Showing posts with label Faith. Show all posts
Showing posts with label Faith. Show all posts

Wednesday, July 24, 2019

Cerita bercadar: kelebihan dan kekurangannya


Niat pakai cadar sebenarnya sudah lama saat masih sama suami yang pertama, namun belum terealisasikan karena keluarga bukan yang paham betul tentang agama. Awalnya saya tertarik dengan sebuah manhaj yang dimana mereka mengikuti tuntunan Rasullullah. Terlebih pandangan perempuan di mata islam, membuat saya sangat tertarik.

"Wanita itu dimata islam seperti ratu. Dimana setiap ratu itu harus dijaga (tidak sembarang keluar rumah), dilindungi (berhijab), mahal (bercadar wajah limited edition bagi suaminya), diistimewakan (mudahnya masuk surga untuk mereka)"

En itu gak gampang permisah untuk hijrah di keluarga yang belum sevisi misi butuh keistiqomahan dan bahan bakar motivasi biar gak labil imannya. ๐Ÿ˜„

Hijrah itu jangan sendirian...

Alhamdulillah dapet suami yang kedua ini bermanhaj salafi, buat saya itu kesempatan dari Allah Subhanawataalla untuk mempermudah saya belajar lagi. Jadi keluarga gak kaget saat saya memutuskan bercadar mereka gak bilang "bel ngaappaaa luu, lah ngapa jadi orang arab" (baca: logat betawi) ๐Ÿ˜‚

Dan tantangannya setelah memutuskan bercadar adalah,

Diujinya keistiqomahanyah

Istiqomah sendiri adalah adalah hal berpendirian kuat atau teguh pendirian. Kata ini berasal dari bahasa Arab istiqama, yastaqimu, istiqamah yang berarti tegak lurus. Dalam KBBI, istiqamah berarti sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. -wikipedia-

Waktu lagi sama keluarga besar makan di rumah makan sate, kakak

"buka aja sih itu nya (cadar)" dengan pandangan aneh melihat penampakan adeknya yang lagi membiasakan diri makan pake cadar di tempat umum.

Down rasanya ๐Ÿ˜ข meskipun dalam hati "ih iya susah juga ribet kudu pelan, anggun, gak biasanya gue maen habek habek. Padahal ini sate maranggi paporit banget dan gak nahan kalo disuruh makan pelan, hahaha"

kan malu ditegur gitu berasa manusia aneh. Ya tetep istiqomah karena islam itu memang awalnya asing, ye kan ye kan..

Drama kedua,

Kata mamah, "kalo gak ada suamimu dibuka aja cadarnya"

"Emangnya bela pake cadar karena suami, huuh"

Kemana-mana harus lihat tempat untuk menjaga nama baik islam dan mencegah hal yang munkar. Contohnya, gak lucu kan pake cadar maennya ke tempat riba. Alhasil yang tadinya mau pakai riba, gak jadi karena bercadar juga sebagai pencegah. Sejak itu kita jadi semakin mencari tahu ilmu-ilmu syariah, fiqih. Boleh gak sih minjem gadai di penggadaian meskipun bunganya keciiiiiiillllll bgt, boleh gak sih begini, begitu dan sebagainya.

Namun dari semua itu bercadar juga mengandung banyak manfaat yaa. Lebih banyak malah dari pada minusnya

Kelebihan hijab syari menggunakan Cadar atau Niqab


1. Percaya diri
Bukan istiraj ya. Bahwa kita ini "wanita spesial dan gak boleh sembarang orang melihat kecantikan guee gitu loh" pada dasarnya mata laki-laki lemah oleh keindahan perempuan. Dan semata-mata ini intuk menjaga kaum wanita dan mencegah kejahatan itu sendiri. Percaya deh sama hadits ini,

"Sesungguhnya perempuan itu adalah fitnah terbesar"

"Apabila ia keluar maka setan menghiasinya

We are special dan mindset ini menjadikan kita lebih dekat lagi dengan Allah

2. Melindungi perhiasan
Semua banda berharga milik kita (perhiasan). Bukan perhiasaan emas ya tapi ada yang menarik secara fisik yang terlihat pada diri kita. Wajah yang cantik (misalnya) body bohay (ini yang paling terfitnah ๐Ÿ˜‚meskipun mukanya pas-pasan), kulit sehat mulus, udah gitu terlindungi dari pengaruh buruk lingkungan seperti sinar matahari, debu polusi, bikin awet muda. Nah ini yang paling bikin seneng banget.

Kalo kalian sangaka bercadar jadi bikin malas dandan ih salah banget. Justru karena mindset yang saya bilang tadi, kita ini spesial, perempuan itu istimewa. Secara tidak langsung membuat diri ini sadar skincare "merawat diri itu penting, penting banget buat suami", penting buat membahagialan diri dan juga pasangan kita tentunya.

Istri: "Sayang sayang, mau lihat ratu bidadari syurga yang nyata gak?"

Suami: menoleh, menatap wajah istri, dan melongo. "mana??"

Istri: "tetep istiqomah setorin uang lebih buat perawatan ke salon ya. Kan di luar ke arab-araban di dalam kebarat-baratan" nyengir.

3. Mencegah pelecehan
Memang sih yang namanya pelecehan itu bisa terjadi sama yang bercadar ataupun tidak. Tapiii dengan bercadar peluang pelecehan perempuan sangat rendah. Udah kebayang orang awam kalo liat ukhti cadaran gitu ekapresi wajahnya kaya gak biasa gitu, tapi ada juga yang menghormati.

Terkecuali, mereka yang istiraj. Niatnya memang untuk menarik perhatian lawan jenis. Apalagi selfie cadaran, pasti dilihat banyak netizen. Karena itu, pakai cadar juga ada rullesnya loh.

✔Harus menutup dada / cadar yang panjang
✔Tidak menerawang
✔Menutup alis, hanya mata yang terlihat. (Ini yang dianjurkan banget kalo aku masih belang๐Ÿ˜…)
✔Cadar bandana, yaman, rekomendasi
Hindari cadar yang terlalu banyak aksen menarik perhatian. Misalnya cadar butterfly.

Prinsipnya memakai cadar untuk menutupi perhiasan kita mencehah istiraj, lah ini pakai berbagai macam model cadar agar menjadi perhatian.

hmmm memang balik lagi pada niat masing-masing individu, wallahualam. Tapi buat kamu yang udah hijrah pakai cadar jangan istiraj ya gaess ..

4. Si misterisus yang praktis
Gak ribet kalo ke warung, ke pasar, belum mandi gak usah mekup, gak keliatan ini jeleknya. atau lagi makan bakso ingusan meler,  bisa tetutupi. Ekspresi wajah kalo gak begitu ketara. Jadi kalo kesel ma orang manyunin aja menyon-menyon mulutnya, haha.

Ini sering banget terjadi kalo keluar sama suami. Jadi muka saya yang udah jelek gak kelihatan beliau. Lipstik udah luntur, makan bakso tadi hidung meler-meler, bedak luntur minyakan gak keliatan suami, tapi eyeliner masih tetap waterpof dong, huehehe.

Gimana tertarik hijrah pakai cadar?
Aku tunggu komentar kalian!



Friday, March 8, 2019

Menghadapi Konflik Dalam Pernikahan Part 1 : Sakit hari ini, Lupakan Esoknya



Pelajaran yang amat penting dalam pernikahan adalah tidak menyimpan dendam yang berlarut-larut. Sering kali kesalahan itu menjadi duri yang tersimpan lama dalam daging. Akhirnya kita tidak bisa hidup tenang dengannya. Selalu mengingat kesalahannya setiap kali ada saja hal yang menyakiti perasaan kita. Ya, persis seperti luka duri dalam daging, kesenggol dikit sakitnya bukan main, padahal hanya kesenggol. Percayalah hubungan mu dan suami tidak akan seperti surga. Rumah bagikan neraka.

Ketika berbeda pendapat, perempuan lebih mudah mendikte kesalahan yang sudah dicatatnya dalam pikiran dan hatinya bahkan mungkin di catat juga dalam diary. Sedangkan kesalahan laki-laki adalah terus mengulanginya.

Saya paham betul, bahwa ada masa-masanya ia menyakiti kita, saya pernah merasakan itu. Duri dalam daging yang bertahun-tahun lamanya. Lantas apakah itu menjadi alasan ia harus menerima hukuman agar ia merasakan sakit sama seperti kita. Tidak, bukan itu pernikahan.
Bukan tentang siapa yang menang, atau siapa yang paling tersakiti.

Pernikahan itu adalah ibadah, bukan sekedar menjadi halal dalam hubungan. Tapi bagaimana dalam pernikahan itu menjadi ladang pahala untuk kita. Meski kadang menjengkelkan, melelahkan, menyakitkan. Itu hanya poin tidak enaknya, saya yakin masih ada poin plus dari kelebihan itu.

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ู„َุง ูŠَุญِู„ُّ ู„َูƒُู…ْ ุฃَู†ْ ุชَุฑِุซُูˆุง ุงู„ู†ِّุณَุงุกَ ูƒَุฑْู‡ًุง ูˆَู„َุง ุชَุนْุถُู„ُูˆู‡ُู†َّ ู„ِุชَุฐْู‡َุจُูˆุง ุจِุจَุนْุถِ ู…َุง ุขَุชَูŠْุชُู…ُูˆู‡ُู†َّ ุฅِู„َّุง ุฃَู†ْ ูŠَุฃْุชِูŠู†َ ุจِูَุงุญِุดَุฉٍ ู…ُุจَูŠِّู†َุฉٍ ูˆَุนَุงุดِุฑُูˆู‡ُู†َّ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ูَุฅِู†ْ ูƒَุฑِู‡ْุชُู…ُูˆู‡ُู†َّ ูَุนَุณَู‰ ุฃَู†ْ ุชَูƒْุฑَู‡ُูˆุง ุดَูŠْุฆًุง ูˆَูŠَุฌْุนَู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِูŠู‡ِ ุฎَูŠْุฑًุง ูƒَุซِูŠุฑًุง

Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka (para isteri) secara ma’ruf (baik/patut). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (Q.S an-Nisaa’:19)

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala pada surat Ar-Rum Ayat 21 juga menunjukkan bahwa kehadiran seorang istri bisa membawa ketentraman pada suami.

