Keempat, butuh teman saat tua nanti untuk rasa nyaman dan ketenangan di hari tua. ini kegelisahan single mom yang terakhir. jodoh rahasia tuhan, bisa di dunia maupun di akhirat kita bertemu dengannya. meskipun kelak anak-anak akan tumbuh dewasa dan hidup dengan pasangannya masing-masing, sebagai orang tua sejatinya tidak mengharap balas jasa kepada anak. membesarkan mengantarkannya pada masa depan merupakan kebanggaan untuk orang tua. namun seringnya rasa takut muncul pada orang tua tunggal karena akan ditinggal anak-anaknya yang sudah dewasa. akan lebih baik jika partner hidup kita adalah seseorang pendamping yang setia sampai tua nanti. :)

Apakah kalian masih memandang sembarangan kepada setiap single mother?

Ayo ribut sama gue, haha...

Balik lagi sama akhlak setiap insan yang berbeda-beda, karena manusia tidak ada yang sempurna. :)

Thursday, August 9, 2018

Ketulusan di Sebuah Sandal Jepit


"Sesederhana apapun itu jika memberi dengan cinta ia akan tumbuh dengan ketulusan". 

Semua ibu pasti sudah biasa mengalami beberapa kali anaknya kehilangan sandal sebelah. Entah saat ia tidur di motor lalu lepas, kecebur di got, putus, tertukar. Sama kaya kejadian yang sering sekali anak saya alami. Bahkan kemarin sebelum Akhdan dibelikan sandal baru saya sempat memberinya sandal jepit di warung neneknya. ia sangat antusias dan yang paling penting tidak malu dan merengek-rengek karena gak kekinian. Bahkan pernah Akhdan aku ajak ke Jakarta di sebuah gedung Co working  dengan memakai sandal belang-belang (beda pasangan). meskipun begitu ia pede saja memakai sendal beda pasangan seperti dibenaknya "pakai saja yang ada" emaknya? cueeek.

Sayang sekali insiden hilang sandal pun terulang lagi. Meskipun sendalnya yang belang-belang itu tetap hilang semua. Mencari pasangan lain yang sebelah juga untuk dipasangkan lagi malah kehabisan stock juga. ๐Ÿ˜‚

Bukan karena saya pelit karena tidak mau belikan yang baru tapi memang sengaja ingin memberi waktu anak untuk menerima keadaan walau hanya sementara. Faktor ke- dua yaitu sih biaya juga, haha. karena banyak urusan keuangan yang harus aku tekankan paska resmi menyandang status single parent.

"Yeay, punya sendal, punya sandal. Akhdan sayang sama mamah"
Gak nyangka Akhdan sebegitu senengnya padahal cuma sandal jepit swalow itupun yang ukurannya masih beberapa sentimeter lebih besar dari kakinya.

Seketika saya menatapnya dalam-dalam. aku melihat ada ketulusan dari raut wajahnya yang polos. Dan isi hati itu aku tuangkan menjadi tulisan disini....


Mungkin sebagian orang tua mempermasalahkan masalah sendal belang ini. Atau berkata dalam hati "ih malu-maluin aja kamu", entahlah aku bukan tipikal orang yang memikirkan penilaian orang lain. bagi saya menerima apa yang ada itu sudah menjadi pelajaran yang cukup dalam hidup.

Karena biasanya sulit saat anak mau menerima "apa yang ia tidak punya".

Ya memang namanya juga anak kecil terkadang permintaanya macam-macam, banyak maunya. saya sendiri sudah biasa menghadapi anak yang kepengennya banyak, kaya anak saya paling hobi beli mainan (semua anak kali ya). Belum sebulan sudah minta lagi, belum dua minggu sudah ada lagi yang ia pinta. Jujur saya bukan tipe orangtua yang pelit juga tidak royal amat menuruti semua keinginan anak. Saya bisa memberi dengan menjelaskan sebabnya dan saya tidak bisa memberi dengan menjelaskan sebabnya pula.

Terlebih ketika pulang kerja saya berpikir untuk menyisihkan sedikit rezeki untuk membawa oleh-oleh dan ini memang dianjurkan dalam hadits yang pernah saya baca.

Kadang banyak masukan dari mereka terutama orangtua saya "jangan terlalu dipaksakan" atau "bilang saja iya iya" tapi nyatanya tidak dibelikan (= bohongin anak). tidak dipaksakan tapi saya sudah janji dan saya harus menepati janji itu agar anak tidak kecewa. pulang kerja bawa mainan toh kerja saya tidak setiap hari hitung-hitung oleh-oleh nyenengin anak laah. Namun tetap ada BATAS tertentu ketika saya benar tidak bisa membelikan keinginannya bilang saja sejujurnya dari hati ke hati bukan omelan, bukan curhatan, tapi pengertian. loh, emangnya anak kecil bisa mengerti? 

