Showing posts with label Relationship. Show all posts
Showing posts with label Relationship. Show all posts

Wednesday, August 4, 2021

KISAH TA'ARUF KU

 

Ta'aruf syar'i

Sudah hampir 3 tahun kami menikah, dan ini pernikahan kedua untuk saya. Pernikahan kedua ini berawal dari pengalaman taaruf yang belum pernah saya lakukan terutama di pernikahan sebelumnya. Qodarullah kami dipertemukan di website taaruf milik WO ustad Khalid Basalamah. Sebelumnya memang pernah 3 kali gagal taaruf karena saya merasa tidak cocok. Tapi yg ke 4 ini saya merasa sreg karena niat ia sepertinya tulus yg paling penting saat itu adalah calon mau menerima anak dari saya. Gak usah kepow ya, dia bujang, duda atau beristri 😂

Setelah Nazor ke rumah dan berbicara panjang lebar dengan mahrom saya (kakak laki2) dan mamah (bapak sudah lama wafat) kami merasa cocok untuk melanjutkan ke tahapan pernikahan. Sekitar 1 bulan dari Nazor (pertemuan cie cie) Selama menunggu waktu sebulan itu kami banyak mencari tahu tentang calon pasangan. Untuk mengetahui karakter calon istrinya ini, saat itu calon suami tak sungkan nelpon mantan suami menanyakan tentang "bagaimana saya". Awalnya saya sudah pasrah mansu kayanya akan menjelek2an saya secara saat itu konflik pasca berpisah tidak baik2. Khawatir mansu tidak bisa netral dan membawa masalah pribadi. Tapi setelah itu saya tidak mau mendengar jawaban "mansu berbicara apa tentang saya?" Ke calon suami. Saya langsung bilang saja, terserah bagaimana keputusannya (mundur atau maju) saya terima. Dari situ sebenarnya saya sudah bisa menilai, calon saya itu bijak atau tidak.

Nano2 bgt ya taaruf dgn janda cerai hidup. 😌

Qodarullah, saat itu calon suami tidak mundur dari proses taaruf. Kami lanjut sampai menunggu hari H tiba.

Ya, sejujurnya pacaran setelah menikah itu lebih spesial dan unik. Jika ditanya apakah ada konflik saat baru memulai hidup baru? terlebih belum kenal banget sebelumnya, tentu ada dong. Setiap hubungan itu pasti selalu ada bumbu-bumbu pengenalan karakter. Perbedaan yang "awalnya" mengganggu itu bukan alasan untuk dijadikan ketidak cocokan mutlak.


Semua tergantung cara pikir tiap individu bagaimana mengartikan sebuah pernikahan. Karena cintakah? Karena Allah kah? Nah kalo pembahasaan ini beda lagi ya, insyaallah dibahas dilain waktu diantara curhat2 media sosial 😂😅

Yang merasa sesama akhwat Follow dulu deh 🤣
https://instagram.com/bellaagmia
Biar bisa temenan maksudnya 🤗

Dari pengalaman saya yang sudah pernah menikah sebelumnya. Kadang konflik perbedaan karakter kerap muncul menjadikan alasan ketidak cocokan. Baru tau sifat suami aslinya, barulah menyesal. Terlebih pernikahan yg tidak didasari karena Allah. Suami tidak tau hak dan kewajiban kepada istri, istri pun sebaliknya, sama-sama menuntut hak. 

Loh pernikahan itukan pengenalan, penyesuaian, karakter pasangan seumur hidup. Sekarang kalo saya sudah tau karakter suami saya lebih tau cara bersikap. Misal paksu itu orangnya tidak mau kalah dalam berdebat (bawaan laki-laki yang gengsian kali ya) jadi pas kami berbeda saya pro galon Aqua isi ulang dia lebih pro lemineral galon sekali pakai??? Omongan ini aja bisa jadi perdebatan layaknya ILC loh 🤣

Setelah meminta maaf atas insiden pillow talk tidak penting itu, saya mengalah dan meminta maaf untuk mendapatkan ridhonya sebelum tidur. 😆

Yg paham berarti udah bisa metik pelajaran dari cerita diatas. Bukan tentang akua galon!

Besok2nya, dia bawel masalah air keran ngocor terus. ya ku diemin aja, karena nanti kalo diterusin jadi bertengkar. Abis itu cari moment tepat buat membela diri. 🙈🤣

Lah, sudah tabiat perempuan tidak mau disalahkan. Sesalah-salahnya wanita, lelaki lebih salah lagi. 🤣

Hanya saja timming nya harus tepat, penyampaiannya harus tepat, caranya harus pas. Tanpa debat, tanpa mojokin, tanpa suara keras. Ingat ya, laki-laki itu mudah lemah dengan suara lemah lembut 🙈

Setelahnya apa coba, dia yang bawel jadi lebih mengerti istrinya dan lebih diterima. Alhamdulillah semakin tau karakter pasangan dan semakin tau apa yang harus dilakukan, hubungan kami jadi semakin baik.

Perikahan ibadah terlama sepanjang usia, sama seperti sholat wajib, mau gak mau, males ga rajin, kudu tetap dilaksanakan, dimanapun perjalanannya, bagaimanapun keadaanya, kudu tetap Istiqomah.


Pernikahan bukan cerita negeri dongeng, habis pengenalan/pacaran happy ending pada ijab qobul. Justru kehidupan baru akan dimulai.. happy ending nya nanti di akhirat.

Orang bilang menikah tidak pakai pacaran (ta'aruf) tidak menjamin hubungan langgeng. Bagi saya pacaranpun juga tidak menjamin pernikahan bisa langgeng. Jadi masalahnya bukan pada taarufnya.

Saat menikah mungkin hanya ada ketertarikan fisik. tangki cinta Masih belum sepenuhnya terisi. 

Jika menikah diniatkan karena ridho Allah. Kami berusaha saling mengisi tangki cinta bersama.

Menikah bukan berarti harus saling memiliki tangki cinta yg sudah penuh saat pacaran.

Masalah akan selalu ada dan datang?
Tak masalah..

Teruslah mengisi tangki cinta. Dengan sifat pemaaf, sabar, tidak banyak berburuk sangka. Camkan itu yaa...

1 tahun

2 tahun

3 tahun

Tidak mengapa, asal selamanya tangki cinta terus tetap diisi ♥️

Bagaimana, sudah siap hijrah dan memutuskan ta'aruf?

Bissmillah yaa...

Saturday, August 31, 2019

Kehidupan pertama setelah bercerai sampai akhirnya bisa move on

Perceraian

Malam itu saya menangis sesegukan, masih tidak percaya dengan status yang saya sandang, 'janda'. Pertama kali yang ada dibenak saya saat itu 'putus nafkah'. Dari mana lagi saya menafkahi anak saya? Saya pun belum mapan, belum bisa mandiri. Hanya blogger receh, tidak menjamin pengasilan saya untuk menghidupi anak. Malam itu pikir saya begitu ketakutan akan masa depan anak. Setiap malam mimpi buruk selalu menghantui. Saya melihat ia meninggalkan saya, saya melihat ada wanita lain mengambil alih posisi saya, saya merasakan ia menghilang dari kehidupan saya, mimpi itu selalu berhasil membuat saya menangis dan enggan untuk tidur lagi. Setiap malam pula saya selalu bertahajud mengadukan isi hati ini kepada Allah Subhanawataalla. Agar bisa melupakan rasa sakit ini secepatnya, secepat ia mencari penggantiki. Benar-benar sakit. Terlebih menyembunyikan penderitaan ini di depan anak juga keluarga besar.

Waktu berlalu perlahan. Seakan meyakinkan saya bahwa ini akan sembuh seiring berjalannya waktu. Meskipun kabar-kabar dari mantan suami yang tidak mengenakan kerap membuat hati ini jatuh, bangun, kemudian dijatuhkan lagi.


Tutup buku, tutup telinga dan mata, semua yang berkaitan dengan mantan suami

Percayalah move on itu akan semakin sulit jika kita selalu mendengar kabar orang yang membuat sakit. Seharusnya di hari itu saya memutuskan untuk menutup buku semua tentangnya, tapi tidak semudah itu. Ada anak kami yang belum mengerti. Ada anak yang masih butuh ayahnya. Membuat saya tidak bisa tutup buku dengan maksimal, dengan alasan 'anak butuh ayahnya'. Kami masih sering berkomunikasi prihal bertanya keadaan anak. Tapi saya berpikir ini tidak baik. Berbohong di depan anak bahwa kami baik-baik saja padahal sudah berpisah, bukan kah salah satu memberi pengharapan palsu kepada anak?

Lagi-lagi seorang ibu yang harus mengorbankan perasaannya, menghadapi  goncangan mental anak, menghadapi apapun itu menjaga anak agar 'kamu bukan anak broken home' kamu bahagia, mengjari ia belajar menerima kenyataan dengan legowo. Meskipun rasa itu sebenarnya sakit juga untuk saya sebagai seorang perempuan. Bertemu mantan suami, merelakan anak bersama ayah dan ibu tirinya, bersikap seakan baik-baik saja hubungan aku, ayahnya dan ibu tirinya di depan anak padahal tidak. Sakit sekali menyaksikan seakan akan mereka bahagia di atas kehancuranku.

Selesaikan apa yang masih digantung. Jangan menyangkal dan jangan lari dari kenyataan

Sempat tertunda mengajukan perkara ini kepengadilan agama karena uang untuk mengurus perceraian bentrok dengan biaya anak masuk TK. Meskipun dalam pengadilan agama saya yang menggugat, itu karena mantan suami tidak mau mengurusi perceraian ini. itu berlangsung sekitar 6 bulan dari talak yang sah menurut agama dan dalam masa iddah ia sudah memiliki calon bahkan menikah disaat perceraian belum beres.

Jangan menyangkal kegagalan ini karena salah sesorang hanya untuk mengobati hati yang terluka. Tetap rendah diri dan berserah diri. Akui apa yang perlu diakui kemudian melangkah hijrah ke tempat yang lebih baik dengan pasti. Masalah mantan mau ia benar atau salah, jangan pernah peduli. Apalagi minta pendapat seseorang untuk menjadi temanmu yang pro dengan kisah mu atau sekedar ingin mendapat pengakuan bahwa, mantanlah yang salah, jangan. Itu hanya membuat mu capek hati dan sulit menerima kenyataan. Biarlah Allah yang lebih tau.

Melangkah hijrah itu lebih mudah jika kita sudah mengikhlaskan apa yang terjadi, ridho.

Memulai meyibukan diri dengan kegiatan yang  disukai dan bermanfaat. Serta dekatkan hubungan lagi dengan keluarga besar.