ูˆَู…ِู†ْ ุขูŠَุงุชِู‡ِ ุฃَู†ْ ุฎَู„َู‚َ ู„َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْูُุณِูƒُู…ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌًุง ู„ِุชَุณْูƒُู†ُูˆุง ุฅِู„َูŠْู‡َุง ูˆَุฌَุนَู„َ ุจَูŠْู†َูƒُู…ْ ู…َูˆَุฏَّุฉً ูˆَุฑَุญْู…َุฉً ۚ ุฅِู†َّ ูِูŠ ุฐَٰู„ِูƒَ ู„َุขูŠَุงุชٍ ู„ِู‚َูˆْู…ٍ ูŠَุชَูَูƒَّุฑُูˆู†َ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”



Manusia tidak ada yang sempurna termasuk sang suami juga keadaan tidak bisa menjadi sempurna ada saja kesalahan yang dibuatnya atau kondisi yang jauh dari kita harapkan. Tapi rasanya tidak adil juga kita hanya mendikte kesalahannya.

Sebenarnya di balik ketidak pedulian ia (menurut kaca mata kita) Laki-laki mempunyai sifat yang mudah melupakan dan memaafkan, itu plusnya. Kecuali ada beberapa tipe laki-laki yang memang berengs*k dan saya yakin ibu-ibu yang baca ini punya suami yang sebenarnya baik-baik cuma setitik titik aja jeleknya.

Terdengar mudah tapi memang sulit di jalani.

Cara Meredam Konflik Dalam Rumah Tangga


1. Tarik napas, jangan bicara dulu 

Jika emosi sedang di level atas, semua perkataan biasanya langsung di ceplok tanpa di saring dahulu. Ini yang paling bahaya karena bisa saja secara tidak sengaja, sadar atau tidak, perkataan bisa saja melukai hati pasangan. Jika sudah terlanjur kesal kamu boleh meluapkannya dengan menangis menyendiri hingga perasaanmu lega. Hindari debat jika sudah mengarah pada bentakan dan teriakan, dari suami maupun dari kita.

2. Redam emosi yang meledak dengan menghindar dan berbaring lalu berwudhu.

Jika kondisi sedang panas baiknya perempuan tidak meninggalkan rumah. Ini sering sekali terjadi seperti pergi dari rumah, melampiaskannya seperti hang out bersama teman padahal masalah di rumah masih berlangsung panas, atau pulang ke rumah orangtua. Selain memperparah keadaan tanpa ridho suamipun kita keluar membawa dosa. Kamu bisa menghindar darinya dengan mengurung diri di kamar, dan berbaringlah. Saat emosi dengan berbaring akan mengurangi rasa amarah, jika sudah tenang berwudu.

3. Perbanyak berpikir positif

Setelah konflik mereda memang perasaan masih dilanda kesal, tidak terima, ngambek, di tambah suami bukan tipe yang pengertian. Istri ngambek pengennya di rayu, di dekati, ini malah diam saja atau malah suami pergi ke luar. Disini kalian masih dalam tahap ujian penyelesaian konflik. Komunikasi tidak akan berhasil jika belum menemukan jalan keluar yang ujung-ujungnya keributan. Maka jika komunikasi mu tidak berhasil tidak usah dendam, pikirkan cara lain untuk hari esok, bagaimana agar komunikasi kita di terima oleh pak suami. Untuk sementara sibukan dirimu dengan positif thinking terhadapnya, ingat jangan negative tingking dulu.

"Kenapa dia diam atau keluar rumah, apakah dia sudah tidak mencintaiku lagi dan memilih teman-temannya"

"Kenapa ia marah kepada ku, membentak, apakah ia sudah tidak menyangiku lagi"

"Mengapa ia begini begitu"

jangan sibukan pikiranmu dengan prasangka. Karena memang bisa jadi cara kalian dalam komunikasi yang salah ditambah pemahaman yang salah.

Bisa jadi pak suami diam karena sedang memikirkan jalan keluar untuk berdamai dengan kamu tapi tidak tahu caranya, makanya diam daripada jawab juga serba salah. Bisa jadi dia lebih memilih ke luar rumah karena lebih baik daripada perempuan yang keluar rumah. Bisa jadi ia membentak karena sudah lelah, kamu berbicara keras jadi bisa saja pak suami sedang menjaga wibawanya agar di hargai istri. Dan masih banyak lagi sebab prilaku suami yang sebenarnya tidak kita ketahui.

Baca juga, Pengaruh Husduzon terhadap pasangan


4. Berserah kepada Allah, yang maha membolak-balikkan hati manusia.

Jika sudah di ujung puncak kesabaran banyak lah berdoa kepada Allah untuk dibukakan hidayah pada dirinya dan pada diri kita. Diri kita juga, karena saya yakin saat kita berdoa kita sibuk mengadukan kesalahan sang suami kepada Tuhan tapi lupa apakah kita sendiri sudah baik atau tidak atau pakai cara yang salah.

Cara empat ini memang terdengar naif, berdoa, berdoa, tapi entah dikabulkan apa tidak, dikabulkan cepat atau tidak. Kita lebih suka bereaksi duluan ketimbang doa. Marah duluan, memutuskan keputusan sembrono duluan tanpa meminta petunjuk.


Jadi moms, bunda, bu, jika ada kesalahan pada dirinya yang sengaja atau tidak menyakitinya hatimu sakit hari ini, tapi lupakanlah esoknya. Hari ini bertengkar, lusa baikan lagi harmonis lagi, tapi luka itu masih kita simpan rapih jika dan dibuka lagi luka itu jika sedang bertengkar lagi, seakan menjadi senjata dan bukti nyata bahwa dia lebih bersalah dibanding kita.

Maafkanlah, meskipun ia tidak meminta maaf, meskipun ia lupa pernah menyakitimu. Kadang maaf untuk menebus kesalahannya laki-laki akan bersikap manis tanpa mengucap "maafkanlah aku" Memang tidak mudah namun ketika sudah bisa melewati level ini insyaallah hubungan kalian semakin kuat, dan dinaikan lagi derajatnya oleh Allah Subhanawatalla.

Sekian sharingnya, saya doakan semoga kalian pasangan sampai Jannah, aamiin.


Baca Juga, 10 Qoutes Romantis untuk Suami Tercinta



Friday, January 18, 2019

Pelajaran ke 7: Pilih-pilih Teman



Kata siapa berteman itu tidak boleh pilih-pilih? 

Kalo buat saya mencari teman itu harus pilih-pilih! Saya orang yang pemilih dalam hal mencari teman, makannya bisa dilihat saya ini gak punya teman yang kumpul-kumpul segambreng atau ngegank ๐Ÿ˜†. Tapi jangan negatif thinking dulu. Soal siapa yang menjadi teman pilihan kita itu tergantung niat dan tujuan kita untuk apa berteman dengan X.

Niat, seperti cari yang kaya, populer, smart, baik, dermawan, ramah, sosialita, exist, dll.
Tujuan, seperti untuk bersenang-senang? Sebagai tempat curhat, teman ngobrol, memperluas jaringan bisnis, dan sebagainya. Pengalaman memilih teman  saya ambil dari pengalaman saya saat remaja. Mempunyai berbagai teman dari sifat, kebiasaan, dan pergaulan, dari situ saya belajar menjadi pemilih dari soal berteman.

Tidak sembarang niat dan tujuan mencari teman dan saya juga yang bukan yang anti teman, atau cupu, biasa saja kok saya ramah dengan siapa saja, week ๐Ÿ˜‚. teman punya andil besar mempengaruhi kehidupan kita. Apakah membawa pengaruh buruk atau baik? Terlebih jika itu keburukan, biasanya seseorang tidak menyadari itu. Itu bahayanya.. dan ini gak hanya berlaku buat saya aja, anak-anak remaja pun malah lebih rentan jadi peniru dan mudah terpengaruh, harus tahu rambu-rambu berteman yang baik itu.

Hadits tentang berteman,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُ ู…ِุฑْุขุฉُ (ุฃุฎูŠู‡) ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِ

Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin [1]

Kalau seorang biasa berkumpul dengan seseorang yang hobinya kumpul-kumpul alansosialita, maka kurang lebih dia seperti itu juga. Begitu pula sebaliknya, kalau dia biasa berkumpul dengan orang yang rajin ngaji, maka kurang lebih dia seperti itu.


ุงู„ุฃَุฑْูˆَุงุญُ ุฌُู†ُูˆุฏٌ ู…ُุฌَู†َّุฏَุฉٌ ูَู…َุง ุชَุนَุงุฑَูَ ู…ِู†ْู‡َุง ุงุฆْุชَู„َูَ ูˆَู…َุง ุชَู†َุงูƒَุฑَ ู…ِู†ْู‡َุง ุงุฎْุชَู„َูَ

Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah) [2]


ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ุนَู„َู‰ ุฏِูŠู†ِ ุฎَู„ِูŠู„ِู‡ِ ูَู„ْูŠَู†ْุธُุฑْ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ู…َู†ْ ูŠُุฎَุงู„ِู„ُ

Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman [3]

Sudah dapat dipastikan, bahwa seorang teman memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Teman bisa mempengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan dan sifat-sifat seseorang.

Setelah mengetahui betapa pentingnya memilih teman yang baik, sifat dan karakter orang yang pantas dijadikan sebagai teman dan sahabat akrab diantaranya adalah,

  • Berkata baik dan berakhlak terpuji,
  • Berakidah lurus, 
  • Bermanhaj lurus, 
  • Taat beribadah dan menjauhi maksiat, 
  • Teman yang suka menasehati dalam hal kebaikan, 
  • Zuhud terhadap dunia dan tidak berambisi mengejar kedudukan: Teman yang baik tentu tidak akan menyibukkan saudaranya dengan hal-hal yang bersifat keduniawian, seperti sibuk membicarakan model-model handphone, mobil mewah keluaran terbaru dan barang-barang konsumtif yang menjadi incaran kaum hedonis, Banyak Ilmu Atau Dapat Berbagi Ilmu Dengannya, 
  • Berpakaian yang Islami, 
  • Selalu menjaga kewibawaan, sosok yang tidak banyak bergurau dan meninggalkan hal-hal yang tak bermanfaat.