Kesabaran orang tua terus diuji, namun perjuangan memang tidak menghianati hasil. kalian percaya dengan kekuatan batin? bonding yang sudah ditanam sejak dalam kandungan? percayalah jika kita memberi pengertian untuk anak, in sha allah anak akan mengerti orang tuanya tanpa tekanan. terutama jika parents sedang berada di masa sulit. setidaknya itu yang saya rasakan.

"Hari ini mamah belum cukup uang, next time kita beli." ---> tanggapan ekspresi anak sedih, lanjut
"Kamu tahu sendiri kalo mamah ada rezeki lebih pasti selalu ngajak kamu jalan2 belanja"---> tanggapan ekspresi sedih berubah menjadi senyuman dan kepercayaan terhadap orang tua.

"Karena kemarin sudah berjanji ini adalah mainan terakhir bulan ini maka kamu harus tempatin Janji tidak beli mainan dalam waktu dekat, mamah udah menepati janji kamu juga harus nepatin janji, okay?---> tanggapan ekspresi anak: senyum-senyum sendiri dengan kesadaran.

Biasanya dia jadi belajar berkomitmen, ya paling ingkar-ingkarnya nawar atau ngerayu,

"Mainan ini yg murah mah, yang seribuan boleh yaaa"

"Gantian kemarin uang mamah buat beli  mainan sekarang tabungan sama bayaran sekolah"

Tidak pakai ngambek atau rengek ya! kita balasnya dengan ajak bercanda lalu langsung belai, langkah ini bisa mencegah tantrum.

Dia nawar lagi??

Biasanya jurus saya sih, anak akan luluh jika saya mengungkit syukur yang sudah kami dapat. misalnya bilang,
"Kalo gak utamain sekolah dulu nanti gedenya jadi kaya anak-anak yang kita liat di lampu merah tuh"
Kalimat ini selalu berhasil terutama kalo anak sedang muncul 'mood males' sekolahnya keluar.


"Pakai sandal jepit ini dulu ya nanti kalo ayah ngirim uang kita beli yang baru"

Kembali saya berpikir lagi, ternyata bahwa apa yang saya pinta dia selalu mengerti bahasanya tidak pemilih, ambekan, terlihat manja tapi sebenarnya anak ini penuh pengertian pada orang tuanya dan saya merasakan itu amat merasakannya. Bahwa ketulusan orang tua benar sampai ke dalam batinnya dan mengikuti hatinya.

Maka dari itu bunda jalinlah hubungan yang baik dengan anak kita, bukan sekedar mengajarinya namun tidak memberi panutan yang baik. Biarkan anak menjalani prosesnya jangan sebentar-bentar difasilitasi jangan juga terlalu pelit. Pelit waktu, pelit ruang, pelit duit, pelit kasih sayang, dan sebagainya.

Barakallahu, maha besar Allah yang menciptakan hati dan pikiran jika digunakan dengan sebaik-baiknya.



Sunday, April 1, 2018

Haruskah Sekolah TK Sebelum Usia 5 Tahun?


Wah sudah bulan april saja nih, ga kerasa ya satu tahun itu cepet banget. Nah, di bulan April ini murid saya yang kelas IX akan menghadapi Ujian Nasional. saya lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan ujian, itu berarti tinggal beberapa bulan lagi menyambut tahun ajaran baru.

Ngomongin soal pendidikan sekolah ada yang mengganggu pikiran saya, nih. karena sebentar lagi akhdan masuk sekolah saya masih bimbang apakah tahun ini dia TK atau tahun depan ya?

Begini ceritanya,
Januari 2018 usia akhdan sudah 5 tahun. pas banget usianya anak TK. menurut peraturan pemerintah minimal usia anak SD kelas satu adalah 7 tahun. berarti jika akhdan masuk tahun ini ia akan melewati masa TK selama 2 tahun, 0 kecil lalu 0 besar. sedangkan saya punya pemikiran sendiri tentang TK zaman now mayoritas. kalo saya perhatikan anak TK itu pelajarannya hampir sama seperti SD apalagi sekarang ada tambahan Calistung (baca, tulis, hitung). Saya tahu ini karena pernah masukin akhdan ke PGTK saat usianya 3 tahun, hanya beberapa bulan lalu berhenti. setelah mengamati itu akhirnya saya berpikir untuk menyekolahkan TK akhdan satu tahun saja, yakni pas akhdan berusia 6 tahun. saya tidak MAU memaksakan anak untuk Calistung di usia yang masih bereksplorasi.

okey, begini mungkin kita berpikir di TK itu juga anak di ajarkan untuk bersosialisasi, mengenal lebih banyak karakter temannya, mengenal huruf sampai hafalan doa-doa. Fungsi Pendidikan Usia Dini (PAUD) sendiri adalah sebagai persiapan sebelum memasuki sekolah dasar. Seperti pengembangan kepribadian anak, mengajari sikap berprilaku, dan ilmu pengetahuan dengan cara yang menyenangkan.

Tetapi saat ini tuntutan terhadap peran sekolah TK menjadi sangat tinggi. Beberapa sekolah dasar bahkan menerapkan sistem harus memiliki ijazah TK agar bisa masuk SD. seperti ujian test baca tulis dimana ini bertentangan dengan UU Sisdiknas no. 20/2003 Pasal28.