Meskipun pengasilan dari blog tidak banyak, namun waktu saya terjun di dunia blogging lebih banyak untuk sekedar menyibukan diri. Seperti Allah tahu apa yang dibutuhkan hambanya. Kebahagian itu datang satu per satu untuk menghibur hati ku yang dulu rapuh. Waktu lebih banyak terhibur dengan keluarga besar, seperti jalan-jalan, bercanda, hubungan kekeluargaan, job event blogger yang makin kencang, hadiah lomba blog, bekerja di sebuah komunitas blogger sebagai admin. Cukupkah untuk menafkahi anak?
Alhamdulilah rezeki lebih dari itu bukan sekedar uang saja.


Sudah saatnya saya melangkah...

Berjalan melangkah semakin dimudahkan  oleh Allah Subhanawataalla. Kemudian saya memfokuskan diri dengan berhijrah, banyak mengoreksi, memperbaiki diri, agar lebih dekat dengan ilahi. Karena mindset saya selalu mengatakan 'perempuan yang baik untuk laki-laki baik, begitupun sebaliknya', jika ingin mendapatkan laki-laki yang baik, maka perbaikilah diri kita menjadi lebih baik, terus dan terus jangan lelah.

Sampai akhirnya saya menikah dengan laki-laki yang baik (insyaallah) dan sekarang saya benar-benar lupa rasanya pernah disakiti 😊



Friday, August 30, 2019

Sepenggal Cerita di Pengadilan Agama


Untuk ke 4 kali saya berada di Pengadilan Agama Cikarang Kab. Bekasi. Saat mendaftar gugatan, sidang pertama, kedua, pengambilan uang panjar, dan akta cerai.

Senin, lebih ramai dari hari-hari sebelumnya. Saya mengambil nomor antrian untuk akta cerai, seolah sudah tidak kaku lagi karena hafal alur prosesnya tidak seperti pertama kalinya yang penuh drama, kali ini saya datang lebih santai. Kemudian saya berusaha mencari tempat duduk yang hampir penuh diantara mereka yang menunggu giliran. Ada yang menunggu persidangan, daftar pengaduan, ada yang bawa keluarganya anak, cucu, ada pula suami istri yang sepakat untuk cerai.

Saya melihat mereka, seorang ibu muda yang mengadu KDRT, perempuan cantik yang menggugat suaminya karena lama tidak pulang. Macam-macam raut wajah mereka, sedih, rempong, marah, cuek, tegang, bingung. Mengingatkan saya pada pertama kali ke tempat ini. Menangis sesegukan, bukan karena patah hati ia menikah lagi, tapi sedih luar biasa tidak menyangka bahwa saya sendiri yang mengurus ini. Bahkan pakai uang pribadi yang seharusnya untuk simpenan sekolah anak.

Pikiran saya melayang saat duduk di kursi antrian. Mengapa ada banyak sekali mereka yang bercerai? Apakah pemandangan ini setiap harinya?

"Satu kota saja setiap harinya sangat banyak orang yang ingin bercerai, bagaimana jika dihitung seluruh indonesia?"

Saya ingat kata menteri pemberdayaan perempuan tempo lalu, saat saya menghadiri konfrensi perss kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Kasus pengguggat terbanyak itu adalah perempuan. Setiap hari ya selalu ada perceraian. Makannya perempuan jangan apa-apa langsung minta C"

"Sekarang di Indonesia kian banyak perempuan yang menelantarlan anaknya karena menjadi tulang punggung pasca bercerai. Iya kalo mereka produktif tapi bagaimana jika mereka perempuan belum berdaya. Belum lagi nasib anak-anak Indonesia"

Ya memang menohok di hati saya saat itu. Berhasil membuat saya menangis sendu di KRL menuju pulang dari konfrensi perss yang tadinya sedang bekerja sebagai single mom, pulang membawa sedih.

Baca juga, bunda jangan mudah mengatakan C

"Tidak ada perempuan yang ingin bercerai dengan seorang yang ia cintai. Benarkan? Tapi ada di masa saat jiwa raga ini sudah tidak sanggup. Mungkin caraku yang salah atau mungkin caranya yang salah?. .. agh bukan waktunya menyalahkan, kami sudah berusaha saling bertahan hingga, qodarullah jalan kami akhirnya berbeda". Pikirku dulu...

Pengalaman bercerai itu menjadikan hikmah yang luar biasa dalam hidup saya. Bahwa jangan terlalu memfokuskan pengharapan kita kepada manusia karena manusia tempatnya kecewa. Tapi komitmen kita kepada Allah, tapi niatkan ibadah karena Allah. Saya yakin itu sulit banget karena tidak ada rumah tangga yang selalu baik-baik saja.

Monggo dibaca, Pelajaran Pasca Bercerai

Di depan saya seorang ibu sekitar umur 40an dengan temannya, bicara masalah cinta dengan suaminya, yang saya herankan tidak ada rasa sedih atau minimal termenung, ini malah heboh reaksi, bertanya pendapat ke temannya tentang status WA yang harus di update pasca berpisah "eh eh ini baca deh, baca de, status gw bikin dia baper gak?" #tepokjidat

Kurang lebih begini isinya,
Tangismu adalah senyumku,
Bahagiaku adalah deritamu,
Maaf sudah terlambat untuk mencintaiku... bla bla bla

Seakan memceraikannya adalah solusi balas dendam karena telah menyakiti hati.

Why? Ini bukan masalah putus dengan pacar tapi perceraian loh...

Seremeh itu kah perceraian?
Sakit. Sudah tidak cinta lagi...

Ah kamu bell, seperti tidak pernah gagal saja!

Ya, memang benar disetiap ujian selalu ada hikmah yang bisa diambil. Sebagai rasa prihatinnya saya melihat tingkat perceraian yang kian terus meningkat di negeri ini membuat saya ingin berbagi pelajaran itu sendiri.

Mungkinkah bisa diselamatkan? Jika masalahnya spele?

Mencegah anak-anak broken home?

Menjadikan masing-masing individu lebih matang lagi jika berhasil mempertahankan keutuhan?

Menguatkan iman kita dan hubungan kita kepada Allah?

Cobaan itu membuat kita panen pahala yang besar?


"Orang yang pernah gagal bukan berarti dia gagal, justru ia lebih bisa belajar dari kegagalan itu"

Ya seharusnya memang begitu...

Friday, March 15, 2019

Belajar Mengelola Konflik Keluarga Part II


Sudahkah kita pandai mengelola konflik dalam keluarga? Kalau belum, yuk kita pelajari caranya…

Secara psikologis, konflik diartikan sebagai dinamika yang terjadi dalam diri individu dan interaksi antara dua orang atau lebih, di mana ada perbedaan dinamika dan salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Dengan demikian, konflik dalam  keluarga dapat diartikan sebagai permasalahan yang timbul pada individu dalam keluarga dari hasil interaksi dalam hubungan keluarga yang berusaha saling menyingkirkan, karena ada anggota keluarga yang memiliki perbedaan pandangan, sikap, dan perilaku. Ada beberapa kategori konflik dalam keluarga.

Pertama, konflik suami istri, yang biasanya terjadi karena rendahnya kemampuan adaptasi dan komunikasi pasangan.

Umumnya banyak muncul di masa awal pernikahan, seperti konflik akibat perbedaan hobi, selera, sifat, dan perilaku (kebiasaan). Bila pasangan tak mampu beradaptasi dengan cepat, perkawinan bisa berakhir dengan cepat. Banyak kegagalan dalam masa awal perkawinan karena pasangan tidak mampu mengomunikasikan permasalahan dengan baik sehingga menjadi konflik besar yang berkepanjangan, yang bisa berakibat pada perceraian.


Kedua, konflik di antara anak. 

Dalam kehidupan keluarga, persaingan antara anak (sibling rivalry) tidak bisa dielakkan. Misalnya, rivalitas atau persaingan dalam mendapatkan cinta kasih, afeksi, dan perhatian dari orangtuanya, atau untuk mendapatkan pengakuan atau suatu yang lebih. Biasanya persaingan akan semakin ketat bila usia anak tidak jauh berbeda dan jenis kelamin mereka sama. Konflik antara anak kandung ini menjadi masalah konflik yang besar bila orangtua tidak mampu mengelola konflik tersebut menjadi persaingan yang positif.


Ketiga, konflik orangtua dan anak. 

Konflik ini terjadi karena pola asuh dan pola komunikasi yang dibangun tidak sesuai dengan proses perkembangan anak dan orangtua. Persoalan kerap muncul saat anak memasuki usia remaja, ketika ia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan ingin mencoba berbagai hal. Kegagalan orangtua dalam berkomunikasi dengan anak usia remaja akan menimbulkan konflik besar, seperti pertengkaran, anak lari dari rumah hingga bunuh diri karena merasa tertekan.


Keempat, konflik dalam individu. 

Contoh, hubungan yang tidak harmonis dengan orangtua, tekanan dan pola asuh dari orangtua yang menyebabkan pasangan tidak mandiri dalam mengambil keputusan, traumatik akibat pernah dikecewakan atau pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan (kekerasan, pelecehan).

Bila tidak diselesaikan, konflik individu akan menjadi masalah gangguan kesehatan mental yang merusak keharmonisan rumah tangga. Di antara penyebab perceraian adalah kesehatan mental pasangan yang tidak baik, banyak pasangan yang belum selesai dengan masa lalunya sehingga konflik muncul karena permasalahan traumatis, dan pola asuh yang tidak sehat yang menyebabkan gangguan psikologis dan kepribadian.


️Konflik dalam Keluarga Besar 

Selain dalam keluarga inti, konflik pun bisa terjadi dengan anggota keluarga besar. Yang umum, konflik antara mertua dan menantu yang terjadi karena perbedaan cara pandang, sikap dan perilaku, serta gaya komunikasi antara mertua dan menantu yang tidak berkenan. Pada awal perkawinan, hubungan mertua dan menantu ini sangat penting dibangun dengan baik agar dapat meminimalkan potensi konflik yang muncul, misalnya disebabkan sikap menantu perempuan yang dianggap tidak menghargai, soal pembagian jatah bulanan yang dianggap tidak adil oleh mertua, termasuk konflik dalam cara mengasuh anak; menantu menganggap mertua ketinggalan zaman, mertua menganggap menantu dan anaknya tidak mampu mendidik anak.

Konflik antarbesan juga bisa pecah jika anak tidak mampu mengelola infomasi dan rahasia dalam keluarga kecilnya, setiap permasalahan diceritakan kepada orangtua masing-masing sehingga menimbulkan konflik antara orangtua. Pun konflik antara ipar, bisa terjadi disebabkan adanya persaingan antara saudara kandung dengan istri atau suami kakak/adiknya. Sang ipar merasa, hubungan dia dengan saudara kandungnya berkurang karena saudara kandungnya lebih mengutamakan pasangannya masing-masing. Akibatnya, timbul kecemburuan dan konflik yang dapat merenggangkan hubungan persaudaraan.