Simaklah keterangan Syaikh Muhammad al-‘Utsaimรฎn rahimahullah berikut, “Jika di dalam pergaulan dengan orang-orang fasik menjadikan sebab datangnya hidayah baginya, maka tidak mengapa berteman dengannya. Engkau bisa undang dia ke rumahmu, kamu datang ke rumahnya atau kamu jalan-jalan bersamanya, dengan syarat tidak mengotori kehormatan dirimu dalam andangan masyarakat. Betapa banyak orang-orang fasik mendapatkan hidayah dengan berteman dengan orang-orang yang baik.”[16]

Di tengah masyarakat, jika kamu tidak memilih teman yang baik, maka tinggal pilih; kita yang akan mempengaruhi orang-orang untuk menjadi lebih baik atau kamulah yang menjadi korban pengaruh buruk lingkungan (kawan-kawan) Ingat! Tidak ada pilihan yang ketiga.

Sumber referensi hadits https://almanhaj.or.id/3480-teman-bergaul-cerminan-diri-anda.html


And langkah awal yang sederhana itu bisa kita mulai dari unfollow/unfriend untuk menyaring teman, haaha. Kalo belum kenal biasanya saya malas follow kecuali postingannya membawa manfaat yang positif, atau teman-teman rekan kerja, sesama blogger, alumni sekolah. Bukan berarti pilih-pilih teman itu gak berteman tetapi tetap jaga silahturahmi.

Jadi saya bulatkan, pilah pilih teman itu harus! Tapi jangan pilah pilih kalo dalam soal kebaikan ya ๐Ÿ˜Š




Wednesday, January 9, 2019

Pelajaran ke 6: Usahakan Masak Dari Pada Beli lauk di Luar

ilmu memasak

Tantangan menjadi ibu rumah tangga salah satunya adalah memasak di rumah. Ini adalah salah satu bukti bahwa seorang ibu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga. 

Hati tergelitik ingin menulis tentang Usahakan Masak Dari Pada Beli lauk di Luar, sebenarnya gara-gara kompor saya rusak. Ya, kepala selangnya itu klik'an nya yang untuk mengunci tabung gas kendor, dan harus menunggu beberapa waktu buat beli lagi dan menggantinya dengan yang baru ๐Ÿ˜ฉ Alhasil sementara waktu ini harus beli makan jadi dulu. 

Sesuatu yang sedang saya hindari betul sebenarnya, "beli makan di luar" karena memang sakit maag kronis ini bikin saya gak boleh makan sembarangan lagi. Dan riwayat akhdan DBD membuat akhdan harus memiliki imun yang kuat, salah satunya asupan gizi. Asupan gizi ini sangat jarang bahkan hampir tidak ada jika kita dapatkan makanan dari luar. Kenapa bisa berpikir seperti itu?

Beli makan di luar itu, memang banyak yang enak, gaol, gurih-gurih nyoy, dan paling penting praktis. Harganyapun sangat terjangkau tergantung kelasnya ๐Ÿ˜ฌ. Tetapi, menurut survei dan pengalaman saya sering menemui jajanan/lauk-pauk diluar itu, ๐Ÿ‘‡

❎ Tidak di tutupi tirai atau talase kaca dan sebagainya untuk menutupi makanan. Ini yang paling banyak saya temui dan harus selektif lagi jika cari makanan diluar. Sekalipun itu jajanan yang sehat seperti jus yang beberapa waktu saya beli, beberapa buah yang sudah dipotong untuk nanti di pakai lagi disimpan di nampan plastik di atas gerobak jus tanpa di tutupi dan itu waktunya bada magrib loh. Daging burung, beserta ati ampela juga banyak yang di jual tidak di tutupi kaca/tirai dan itu bukanya malam loh di pinggir-pinggir jalan. ๐Ÿ˜ฑ


Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
( ุฅِุฐَุง ูƒَุงู†َ ุฌُู†ْุญُ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ุฃَูˆْ ุฃَู…ْุณَูŠْุชُู…ْ ูَูƒُูُّูˆุง ุตِุจْูŠَุงู†َูƒُู…ْ ، ูَุฅِู†َّ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†َ ูŠَู†ْุชَุดِุฑُ ุญِูŠู†َุฆِุฐٍ ، ูَุฅِุฐَุง ุฐَู‡َุจَ ุณَุงุนَุฉٌ ู…ِู†ْ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ูَุฎَู„ُّูˆู‡ُู…ْ ، ูˆَุฃَุบْู„ِู‚ُูˆุง ุงู„ْุฃَุจْูˆَุงุจَ ، ูˆَุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงุณْู…َ ุงู„ู„َّู‡ِ ، ูَุฅِู†َّ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†َ ู„َุง ูŠَูْุชَุญُ ุจَุงุจًุง ู…ُุบْู„َู‚ًุง ، ูˆَุฃَูˆْูƒُูˆุง ู‚ِุฑَุจَูƒُู…ْ ูˆَุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงุณْู…َ ุงู„ู„َّู‡ِ ، ูˆَุฎَู…ِّุฑُูˆุง ุขู†ِูŠَุชَูƒُู…ْ ูˆَุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงุณْู…َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„َูˆْ ุฃَู†ْ ุชَุนْุฑُุถُูˆุง ุนَู„َูŠْู‡َุง ุดَูŠْุฆًุง، ูˆَุฃَุทْูِุฆُูˆุง ู…َุตَุงุจِูŠุญَูƒُู…ْ ) ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ (3280)

Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian (di rumah), karena  ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka biarkan mereka (jika ingin keluar). Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Bukhari 3280, Muslim 2012).

Salah satu perintah di atas adalah dianjurkan menutup makanan di dalam rumah apalagi di luar rumah. Karena memang banyak sekali resiko buruk jika makanan tidak ditutup.

❎ Tidak menjamin kebersihannya. Kalo yang ini sebenarnya kita tahu, gak tahu ya, kamipun udah tahu gimana si penjual ngolahnya, keadaan kedainya, kadang masih tetep aja kita beli dengan dalih, yang penting enak.

❎ Tidak menjamin kehalalannya. Kita juga tidak tahu makanan yang dijualnya terlebih jika itu daging apakah disembelih dengan menyebut bismillah atau tidak.

❎ Tidak menjamin gizinya terjaga atau terbuang. Saya pernah lihat masakan di rumah makan yang bila tidak habis akan di simpan dan di hangatkan kembali keesokan harinya. Ini menyebabkan makanan yang tadinya bergizi menjadi lemak jahat.

Dulu motivasi memasak adalah agar suami betah di rumah, agar suami menikmati masakan istri yang dibuat spesial, meskipun kadang hambar dan gagal ๐Ÿ˜ tapi masak di rumah meminimalisir kan kena penyakit, terakhir agar hemat pengeluaran Rumah tangga.

Tapi sekarang masak di rumah itu fokus untuk kesehatan juga keberkahan. Alasan saya masak di rumah lebih kuat lagi semenjak tinggal di perkotaan kembali.

Di kota apa sih yang paling asyik? Semua serba ada, semua serba praktis, mudah di dapat, mudah di akses dan selalu kekinian termasuk dalam hal kuliner. Kuliner tidak pernah mati selalu ada saja penjaja kuliner yang lagi nge-hits. Contohnya ayam geprek, es kepal Milo, pisang nyemplung, sotang, dan masih banyak lagi yang membuat kita harus kuat iman untuk pilah pilih jajanan di luar.

Makan di luar boleh saja kok tapi jangan sering-sering dan perlu cermati juga.

TIPS Ibu Masak Di Rumah 


๐Ÿ“Œ Selalu Tutupi Makanan, cemilan, minuman yang sudah atau setelah di sajikan.

๐Ÿ“ŒPengetahuan ilmu memasak juga penting. Ilmu memasak ya, bukan ilmu resep. Contohnya tidak menghangatkan daging berulang kali, berhari-hari karenaberhati-hati karena akan mengubah gizinya, memasak sayuran hijau jangan terlalu lama, makan lauk darat dan seafood secara terpisah, buah bukan sebagai pencuci mulut tetapi cemilan, air putih lebih baik ketimbang syirup, dan masih banyak lagi.

๐Ÿ“Œ Makanan sehat yang murah itu banyak sekali, buanyyaak buibu, jadi jangan punya mindset makanan spesial itu adalah menu mewah. Selain pemborosan biasanya makanan yang berlebihan merusak kesehatan, seperti kolestrol, dan menghindari mubazir.

๐Ÿ“Œ Apapun yang ada di dapur jika lagi bokek buatlah setulus hati jangan ngedumel. Ngedumel, mengeluh, di depan rezeki seperti tentang masakan, yang gak enak, gak suka, gagal, bikin rezeki seret. Gak enak lebih baik diam dan belajar masak lagi.

๐Ÿ“Œ Kadang kala kita harus lihat sikon keuangan suami. Jangan memaksa makan atau masak makanan berpengeluaran besar saat sedang bokek. Atau berkebun berguna untuk menghemat kebutuhan dapur.

๐Ÿ“Œ Jangan lupa baca bismillah

๐Ÿ“ŒAbis masak terlebih ada suami harus kembali jadi bidadari lagi alias dandan, lepas baju daster bau bumbu dapur.


Sekarang karena udah jadi seorang ibu, barulah saya tahu kenapa masakan ibu itu selalu juara buat keluarganya. Meskipun kata orang gak enak ๐Ÿ˜† atau kadang-kadang gagal ๐Ÿ‘ป

Masakan ibu selalu di buat dengan ketulusan cinta dan menghasilkan keberkahan ๐Ÿ˜Š

Mungkin kita salah satunya dari sekian banyak anak yang memfavoritkan masakan ibu. Saya pun merasakannya, sekalipun masakan ibu ada sesi yang tidak enaknya, hambar, selalu membuat saya rindu. Karena setiap masakannya adalah buah cinta darinya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜

Jadi, wahai para suami jika masih melihat istrimu lagi ngoprek di dapur atau masakannya kadang hambar, gak enak dan gagal ๐Ÿ˜‚ Syukuri saja lah, itu karena ia bisa berhemat tidak membeli makan di luar. Berilah uang belanja masak, jangan pelit. Itu tanda sayangnya pada dirimu dan anak-anakmu agar dapat memakan makanan yang bergizi dan berkah dari nafkahmu.