Ada juga oangtua yang terlalu memaksakan anaknya harus bisa baca sebelum SD. Saya pernah mengamati seorang ibu yang membentak anaknya di depan umum dengan kata kasar jika si anak tidak mau belajar atau mencela anak jika hasil belajarnya jelek, padahal si anak ini baru berusia 4 tahun. mereka berlomba-lomba menjadikan anak mereka juara di kelasnya. tanpa memikirkan kemampuan belajar si anak, padahal selain prestasi akademik semua anak punya bakatnya tersendiri yang patut kita dukung. menurut saya pribadi pintar itu tidak harus dibidang mata pelajaran saja.

itu sebabnya saya enggan masukin akhdan TK kelamaan. ibu-ibu lain suka menegur akhdan (3s) yang kala itu lagi asik mainan dibanding berkumpul nyanyi-nyanyi. Akhdan juga baca kalo lagi mood kalo enggak mood gak mau dia. memang tidak saya paksakan juga karena bukan pembelajaran untuk seusianya. Selain itu anak segede gini lebih banyak jajan mainanya di lingkungan TK di banding belajarnya.

Melihat kemajuan generasi zaman now, saya akui dan salut sekarang anak TK sudah pintar. Mereka sudah lancar membaca, berhitung, hafal doa-doa, main hape. tidak perlu berkecil hati jika anak diusia pra SD belum bisa baca, bukan berarti mereka malas belajar. kemampuan setiap anak itu berbeda-beda.

Baca juga Usia Ideal Anak Masuk SD


hmm, jadi bingung untuk memasukan akhdan TK apa tidak?
apa lebih baik TK satu tahun saja dimana usia akhdan 6 tahun. itu berarti tahun depan ๐Ÿค”

jika bercermin lagi kepada pengalaman kecil saya, dulu masuk TPA di usia 3 tahun dan itu masih tidur siang di kelas. masuk SD diusia 5 tahun tapi saya berhenti karena belum mampu menerima pelajaran (bukan tidak naik kelas ya, ini lebih ke rasa malas dan tertekan akhirnya mogok sekolah) kembali lagi SD di usia 6 tahun dan belum bisa baca, lancar membaca ketika sudah triwulan kedua di sekolah. dan saya sangat jago membaca, sampai di kelas 2 SD membaca sudah menjadi hobi saya. Saya bahkan sudah bisa menulis surat. majalah BOBO adalah bacaan paling favorit.

Jika flasback dari pengalaman saya tidak efektif memasukan anak SD Saat usia 5-6 tahun. Saya sangat sejutu peraturan baru bahwa kematangan belajar dan kesiapan mental anak SD benar-benar siap ketika usia 7 tahun. bahkan di kelas 2 saya pernah mendapat rangking 3 (prestasi pertama bagi seorang anak yang TK tukang tidur siang, pernah mogok sekolah dan belum bisa baca saat mask SD)

finally pada intinya akhdan masuk SD ketika berumur 7 tahun. ngomong2 soal TK nya akhdan saya memutuskan satu tahun saja cukup di usia 6 tahun.

 Ini alasanya kenapa usia 7 tahun adalah usia yang tepat untuk masuk Sekolah Dasar.


____________________________________________

Monday, September 25, 2017

Enaknya tidak berKb Hormonal!


Sudah lebih dari 7 Bulan lamanya saya memutuskan untuk tidak memakai kontrasepsi hormonal (KB) terhitung sejak awal Febuari 2017 yang telah ditentukan bu bidan untuk kembali suntik KB berikutnya. ada beberapa alasan kenapa saya memutuskan untuk tidak pakai alat kontrasepsi. Padahal dulu saya termasuk IRT yang disiplin KB dan patuh pada perinsip saya "memberi jarak kelahiran pada anak minimal 5 tahun! ".

sejak pertama melahirkan saya memilih suntik KB tiga Bulan sebagai alat kontrasepsi atas rekomendasi kedua orangtua perempuanku (mamah dan ibu mertua)  melihat pengalaman mereka yang memiliki anak banyak, dengan jarak dekat 1-3tahun (mamah anak 5, mertua punya anak 7). membuat mereka khawatir saya akan mengandung lagi setelah melahirkan anak pertama.

Cerita versi mamah "zaman dulu banyak orang kampung yang ga mengerti KB, banyak kasus orang meninggal karena KB. jadi ketika ada bidan berkunjung ke rumah ibu ibu banyak yang lari dan mengumpat ke gunung. Itu makannya orang zaman dulu banyak anaknya"

Versi mertua "punya anak banyak itu repot jangan sampai seperti mamah, kamu harus KB"

Setelah mendengarkan pengalaman mereka akhirnya dengan mantap saya putuskan untuk ber KB tepat setelah 40 hari nifas. Selain karena disuruh orangtua, juga ada beberapa alasan saya,

  • Karena momy baru, tidak mudah menjadi seorang ibu baru karena ada segudang ilmu parenting yang harus di pelajari untuk ibu pemula. Banyak cerita dari mereka, mengurus anak amat merepotkan apalagi bayi di bawah satu tahun. Dan ternyata benar, tahun pertama mengurus anak saya amat kepayahan. ini murni tidak di bantu oleh tangan pembantu. Pengalaman ini membuat saya sempat terkena syndrom baby blues. 