Bila tidak dikelola dengan baik, konflik dalam keluarga akan mengganggu keharmonisan, bahkan bila semakin parah bisa menyebabkan perceraian. Untuk itu, setiap individu harus mampu mengelola konflik baik sehingga kerukunan dan kebahagiaan dapat dirasakan semua anggota keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga besar.

️Cara Atasi Konflik Keluarga


️1. Kedepankan nilai-nilai spiritual agama dalam menyelesaikan konflik, seperti sikap saling menghargai, sopan santun, saling menghormati, tidak emosional, serta menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai rujukan.

️2. Lakukan komunikasi yang suportif. Komunikasi suportif (supportive communication) adalah sebuah gaya berkomunikasi yang memberikan pesan secara akurat, saling mendukung, dan meningkatkan hubungan di antara pihak yang berkomunikasi. Memuji dan mendengar adalah kunci sukses komunikasi suportif.

3. Buat kesepakatan yang ditaati setiap anggota keluarga. Misal, bila ada kesalahpahaman, kecurangan, dan kenakalan, bagaimana cara menyelesaikannya serta siapa yang menjadi penengah. Dalam konflik suami istri, diterapkan aturan tidak boleh bertengkar di hadapan anak, tidak boleh ribut dalam keadaan lelah, dll. 

️4. Berpikir positif. Paradigma berpikir positif harus bisa diinternalisasi dalam keluarga, sehingga setiap individu bisa mengatasi konflik dengan baik dan mengambil hikmah dari konflik yang terjadii.

Baca sebelumnya, Menghadapi Konflik Pernikahan Part 1: Sakit Hari ini, Lupakan Esoknya


Sumber: Dr Muhammad Iqbal, M.SocSc
Refrensi: Majalah Ummi

Thursday, March 14, 2019

Agar Pernikahan Bahagia



Mengapa Orang Menikah?
Karena mereka jatuh cinta?
Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia ?
Apakah karena jatuh cinta ?
Bukan...
Tapi karena mereka "terus membangun cinta".

Jatuh cinta itu gampang, dalam 10 menit juga bisa. Tapi membangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup...

Mengapa jatuh cinta gampang ?
Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita.
Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi.

Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap...
Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan membangun cinta. Jatuh cinta dalam keadaan menyukai.

Namun membangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan bersama-sama mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Cinta yang dewasa tak menyimpan uneg-uneg, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah sex..
Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.

Syarat untuk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tapi neraka.

Apakah kondisi ini bisa diperbaiki ?

Tentu saja bisa, saat masing-masing mengingat KOMITMEN awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan ??

Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah MEMBANGUN CINTA. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.

Mau punya teman hidup ?
Jatuh cintalah....
Tetapi sesudah itu.. bangunlah cinta... Jagalah KOMITMEN awal.

 1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

 2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tapi meminta kepada Allah ﷻ melalui wali si gadis.

 3. KETIKA MENIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan Allah ﷻ.

 4. KETIKA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak selalu melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak & duri.

 5. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.

 6. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK
Jangan membagi cinta anda kepada suami/isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami Anda 100% & cintai anak2 Anda masing2 100%.

7.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

 8.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah bersikap lemah lembut, tetapi selalu berusaha menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan maksimal melayani suami.

9.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur dan tegas kepada anak. Marahlah ketika anak bermaksiat kepada Allah ﷻ.

10.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa TIDAK DIDENGARKAN oleh orang tuanya.

11.KETIKA ADA 'PIL/ Pria Idaman Lain.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

12.KETIKA ADA 'WIL/ Wanita Idaman Lain.
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

Meskipun kita telah menikah dengan orang yang benar (tepat), tetapi kalau kita memperlakukan orang itu secara keliru, maka kita akhirnya akan mendapatkan orang yang keliru.

Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan.

Tidak cukup hanya dengan memilih & nikah dengan orang yang tepat, tetapi jadilah pasangan yang TEPAT, & perlakukan pasangan dengan TEPAT pula.

Kita juga harus yakin kalau kita tidak salah memilih pasangan hidup. Kalau Allah ﷻ sudah ijinkan pernikahan itu terjadi, maka itu berarti DIA mempercayakan tanggung jawab rumah tangga itu kepada kita dan pasangan kita.

Berbuatlah sesuai dengan apa yang telah engkau janjikan di hadapan Allah ﷻ untuk setia & saling menyayangi dalam segala keadaan.

MENIKAH DENGAN ORANG YANG BENAR (ATAU SALAH), ITU TERGANTUNG DARI "CARA" KITA MEMPERLAKUKAN PASANGAN


Padahal ketika satu jari tunjuk kepada orang lain, empat jari yang lain mengarah ke diri sendiri.
Jangan suka menghakimi tetapi kita harus saling mengasihi.

Pernikahan adalah tiket 1 X jalan, jadi pastikan bersama pasangan kita menuju tempat yang lebih baik dari saat ini.

Pernikahan adalah tempat  dimana kita dituntut menjadi dewasa & salah satu tanda dewasa adalah SIAP memikul tanggung jawab.

Pernikahan bukan masalah feeling suka tidak suka, tetapi tentang KOMITMEN untuk saling melengkapi satu dengan yang lain karena kalian saling membutuhkan.

Masalah biasanya karena kita tidak memahami  perbedaan pria & wanita.

Baca juga, Ada Baiknya Kamu Tahu Perbedaan Pria dan Wanita Sebelum Menuju Pernikahan.

Jangan menuntut pasangan untuk berubah, KITA lah yang harus berubah lebih dulu.
Ingat.........🙏
Better me = Better we.

 3 kesalahan umum suami:


  • Tidak perhatikan perasaan istri.
  • Laki lebih pakai logika , wanita pakai feeling.
  • Fokus memikirkan solusi daripada mendengarkan...
  • Wanita biasanya ingin didengarkan, dia ingin suami ikut merasakan apa yg dia rasakan.
  • Seringkali setelah bicara, suami pergi tanpa beri kepastian / jawaban.


 3 kesalahan umum  istri :


  • Memberi petunjuk tanpa diminta. 
  • Mungkin bagi istri menunjukkan perhatian tapi bagi suami merasa dikontrol.
  • Mengeluh tentang suami di hadapan orang lain.
  • Mencoba membenarkan pada saat suami lakukan kesalahan. (istri merasa lebih benar)



Sumber: Kulwap Keluarga dan Parenting

Friday, March 8, 2019

Menghadapi Konflik Dalam Pernikahan Part 1 : Sakit hari ini, Lupakan Esoknya



Pelajaran yang amat penting dalam pernikahan adalah tidak menyimpan dendam yang berlarut-larut. Sering kali kesalahan itu menjadi duri yang tersimpan lama dalam daging. Akhirnya kita tidak bisa hidup tenang dengannya. Selalu mengingat kesalahannya setiap kali ada saja hal yang menyakiti perasaan kita. Ya, persis seperti luka duri dalam daging, kesenggol dikit sakitnya bukan main, padahal hanya kesenggol. Percayalah hubungan mu dan suami tidak akan seperti surga. Rumah bagikan neraka.

Ketika berbeda pendapat, perempuan lebih mudah mendikte kesalahan yang sudah dicatatnya dalam pikiran dan hatinya bahkan mungkin di catat juga dalam diary. Sedangkan kesalahan laki-laki adalah terus mengulanginya.

Saya paham betul, bahwa ada masa-masanya ia menyakiti kita, saya pernah merasakan itu. Duri dalam daging yang bertahun-tahun lamanya. Lantas apakah itu menjadi alasan ia harus menerima hukuman agar ia merasakan sakit sama seperti kita. Tidak, bukan itu pernikahan.
Bukan tentang siapa yang menang, atau siapa yang paling tersakiti.

Pernikahan itu adalah ibadah, bukan sekedar menjadi halal dalam hubungan. Tapi bagaimana dalam pernikahan itu menjadi ladang pahala untuk kita. Meski kadang menjengkelkan, melelahkan, menyakitkan. Itu hanya poin tidak enaknya, saya yakin masih ada poin plus dari kelebihan itu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آَتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka (para isteri) secara ma’ruf (baik/patut). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (Q.S an-Nisaa’:19)

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala pada surat Ar-Rum Ayat 21 juga menunjukkan bahwa kehadiran seorang istri bisa membawa ketentraman pada suami.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”



Manusia tidak ada yang sempurna termasuk sang suami juga keadaan tidak bisa menjadi sempurna ada saja kesalahan yang dibuatnya atau kondisi yang jauh dari kita harapkan. Tapi rasanya tidak adil juga kita hanya mendikte kesalahannya.

Sebenarnya di balik ketidak pedulian ia (menurut kaca mata kita) Laki-laki mempunyai sifat yang mudah melupakan dan memaafkan, itu plusnya. Kecuali ada beberapa tipe laki-laki yang memang berengs*k dan saya yakin ibu-ibu yang baca ini punya suami yang sebenarnya baik-baik cuma setitik titik aja jeleknya.

Terdengar mudah tapi memang sulit di jalani.

Cara Meredam Konflik Dalam Rumah Tangga


1. Tarik napas, jangan bicara dulu 

Jika emosi sedang di level atas, semua perkataan biasanya langsung di ceplok tanpa di saring dahulu. Ini yang paling bahaya karena bisa saja secara tidak sengaja, sadar atau tidak, perkataan bisa saja melukai hati pasangan. Jika sudah terlanjur kesal kamu boleh meluapkannya dengan menangis menyendiri hingga perasaanmu lega. Hindari debat jika sudah mengarah pada bentakan dan teriakan, dari suami maupun dari kita.

2. Redam emosi yang meledak dengan menghindar dan berbaring lalu berwudhu.

Jika kondisi sedang panas baiknya perempuan tidak meninggalkan rumah. Ini sering sekali terjadi seperti pergi dari rumah, melampiaskannya seperti hang out bersama teman padahal masalah di rumah masih berlangsung panas, atau pulang ke rumah orangtua. Selain memperparah keadaan tanpa ridho suamipun kita keluar membawa dosa. Kamu bisa menghindar darinya dengan mengurung diri di kamar, dan berbaringlah. Saat emosi dengan berbaring akan mengurangi rasa amarah, jika sudah tenang berwudu.

3. Perbanyak berpikir positif

Setelah konflik mereda memang perasaan masih dilanda kesal, tidak terima, ngambek, di tambah suami bukan tipe yang pengertian. Istri ngambek pengennya di rayu, di dekati, ini malah diam saja atau malah suami pergi ke luar. Disini kalian masih dalam tahap ujian penyelesaian konflik. Komunikasi tidak akan berhasil jika belum menemukan jalan keluar yang ujung-ujungnya keributan. Maka jika komunikasi mu tidak berhasil tidak usah dendam, pikirkan cara lain untuk hari esok, bagaimana agar komunikasi kita di terima oleh pak suami. Untuk sementara sibukan dirimu dengan positif thinking terhadapnya, ingat jangan negative tingking dulu.