Thursday, January 3, 2019

Pelajaran ke 4: Single, gak single, Kapok Pergi Keluar Sendirian Bawa-bawa Anak, Kecuali Hal yang Mendesak

 

Sore itu jam 4 kami berdua berangkat dari stasiun Bekasi timur menuju stasiun transit Jatinegara. Niat saya ingin menghibur akhdan pergi ke PRJ. Ya, memang kesorean karena ada halangan dari pagi sampai sore tadi, dan saya pun sudah janji sama akhdan. Sampai di stasiun Jatinegara kami makan dulu di Indomaret poin, sambil bercanda dan melihat lalu lalang kereta dengan perut kenyang siap untuk berpetualang. Namun, apesnya kereta tujuan ke stasiun kemayoran itu sangat lama datangnya, mungkin hampir 2 jam (saya baru tau karena tidak sering naik KRL Bogor lewat Jatinegara). Sampai magrib lewat, dan sukses membuat akhdan rewel menunggu, awan sudah gelap kami baru berangkat dari KRL dengan hape lowbet ๐Ÿ˜ฑ nekat sekali! (Pikiran orang nekat, masih ada 1001 cara)

Untung hape yang tinggal 8% ini masih bisa dipakai ngegojek walaupun pahitnya ada pilihan lain yaitu ngebajay. Waktu itu sampai di PRJ sudah hampir jam 8 malam. Perasaan takut kemalaman membuat mood berbelanja tidak tenang, yang akhirnya malah tidak menikmati tujuan kita. Tapi malah membawa mainan akhdan yang harganya, tetap saja dapet mahal?! Niatnya mau borong mainan murah. Okeh kita balik lagi pulang, dan kapok gak mau naik KRL jurusan Kemayoran saya memilih naik gojek (hape udah dicas, minjem charger sama orang warung di PRJ td, lumayan dapet 10%๐Ÿ˜†) langsung ke stasiun transit Jatinegara. Sampai di lokasi saya lihat jam 10 malam tepat!!!! Hati mulai gelisah saat melihat KRL lama datang, yang biasanya 10 menit selalu ada. Pas saya cek jadwal KRL di google, masaallah KRL ini yang terakhir dan sampai ke Stasiun Jatinegara jam 11 malam?! Sedangkan akhdan sudah terkantuk-kantuk. ๐Ÿ˜ฅ Panik, gelisah, takut, dan menyesal.

Singkat cerita sampai rumah jam 12 kurang. Untung tadi berangkatnya saya bawa motor yang dititipkan di stasiun Bekasi timur jadi tidak usah was was naik kendaraan umum malam-malam.

Memandangi akhdan tidur, sebenarnya terlintas kesedihan saya dan rasa penyesalan saya. "Oh tuhan, saya takut saya takut, saya kapok seperti ini lagi. Seharusnya tadi pulang saja pas magrib, seharusnya saya tidak mengajaknya keluar malam, memang seharusnya saya tidak keluar-keluar, mungkin salah jika saya bermaksud mengajaknya Ngebolang tapi tanpa perlindungan (seorang imam), sampai kapan saya menjadi single mother seperti ini, oh aku sungguh lelah, aku sebenarnya lelah pergi sendirian, aku sebenarnya sangat butuh perlindungan, aku tidak ingin berpergian sendirian atau pelesiran berduaan lagi dengan akhdan, aku tidak ingin menjadi mandiri lagi"


Jika diingat-ingat lagi berpergian sendiri sudah menjadi kebiasaan saya saat kecil. Sejak usia sekolah SD kelas 1 yakni 5 tahun saya sudah terbiasa jalan kaki ke sekolah sendiri, main ke setiap rumah teman kadang sendiri atau beramai-ramai. Bosan di rumah main keluar sendiri. Apalagi main ke pasar yang letaknya sangat dekat dari rumah itupun setiap keluar main tidak pernah dicariin orangtua, yang penting hari itu saya pulang dengan selamat. Membuat saya hobi berpetualang.

Ini karena kedua orangtuanya saya sibuk berjualan di toko. Dulu saya sering heran sama teman saya, waktu itu kita kelas 2 SD yang hanya ke warung depan saja ia minta antar, sampai SMA pun kebiasaan minta Anter ke pasar yang sangat dekat saja masih begitu, saya menganggap ia anak manja karena menyusahkan.

Berpergian sendiri masih saya lakukan ketika sudah menikah. Kebetulan mendapatkan suami yang selalu sulit jika dimintai antar istri. Tau sendiri keperluan istri keluar mengutus domestik rumah banyak. Contohnya, ke pasar, ke bank, bolak balik urus surat pindah, kelurahan, bayar pajak, dll.

Dulu perinsip saya tidak mau merepotkan suami. Saya memilih pergi sendiri daripada ribut. Saya terbiasa pergi sendiri memenuhi kebutuhan keluarga maupun pribadi. Dari saat hamil, terbiasa berjalan sambil menggendong akhdan yg masih bayi. Kadang sering terlintas dipikirkan saya "saya ingin diantar-antar sama suami" "saya ingin kemana-mana berduaan sama suami". Tapi tidak semudah itu Ferguso, ferdiso, atau apalah!

Apalagi melihat pasangan lain yang saya anggap manja kemana-mana minta antar suami, menyusahkan suami dan tidak mandiri. Dan itu berlalu sampai sangat lama sampai akhdan berusia 5 tahun. Kebiasaan kami berdua (saya bawa anak) pergi mengurus sesuatu.

Gimana perasaan suami?
Ya dia sangat terbantu dengan kemandirian ku keluar mengurus sesuatu

Tidak kah itu capek, membawa anak kadang keluar kota hanya berdua naik bisa jurusan Cirebon yang supirnya mayoritas tukang ngebut ala racing?

Sering saya sedih, sering saya takut, tapi tidak ada gunanya meminta memaksa hanya timbul percekcokan yang ingin saya hindari (kurangnya komunikasi lebih suka memendam itu tidak baik ya teman)

Tapi itu semua sudah berlalu. Kebiasaan pergi sendiri saya sekarang saya maklumi karena sekarang saya ibu tunggal.

Perasaan takut keluar sendiri lebih besar daripada saat masih menjadi istri dulu. Saya takut ada hal yang buruk terjadi.

Saya sering membaca hadits perempuan tidak boleh keluar rumah jika tidak ada urusan genting, perempuan bisa menimbulkan fitnah jika keluar rumah. Sekarang siapa yang melindungi saya? Dan tidak alasan untuk saya stay di rumah karena sekarang peran saya juga menjadi ayah.

Saya seorang janda yang mau tidak mau ikhtiar keluar demi kebutuhan anak. Saya anggap ini keadaan genting itu. Dan berharap dalam hati, semoga Allah mempertemukan jodoh yang baik untukku dan ayah yang baik untuk anak-anakku sehingga aku tidak perlu keluar lagi.

Dari semua perjalanan itu, pengalaman itu, perasaan itu. Saya memutuskan untuk tidak keluar rumah lagi bersama akhdan kecuali itu hal yang genting. Kecuali itu mengajaknya sholat berjamaah ke masjid, lagi-lagi ini genting meskipun saya tahu perempuan lebih baik pahalanya solat di rumah namun terpaksa saya jadi ayah yang dituntut setelah usia 7 tahun akhdan harus bisa sholat ke masjid.

Meskipun akhdan pasti nanti akan merasa bosan bermain di sekitar rumah. Kalo pun ada keperluan mendesak pun saya harus pergi sendiri tidak dengan anak. Baru kali ini yang pertama kalinya dalam hidup saya, saya merasa kapok berpergian sendirian maupun bawa anak. Mungkin sudah jenuh, lelah, takut, entahlah.





Pelajaran Ke 3: Jangan Menangis Kepada Allah Karena Merasa Menderita, Menangislah karena Dosamu Banyak!


Tulisan ini salah satu upaya saya mengolah pikiran untuk menghindari stress dari hal yang merugikan batin demi Menjaga Amanah Kesehatan pada tulisan Pelajaran ke 1. Sudah saatnya saya mengubah tujuan berdoa saya, setelah mengingat kembali kisah nabi Ayyub Alaihi Salam.

Jangan Menangis Kepada Allah Karena Merasa Menderita,

Kalimat itu mengingatkan saya pada kisah Nabi Ayyub AS. Cerita yang sering kita dongengkan untuk anak menjelang tidur. Ya, umat muslim pasti tahu cerita Nabi Ayyub tentang dirinya yang kaya raya dan mempunyai banyak istri dan anak-anak soleh/soleha. Kehidupannya yang berjaya dan keimanannya yang kuat membuat para syaitan gemas untuk menggoyahkan keimanan Nabi Ayub As, lalu meminta izin kepada Allah untuk menguji sang nabi dengan menghancurkan apa yang beliau punya. Harta yang di bakar habis, ternak, rumah yang diruntuhkan dan menimpa anak istri sampai semuanya meninggal kecuali 1 istrinya yang bernama Rahmah. Belum sampai disitu, Nabi Ayub kemudian di beri baksil penyakit kulit yang menjijikan sehingga harus di asingkan dari kampung halamannya.

Bukankah itu sangat pedih?

Nabi juga manusia biasa, namun tidak bisa dibayangkan jika ini terjadi kepada orang lain. Bahkan manusia manapun pasti sudah menangis-nangis memohon Allah. Tetapi nabi Ayyub tetap sabar, ia tekun berdzikir dan tidak pernah meminta apa-apa kepada Allah. Ia bilang kepada istrinya bahwa hartanya adalah titipan Allah yang bisa diambil lagi, termasuk anak-anak dan istri. Dan ketika sang istri meminta agar Nabi Ayub memohon kepada Allah, karena yakin doa suaminya akan dikabulkan,  tetapi beliau bilang "tidakkah cukup engkau dengan apa yang Allah beri dalam kehidupan kita selama ini? tahta, kekayaan, kejayaan, maka tidak pantaskah kita mengeluh jika tuhan mengambilnya kembali". Para syaitan terus saja tidak menyerah menggoyangkan iman sang nabi. Hingga 18 tahun cobaan berat itu menimpanya. Sampai pada sampai puncaknya istri Nabi Ayub, Rahmah pergi. Lalu Nabi Ayub menangis dan berdoa kepada Allah, dan Allah langsung mengabulkan doa Nabi Ayub. Mengembalikan kesehatannya kembali, membolak-balik hati istrinya untuk kembali pulang, sampai istrinya pangling melihat suaminya sehat dan tampan. Allah mengembalikan semuanya dan menggandakan apa yang dulu ia punya.