  • Masih banyak mimpi yang ingin diraih, saya termasuk pasangan nikah muda. Menikah di usia 19 tahun saat sedang asik-asiknya cari duit. Saya pikir setelah punya anak nanti saya bisa kembali bekerja. Tetapi sang suami tidak mendukung "Boleh cari kegiatan tapi tidak dengan meninggalkan rumah dan anak" katanya. Selain terbentur oleh izin suami, Kerepotan yang membuat saya sadar anak saya tidak bisa dititipkan meskipun itu neneknya dari ibu saya, Saya juga akan sangat bersalah jika tidak memberinya ASI dan diganti sufor.  

  • Mindset "banyak anak banyak masalah". Pikiran pendek tak beralasan lainnya, saya sering melihat keluarga yang anaknya sedikit dan hidup mereka lebih sejahtera. Juga Masih terbayang oleh saya pengalaman hamil, sakitnya melahirkan, repotnya mengurus bayi. Membuat saya sempat berpikir ingin punya anak satu saja atau dua atau tiga paling banyak itu pun jaraknya harus berjauhan. Tapi rencana suami beda, tujuh aja katanya. Ya kalo sampean yang mengandung dan melahirkan gapapa yo mas ๐Ÿ˜

Efek yang saya rasakan selama berKb tiga Bulan,
sebenarnya efeknya tidak menakutkan seperti kata orang gemuk, berjerawat, migren, pusing, pegal saya sendiri termasuk orang yang tidak mengambil pusing masalah diatas. Toh pusing juga bisa muncul bukan karena KB saja misalnya pusing, migren, pegal-pegal sering muncul pada tanggal tua dan kanker (kantong kering) ๐Ÿ˜‚

Cuma satu efek samping dari berKB yang saya rasakan "tidak Mensturasi selama dua tahun saya berKB"

sebenarnya saya sangat menikmati berKB ini karena merasa hormon tertentu di matikan seperti tidak munculnya jerawat bulanan, wajah tidak berminyak, tidak merasakan sakit haid lagi. Tetapi Lama-kelamaan saya mulai berpikir, normalkan saya tidak mens? 
Bagaiman jika selamanya saya tidak mensturasi karena kb, baikah untuk tubuh saya?
Bukankah Wanita seharusnya di kodratkan untuk meneruskan keturunan dengan secara alami memproduksi sel telur dirahimnya?

Sempat saya mengeluhkan ini kepada bu bidan, apakah bahaya jika tidak mens seperti ini terus?  Tapi mereka kebanyakan menjawab, ya memang itu resikonya, efek sampingnya, Ganti IUD saja dan sebagainya.

Akhirnya saya search in google efek samping dari masing-masing jenis kontrasepsi dan semuanya miliki efek samping kecuali KB kalender, hanya kelemahannya sering kebobolan kalo salah perhitungan atau pasangan kurang teguh berkomitmen.

Saya mencoba memberikan jeda, kepada ovum untuk beraktifitas secara normal dan tidak di ganggu si KB. ya, saya berhenti KB sementara.

dua Bulan pertama, saya mulai mengalami mensturasi itu pun dengan siklus yang tidak teratur. Saya tunggu sampai minimal setiap Bulan mens. Oke sudah tiga bulan, mens mulai lancar saya suntik lagi.

Karena masih kokoh akan pendirian "jarak punya anak lagi minimal 5 tahun" Saat itu usia anak saya 2 tahun 6 Bulan. KB lagi, jeda, subur, KB lagi. begitu seterusnya sampai anak saya berusia 4 tahun.

Pikiran sotoy saya saat itu adalah "gapapalah gak teratur mensnya KBnya yang penting rahim sudah dikasih kesempatan bernafas, lagi pula berhenti KB tidak akan langsung hamil kan?? Karena hormon alami butuh penyesuaian lagi" (tolong jangan diikuti ya parents)


Terispirasi melihat keluarga lain, 
tetangga sebelah rumah adalah keturunan arab yang memiliki anak 3 masing-masing jaraknya 1 tahun setengah, (3 tahun,  2 tahun , dan bayi 6 Bulan) saya sering memperhatikan cara si kakak bermain dengan adik-adiknya dan persaudaraannya cukup rukun. Dari cara si kakak menyayangi adik-adiknya dan mengalah yang seharusnya anak usia 3 tahun itu lagi rese resenya tapi ia terlihat layaknya seorang kakak yang dewasa.

Sedangkan anak sulung ku, masih sangat manja dalam pergaulan. Saya berpikir mungkin karena cuma dia anak saya saat ini jadi belum belajar menjadi seorang kakak.