"Kenapa dia diam atau keluar rumah, apakah dia sudah tidak mencintaiku lagi dan memilih teman-temannya"

"Kenapa ia marah kepada ku, membentak, apakah ia sudah tidak menyangiku lagi"

"Mengapa ia begini begitu"

jangan sibukan pikiranmu dengan prasangka. Karena memang bisa jadi cara kalian dalam komunikasi yang salah ditambah pemahaman yang salah.

Bisa jadi pak suami diam karena sedang memikirkan jalan keluar untuk berdamai dengan kamu tapi tidak tahu caranya, makanya diam daripada jawab juga serba salah. Bisa jadi dia lebih memilih ke luar rumah karena lebih baik daripada perempuan yang keluar rumah. Bisa jadi ia membentak karena sudah lelah, kamu berbicara keras jadi bisa saja pak suami sedang menjaga wibawanya agar di hargai istri. Dan masih banyak lagi sebab prilaku suami yang sebenarnya tidak kita ketahui.

Baca juga, Pengaruh Husduzon terhadap pasangan


4. Berserah kepada Allah, yang maha membolak-balikkan hati manusia.

Jika sudah di ujung puncak kesabaran banyak lah berdoa kepada Allah untuk dibukakan hidayah pada dirinya dan pada diri kita. Diri kita juga, karena saya yakin saat kita berdoa kita sibuk mengadukan kesalahan sang suami kepada Tuhan tapi lupa apakah kita sendiri sudah baik atau tidak atau pakai cara yang salah.

Cara empat ini memang terdengar naif, berdoa, berdoa, tapi entah dikabulkan apa tidak, dikabulkan cepat atau tidak. Kita lebih suka bereaksi duluan ketimbang doa. Marah duluan, memutuskan keputusan sembrono duluan tanpa meminta petunjuk.


Jadi moms, bunda, bu, jika ada kesalahan pada dirinya yang sengaja atau tidak menyakitinya hatimu sakit hari ini, tapi lupakanlah esoknya. Hari ini bertengkar, lusa baikan lagi harmonis lagi, tapi luka itu masih kita simpan rapih jika dan dibuka lagi luka itu jika sedang bertengkar lagi, seakan menjadi senjata dan bukti nyata bahwa dia lebih bersalah dibanding kita.

Maafkanlah, meskipun ia tidak meminta maaf, meskipun ia lupa pernah menyakitimu. Kadang maaf untuk menebus kesalahannya laki-laki akan bersikap manis tanpa mengucap "maafkanlah aku" Memang tidak mudah namun ketika sudah bisa melewati level ini insyaallah hubungan kalian semakin kuat, dan dinaikan lagi derajatnya oleh Allah Subhanawatalla.

Sekian sharingnya, saya doakan semoga kalian pasangan sampai Jannah, aamiin.


Baca Juga, 10 Qoutes Romantis untuk Suami Tercinta



Sunday, March 3, 2019

Biar Gak Baper Saat kamu merasa Rumah Tanggamu Membosankan


Banyak perempuan yang setelah menikah justru merasa bosan dengan status barunya sebagai ibu rumah tangga. Terlebih jika mereka yang tadinya memang pekerja sibuk, atau mahasiswa aktif. Menyalahi kondisi sebenarnya bukanlah solusi. Malah membuat hubungan rumah Tanggamu semakin buruk karena dijalani terpaksa akibat tidak sesuai ekspektasi. 

Menurut pengalaman saya sendiri, masa yang di sebut jenuh pasti ada kalanya kita lewati. Urus anak, cucian kotor lagi, piring kotor, rumah kotor, dapur lagi. Terus-terusan aja kegiatan itu berputar setiap harinya. But, sekarang saya sudah sangat menikmati status saya sebagai ibu rumah tangga, loh. Sekarang udah gak ada yang namanya kehidupan monoton gitu! 


1. Hindari nonton drama/film berbau konflik (pasangan selingkuh, Pelakor, KDRT, istri anak ditinggalkan, mertua jahat, sampai film terlalu romantis)

Iya jadi, tontonan yang banyak mengandung konflik suami istri, bahkan sebaliknya tontonan yang pasangannya mempunyai karakter sangat sempurna di mata perempuan, harus di hindari. Karena akan mempengaruhi penontonya, misalnya saja saat hubungan kamu terasa basi, melihat adegan film suami selingkuh langsung deh pikirannya bercabang. Atau kamu yang sedang konflik dengan mertua melihat sinetron mertua jahat, langsung deh mencap "ih mirip banget mertua gue sifatnya kaya gitu" khawatir berujung sudzhon. 😿

Soalnya kejadian kaya gini udah sering banget terjadi di kalangan emak-emak zaman old pecandu telenovela yang sering banget mengaitkan sandiwara televisi dengan kisah nyata, hihi. Pastinya menambahkan bumbu di tengah-tengah hubungan yang monton ya. Bisa jadi yang tadinya tidak ada masalah jadi ada masalah. Atau yang tadinya sudah ada masalah malah jadi masalah yang lebih serius, hmm.

Tapi, kalo kamu orang yang tidak gampang baper selalu menganggap santai drama seperti itu gapapa sih (biasanya kalo respon perempuan kaya gitu tontonan nya gak berkesan. Kalo berkesan sih kayanya udah dijadikan patokan banget karena selalu terngiang-ngiang, hihi)

Noted! perempuan baper, batasi nonton.

2. Stop bermedia sosial hanya untuk melihat pasangan yang terlihat sempurna di medsos!

Gak ada pasangan yang sempurna, begitupun di media sosial. Apa sih yang di posting? Rata-rata hanya sebuah pencapaian yang menurut si empunya medsos sebuah kebanggan yang ingin ditunjukan. Bisa tujuannya untuk pamer, bisa juga pamer yang berfaedah 😂 atau emang nafkah nya disitu, nah loh. Tergantung si orang yang melihatnya, dan itu bisa berbeda-beda maknanya. But yang saya mau bahas bukan definisi bermedia sosial. Tapi bagaimana cara kita menyikapi seseorang yang sering pamer dengan keadaan yang sebenarnya keterbalikan dari kita. 

Punya suami garing, lihat temen di medsos upload Poto suaminya yang lagi ngelucuin dia.

Liat suami cuek, tiba-tiba Poto suami orang lagi bantuin istrinya pekerjaan rumah, terpampang hampir sebesar layar hape kita di time line. 😂

Suami jarang pulang cepat, sibuk kerja. Sorang friend bolak balik statusnya tentang perhatian suaminya, dan lain-lain yang 180 derajat dari apa yang sedang kita rasakan.

Sudah bisa ditebak perasaannya seperti apa! Ouh sungguh merasa menyedihkan 😂😂

Kalo soal upload medsos sih saya sendiri tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena kaca mata orang beda-beda. Intinya saya mah apa yang di upload diusahakan selalu dengan niat baik dan berfaedah karena tidak semua yang lihat postingan kita sejalan.

Jadi kalo sering lihat teman kamu di medsos selalu upload yang tidak sejalan mending unfriend aja. Kecuali kamu kuat iman 😂 lebih baik banyakin teman medsos yang suka upload tentang motivasi.

Ingat, hidup tidak seindah media sosial buu! Selalu ada cerita di balik photo.

Sebenarnya kalo merasa rumah tanggamu menonton tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena di luar sana masih banyak hubungan suami istri yang memiliki konflik lebih parah lagi. Kamu hanya perlu, bersyukur. Terutama untuk istri, harus pintar-pintar membuat suasana rumah menjadi lebih nano-nano. asam, pahit, tapi selalu manis. Karena laki-laki cendrung tidak menyukai hal yang menonton, itu-itu saja, ia memiliki sifat tantangan, petualangan (jangan sampe ada yang nyelip!)

3. Ciptakan keromantisan ala dirimu dan pasangan di rumah!

Biasanya kita dandan sederhana, pakai daster di rumah. Cobalah hal yang gak biasa tapi tetap membuat suamimu senang. Misalnya dandan heboh jangan pas kondangan saja. Pakailah baju yang paling terbaik yang kamu punya di lemari, lalu sambut suamimu sepulang kerja. 

Hari ini penyambutan suami pulang kerja ala aktris Korea, besok ala barat, ala anak SMA, ala Arabia. Jangan berpatok dengan alat makeup, makeup seadanya yang penting baju nya itu loh yang eheemm. Atau bisa juga kalo bosan sajian makan bisa dibuat spesial menunya. Uang suami pas-pasan buat dapur? Kamu bisa cari cara lain misalnya menyuapinya, makan sepiring berdua pakai tangan, memasak makanan kesukaan, selalu tersenyum dihadapannya. Pijitin sepulang kerja, gantiin pakaiannya, terus mandiin suami! 😂 

Buat kamu yang belum biasa dijamin bakal berwarna tapi kalo udah biasa, kamu bisa menciptakan moment romantis dengan bersenda gurau bersama suami saat ngobrol santai di teras rumah atau kamar. Baru deh lowong dikit suami dan anak bisa kita ajak bercanda di kamar sebelum tidur. Kamu bisa ajak pak suami main kuis, tebak-tebakan, atau cerita lucu.

4. Sesekali jangan terlihat sempurna dalam pekerjaan rumah mintalah bantuan suami mu

Pernah saya istri yang terlalu sempurna  dalam hal pekerjaan rumah bisa membuat suaminya minder atau malah diam karena bingung harus mengoreksi dari mana saking rapih, dan telatennya si istri. Sehingga rentan munculnya kebosanan, tidak ada bumbu-bumbu. Laki-laki akan cenderung cuek, padahal yakin deh di hati si istri rajin ini sangat ingin sekali dapat pujian terus dari suami.

Jadi kalo istri lagi ribet banget, urus anak dan masakan, sedangkan pakaian keluarga termasuk suami belum sempat di gosok mintalah bantuan pak suami untuk membantu tugas salah satunya. Pilih gosok, atau ambil alih anak?

Kadang ada juga istri yang terlalu memaksakan diluar kemampuan, mengambil tugas rumah sekaligus tanpa bantuan suami, yang akhirnya membuat dia capek dan mudah marah-marah saking mandirinya. Suami pulang rumah bersih, santai-santai. Istri malah cemberut karena merasa dicuekin setelah seharian bekerja. Ada yang merasa seperti ini? Ini saya banget dulu, haha.