Cerita nabi, tidak pernah bosan saya dongengkan kepada Akhdan. ya, dongeng sebuah realita bukan karangan fiksi ala negeri dongeng. yang saya harapakan anak dapat memetik pelajaran seorang panutan kehidupan nyata sang super Hero di setiap zaman bukan super hero khayalan seperti power rangger, spiderman apalagi Avengers. Begitupun pelajaran untuk saya sendiri yang masih jauh dari sempurna.


Dari suri tauladan itu saya memetik faedah agar tidak berdoa untuk, mengeluh, dan mengadu kepada Allah saat menghadapi kesusahan. Benar? Kita tidak sadar bahwa kita sebenarnya banyak mengeluh dan merasa paling teraniyaya. Ditambah suguhan drama televisi yang menunjukan orang baik selalu teraniyaya dan penuh air mata.

Coba kalian ingat terakhir berdoa kepada Allah sambil menangis tentang apa? Apakah itu tentang penderitaan kita? Kekecewaan? Padahal kekurangan kita teramat banyak.

Saya juga manusia biasa yang mudah keliru. Berdoa menangis, mengadu tentang kesulitan hidup, namun jarang menangisi dosa apa yang sudah kita buat? karena kebanyakan manusia itu tidak sadar dengan apa yang mereka perbuat, baik atau buruknya prilaku kita.

Dari sebuah riwayat yang saya baca, Sahabat bertanya kepada Rasullullah. Siapakah orang yang salah dan mereka yang selamat? Orang yang selalu merasa benar, adalah orang yang celaka dan Orang yang selalu merasa berdosa itu yang selamat. Sebuah kisah nabi Ayyub As yang membuat saya tersadar luar biasa masuk ke dalam pikiran saya, bahwa Jangan Menangis Kepada Allah Karena Merasa Menderita, Menangislah karena Dosamu Banyak.

Berdoa memang tidak dilarang,

Kita tahu kekuatan doa sangat ajaib dan dapat megubah takdir. Biasakan berdoa untuk hal yang baik, berdoalah dengan kerendahan hati karena sejatinya manusia tidak ada yang sempurna dan Allah maha mengetahui apa-apa yang ada pada diri manusia. Semoga kita bisa menahan untuk berdoa menangisi penderitaan kita karena masih banyak orang yang lebih menderita daripada kita, dan sesungguhnya nikmat tuhan itu lebih dari apa yang bisa kita hitung.



------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Friday, December 28, 2018

Pelajaran Ke 2: Belajar Ikhlas di Dalam Kehidupan Sehari-hari


Semenjak menjadi single mother, saya balik menumpang di rumah orang tua tunggal saya di bekasi. Meskipun sudah 20 tahun saya pernah hidup di dalam lingkungan keluarga sendiri, 20 tahun dibawah asuhan mamah dan keluarga, namun setelah pernah menikah itu tidaklah sama. Pendidikan parenting saya dan mamah saya berbeda. Maka dari itu saya terutama anak akan beradaptasi lagi dan pastinya banyak mengadopsi asuhan dalam keluarga besar.

Salah satu contoh kecilnya ada pada adik-adikku yang sudah besar kadang berbicara kasar dengan teman sepergaulannya by smartphone, sedangkan saya mati-matikan mendidik anak untuk menjaga mulut dalam pergaulan akhirnya anak melihat apa kebiasaan anak remaja yang saya bila g alay. Ia, adikku kadang suka main tik tok diam-diam di kamar. Adikku satu lagi yang berumur 20an sering menonton tayangan viral aneh-aneh di Instagram seperti mak ele yang lucu tapi sering berperilaku kasar, akh pokoknya bukan tontonan anak kecil.
Memang bukan salahnya, karena orang besar biasanya sudah bisa membedakan mana yang ditiru mana yang tidak. Tapi efek ya selalu membuat saya wanti-wanti agar anak tidak kecolongan dalam pengawasan saya. Sungguh lelah memang. Dan saya akui saya sangat membutuhkan partner.

Kadang jika capek dan masalah datang saha bisa khilaf dan mengeluh dengan keadaan ini. Apalagi jika melihat rumah selalu berantakan (maklum banyak keluarga dan saya termasuk anak yang resik sama kebersihan rumah, ini keterbalikannya sifat mamah).
seperti ingin segera pisah dari sini, entah dengan mengontrak (sebenarnya takut hidup sendiri sebelum ada imam) , membeli rumah baru (gak punya duit instan) atau menunggu ada yang mau menikahi ku (jodoh itu datangnya rahasia allah gak bisa ditebak) dan membawa ku pergi dari sini, agar aku bisa fokus mendidik anak dan menjadi ibu rumah tangga kembali.

Tapi, biasanya tidak lama setelah mengeluh dan banyak permintaan kepada Allah saya tersadar kembali bahwa saya tidak bersyukur!


Sebuah tulisan yang membuat saya seperti mengambil serpihan demi serpihan hidayah dan pengetahuan ilmu baru. Tulisan itu saya dapat dari sebuah grup whatsapp tentang keikhlasan dalam visi misi pernikahan. ๐Ÿ‘‡


APA GUNA VISI KELUARGA?

Oleh : Cahyadi Takariawan

Sering saya sampaikan, keluarga harus punya visi. Sebagai insan beriman, visi kita adalah surga. Raihlah surga bersama pasangan tercinta.

Apa gunanya memiliki visi keluarga? Perhatikan kejadian remeh temeh berikut ini.

Suatu ketika, pasangan anda lupa menekan flush closet, lupa mematikan lampu kamar mandi, lupa menjemur handuk, lupa tidak merapikan tempat tidur, atau biasa meletakkan pakaian kotor sembarangan, menaruh barang tidak pada tempatnya, dan hal-hal sepele lainnya. Ternyata menjadi kejadian berulang.

Apa yang harus anda lakukan ketika menemukan kondisi seperti itu?

Tenang saja. Diam-diam lakukan semuanya. Tekan flush closet, matikan lampu kamar mandi, bawa handuk ke tempat jemuran, rapikan tempat tidur, punguti pakaian kotor yang berantakan, taruh kembali barang pada tempatnya. Simple kan?

Tarik napas dalam-dalam lalu ikhlaskan semua bantuan anda tersebut. Ingat visi surga dalam keluarga anda.

Tidak perlu marah-marah dan berteriak-teriak mengguruinya. Jangan merusak mood anda dengan meluapkan emosi kepadanya. Tidak perlu mencatat detail kejadian tersebut di buku diary anda, lengkap dengan detik, menit, jam, hari, tanggal, bulan dan tahun kejadian.

Tentu semua hal itu menyebalkan bagi anda. Sangat menyebalkan. Tapi tahanlah keinginan untuk mengomel, memarahi dan mendampratnya karena berbagai kejadian tersebut.

Itulah ibadah anda. Itulah pengorbanan anda. Dan itulah cinta anda.

Suatu saat anda menemukan waktu dan suasana yang tepat untuk membicarakan aktivitas rumah tangga dengan pasangan. Dalam suasana nyaman dan tanpa tekanan emosi, sampaikan harapan anda kepada pasangan.

Bicarakan hal-hal yang mengganggu itu dengan penuh kasih sayang. Bahkan bisa anda jadikan sebagai gurauan segar, bukan ejekan, bukan pula kemarahan yang meledak-ledak.

Ingat, visi keluarga anda adalah surga. Raih surga bersama pasangan anda.

Kunjungi www.pakcah.id


_____

Tulisan yang dishare di atas memang tidak ada hubungannya dengan kesendirian saya. Tapi setidaknya saya belajar, bahwa sesuatu yang meskipun tidak kita suka, menyebalkan, membuat emosi, jika kita lalui itu dengan ikhlas bisa menjadi ibadah tersendiri buat kita. Ingat Bell, jangan berburuk sangka terhadap ilahi sekalipun kamu mengeluh keadaan sebenarnya jika dipikir-pikir tidak melulu selalu buruk hal yang kita anggap buruk. Misalnya meskipun masih menumpang lagi itu menyebalkan setidaknya saya masih memiliki orangtua, dan itu syukur yang paling luar biasa disaat istri lainnya merantau jauh dari orangtua. Setidaknya rumah saya ramai meski sering berantakan, saya punya saudara yang membuat anak saya tidak kesepian. Meskipun capek beresin rumah, diberantakinagi itulah olahraga saya, jadikan itu pahala yang berulang membantu mamah ๐Ÿ˜Š

Kedua, Jangan Pernah Perhitungan Pada Hal Baik


Kesalahan yang paling sering terjadi adalah perhitungan pada hal baik. Ya, kita sudah merasa melakukan sesuatu yang baik dan merasa itu sudah cukup. Tapi ternyata belum sampai disitu, kadang kita diuji dengan kekecewaan setelah melakukan hal baik. Sering gak ngalamin itu? Biasanya sih sering tapi banyak yang gak sadar. "Padahal saya sudah begini begitu, tapi dia malah begini begitu". "Dia mah, kalo dibikin begini begiti balesnya" dan sebagainya. Well, ikhlas itu memang berat ya. Berat kalo tidak dilakukan karena mengharap ridho Allah. Berat dilakukan kalo tujuannya untuk manusia, dan berat dilakukan kalo tidak melibatkan Allah.

Manusia memang sifatnya mudah mengeluh, mencari apa yang tidak dimiliki yang biasanya digembar gemborkan orang "mencari kebahagiaan" yang sejatinya kebahagiaan hakiki itu ada pada surga, dan ternyata sangat dekat dengan syukur.

Dulu saya sering dengar kata ini "Allah ada di hati kita, allah bersama kita" namun masih belum paham betul maknanya. Libatlanlah Allah dalam setiap urusan kita bukan sekedar kata bassmalah namun lebih dari itu.

Pokoknya jangan harapkan apapun, lakukan semuanya dengan ikhlas dan yang paling pentiiiinggg banget adalah jangan pernah berburuk sangka kepada Allah.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




Friday, December 14, 2018

Pelajaran ke 5: Menikahlah Karena Allah


Pengalaman di masa lalu membuat saya belajar tentang banyak hal, salah satunya jangan menikah karena cinta, tetapi menikahlah karena Allah. Ya, memang terdengar naif. Ya iyalah menikah karena Allah kalo enggak pacaran terus gak halal, halal. Bahkan tidak sedikit orang yang beranggapan, "Buat apa menikah sama orang yang gak kita cintai menyiksa batin ujung-ujungnya perceraian?"