Percaya atau tidak semakin dekat jarak kelahiran dengan saudara, semakin kuat pula ikatan batin. Meskipun sering bertengkar karena hampir seusia. Setidaknya itu yang saya rasakan dengan saudara2 kandung saya.

Beda dengan saudara yang usianya terpaut sangat jauh. Memang sang kakak sayang dan si adik lebih menghormati namun hubungan seperti kaku. Contohnya si kakak sudah menikah jadi tidak bebas curhat dan bercanda dengan adiknya.

Mengubah cara pandang "banyak anak banyak masalah"
Menurut hadits yang saya baca Allah menyukai perempuan yang bisa melahirkan anak banyak. Dan sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

ุชَุฒَูˆَّุฌُูˆุง ุงู„ْูˆَุฏُูˆْุฏَ ุงู„ْูˆَู„ُูˆْุฏَ ูَุฅِู†ِّูŠْ ู…ُูƒَุงุดِุฑٌ ุจِูƒُู…ُ ุงู„ุฃُู…َู…َ

“Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar]

ISLAM MENGANJURKAN UMATNYA UNTUK MEMPUNYAI BANYAK ANAK

ุนَู†ْ ุฃَุจِู‰ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ู‚َุงู„َ : ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : ุฅِู†َّ ุงู„ุฑَّุฌُู„َ ู„َุชُุฑْูَุนُ ุฏَุฑَุฌَุชُู‡ُ ูِู‰ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูَูŠَู‚ُูˆْู„ُ : ุฃَู†َّู‰ (ู„ِูŠ) ู‡َุฐَุง؟ ูَูŠَู‚ُุงู„ُ : ุจِุงุณْุชِุบْูَุงุฑِ ูˆَู„َุฏِูƒَ

Dari Abu Huarirah, ia berkata : telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Sesungguhnya ada seseorang [1] yang diangkat (ditinggikan) derajadnya di jannah (surga)”. Lalu ia bertanya (terheran-heran), “Bagaimana aku bisa mendapat ini (yakni derajad yang tinggi di surga)?”. Dikatakan kepadanya, “(Ini) disebabkan istighfar (permohonan ampun) dari anakmu (kepada Allah) untukmu”.

“Dari Abu Hurairah : Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Apabila manusia itu telah mati maka terputuslah dari semua amalnya kecuali tiga perkara :

1. Shadaqah jariyah

2. Atau ilmu yang diambil manfaatnya

3. Anak shalih yang mendo’akannya”

[Riwayat Muslim dan lain-lain]

Inilah puncak tertinggi dari keutamaan-keutamaan mempunyai anak, yaitu anak yang shalih yang bermanfaat bagi orang tua di dunia dan di akhirat.

Dari hadits ini pun kita mengetahui bahwa tujuan mulia dari mempunyai anak –menurut syari’at Islam- ialah menjadikan anak-anak tersebut menjadi anak-anak yang shalih, anak-anak yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan anak-anak yang berbuat baik kepada kedua orang tuanya (birrul walidain). Bukan anak-anak yang durhaka apalagi yang kufur dan lain-lain yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya. Peran orang tua dalam hal ini sangat penting sekali dan menentukan.


Mulai merindukan bayi lagi, 
Setiap hari adalah menuntut ilmu, termasuk baru tahu ternyata allah sangat membenci umatnya yang berburuk sangka kepadanya termasuk "takut banyak anak banyak masalah" padahal allah telah menjamin semua Rizki mahluknya. Sempat berpikir seperti itu sih ๐Ÿ˜ข.

Seperti kita tau anak anak itu bermacam-macam sifatnya ada yang baik atau keras kepala semua itu tergantung dari cara didik kedua orangtua, hasil inilah yang akan kita panen di hari tua.

Setelah mengambil kesimpulan, 
KB boleh kalo dengan alasan untuk memberikan jarak kelahiran (agar si bayi cukup mendapat ASI 2 tahun lebih) asal KB menurut islam, bukan hormonal ataupun KB abadi dengan alasan ingin menentukan jumlah anak seperti pengangkatan rahim dengan sengaja, bukan dengan alasan medis (seperti penyakit tertentu)

Ga baik juga kali  terus terusan tubuh perempuan di tojos KB hormonal terus. Resikonya berbahaya ๐Ÿ˜Š

Hemmm jadi merindukan punya bayi lagi, anak kembar, anak asuh, tiga, empat atau sembilan anak saya siap! ๐Ÿ™‹



Ayo punya anak banyak!!!!!!


Monday, January 9, 2017

Ini yang Saya Lakukan, Ketika Anak Kena Cucugan Serpihan Kayu


Setiap orangtua pasti tahu atau pernah mengalami kecucugan kayu?
itu loh semacam duri kecil yang menancap pada kulit ari kita. kalo kita yang sudah besar ini masih bisa mengatasinya tapi kalo anak kita yang masih kecil bagaimana?
ga bakal tega liatnya merintih kesakitan.