Jadi bubuibu, gak papa minta bantuan suami sekalipun kadang susah dilakuin karena yang lebih penting itu jiwa ibu enjoy meskipun rumah ruwet tapi misi  terselesaikan. 😘


5. Sering seringlah beraktifitas yang melibatkan kalian berdua di waktu lowong.

Qualty time gak harus keluar untuk liburan kok, malah kalo liburan sepertinya sibuk masing-masing ya nanti dijalan, hehe. Kegiatan ini bisa kita lakukan bersama suami hanya di rumah loh. Misalnya berkebun, kalian bisa melakukannya bersama. bantulah suami saat melakukan tugas di rumah jangan gondok kalo sering di suruh-suruh untuk mengambil sesuatu yang ia butuhkan. Dulu waktu saya punya suami saya selalu menemani disampingnya saat ia sedang fokus dengan hobinya yaitu otak Atik Vespanya atau motor orang di bengkel. Meskipun cuma disuruh ambil elap kotor, oli, baut. 

Noted! Usahakan untuk tidak sendiri-sendiri dan jangan fokus dengan urusan masing-masing.

5. Kembangkan Hobi kita

Saya yakin banget deh, setiap perempuan itu multitalenta. Jadi buibu bisa memanfaatkan hobinya di waktu luang. Selain dapet manfaat juga nilai plus tak jarang dengan kebisaan kita ini bisa menjadi tambahan jajan. Atau sekedar koleksi, hmm, bisa juga buat kegiatan positif di sekitar lingkungan.




Jika sedang mengalami konflik tetap syukurilah dan banyak positif thinking bahwa itu bagian dari bumbu pernikahan dan wajar asal kalian bisa mengendalikannya dalam batas bumbu-bumbu yang tidak melampaui batas. yang tidak wajar justru jika tidak ada chemistry diantara kalian, dan saling dingin.


Saturday, March 2, 2019

Trik Jitu Cari Perhatian ke Suami, Ampuh!


Biasanya perempuan yang selalu minta diperhatiin. Benerkan? Bahkan untuk mendapat perhatian suami sendiri, perempuan kerap kali bertingkah lebay dan sebenarnya itu tidak membuat mereka  nyaman. Bahkan cendrung meledek, atau menjaga jarak, hihi. 

Istri meluk kenceng banget di motor, maksud hati udah lama gak peluk kenceng di motor saat bocah lagi gak nyempil-nyempil,

👨: "apaan sih, mah malu banyak yang lihat" 
👩: #&$+_)#!!!!
___

👩: Sayang mau kebab, tolong beliin dong
👨: Udah nutup mah tadi papah lihat (alasan, lagi asik nonton bola)

Tapi kalo lelakinya emang udah dasar pengertian sama sifat cewek sih, poin sempurna banget dan layak dijadikan pasangan hehe.

Langsung saja ya Bu, berikut Trik Jitu Cari Perhatian ke Suami sesuai pengalaman mamah akhdan, bener boleh diikutin gak bener close tab, hha. 😂


1. Dandan yang cantik pas ada suami di rumah

👨: "Loh mah, emang hari ini ada yang kondangan??"
👩: "Mamah dandan buat papah kok bukan buat kondangan atau event di luar"
Eeeeeaaaaaa 😂

Beneran, cara ini ampuh mencairkan suasana sekaligus menghibur suami sehabis capek pulang kerja. Mungkin bagi kita terutama ibu-ibu yang punya anak banyak seharian aja udah capek ini malah suruh nyenengin laki dulu, pengennya bini dulu dong senengin! Ngaku deh? Tapi gak ada salahnya kok kita nyenengin suami duluan juga. Insyaallah suamipun bisa balik nyenengin kita. Bener, kata pepatah jangan mengungkit kebaikan dan mendikte kesalahan dalam kamus ke'rumahtangga'an.


2. Sok Manja, dan berlaku lemah lembut.

Apa ada uneg-uneg yang ingin diutarakan? Tapi selalu gagal komunikasi karena berujung debat? Coba ganti cara komunikasinya deh. Hindari komunikasi pas beliau pulang kerja. Setelah dandan cantik, masak, pas waktu keluarga. Peluk suami dari belakang dan bisikin ke suami,

👩: "mamah lagi marah sama papah"
👨: "Marah kok meluk-meluk gitu " tertawa
Baru deh kita sampaikan uneg-uneg tanpa marah-marah dan saling menyalahkan. Cara komunikasi ini biasanya berhasil diterima mars vs Venus.

Survei membuktikan laki-laki mudah tergoda terhadap perempuan yang sok manja, genit, dan berbicara lemah-lembut. Nah, kalo Pelakor bisa kaya gitu kenapa gak istrinya aja yang memang seharusnya seperti itu, lebih mudah menarik perhatiannya lagi.


3. Hiburlah suamimu!

Kita perlu tahu bahwa cara perempuan dan laki-laki menghadapi masalah itu berbeda. Perempuan cendrung lebih ekspresif mengutarakan uneg-unegnya, sedangkan laki-laki lebih banyak berdiam tidak banyak bicara ketika sedang menghadapi masalah. Jadi untuk laki-laki cukup mendengarkan uneg-uneg sang istri dandmerespon manis sudah cukup membantu melegakan perasaannya.

Tapi, kalo yang kita hadapi suami yang diam dari biasanya bisa jadi beliau sedang mendapat masalah atau masalahnya dengan kita sendiri. Maka tidak ada salahnya jika suami mau mendengarkan uneg-uneg kita, tugas kita menghiburnya kalo lagi ada masalah. Bisa dengan berdandan cantik, memijitnya, membuat masakan favoritnya, berkata lemah lembut tidak menasehati yang bersifat menggurui, membuatnya nyaman berada di dekat kita.

Baca juga, waspadai menyusupnya, Pelakor!

Sebenarnya jawabannya udah ada di hadits. Istri yang tidak bawel, jika dipandang menyenangkan, ramah senyum, berhias untuk suami. Dan paling di sukai bangeeeett yaitu, sabar.

Trus gimana kalo suaminya nyebelin?

Udah sabar aja, kalo kata qoutes dibalik sisi jelek salalu ada sisi baik. Ada hitam ada putih, ada pahit ada manis, ada panas ada dingin. Suami nyebelin senggaknya dia ganteng, haha just kidding. Suami nyebelin, seenggaknya dia setia, suami nyebelin seenggaknya dia setoran banyak terus, suami nyebelin seenggaknya dia re'eus ka budak, suami nyebelin seenggaknya.... Eh kok kalo kita tulis terus suami nyebelin malah semakin aneh ya, apa kitanya yang gak bersyukur atau entahlah hanya dirimu yang tau siapa suami mu 😊


خِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

“Sebaik-baik kalian, (adalah) yang sikapnya paling baik terhadap perempuan-perempuan mereka (sendiri).” (HR. Tirmidzi)


Sebaik-baiknya laki-laki adalah yang paling baik terhadap istrinya 😉

Semoga berbahagia!

Gak usah galau kalo Suamimu tipe yang Cuek, Begini Mensiasatinya!


Sudah baca Suami Romantis itu cuma ada di Tivi tapi mampir ke tulisan Gak usah galau kalo Suamimu tipe yang Cuek, juga? Karena merasa suamimu bukan hanya kurang romantis tapi cuek parah, haha! Just kidding 😂

Memang diakui ada loh laki-laki seperti itu. Di becandain nyengir, di ajak ngobrol gak respon, kita ngambek di diemin. Cuek yang saya maksud ini dalam kategori sifat, jelas beda kalo laki-laki beneran cuek karena sedang marah. Jadi sebenarnya ikhtiar para istri kali ini adalah cukup dengan sentuhan kreatif. Maksudnya?

Jika suamimu tipe yang cuek, alias tidak peka. Carilah cara agar sisi cueknya di depan kita hilang (hmm, kalo sama temen-temennya doi bisa aja tuh tertawa lepas, giliran sama bininya jaim, diem, nyengir, ngangguk-ngangguk aje kalo diajak bercanda malah cenderung istri yang lebih agresif, haha)

Noted!

1. Ciptakan moment mencairkan suasana

Carilah peluang dan ciptakan keromantisan ala kamu, misalnya dengan diawali candaan. Survei yang pernah saya baca rata-rata laki-laki suka dengan hal yang humoris. Maka dari itu jangan mudah marah saat suami cuek atau kurang romantis, ini tandanya kita sebagai istri yang menggoda suami layaknya pelakor, haha. 😂😂😂 Serius! Godain suami kita sendiri dengan agresif.

Jadi kalo suami garing, kaku, tidak romantis, kenapa tidak dari kita yang memancingnya atau memulainya. Salahnya ketika baru membuka percakapan para istri biasanya mengawali dengan keluhan seharian mengurus anak dan rumah, atau gosipin tetangga. Kenapa gak kita coba buat lelucon suapaya suami tertawa, bisa juga ngegames bareng. Ngegames itu bukan pake android ya! Tapi games yang melibatkan kalian berdua atau bareng anak. Saya sendiri dulu sering bikin kuis tertulis, misal dalam 2 kertas kamu dan dia buat pertanyaan sama dan jawab masing-masing. Pertanyaan itu bisa bersifat nostalgia seperti,
-Kalimat pertama kali dalam hati saat pertama bertemu
- kenangan apa yang paling kita inget dalam 5tahun pernikahan
-Kentut mamah atau ayah yang paling mengganggu
- sifat mamah/papah yang harus di perbaiki
Dan masih banyak lagi pertanyaan unek-unek kita atau istri yang tersalurkan lewat games ini, haha. Sstt mancing-mancing keromantisan, hehe.

Percaya atau tidak, istri yang berhasil mencairkan suasana berhasil pula membuat suami yang tadinya cuek jadi romantis. 

2. Ubahlah sudut pandang kita alias jangan negatif thinking

Butuh stok kreatif menghadapi pasangan cuek, intinya jangan buruk sangka dulu. Karena memang kan beda cowok dan cewek itu, bahkan cara berpikirnya pun beda. Cowok lebih pakai otak, cewek pakai perasaan. Jadi kalo dicuekin jangan terlalu sedih ya Buu, atau bahkan berpikir macam-macam tentang suami. "Suamiku sudah tidak peduli lagi" jangan ya Bu. Berprasangka baik lah sebelum ada bukti yang buruk. Kalo cuma kekurangan seperti "kurang peka nya suami" kita bisa putar otak dan cari peluang dimanakah letak kenyamanan suami agar ia tidak jaim atau cuek.

Tapi jika di rasa cueknya tidak beralasan misal yang tadinya dia humoris tiba-tiba cuek bisa jadi ada penyebabnya. Nah, itu beda lagi ceritanya, berarti dia masuknya bukan suami yang cuek ya, suami humoris tiba-tiba cuek abis.
😂

3. Cari solusi bukan mencari siapa yang salah

Sebenarnya ini poin tiga masuknya ke menejemen konflik dalam pendidikan pra nikah ya, namun saya masukan ke artikel ini karena mungkin cuek mas suami ini sudah tahap parah bahkan sering menjadi pemicu permasalahan rumah tangga, hmmm semoga enggak ya. Jadi bu, sebenarnya yang di hadapi itu cari solusi bukan mencari siapa yang salah.