Kita sering mendengar dalam hadits bahwa pacaran itu dilarang tetapi tetap saja kita lakukan. Atau dengan dalih yang penting gak zina, yang penting masih perawan. Cuma chit chat doang sebagai penyemangat atau si doi sebagai pengingat kebaikan. di chat: "neng jangan lupa sholat, a jangan lupa makan"

Okey, tapi diajak jalan berduaan hayu, diajak mesra-mesraan hayu.

lah wong nyenengin diri kok, so sweet tau, kampungan deh, sok suci, kaya waktu mudanya gak pernah pacaran aja, muna, dan lain-lain

"kalo kita gak pacaran gimana kita tau dia orangnya kaya gimana?"

Tapi kalo enak pacaran bertahun-tahun tapi ujungnya gak dikawin, enak gak?

"Ah ada juga kok pacaran ujungnya pernikahan, kan pernikahan karena Allah menghalalkan hubungan" 

ia kalo jodoh kalo kaga? Banda udah abis gak dikawin, tekor.

Intinya pacaran itu gak jamin dia jodoh kita apa bukan. Kamu yang udah pernah ngerasain putus masih ingat kan rasanya? Masih ingat kan kalimat move on dalam semangat hati kalian "ah dia bukan jodohku biarlah berlalu".

Ya yang gak pake pacaran juga gak jamin jodoh juga sih. Seperti kalimat awal tadi,
"Buat apa menikah sama orang yang gak kita cintai menyiksa batin ujung-ujungnya perceraian?"

Pada intinya pernikahan itu adalah komitmen kita kepada Allah, kepada pasangan kita. Karena pernikahan atas dasar iman bukan sekedar "halalkan aku dong, bang". Karena kalo modal cinta aja sama manusia, jangan deh. Cinta bisa pudar, cinta bisa berpaling. Kalo udah gak cantik/ganteng cinta juga mudah berpaling, ya kan? cinta harta? Kalo hartanya berkurang pun cinta mudah berpaling. Oh berarti jawabanya kesetiaan. ia hari ini setia, setahun dua tahun 10 tahun 20 tahun tapi wallahualam Allah maha membolak-balikkan hati manusia. Sekeluarga terlihat harmonis di mata manusia (bukan Allah) setia seumur hidup belum tentu sampai Jannah, padahal udah setia sampai akhir hayat. Nah, loh.. ๐Ÿ˜จ

Jadi menikah karena Allah itu cakupannya luas sangat luas sampai hikmahnya diluar nalar manusia.

Coba saya test,

Bagaimana pendapat ukhti tentang poligami yang di halalkan dalam Islam?

Nah, kan bermacam-macam tanggapannya ๐Ÿ˜‚ dilarang debat ya di komentar karena bukan ini yang akan kita bahas (next blog post) juga setiap perempuan punya opini dan pemahaman yang berbeda-beda.

Anyway, pengalaman dari pernah menikah saya menyimpulkan bahwa berharap kepada manusia itu salah! Manusia hatinya bisa berubah. Bahwa jangan menikah atas dasar cinta kepada manusia melebihi cinta kita kepada Allah, karena akan melalaikan kita mengingat Allah. Rasa cinta itu akan menimbulkan rasa egois ingin memiliki sepenuhnya bahwa suami adalah milik kita, dan lupa ada hak ibunya, ada hak anak kandungnya (jika punya dari istri pertama), ada hak istri-istrinya (jika punya lebih dari 1 istri), ada hak saudara perempuannya (terlebih adiknya yatim, misalnya) dan yang paling penting hak beribadah kepada Allah, nauzubillah. Semoga cinta kita terhadap suami seimbang dan tidak seperti itu ya saudariku.

Saya sadari, memang berbicara itu sangat mudah tapi sangat sulit dijalani. Berbicara menikah karena Allah itu mudah diucapkan dan dipikirkan tapi sangat sulit dijalani. Karena pernikahan tidak seperti negeri dongeng dengan ekspektasi tinggi happy ending. Happy ending itu bukan di dunia, happy ending itu jika jodoh sampai jannah. Dan menuju surga itu gak semudah mendapatkan hadiah piring. Banyak cobaan silih berganti menguji kesabaran istri, godaan suami.

Baca juga Belajar Qanaah

Masih banyak orang yang salah kaprah tentang kegagalan pernikahan. Dan menurut saya yang pernah gagal ini dan manusia biasa juga seperti kalian yang tidak sempurna dan penuh kekurangan, menyimpulkan berdasarkan pengalaman bahwa, kegagalan pernikahan bukan karena faktor ekonomi, banyak kok orang kaya cerai. Kurangnya komunikasi? Itu 11, 12 ya saya rasakan faktor kurangnya komunikasi ini sangat berpengaruh pada perceraian. Komunikasi seperti apa sih? Orang komunikasi aja cekcok terus. Tapi kurang dekatnya hubungan suami istri kepada Rabb Nya (maaf kan ke sok tahuan ini karena yang saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi yang pasti berbeda-beda pada setiap individu yang merasakan pernah gagal dan balik lagi manusia itu banyak kekurangannya tugas kita terus memperbaiki diri dan rendah hati).

Dan pada akhirnya saya memilih Ta'aruf.

Taaruf sendiri adalah kegiatan berkunjung ke rumah seseorang untuk berkenalan dengan penghuninya. Taaruf dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan dua keluarga yang akan menjodohkan salah satu anggota keluarga. Taaruf dapat pula dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke pernikahan.

Sebagai sarana yang dianjurkan dalam islam untuk melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar'i diperintahkan oleh Nabi Muhammad bagi pasangan yang ingin menikah. Perbedaan antara pacaran dengan taaruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Menurut Islam, pacaran dianggap sebagai kesenangan yang tidak berlangsung lama, dan dianggap jalan menuju perbuatan zina dan maksiat.

Lalu bagaimana Jika menikah tanpa cinta seperti lewat ta'aruf?

Tidak 100% hambar kok, buktinya baca biodata calon ta'aruf bisa juga bikin kita tergelitik, semacam rasa tertarik gitu, wkwkwk.

Okay serius, saya pernah baca tentang hukum menikah tanpa cinta menurut pandang Islam. Jika memang jodohmu itu orang yang baik, orang yang taat, maka lakukanlah yang terbaik yang kamu persembahkan untuknya, hak-haknya, kebaikan tulus lainnya dengan sendirinya cinta akan tumbuh dengan sendirinya. Alias pacaran setelah menikah.

Jadi dalam taaruf ini mencari pasangan itu diutamakan dilihat dari agamanya seseorang dulu (ini yang saya suka dari taaruf karena jika seseorang yang agamanya bagus insha allah perilakunya baik dan paham ilmu pernikahan. Ini juga yang membuat saya lebih semangat memperbaiki diri. Karena seseorang yang baik insha allah berjodoh dengan yang baik pula) Jika pahitnya dapat jodoh tidak baik? di situ juga bisa jadi ujiannya. Tetep jadi istri soleha karena menikah itu ibadah. sepahit apapun cobaan dalam rumah tangga nanti, ingat perkataan saya ini " Batu pun agan legok dengan Air, jika terus dibalas dengan kelembutan terus-menerus". Andalkan Allah bukan manusia. Bagaimana pun saya akui memang itu gak mudah girls, hehe.

Misal ikhwat mencari akhwat. Agama itu nilainya 1, kecantikan itu nilainya 0, Pangkat atau kedudukan 0, kaya 0. Jadi utamakan yang nilai agama ya baik dulu, maka akhwat itu nilainya 1. Dia cantik? maka tambahkan 0 nilainya jadi 10. Dia kaya? Tambahkan 0 lagi jadi 100. Begitu seterusnya. Kelebihannya merupakan bonus.

Tapi kalo agama ya tidak ada, tidak ada nilainya, dia cantik, kaya, punya kedudukan, nilainya 0 tetap saja 0.


Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

ุชُู†ْูƒَุญُ ุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉُ ู„ุฃَุฑْุจَุนٍ: ู„ِู…َู€ุงู„ِู‡َุง ูˆَู„ِุญَุณَุจِู‡َุง ูˆَู„ِุฌَู…َุงู„ِู‡َุง ูˆَู„ِุฏِูŠْู†ِู‡َุง، ูَุงุธْูَุฑْ ุจِุฐَุงุชِ ุงู„ุฏِّูŠْู†ِ ุชَุฑِุจَุชْ ูŠَุฏَุงูƒَ.

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”

Wahai saudaraku, ini bukan berarti bahwa kecantikan itu tidak diperlukan. Tetapi yang dimaksud ialah jangan membatasi pada kecantikan, karena itu bukan prinsip bagi kita dalam memilih istri. Pilihlah karena agamanya; dan jika tidak, maka engkau tidak akan bahagia. Yakni, berlumuran dengan tanah berupa aib yang bakal terjadi padamu setelah itu disebabkan isteri tidak mempunyai agama.


Dari ‘Abdullah bin ‘Amr secara marfu’, ia mengatakan: “Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannya itu akan memburukkannya; dan jangan menikahi wanita karena hartanya, bisa jadi hartanya membuatnya melampui batas. Tetapi, nikahilah wanita atas perkara agamanya. Sungguh hamba sahaya wanita yang sebagian hidungnya terpotong lagi berkulit hitam tapi taat beragama adalah lebih baik.”

Trus sekarang udah pernah nadzor dari pasangan taaruf? 

Rahasialaaahh ๐Ÿ˜

Kalo mau taaruf lewat mana? 

Baca disini Tempat Taaruf Rekomendasi Bella




Thursday, October 18, 2018

TEGAKKAN 7 PILAR PENGASUHAN


WINTER IS COMING?

Elly Risman & Miftahul Hidayah

Pekan lalu, Presiden kita menggunakan metafor “Game of Thrones (GOT)” dalam pidatonya pada IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Isi pidato itu menuai puja-puji sekaligus kontroversi.

Saya, tidak ingin masuk dalam pusaran itu.

Karena bagi saya penggunaan metafor itu saja sudah menunjukkan siapapun yang terlibat dalam tertuangnya text pidato itu, benar-benar tidak paham bahwa GOT adalah ancaman bagi anak bangsa.

Mengapa? Karena dalam film ini tidak hanya mengandung kekerasan dan kata-kata kotor, adegan merokok dan ngobat, tapi juga pornografi (adegan seksual termasuk incest), bahkan LGBT ada didalamnya!