Nah, sekarang saya mau berbagi penglaman tentang anak saya yang pernah kecucugan kayu beberapa minggu yang lalu. anak saya (3 thn) terluka di bagian telapak tangan kiri nya. sore, sehabis bermain lempar batu di empang lele samping rumah dengan teman nya. Awalnya dia bilang sakit ketusuk paku, otomatis saya khawatir, saya langsung observasi ternyata ada serpihan kayu kecil runcing menancap di telapak tangan kirinya, seperti nyangkut di kulit ari. saat itu masih bisa di ambil atau dikeluarkan, asal si anak mau menahan sakit sebentar.

Tau sendiri kan anak kecil, pasti ga ngerti itu dan ga mau kalo lukanya saya pegang-pegang. saya juga ga tega memaksa nya menahan sakit saat saya coba keluarkan. waktu itu saya sangat geisah, takut disusul demam tinggi dan sebagainya. "apa yang harus saya lakukan? kalo didiemin malah takut tambah parah en demam karena infeksi?" bingung gak tau harus minta pendapat ke siapa. gak lama bada maghrib ada ibu mertua dan suami baru pulang kerja saya langsung mengadu pada mereka.

Versi mertua berpacu pada pengobatan zaman dulu "di kasih terason aja (balsem) besok pagi langsung keluar susugkannya"
versi suami "diemin aja kalo ga sakit berkepanjangan mah, tar juga lebur itu kan kayu. kayu dari tanah juga jadi gapapa paling ngebekas jadi tahi lalat mati kaya saya". sambil nunjukin tahi lalat mati di telapak tangannya, akibat susukan kayu waktu kecil. mungkin ada benernya juga 2 saran ini. malamnya pas anak tidur saya olesi balsem, besoknya pas bangun saya cek, bukannya keluar tuh kayu malah telapak tangan anak saya bengkak dan makin sulit tuh kayu buat di keluarin. (sepertinya jalan nya sudah menutup oleh nanah) tambah panik deh gak tega abisnya sama anak, serasa cekot cekot pastinya. mungkin ada baiknya jika saya konsultasi kepada ahlinya alias dokter. gak sia-sia saya instal aplikasi dokter online, jadi kita bisa konsultasi online sama dokternya langsung. bangun tidur pagi-pagi saya langsung chat tuh dokter di aplikasi.


Tuh kan bener ternyata pakai balsem bukan mengobati. suami bilang gak usah khawatir ga usah di bawa ke rumah sakit, periksa aja dulu ke puskesmas. sehabis sarapan, jam 08.00 kita meluncur ke puskesmas terdekat. disarankan langsung ke UGD nya. nah, disana telapak tangan anak saya di semprot ball (agar mati rasa mungkin, supaya tidak berasa sakit saat pengambilan serpihan : katanya) terus bagian susukan nya itu di tusuk sedikit dengan jarum suntik dan foiilaaa sudah terangkat ga sampai 1 menit proses nya, alhamdulilah tenang deh. abis itu di kasih salep bukan betadine. bekas kayunya jadi hitam sekali kecil mentik.

Parents jika anak kita mengalami susukan kayu sebaiknya langsung di bawa ke ahlinya saja ya, jangan sesekali dipencetin takutnya infeksi karena tangan kita tidak higienis atau malah bengkak, makin parah nyerinya kan, apalagi di kasih sembarang obat seperti balsem, hehe.

oke, balik lagi ke aplikasi dokter online yang ga bisa saya sebut namanya, hehe. sudah lama saya mengamati beberapa grup-grup di fb banyak yang ott (out of topic) masalah kesehatan atau anak sampe ibu hamil, kan ga semua obat atau pengalaman itu sama dan cocok,  lebih baik bertanya kepada ahlinya saja.

Waktu terbatas untuk ke dokter?
konsultasi dulu aja ke tim dokter online sebagai pertolongan pertama karena sekarang sudah ada aplikasi, dimana kita bisa chat sama tim ahlinya langsung. juga di lengkapi fitur info tentang penyakit dan jenis obat berikut dengan kegunaanya.  yang paling saya suka adalah rubik majalah, sangat bermanfaat karena memang saya hobi membaca. layanannya juga sangat meng'edukasi. memperluas pengetahuan kita tentang kesehatan. terutama nih buat mamah muda, kaya saya hehe.


oh ya perlu diingat, disini hanya edukasi bukan berobat atau meminta resep jadi initinya untuk pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya ke dokter langsung. okey parents, sekian dulu sharingnya, ya.


Semoga Bermanfat!

Thursday, December 8, 2016

Pengalamanku Ketika Melahirkan Anak Pertama

Sudah lima tahun lamanya saya melahirkan si sulung. jika diingat-ingat saya masih ingat betul rasanya proses melahirkan itu seperti apa. baiklah saya akan tuang pengalaman ini di sini, mengenang rasanya pertama kali menjadi seorang ibu. 