Suami kita sifatnya cuek, kita salahin. Sifat istri yang selalu ingin diperhatikan, kita salahin, bukan gini ya rumusnya. Karena kalo setiap ketidak cocokan datang kita saling mencari siapa yang salah dijamin hubungan gak akan lama. Tapi seperti yang saya bilang tadi di poin 1 dan 2. Jika ditemukan ketidak cocokan misal, kita perempuan tipe yang humoris, banyak ngomong, peka dapet suami yang pendiam, tidak romantis, cuek. Bukan cuek lah memang sifatnya gitu. Bukan berarti salah dia atau salah kita karena merasa salah pilih. Gak akan selesai pasti akan ribut terus karena mis kom.

Cari solusi bukan cari siapa yang salah, balik lagi ke poin 1 dan 2. Lagi-lagi kekreatifan kita di uji.

Baca juga, Trik jitu menarik perhatian suami, ampuh!

Kita manja-manja ini dia, kita goda-goda, coba tengok raut wajahnya, makin rajin dia pulang cepet dan betah di rumah.

Karena keromantisan itu di ciptakan dari kalian berdua, bukanlah permintaan! Ingat bukan permintaan...

Friday, March 1, 2019

Suami Romantis itu Cuma ada di Tivi



Dari judulnya aja kok kaya mengandung provokasi gitu ya, haha. Apakah si penulis ini punya dendam pribadi atau trauma gak pernah di romantisin, halah. Enggak kok bukan gitu. Kalo kamu udah baca tulisan saya sebelumnya tentang Perbedaan Perempuan dan Laki-laki yang wajib diketahui Sebelum Menikah boleh lanjut kesini.

Sudah hal yang wajar ya kalo perempuan atau istri itu sifat selalu ingin diperhatikan sama suami. Sebenarnya ini tugas berat juga buat para suami, karena kalo istrinya kurang cukup perhatian darinya siap-siap aja perempuan cari perhatian ke luar. Jadi pintar-pintarlah wahai suami memberikan moment romantis yang buat dirimu 'enggak' tapi kalo kata cewek 'iya'. Lols

Bahkan untuk membuat moment romantis itu biasanya sang wanita lah yang menyusun strategi nya dulu. Contohnya, di hari ulang tahun sang istri ia pengin diberi suprise oleh suaminya (kalo pun ada suami yang selalu kasih kejutan romantis di hari ulang tahun kayanya jarang-jarang banget, 1:10 maybe 😂) hampir setiap hari si istri selalu mengingatkan kepada sang suami prihal permintaannya itu. Pingin kado perhiasan lah, perabotlah atau minimal ada kue ulang tahunnya lah. Singkat cerita, sang suami lupa begitu alasannya selalu dan udah menjadi jawaban rata-rata. Dengan jurus ngambek ala emak, paksaan beli kue, jadilah cekrak cekrek momen itu lalu upload di media sosial, makasih ya suamiku suprisenya. Mission suami romantis berhasil 😂

Sama pas anniversary juga, LOLs

ya memang begitu sifat laki-laki. Mereka lebih suka perempuan to the poin, gak usah pake-pake isarat berharap laki-laki bisa baca pikiran kita. Pengin dikasih surprise, berharap suami idep kaya temen-temen di medsos atau kaya di tivi-tivi, taunya tidak sesuai ekspektasi. Kecewa, ngomel-ngomel seharian, nangis, bahkan berpikir. Kenapa ia tidak menapesialkan hari ulang tahun ku? Mengapa ia tidak romantis?? Apa sekarang suamiku sudah tidak peduli lagi?

Buu, perlu di ketahui keromantisan bagi laki-laki bukan suatu pembuktian baginya ia mencintai kamu. Romantis versi suami beda. Setiap laki-laki menunjukan rasa sayangnya tidak selalu dengan hadiah. Contoh romantis ala laki-laki itu ketika perjuangannya (misal mencari nafkah) diapresiasi oleh kita.

Kadang hal yang ia lakukan sepele dimata kita itu merupakan tanda keromantisannya versi dia. Tanpa disuruh pulang kerja selalu bawa oleh-oleh, mengasuh anak berdua, membantu pekerjaan rumah, berkebun bersama, olahraga bareng, see bukan melulu tentang hadiah atau sekedar muja muji berduaan aja.

Tidak melulu harus dengan mengeluarkan kata-kata manis. Tapi bolehlah setiap hari  selalu memberi cium, sepenggal kalimat motivasi, serta pelukan. Tapi jangan lupa tetep tanggung jawab ya pak! 

Intinya sih, kurangi ekspektasi yang tinggi terhadap pasangan kita dan jangan menuntut berlebihan bila kiranya ada kekurangan yang ia punya. Atauuu maksain keinginan romantis untuk pamer. Nah, ini banyak sekali pasangan yang pamer keromantisan di media sosial. Sebenarnya gak salah, karena mungkin mau mengabadikan moment-moment yang bahagia kan. Tapi biasanya perlu di rem juga apa yang kita post kadang menjadi bahan yang buat seseorang iri atau salah tempat. Ya kaya itu aja, hubungan lagi surut yang ditonton drama Korea romantis udah kebayangkan nyeseknya. Kenapa pasangan gue gak seromantis lee min ho, atau Bramantsya dan Natasha Wilona?? Bisa jadi efek keromantisan itu dipengerahui tonton yang bikin baper. 😂

Okeh, noted!
✔ Hindari mencari kesempurnaan moment
✔ Romantis itu bukan untuk pamer
✔ Jangan baper kalo nonton drama
✔ Batasi kepo medsos orang yang romantis couple haha.. ya namanya juga medsos "hidup tidak seindah medsos coy"
✔ Banyak bersyukur, seperti lihat dari sisi kelebihan pasangan. Dia gak bisa romantis? Setidaknya tidak getel atau selingkuh. Dia cuek? Setidaknya setia dan tanggung jawab.


Kalo saya sendiri memaknai keromantisan itu sangat sederhana kok. Saat ngelewatin hidup susah bareng-bareng pasangan, menapak demi setapak dari nol. Itu rasanya sesuatu banget pas kita tertawa bareng dan berkumpul di rumah cuma makan mie instan sekeluarga. Selalu ada bahkan tidak pernah menyerah dengan keadaan. Itu sangat romantis, buat saya.

Jadi, Gaes gak usah khawatir ya kalo pasanganmu kurang romantis, itu bukan sesuatu masalah besar.




Wednesday, February 13, 2019

Ada Baiknya Kamu Tahu Tentang Perbedaan Wanita dan Pria Sebelum Menikah


“Tidaklah laki-laki itu (sama) seperti perempuan.” (QS Ali-Imran:36)

Saya mengalami itu. Dulu ketika baru berumah tangga adalah masa adaptasi dan saling mengenal watak sebenarnya sang pasangan. Bahkan dulu saya belum dapat menyimpulkan bahwa laki-laki dan perempuan itu beda. Polos banget ya?

Contohnya, ketika laki-laki sudah mendapatkan wanita yang diinginkannya seperti berhasil menikahinya ia cendrung santai dan lebih cuek di rumah selama rumah tangganya adem anyem its okay, senyaman itukah dia. Tapi berbeda bagi perempuan justru kepemilikan dirinya ingin selalu di anggap spesial. Sewaktu pacaran atau baru mengenal suami tipe yang perhatian, romantis, setelah menikah perempuan ingin terus di puja dan dipuji. Maka tak jarang ketika suami di rumah asik sendiri, cuek, si istri menganggap suami tidak romantis seperti dulu. Bahkan sampai berpikir, mengapa ia berubah?
Lalu akhirnya cekcok, menuntut. Sehingga laki-laki menganggap kenapa perempuan sering menangis tidak jelas, ribut tidak jelas, padahal rumah tangga sedang adem anyem, itu versi pemikiran laki-laki. Tapi menurut perempuan perhatian itu sangat perlu terlebih ketika para ibu ini merasa lelah berada di puncaknya. Halah, susah ya kalo pernikahan hanya mengandalkan cinta yang dibalas tidak akan bertahan lama menurut saya.

Maka dari itu sebelum kalian menikah, ada baiknya memahami ini dulu agar mudah saling memahami nantinya..

Banyak pasangan suami istri (pasutri) ribut tak jelas hanya karena persoalan sepele, terkadang akar permasalahan sebenarnya adalah kurangnya ilmu atau pengetahuan mengenai perbedaan karakter dan cara berkomunikasi antara pria dan wanita. Jadi karena saling tidak mengerti pola pria dan wanita itu berbeda, makanya ribut.

Kamu harusnya ngerti dong perasaan aku!”

“Loh, aku kan sudah memberitahu solusinya sama kamu!”

Waduuh, sabar yaa! Yuk kita pelajari apa saja sih perbedaan pria dan wanita, khususnya secara psikologis dan pola komunikasi, yang perlu dipahami agar tak kebingungan dalam pernikahan:

1. Perbedaan respon saat menghadapi masalah atau tekanan

Dalam buku Men are from Mars, Women are from Venus yang ditulis oleh John Gray, PHD diterangkan salah satu perbedaan pria dan wanita adalah cara mereka dalam menghadapi masalah. Biasanya ketika menghadapi masalah atau tekanan, seorang pria cenderung menarik diri seolah-olah masuk ke dalam 'goa'nya sendiri dan tidak ingin diganggu, agar ia bisa fokus mencari solusi dari masalah yang menghimpitnya.

Berbeda dengan wanita yang justru merasa lebih baik dengan membicarakan persoalan-persoalan tersebut, bahkan ekstremnya… sekalipun ia tidak menemukan solusi setelah membicarakan masalahnya dengan orang lain, tapi setidaknya hati seorang wanita merasa lebih lega setelah mengutarakan masalah yang menghimpitnya.

Lihatlah betapa fatalnya jika pasutri tidak paham perbedaan ini. Ketika seorang istri ada masalah dan membicarakan masalah-masalahnya pada sang suami, semestinya suami diam saja dan mendengarkan baik-baik sampai istrinya puas bercerita (mungkin minimal butuh 1 jam). Tapi apa yang dilakukan kaum pria ketika mendengar istrinya curcol? Biasanya akan berkomentar dan memberikan saran atau solusi, atau bahkan mengeluarkan dalil-dalil, sehingga istri akan merasa suaminya tidak perhatian padanya atau minimal merasa tidak nyaman karena diceramahi.