Tidak percaya? Klik link ini https://www.imdb.com/title/tt0944947/parentalguide?ref_=tt_stry_pg

Apa hendak dikata, semua sudah terjadi di kancah international pula!!
Bagaimana dengan orangtua Indonesia?

Saya ingin mengetahui reaksi orang tua Indonesia minimal 16 ribu orang yang menjadi followers instagram kami. Dibantu Miftahul Hidayah (Pipi) yang menangani social media YKBH, kami lakukan survei kepada 16 ribu followers instagram tersebut.

Hasilnya, sebagian besar menyayangkan mengapa GOT diviralkan orang paling berpengaruh di negeri ini. Mereka umumnya khawatir anak dan remaja mereka mencari tau karena penasaran, apalagi pihak TV yang menyiarkan film itu membuat meme dengan foto presiden untuk iklan season baru. Mereka menyesalkan mengapa pemerintah tidak membuat metafor yang lebih bijak dari itu.
Namun, sebagian lagi menunjukkan ortu tidak tau apa ancaman GOT bahkan mengaku bangga sekali dengan metafor itu. Di tengah kekhawatiran dan ketidaktahuan orangtua, ancaman pengasuhan anak mereka: Narkoba, pornografi, kecanduan games dan LGBT di era digital ini tidak mengenal status ekonomi maupun domisili. Selagi anak punya gadget dan mata, semua memiliki ancaman yang sama.
Akhir akhir ini, gelombang gerakan LGBT begitu masif sudah masuk ke kalangan anak-remaja maupun profesional.

Era digital mempercepat guliran gerakan itu hingga salah satu Pemkot mengaku kecolongan.
http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2018/10/12/populasi-lgbt-capai-ratusan-pemkot-cimahi-akui-kecolongan-431510

Sedangkan di kalangan profesional, kita lihat sendiri atas nama kinerja, kebhinekaan dan HAM, perusahaan-perusahaan besar menempatkan aktivis LGBT di posisi strategis. Mereka mereka ini  mendorong siapa saja untuk ‘coming out’ dan merasa bangga dengan pilihan orientasi seksualnya. Toh diri mereka ada di posisi kerja yang bergengsi! Sudah, tidak perlu takut lagi...

https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/10/10/pge6e6384-grup-gay-asal-karawang-beranggotakan-6000-orang  

Http://www.pikiran-rakyat.com/tags/lgbt 

Jadi saudaraku, para orangtua... Bangunlah, siap dan siaga sebagai orangtua!
Sadarlah! Sungguh kita bukan akan menghadapi bencana besar tetapi kita SUDAH DALAM BENCANA!
Winter is coming?
Winter kita adalah bencana yang paling besar itu, karena kita tidak sadar ada bencana!

Ayah Bunda, insyaAllah bersama kita sangat bisa melawan bencana itu. Allah selalu berikan solusi bersamaan dengan tantangannya...

Jadi marilah kita TEGAKKAN 7 PILAR PENGASUHAN


Pilar 1 : Sadarilah bahwa menjadi orang tua itu amanah, SIAP-SIAGA dan berilmulah.

Bencana pengasuhan bukan hanya mengancam orang tua yang anaknya sudah remaja, tetapi juga Anda yang anaknya masih belia. Anak kita tidak pernah memilih siapa orangtuanya. Jangan sampai mereka menuntut di hari akhir terkena bencana karena kita sebagai orangtuanya lalai dalam mengasuh mereka. Kita harus mengasuh dengan kesadaran dan ilmu, sebelum masalah MEMAKSA kita untuk mencarinya.

Ingatlah, ILMU SEBELUM AMAL.

Jadi bagaimana kita bisa beramal (mengasuh) tanpa berilmu? Yang berilmu saja babak belur menerapkannya.

Berikut ini  beberapa contoh beratnya tantangan pengasuhan kita di era digital ini:
1⃣ Akibat kecanduan internet 2 remaja kita menjadi pasien rumah sakit jiwa!
https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=4590

2⃣ Hasil penelitian Yayasan Kita dan Buah Hati yang didanai oleh Kementerian PPPA menunjukkan dampak pornografi pada anak yang kecanduan TERBUKTI mengakibatkan volume otak mereka MENYUSUT di bagian yang membedakannya dengan binatang!
http://bit.ly/TwitHasilRisetOtak

3⃣ Beberapa bulan yang lalu : WHO menyatakan kecanduan games sebagai gangguan mental!
https://sains.kompas.com/read/2018/06/19/192900123/who-resmi-tetapkan-kecanduan-game-sebagai-gangguan-mental

Kalau melihat ciri-ciri dari kecanduan yang disebutkan WHO (ada dalam kumpulan tweet saya di atas), sudah berapa banyak anak anak kita yang sudah kecanduan?

Sehingga, meskipun pak Presiden mengajak atau menganjurkan anak-anak kita untuk membuka diri terhadap perubahan teknologi dan menciptakan penghasilan ratusan juta perbulan dari games, kita punya sikap yang jelas karena kita berilmu!

https://economy.okezone.com/read/2018/08/26/320/1941569/diskusi-dengan-pemain-mobile-legends-jokowi-ini-profesi-baru-dengan-penghasilan-ratusan-juta

Masalahnya anak-anak mungkin sudah kecanduan dengan games yang disebutkan bapak Presiden dan bila yang dimaksudkan bapak Presiden adalah menjadi atlet eSport, itu merupakan sesuatu yang berbeda.

https://medium.com/@muhamadnurawaludin/kecanduan-games-vs-esports-4edb9fc85d97?fbclid=IwAR31oA9NzMIvj9WVV0mD74-wQZ2IoPHEeEwfTc2MxZGu6i_-in7GzMX4t5k

Bayangkanlah saudaraku, kalau kita tidak siap siaga dan tak berilmu menjadi orangtua yang mengasuh anak di era digital!

Pilar 2 : Ayah, hadirlah untuk memenuhi pundi-pundi jiwa anak kita.

Bertahun-tahun yang lalu saya dan kawan-kawan saya di YKBH, berdasarkan riset sederhana yang kami lakukan, sudah meneriakkan bahwa INDONESIA ini a FATHERLESS COUNTRY.

Ayah ada secara fisik, nampak pagi, nampak sore, namun ayah tidak menyapa anaknya secara emosi. Ayah tidak menyapa anaknya secara spiritual. Secapek apapun ayah, se-tidak bisanya ayah ngomong, ayah HARUS. KARENA ALLAH. Peran ayah banyak dan tak tergantikan!

Berdasarkan penelitian dilakukan intensif di luar negeri, hadirnya ayah dalam pengasuhan akan menghasilkan anak yang memiliki kecerdasan emosi lebih bagus, potensinya lebih optimal, anak-anak tumbuh lebih simpatik, hubungan sosialnya lebih baik, percaya diri tinggi, dan secara akademis dan finansial lebih sukses. Bayangkan!

Dan.. penelitian kami menunjukkan bahwa bila ayah hadir dalam pengasuhan lebih besar, kemungkinan anaknya tidak adiksi pornografi!

Jadi ayah, pulanglah ke rumah... Ayah bukan hanya pencari nafkah... ayah adalah ayah, yah..
Jika ibu single parent, hadirkan ayah pengganti. Rasulullah itu 'nggak punya ayah' tapi ada kakeknya dan pamannya. Bismillah, Semangat!!

Pilar 3 : Rumuskan dan sepakatilah Tujuan Pengasuhan ayah dan bunda!

Bermain bola saja ada gawang yang dituju, bagaimana mungkin mengasuh anak tidak ada tujuan?
Jadi duduk dan rumuskanlah serta sepakati apa yang ingin ayah bunda capai dalam mengasuh anak anak ke depan. Jangan terlalu fokus pada akademik semata!
Faktanya, terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik dengan ketergantungan dan kecanduan internet pada remaja SMA.

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=526497&val=10778&title=Hubungan%20Stres%20Akademik%20Dengan%20Kecanduan%20Internet%20Pada%20Remaja%20SMA%20di%20Kecamatan%20Andir%20Kota%20Bandung 

Selain itu, bisa dipelajari juga hasil penelitian kami diatas, bagaimana hubungannya kecerdasan dan kecanduan pornografi.

Pilar 4 : Banyaklah berdialog dengan Benar, Baik, dan Menyenangkan. ☘

Berdialoglah dengan BENAR sebagaimana Allah mengajarkan dalam alquran dan perilaku nabiNya, dengan BAIK sebagaimana cara otak bekerja, dan dengan cara yang menyenangkan perasaan.

Sebagai orang tua, kita ini secara tidak sengaja sering melakukan kekeliruan dalam bicara yang membuat anak kita sumpek dan lelah jiwanya, sehingga menjadikan games, pornografi dan narkoba jadi pelariannya.

Pilar 5 :  Orang tua penanggung jawab utama penanaman nilai agama! ☘

Ikat jiwa anak kita dalam ketaatan pada pemilikNya.
Bukankah tujuan utama pengasuhan adalah mejadikan anak kita penyembah HANYA ALLAHnya saja?

Anak kita adalah salah satu tanggung jawab utama yang Allah pertanyakan di yaumul hisab sebelum peran kita sebagai anak dan berbagai peran kita dalam keluarga dan anggota masyarakat?

Maka, sebelum kita memilihkan tempat pendidikan terbaik, pondasi dasar dan pemeliharaan ketaatan serta akhlak yang baik tetaplah hak dan kewajiban kita.

Dari pengelaman praktek dan juga dari seminar-seminar saya, saya menemukan mengapa anak mudah sekali melakukan hal-hal yang tidak patut dan salah besar seperti kecanduan games, pornografi, narkoba bahkan seks bebas, adalah karena pondasi agama dari rumah hampa!

Punya gadget canggih, game tersedia, jaringan wifi di rumah, TV berlangganan, tapi anak tidak pernah (jangankan diajarkan) diperkenalkan saja tidak tentang keharusan sebagai muslim/ah untuk menahan pandangan dan menjaga kemaluannya.

Penelitian yang kami lakukan sungguh menjadi bukti kebenaran firman Allah, bahwa: Kalau pandangan mata tidak ditahan, otak rusak di bagian fungsi mulianya yang membedakan manusia dengan binatang, maka kemaluan tidak bisa dikendalikan!

Maha benar Allah dengan segala FirmanNya.