1 Bulan Sebelum Melahirkan
Seperti biasanya saya olahraga jalan kaki di sekitar rumah (waktu  itu saya masih ikut mertua) tiba-tiba perut bagian bawah saya dan tulang selangkangan sakit sekali seperti rahim turun drastis, rasanya berat tiba-tiba. apa mungkin karena saya berjalan terlalu cepat. saya istirahat sejenak dan tidak bisa berdiri saya jongkok beberapa saat, lalu jalan lagi. waktu itu saya takut sekali melahirkan, takut kelahiran anak saya prematur.

kaki terpelintir setiap mau meluruskan badan setelah bangun tidur, sakitnya luar biasa sampai tidak bisa digerakan sama sekali, jeda beberapa menit mulai lancar digerakin. ini terjadi setiap 2 hari sekali pas hamil tua, ga tau kenapa.

Saya melakukan pemeriksaan USG tahap terakhir diantar dengan mamah saya, di klinik. Dokter bilang calon anak saya laki-laki dan perkiraan kelahiran tanggal 01 Januari 2013 dengan keadaan sehat, biaya USG saat itu 100rb. seneng banget dengernya, pulang dari bidan saya dan mamah langsung shopping perlengkapan bayi yang di dominasi warna biru karena anak saya nanti adalah laki-laki, untuk nama saya sudah mempersiapkannya namanya "Muhammad Al-faath".

Sambil menunggu HPL saya berusaha mencoba kegiatan positive selama kehamilan. seperti banyak membaca informasi tentang pertumbuhan janin minggu ke minggu. beruntungnya kaki saya tidak bengkak selama hamil, selalau melakukan senam hamil, olahraga jalan kaki setiap pagi, sampai stimulasi payudara. alhamdulilah banyaknya suporrt dari keluarga bahwa persalinan saya bisa normal.

1 Minggu Sebelum Melahirkan
Keluarnya cairan bening dari miss v, lumayan banyak tapi tidak dsertai kontraksi. karena panik mamah menyuruh saya periksa ke bidan. ketika dicek "belum ada pembukaan" ini berarti masih normal. saya mulai bingung karena minggu ini adalah perkiraan kelahiran anak saya. menurut informasi yang saya baca kehamilan lewat 42 minggu tidak bagus, sedangkan minggu ini sudah 41 minggu lebih 1 minggu dari HPL dan saya mulai takut jika harus diinduksi. saya mulai rajin stimulasi payudara memancing kontraksi.


Tepat 42 Minggu

1 Hari Sebelum Melahirkan
Pagi itu cairan kental bening keluar lagi, disertai sedikit bercak darah. saya pikir ini hal biasa sama seperti seminggu yang lalu. malam itu pukul 21.00 sambil menunggu suami pulang kerja, saya membaringakan badan saya merasa capek sekali dan ingin cepat tidur, selang beberapa menit saya terbangun karena perut saya sakit, padahal saat itu sedang pulesnya. saya belum terpikir ini tanda kontraksi karena kata orang mulesnya itu seperti orang pengen 'BAB'. tapi yang saya rasakan sakit seperti mensturasi.

Sekitar Pukul 12 malam lagi-lagi saya di bangunin oleh si sakit perut. saya coba BAB tapi ini bukan mules BAB, akhirnya saya gelisah. jam 01 malam saya benar2 merasakan lelah dan ngantuk yang amat sangat tapi si sakit terus mengganggu saya sampai akhirnya "duuugggk" di dalam perut saya seperti ada yang menendang/meledak yang sakitnya luar biasa. saya mulai membangunkan suami disitu belum engeh-engeh kalo itu kontraksi.

Jam 02 Pagi
Saya mulai melihat ke arah jam, menghitung jeda kontraksi saya dan yupss kontraksi saya teratur, pertama 1jam berselang ke menit, sampai setiap 45 detik sakit dengan jeda 10 menit.
"apakah ini tandanya saya ingin melahirkan, tapi saya tidak mulas seperti BAB?"
saya masih keliru dengan pernyataan "melahirkan itu mulasnya seperti BAB" harusnya gini " melahirkan itu kontraksinya seperti haid, tapi pas berojolin bayi mulesnya kaya BAB" hehehe.

Lalu saya di antar mamah ke Bidan [suami lagi tidur, tepok jidat maklum mungkin capek pulang kerja] gedor2 pintu, bangunin perawat. ternyata benar pas diperiksa jam 02 pagi itu sudah pembukaan 2. saya dan mamah pulang lagi, rencananya besok pagi balik lagi, mata saya mulai ngantuk luar biasa tapi baru merem sebentar, kontraksi itu datang lagi. sampai untuk jalan pun susah, padahal baru pembukaan 2.

Jam 06 Pagi
Semua sudah saya persiapkan mulai dari membawa pakaian bayi, pembalut, sarapan, sedia air mineral dengan tampilan saya saat itu belom mandi, belum tidur, dan pucet sekali. udah ga mikirin penampilan lagi deh! [padahal beberapa hari sebelumnya sudah persiapan bawa ponds, haha].