Sebaliknya, ketika seorang suami menghadapi kesulitan dan butuh menyendiri, istri biasanya memaksa suaminya untuk bercerita padanya, tapi karena suami tak mau cerita… istri pun menyimpulkan bahwa suaminya ini tak percaya pada dirinya. Hadeuh… mengertilah wahai istri, suami Anda perlu waktu untuk menyendiri ketika menghadapi permasalahan, karena cara pria dan wanita dalam merespon permasalahan memang tidak sama.


2. Pria takkan mengerti kalau tidak diberitahu dengan lugas, sedangkan wanita berharap dimengerti sekalipun tidak memberitahu, biasanya wanita lebih senang bermain isyarat

“Kamu kenapa, kok cemberut?” tanya seorang suami.

“Nggak kenapa-napa.” Istrinya sambil tetap cemberut menjawab dengan nada datar.

“Oh, ya sudah kalau nggak kenapa-napa…”

Sering merasakan suasana krik-krik seperti itu? Hal tersebut karena pria kurang mampu 'mengulik-ngulik' alias mencari tahu apa yang dipikirkan sang istri, sedangkan kesalahan sang istri adalah senantiasa menganggap suaminya sebagai dukun atau cenayang yang harus tahu segala pikiran dan perasaannya sekalipun tidak dikatakan.

Dalam hal ini istrilah yang harus rasional dan jangan emosional, katakan dengan gamblang apa yang kamu inginkan pada suamimu, dan jangan hanya sekadar berdoa saja, “Yaa Allah… semoga suami saya tahu apa yang saya harapkan darinya.” Bukan begitu caranya, ikhtiar terlebih dulu baru kemudian pungkas ikhtiar kita dengan doa.

Jika istri mau mulai berbicara dengan jelas, maka suami akan memahami apa yang sebenarnya diinginkan.

“Mas, mau sate nggak?”

“Nggak.” (Padahal istri berharap suaminya mengerti bahwa si istrilah yang pengen sate, kemudian istri pun cemberut)

Daripada seperti ini, lebih baik katakan langsung.

“Mas aku lagi pengen sate nih, bisa tolong belikan nggak?”

“Oooh kamu mau sate, sini Mas beliin.”

3. Wanita bisa melakukan beberapa hal dalam satu waktu, sementara pria biasanya terfokus melakukan satu hal dalam satu waktu

Penelitian dari Universitas Galsgow, Universitas Leeds dan Universitas Hertfordshire membuktikan kemampuan multitaskingpada wanita. Otak wanita memiliki Corpus Collosum, yaitu sekelompok saraf yang menghubungkan belahan otak kanan dan kiri yang cukup besar. Ini menyebabkan seorang istri bisa nonton film, ngobrol, sekaligus menyetrika di waktu yang sama. Hal yang umumnya tidak bisa dilakukan oleh seorang pria yang terbiasa fokus mengerjakan satu per satu.

Bayangkan kalau pasutri tak mengerti perbedaan ini, maka istri akan marah-marah ketika suami yang sedang membaca koran tidak menyimak curhatan sang istri. Padahal istri merasa ia bisa melakukan berbagai hal dalam satu waktu, kok suaminya nggak bisa begitu sih? Berarti suami tidak sayang sama istri dong?

Nah, jika sudah mengetahui perbedaan ini, tidak perlu lagi bertengkar apalagi menuduh macam-macam ya?!

4. Wanita lebih mudah stres, Pria lebih mudah terprovokasi

Laki-laki cenderung mudah terprovokasi. Fisiknya bertindak reaktif dengan marah, mengepalkan tangan, meninju tembok dan sebagainya. Namun ia relatif cepat melupakan masalah itu setelah berlalu.

Sedangkan wanita sebaliknya, ia sering kali mengatakan “tidak ada apa-apa”, padahal ia menyimpan emosi di dalam hati atau tertekan (stress) bahkan setelah masalahnya berlalu. Nah, suami perlu sensitif terhadap hal ini, perhatikan bahasa tubuh istrimu, jika terjadi perubahan air muka yang tampak murung, gerak yang lebih lambat, dan sejenisnya. Selalu siaplah memeluk istri ketika ia terlihat stres menghadapi masalah, dan selalulah siap menyediakan pundak jika istri menangis.

5. Pria lebih suka dapat 'imbalan' langsung saat itu juga, sedangkan wanita lebih suka sesuatu yang konsisten meskipun sederhana

Seorang suami menyukai pujian dan apresiasi ketika ia berhasil melakukan sesuatu, sedangkan wanita lebih suka hal-hal kecil tapi berlangsung terus-menerus, misalnya ungkapan “Aku cinta kamu!” atau pelukan dan kecupan manis setiap akan berangkat kerja.

Oleh sebab itu, buat para istri biasakanlah berterimakasih pada suami, sekalipun uang belanja bulanan tidak nambah, tapi setiap kali suami memberikan pada Anda uang bulanan maka bersyukurlah. Sebaliknya, untuk para suami… tidak semua istri matre dan menyukai harta, ada yang menyukai kebersamaan dan keromantisan alias perhatian dari suami, maka jangan lupa untuk memberikan keromantisan yang diharapkan istri tersebut. Sepele saja, hanya dengan membiarkan istri menggelendot manja, atau memijiti istri yang lelah seharian mengurus anak.

Apapun perbedaannya, semestinya suami istri belajar untuk saling mengisi dan memahami, bukannya sekadar menuntut dan memaksakan harapan pada pasangannya, terutama untuk para lelaki, perlu selalu diingat bahwa Anda adalah pemimpin bagi istri, sebagai pemimpin Anda akan diminta pertanggungjawaban kelak di hadapan Allah, apakah baik dalam memperlakukan istri ataukah buruk?

“Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Baqarah: 228)

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)





Sumber refrensi: Ummi Online

Friday, December 14, 2018

Pelajaran ke 5: Menikahlah Karena Allah


Pengalaman di masa lalu membuat saya belajar tentang banyak hal, salah satunya jangan menikah karena cinta, tetapi menikahlah karena Allah. Ya, memang terdengar naif. Ya iyalah menikah karena Allah kalo enggak pacaran terus gak halal, halal. Bahkan tidak sedikit orang yang beranggapan, "Buat apa menikah sama orang yang gak kita cintai menyiksa batin ujung-ujungnya perceraian?"

Kita sering mendengar dalam hadits bahwa pacaran itu dilarang tetapi tetap saja kita lakukan. Atau dengan dalih yang penting gak zina, yang penting masih perawan. Cuma chit chat doang sebagai penyemangat atau si doi sebagai pengingat kebaikan. di chat: "neng jangan lupa sholat, a jangan lupa makan"

Okey, tapi diajak jalan berduaan hayu, diajak mesra-mesraan hayu.

lah wong nyenengin diri kok, so sweet tau, kampungan deh, sok suci, kaya waktu mudanya gak pernah pacaran aja, muna, dan lain-lain

"kalo kita gak pacaran gimana kita tau dia orangnya kaya gimana?"

Tapi kalo enak pacaran bertahun-tahun tapi ujungnya gak dikawin, enak gak?

"Ah ada juga kok pacaran ujungnya pernikahan, kan pernikahan karena Allah menghalalkan hubungan" 

ia kalo jodoh kalo kaga? Banda udah abis gak dikawin, tekor.

Intinya pacaran itu gak jamin dia jodoh kita apa bukan. Kamu yang udah pernah ngerasain putus masih ingat kan rasanya? Masih ingat kan kalimat move on dalam semangat hati kalian "ah dia bukan jodohku biarlah berlalu".

Ya yang gak pake pacaran juga gak jamin jodoh juga sih. Seperti kalimat awal tadi,
"Buat apa menikah sama orang yang gak kita cintai menyiksa batin ujung-ujungnya perceraian?"

Pada intinya pernikahan itu adalah komitmen kita kepada Allah, kepada pasangan kita. Karena pernikahan atas dasar iman bukan sekedar "halalkan aku dong, bang". Karena kalo modal cinta aja sama manusia, jangan deh. Cinta bisa pudar, cinta bisa berpaling. Kalo udah gak cantik/ganteng cinta juga mudah berpaling, ya kan? cinta harta? Kalo hartanya berkurang pun cinta mudah berpaling. Oh berarti jawabanya kesetiaan. ia hari ini setia, setahun dua tahun 10 tahun 20 tahun tapi wallahualam Allah maha membolak-balikkan hati manusia. Sekeluarga terlihat harmonis di mata manusia (bukan Allah) setia seumur hidup belum tentu sampai Jannah, padahal udah setia sampai akhir hayat. Nah, loh.. 😨

Jadi menikah karena Allah itu cakupannya luas sangat luas sampai hikmahnya diluar nalar manusia.

Coba saya test,

Bagaimana pendapat ukhti tentang poligami yang di halalkan dalam Islam?

Nah, kan bermacam-macam tanggapannya 😂 dilarang debat ya di komentar karena bukan ini yang akan kita bahas (next blog post) juga setiap perempuan punya opini dan pemahaman yang berbeda-beda.

Anyway, pengalaman dari pernah menikah saya menyimpulkan bahwa berharap kepada manusia itu salah! Manusia hatinya bisa berubah. Bahwa jangan menikah atas dasar cinta kepada manusia melebihi cinta kita kepada Allah, karena akan melalaikan kita mengingat Allah. Rasa cinta itu akan menimbulkan rasa egois ingin memiliki sepenuhnya bahwa suami adalah milik kita, dan lupa ada hak ibunya, ada hak anak kandungnya (jika punya dari istri pertama), ada hak istri-istrinya (jika punya lebih dari 1 istri), ada hak saudara perempuannya (terlebih adiknya yatim, misalnya) dan yang paling penting hak beribadah kepada Allah, nauzubillah. Semoga cinta kita terhadap suami seimbang dan tidak seperti itu ya saudariku.

Saya sadari, memang berbicara itu sangat mudah tapi sangat sulit dijalani. Berbicara menikah karena Allah itu mudah diucapkan dan dipikirkan tapi sangat sulit dijalani. Karena pernikahan tidak seperti negeri dongeng dengan ekspektasi tinggi happy ending. Happy ending itu bukan di dunia, happy ending itu jika jodoh sampai jannah. Dan menuju surga itu gak semudah mendapatkan hadiah piring. Banyak cobaan silih berganti menguji kesabaran istri, godaan suami.

Baca juga Belajar Qanaah

Masih banyak orang yang salah kaprah tentang kegagalan pernikahan. Dan menurut saya yang pernah gagal ini dan manusia biasa juga seperti kalian yang tidak sempurna dan penuh kekurangan, menyimpulkan berdasarkan pengalaman bahwa, kegagalan pernikahan bukan karena faktor ekonomi, banyak kok orang kaya cerai. Kurangnya komunikasi? Itu 11, 12 ya saya rasakan faktor kurangnya komunikasi ini sangat berpengaruh pada perceraian. Komunikasi seperti apa sih? Orang komunikasi aja cekcok terus. Tapi kurang dekatnya hubungan suami istri kepada Rabb Nya (maaf kan ke sok tahuan ini karena yang saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi yang pasti berbeda-beda pada setiap individu yang merasakan pernah gagal dan balik lagi manusia itu banyak kekurangannya tugas kita terus memperbaiki diri dan rendah hati).