Sampai disana bu haji atau bidan senior yang juga cs mamah saya, harus bertugas ke puskesmas jadi sementara saya di tangani asisten bidan, disitu saya merasa sedih karena kami percaya bu bidan ini orangnya sabar gesit dan pro normal, hehe.

Proses dimulai
Jam 08 Pagi. banyak darah mulai keluar dari V,  saya sudah tidak kuat berdiri lg padahal baru pembukaan 4. akhirnya saya berbaring di tempat tidur. sebelumnya harus pipis dan BAB dulu di toilet yang sudah di sediakan. karena tiap menit minum pokari terus, jadi pingin kencing trus.

Saya udah ga mau tau sedang pembukaan berapa atau apa saja benda yang di masukin ke dalam V saya. saking sakitnya saat kontraksi saya tidak memperdulikan itu yang penting anak saya cepat keluar.

Meskipun sakit saya sangat antusias menanti buah hati, menikmati rasa sakitnya karena hanya tinggal beberapa jam lagi saya bisa melihat anak saya sendiri. staf bidan membantu menyiapkan pakaian bayi, suami selalu mencium kening saya, mengenggam tangan, mamah setia mendampingi saya sambil mengingatkan zikir dan doa-doa yang dipanjatkan.

Masalah Muncul
Sudah hampir dzuhur tapi bayi saya belum kunjung keluar, karena hanya kontraksi tidak ada rasa mulas. assistan bidan mulai panik. semua penyelamatan dikerah kan mulai dari oksigen, infusan. para bidan PKL yang lalu lalang karena infusan selalu lepas & oksigen tidak terpasang benar, parahnya denyut jantung baby mulai lemah. padahal sudah setengah di jalan lahir, tapi saat itu saya masih optimis dan berusaha mengeluarkan anak saya.

Tetapi assisten bidan bilang bahwa anak saya jantungnya melemah karena terlalu lama di jalan lahir, ini tidak baik harus segera di bawa ke RS untuk di vacum. saya langsung menangis, bukan karena sakit tapi mendengar "jantung baby terdengar lemah" membayangkan berapa lama perjalanan untuk ke RS, itu pasti sekitar 1 jam "apakah anakku akan bertahan?" keadaan mulai panik.

Jam 13.00 wib, Senin 07 Januari 2013
Akhirnya yang ditunggu-tunggu keluar juga. terdengar suara telpon dari bidan senior untuk segera pulang menanganiku, aku masih ingat suaranya yang langsung membuat hatiku tenang "tidak usah di bawa ke RS".

Bu Bidan membantu persalinanku, mengganti infusan dan oksigen yang berantakan, mengajari aku mengejan sambil mendorong perut dan akhirnya berhasil. saya mendengar tangisan bayi, alhamdulilah.

lalu berlangsung ke proses pengambilan ari-ari disusul penjahitan. ayahnya membisikan adzan dan memberinya nama Akhdan Alfath Baihaqi. hari perjuangan itu kini telah terbayar dengan apa yang ku dapatkan sekarang, seorang bayi yang sehat, cerdas dan selamat.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

TRIMAKASIH ya ALLAH, telah menyelamatkan anak ku dan masih memberikan saya umur panjang
merasakan kesempatan  berjihad melalui proses ini.
TRIMAKASIH kepada MAMAH & BAPAK,
TRIMAKASIH untuk Suamiku
TRIMAKASIH kepada segenap staf Bidan
TRIMAKASIH untuk MERTUA ku dan KAKAK IPAR yang menjenguk
TRIMAKSIH untuk sahabat, saudara, tetangga yang udah mau nyediain waktu dan hadiahnya untuk saya dan anak saya.

Inilah yang dulu ibu kalian rasakan, ketika melahirkan kita dan sekarang kita merasakannya. perbanyak istigfar, silahturahmi, mintalah doa kepada orangtua dan mertua, tetangga atau sahabat agar persalinan kita lancar.


Ada beberapa Tips yang sudah saya rangkum untuk bunda yang sedang mempersiapkan kelahiran anak pertamanya, 
  1. Perbanyak informasi tentang persalinan, termasuk mempersiapkan biayanya, tempat persalinan dan alternatif rumah sakit jika terjadi apa-apa, kendaraan mobil
  2. Ikuti kelas ibu hamil dan melakukan senam hamil rutin
  3. Kalau bisa cari bu Bidan yang sudah senior karena lebih berpengalaman (hanya saran) 
  4. Ikuti setiap intruksi dari Bidan
  5. Paling penting seringlah menarik nafas panjang, minum air putih dan dzikir
  6. Tetap tenang menahan sakit, karena kalau teriak/menangis justru tambah sakit 
  7. Belajar latihan mengejan sesuai intruksi bidan
Perlu di ingat setiap individu berbeda-beda dalam mengalami proses persalinan. cerita ini hanya sekedar sharing. 


Mam bisa mampir ke vlog diary kehamilan kedua ku di AGMIA DAILY jangan lupa subscribe ya ๐Ÿ˜Š


Semoga Bermanfaat!