Dan pada akhirnya saya memilih Ta'aruf.

Taaruf sendiri adalah kegiatan berkunjung ke rumah seseorang untuk berkenalan dengan penghuninya. Taaruf dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan dua keluarga yang akan menjodohkan salah satu anggota keluarga. Taaruf dapat pula dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke pernikahan.

Sebagai sarana yang dianjurkan dalam islam untuk melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar'i diperintahkan oleh Nabi Muhammad bagi pasangan yang ingin menikah. Perbedaan antara pacaran dengan taaruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Menurut Islam, pacaran dianggap sebagai kesenangan yang tidak berlangsung lama, dan dianggap jalan menuju perbuatan zina dan maksiat.

Lalu bagaimana Jika menikah tanpa cinta seperti lewat ta'aruf?

Tidak 100% hambar kok, buktinya baca biodata calon ta'aruf bisa juga bikin kita tergelitik, semacam rasa tertarik gitu, wkwkwk.

Okay serius, saya pernah baca tentang hukum menikah tanpa cinta menurut pandang Islam. Jika memang jodohmu itu orang yang baik, orang yang taat, maka lakukanlah yang terbaik yang kamu persembahkan untuknya, hak-haknya, kebaikan tulus lainnya dengan sendirinya cinta akan tumbuh dengan sendirinya. Alias pacaran setelah menikah.

Jadi dalam taaruf ini mencari pasangan itu diutamakan dilihat dari agamanya seseorang dulu (ini yang saya suka dari taaruf karena jika seseorang yang agamanya bagus insha allah perilakunya baik dan paham ilmu pernikahan. Ini juga yang membuat saya lebih semangat memperbaiki diri. Karena seseorang yang baik insha allah berjodoh dengan yang baik pula) Jika pahitnya dapat jodoh tidak baik? di situ juga bisa jadi ujiannya. Tetep jadi istri soleha karena menikah itu ibadah. sepahit apapun cobaan dalam rumah tangga nanti, ingat perkataan saya ini " Batu pun agan legok dengan Air, jika terus dibalas dengan kelembutan terus-menerus". Andalkan Allah bukan manusia. Bagaimana pun saya akui memang itu gak mudah girls, hehe.

Misal ikhwat mencari akhwat. Agama itu nilainya 1, kecantikan itu nilainya 0, Pangkat atau kedudukan 0, kaya 0. Jadi utamakan yang nilai agama ya baik dulu, maka akhwat itu nilainya 1. Dia cantik? maka tambahkan 0 nilainya jadi 10. Dia kaya? Tambahkan 0 lagi jadi 100. Begitu seterusnya. Kelebihannya merupakan bonus.

Tapi kalo agama ya tidak ada, tidak ada nilainya, dia cantik, kaya, punya kedudukan, nilainya 0 tetap saja 0.


Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”

Wahai saudaraku, ini bukan berarti bahwa kecantikan itu tidak diperlukan. Tetapi yang dimaksud ialah jangan membatasi pada kecantikan, karena itu bukan prinsip bagi kita dalam memilih istri. Pilihlah karena agamanya; dan jika tidak, maka engkau tidak akan bahagia. Yakni, berlumuran dengan tanah berupa aib yang bakal terjadi padamu setelah itu disebabkan isteri tidak mempunyai agama.


Dari ‘Abdullah bin ‘Amr secara marfu’, ia mengatakan: “Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannya itu akan memburukkannya; dan jangan menikahi wanita karena hartanya, bisa jadi hartanya membuatnya melampui batas. Tetapi, nikahilah wanita atas perkara agamanya. Sungguh hamba sahaya wanita yang sebagian hidungnya terpotong lagi berkulit hitam tapi taat beragama adalah lebih baik.”

Trus sekarang udah pernah nadzor dari pasangan taaruf? 

Rahasialaaahh 😝

Kalo mau taaruf lewat mana? 

Baca disini Tempat Taaruf Rekomendasi Bella




Monday, November 19, 2018

12 Cara Hidup Damai Bersama Mertua

12 Cara Hidup Damai Bersama Mertua

Pernah tinggal sama mertua?
Saya pernah dulu, kurang lebih selama 4 tahun sebelum akhirnya mengontrak dan ada rumah sendiri. ya, memang bukan waktu yang sebentar ya, hihi. Beberapa waktu ini saya senang sekali membaca sharingnya post tulisan di sebuah grup muslim WhatsApp yang saya pikir sayang sekali jika hanya saya baca dan simpan sendiri. Nah, tulisan yang ingin saya share adalah berhubungan dengan mertua. Nah, buat kamu yang mengalami hal yang sama dengan saya pernah atau sedang menumpang dengan mertua mungkin ada baiknya membaca tulisan ini:)

1. Kiat yang paling utama- tanamkan dalam diri kita bahwa suami kita bukanlah milik kita.

Suami sepenuhnya milik ibunya, mertua kita. Kalau ridha istri ada pada ridha suami, maka ridha seorang suami ada pada ridha ibunya. Kewajiban berbakti istri adalah pada suaminya. Sementara seorang suami, kewajiban baktinya tetap pada ibunya. Nah, ini mungkin yang sering kita lupakan. Setelah menikah, seorang perempuan tidak serta merta 'memiliki' suaminya seratus persen. Ada perempuan lain yang lebih berhak memiliki suami kita, yakni ibunya, ibu mertua kita sendiri. Jadi, sebelum lanjut ke kiat berikutnya, sadarkan dulu diri kita bahwa kita ini perempuan kedua. Perempuan yang ketemu suami kita pas sudah dewasa. Jadi, yuk kita hormati perempuan pertama bagi suami kita, si ibu mertua.

2. Sisihkan sebagian penghasilan suami untuk mertua

Suka tidak suka, mampu tidak mampu, biasakan hal ini menjadi kewajiban kita saat tanggal gajian tiba. Suami kita dulu dibiayai orangtuanya dari kecil sampai bisa menghasilkan uang sendiri. Sementara kita sebagai istri, tahunya ya suami sudah punya gaji saat melamar kita dulu kan? Nah, mulai sekarang, setiap bulan sisihkan uang belanja kita untuk diberikan pada mertua. Sedikit tak apa, yang penting kontinyu. Syukur bisa banyak, insya Allah dapat ganti lebih banyak juga. Niatnya boleh lho sebagai shadaqah.

3. Mudahkan urusan mertua kita

Kalau mertua memerlukan bantuan tapi mungkin sungkan untuk meminta tolong, maka kita juga harus peka duluan. Tawarkan bantuan segera. Mungkin mertua ingin ke pasar, bisa kita antarkan. Mertua ada acara pengajian dirumah, kita bisa bantu sediakan minuman dan makanan. Dan bantuan-bantuan kecil lainnya, yang kalau kita berikan dengan ikhlas, bisa jadi amal, mertua pun senang.

4. Berikan perhatian

Siapa sih yang tak suka diberi perhatian lebih. Pun mertua kita, pasti juga senang kalau menantunya bertanya bagaimana kesehatannya. Itu pertanda kita perhatian kan? Jangan lupa sesekali belikan barang yang bisa mendukung mertua untuk tetap sehat. Misalnya, sandal refleksi, bantal anti pegel, lampu terapi, dan lain sebagainya.

5. Jangan lupa oleh-olehnya!

Nah, kadangkala kita butuh refreshing dengan anak dan suami kan? Piknik ke pantai atau ke kebun binatang. Tapi jangan lupakan mertua dirumah. Belikanlah oleh-oleh untuk mertua kita. Tidak harus mahal. Sesampai dirumah, minta tolong pada anak-anak kita untuk memberikan oleh-oleh itu pada neneknya. Sekaligus ini untuk mengajarkan pada anak kita bahwa mereka juga harus sayang pada nenek mereka.

Baca juga SEWA RUMAH ATAU IKUT MERTUA?

6. Lembutkanlah hati mertua dengan hadiah
Kalau ada rejeki lebih, bolehlah kita berikan hadiah pada mertua. Hati mana yang tak luluh ketika diberi hadiah.. Ya kan?

7. Ajak mertua untuk bepergian bersama.
Entah sekedar makan bersama diluar, piknik ke tempat wisata, atau sekedar silaturahmi ke tempat saudara.

8. Berikan perhatian pada saudara dan kerabat mertua

Ini memang terlihat sepele, tapi efeknya gede. Mertua akan senang sekali kalau kita sebagai menantu juga mau memberi perhatian kepada saudara-saudara mereka. Apalagi kalau orang-orang itu memiliki jasa pada mertua kita. Ya anggap saja, kita ikut membantu mertua membalas budi. Insya Alloh ini juga bagus untuk mengokohkan persaudaraan.

9. Jaga kesehatan suami dengan sungguh-sungguh. Agar mertua tidak khawatir pada anak lelakinya. Ini secara tidak langsung juga menjaga kesehatan mertua bukan?

10. Meminta maaf
Moment minta maaf pada mertua memang tak harus saat Lebaran tiba. Kapan saja saat kita khilaf, segeralah meminta maaf. Agar hubungan kita dengan mertua selalu sehat tanpa ganjalan dihati.

11. Tutupi aib mertua
Apapun kesalahan mertua, apapun masa lalunya, maka kita tetap wajib menjaga aibnya. Membuka aib mertua meskipun pada ibu kandung atau saudara kandung kita tetaplah tidak baik. Sama saja membuka aib suami juga kan? Setiap orang tentu punya aib, dan kewajiban kita sebagai seorang Muslim adalah menutupinya. Apalagi bila itu aib mertua kita sendiri. Tutupi, tutupi serapat mungkin. Biarkan hanya kita dan suami saja yang tahu.

12. Bersabar
Sabar itu tiada batasnya. Tak terkecuali bersabar pada mertua kita. Apapun konflik yang terjadi, sabarkan hati. Ingatlah bahwa usia mertua kita sudah menjelang senja. Suasana hatinya mungkin mudah berganti. Nah kita sebagai menantu dengan usia yang lebih muda, harus lebih banyak stock sabarnya. Setuju kan?


Nah, demikian 12 kiat sederhana agar kita bisa hidup damai dengan mertua, meskipun harus tinggal seatap. Semoga Allah ﷻ memberikan kemudahan bagi kita untuk menjadi menantu idaman. Semoga Allah ﷻ karuniakan kelembutan pada hati kita dan hati mertua sehingga konflik-konflik yang ada bisa terselesaikan. Aamiin…

✒️Nonik Sastrowihardjo
📚Ummi Online