Pilar 6: Persiapkan anak kita menghadapi masa baligh dengan pemahaman yang utuh. ☘

Bukan hanya sekedar cara bersuci dan ciri-ciri mimpi basah dan menstruasi. Jauh sebelum itu, biasakan anak memiliki kesempatan dan kemampuan untuk BMM (berpikir, memilih, dan mengambil keputusan) atas nama dirinya. Karena setelah baligh ia harus mampu mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.

Pilar 7 : Ajarkan anak untuk bijak berteknologi.

Anak kita hidup di hutan digital, yang mungkin kita sendiri juga tidak mengenal betul ada apa saja di dalamnya, dengan perkembangan yang luar biasa cepatnya. Jika kita tidak mendidiknya bijak berteknologi, bagaimana jika ia ‘tersesat’, bertemu hal-hal sangat buruk yang ada di internet dan tidak tau cara menghindarinya?

Maka, milikilah pertimbangan yang matang sebelum memberikan gadget dan internet pada anak.
✅Kapan ia diberi gadget?
✅Apa alasannya?
✅Sudahkah menjelaskan apa fungsi utamanya?
✅Apa manfaat dan resiko penggunaan gadget dan internet?
✅Keterampilan dan pengetahuan apa saja yang perlu ia miliki sebelum menjadi pengguna aktif gadget?
✅Apa saja yang boleh dan tidak boleh terkait penggunaan gadgetnya?
✅Berapa lama durasinya?
✅Apa konsekuensi yang disepakati jika terjadi pelanggaran aturan?

Ayah Bunda, mengasuhlah karena Allah…
Balutlah semua ikhtiar kita dengan doa!

Allah melarang kita meninggalkan dzuriyyatan dhiafan (QS Annisa ayat 9). Keturunan yang lemah, yang kita khawatirkan mereka tidak sanggup menanggung beban dan ancaman zaman. Tegakkan seluruh pilar pengasuhan. Jangan terus berputar dengan persoalan hari-hari. Karena anak masih kecil lalu merasa aman terhadap ancaman, karena belum menikah lalu nanti saja belajar berlelah-lelah. Sebaliknya, Allah mencintai dzurriyatan thoyyibatan (keturunan yang berkualitas). Yang digambarkan Allah SWT laksana sebuah pohon yang baik (syajarotun toyyibah). Yakni, akarnya menghujam ke perut bumi (akidah yang kokoh), batang dahannya menjulang ke langit (ibadah yang benar) dan berbuah di setiap musim (akhlak yang karimah).

InsyaAllah, kita bisa!

Wallahua'lam bi shawab

#sharingparentin #parentingislami #ellyrisman #parenting #eradigital #pornografi #mobilelegend

________________________________________________________________________________



Tulisan ini dikutip dari WhatsApp Group Parenting dan Keluarga 1

Wednesday, October 3, 2018

Janda

WHAT DO YOU THINK ABOUT A SINGLE MOM

Janda adalah istilah wanita yang telah bercerai atau ditinggal mati oleh pasangan pernikahannya.

Sebuah pilihan yang tidak mudah ketika memutuskan membuat judul 'janda' di blog post kali ini. ketika kalian ketik kata janda di google, selain hasil pencarian wikipedia yang pertama keluar sisanya deskripsi negatif tetang statusnya. apakah itu? ya kurang lebih berita yang tidak enak dibaca, iklan, komunitas jodoh, dan sebagainya yang bertemakan janda. Dari stigma negatif lalu muncul arti yang negatif secara masal di masyarakat, itu kenapa saya menulis WHAT DO YOU THINK ABOUT A SINGLE MOM? setidaknya saya ikut menyumbangkan tulisan positf seorang ibu tunggal, meskipun saya tahu tulisan berjudul janda ini akan kalah muncul di search engine dengan berita tentang, you know 'janda' di portal berita online. tetapi memang menurut saya arti kata janda ini sebaiknya tidak melulu dipandang sisi negatif yang lebih banyak, atau bagi saya itu menjadi sebuah ledekan yang sering dibuat dalam sebuah lirik lagu misalnya.

Dulu sebelum menyandang ststus single mom saya paling tidak suka mendengar lagu dangdut tentang janda. kata itu selalu menarik untuk dibuat lirik lagu. hmmm kalo gak salah begini liriknya...

DAYUNI
......
.....
Daadiii dayuni,
Janda ayu jarang di keloni
.........
.......
(artinya; jadi dayuni. salah satu lagu yang populer di daerah indramayu tahun lalu)

Dulu saya ikut dengan suami di kampung jawa dan lagu itu lagi happening banget sampai salah satu murid SMP ku menyetel musik ini. mirisnya ibunya juga seorang janda! sebagai ibu didik aku sering  memberi nasihat kepada anak murid untuk tidak sembarangan mendengarkan musik. terdengar kolot nasihat ku, pasti di telinga mereka, anak ABG, terserah gue pikirnya mungkin. mungkin juga awalnya karena saya merasa ibuku juga seorang single mom, dan adik bungsu ku yatim.

Janda atau ibu tunggal (single mom)??
Kata mana yang lebih enak didengar?
Sepertinya kata ke dua lebih enak di dengar ya berikut maknanya..
hmmm, balik lagi ke sudut pandang setiap masing-masing orang yang jelas berbeda-beda.

Dari status saya menikah sampai pernah menikah saya selalu salut dengan seorang single mom. mereka kuat, mereka luar biasa, dua peran dijalani sekaligus. jika laki-laki mungkin tidak bisa lama menyandang status duda karena secara biologis dan kodrat mereka lebih harus diurusi wanita sampai mereka tua. soal mengurus anak? seorang duda mungkin akan merasa sangat kesulitan. namun, yang lebih sering saya lihat pada ibu tunggal adalah sisi kemandiriannya, msekipun lemah, meskipun seharusnya butuh perlindungan dan pemimpin tidak jarang mereka menyandang status itu sampai akhir hidupnya.

Banyak buku religi, yang saya baca salah satunya cerita yang menceritakan seorang janda. mungkin kalian juga pernah membaca cerita tukang sepatu dan istrinya ini, yang tidak jadi naik haji karena tabungan hajinya di berikan kepada seorang janda anak banyak yang kelaparan. Namun hajinya di terima meskipun ia tidak ke mekah, yang tadinya jemaah 600rb lebih yang berhaji tadinya tidak mabrur menjadi mabrur karena pahala si tukang sepatu itu. lalu, ada cerita lagi tentang kebaikan bagi mereka yang menikah dengan janda sama seperti memerdekakan budak. malah dulu aku pernah berpikir agar suami menolong anak yatim dengan menikahi janda soleha.

Perempuan memang rentan untuk direndahkan drajatnya, seperti zaman dulu, zaman kartini belum merdeka maupun zaman jahiliyah. Melahirkan anak perempuan dianggap aib dan dikubur hidup-hidup, atau dijadikan budak. Allah mengankat derajatnya, melindungi dengan peraturan-peraturan yang tertuang di dalam Alquran. Termasuk mengutamakan anak-anak yatim.

Lalu Bagaimana Rasanya Menjadi Janda?


Nah, selama ini kan kita banyak mendengar sisi yang gak enak dari kata janda, pernahkah kamu ingin tahu perasaan seorang single mom?
Aku ambil berdasarkan opini pribadi. Menjadi single mother seperti kehilangan komandan, nahkoda (imam) di dalam sebuah kapal yang sedang berlayar. yang di pikirkan bagaimana kapal ini stabil tetap berlayar mengarungi lautan samudra kehidupan dengan berhasil dan bertanggung jawab penuh meski tanpa nahkoda. ya, awak atau asisten yang bertugas doble sekaligus. mungkin begitu juga yang dirasakan duda, berlayar menjadi nahkoda tanpa adanya asisten atau awak.

Kedua, rasa takut. karena tidak adanya sang pelindung di dalam rumah. meskipun seorang single mom dapat diancungi jempol kemandiriannya. namun tetap ia seorang wanita yang butuh perlindungan. terutama single mom dengan anak yang masih kecil-kecil, setidaknya sampai anak laki-lakinya tumbuh besar.

Ketiga, butuh bantuan. atau bahasa kekiniannya partner dalam hidup. jangankan janda semua orang pun butuh bantuan, karena memang kita mahluk sosial. saya pribadi masih sangat keteter menjalankan dua peran sekaligus dan masih butuh bantuan orang tua dan saudara. itu kenapa aku suka sedih super duper sama kasus di berita single mom yang prustasi urus anak dan himpitan ekonomi, kisah keluarga berayah tapi rasa yatim karena sosok laki-laki yang kurang mengerti atau menjalankan perannya sebagai ayah. benar kata kalimat ini,

Jangan "selfish" dalam mendidik anak, "yang penting anak saya aman". Lalu kita simpan sendiri pengalaman mendidik yang baik. Ketahuilah bahwa andai kita tidak peduli mendidik anak tetangga, sama juga mempersiapkan musuh bagi anak kita di masa depan. Sebaliknya juga, peduli mendidik anak anak tetangga secara bersama sesungguhnya mempersiapkan teman teman yang baik bagi anak kita di masa depan.

Mari jangan pernah lalai dan jangan pernah meninggalkan pos mendidik anak anak kita. Mari berjama'ah. Mendidik anak dan keluarga adalah tugas peradaban untuk bersama sama melahirkan generasi peradaban dengan peran peradaban terbaik dengan semulia mulia adab.

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah
Dengarkan Curhat Para Istri,
(Harry Santoso)

Keempat, butuh teman saat tua nanti untuk rasa nyaman dan ketenangan di hari tua. ini kegelisahan single mom yang terakhir. jodoh rahasia tuhan, bisa di dunia maupun di akhirat kita bertemu dengannya. meskipun kelak anak-anak akan tumbuh dewasa dan hidup dengan pasangannya masing-masing, sebagai orang tua sejatinya tidak mengharap balas jasa kepada anak. membesarkan mengantarkannya pada masa depan merupakan kebanggaan untuk orang tua. namun seringnya rasa takut muncul pada orang tua tunggal karena akan ditinggal anak-anaknya yang sudah dewasa. akan lebih baik jika partner hidup kita adalah seseorang pendamping yang setia sampai tua nanti. :)

Apakah kalian masih memandang sembarangan kepada setiap single mother?

Ayo ribut sama gue, haha...

Balik lagi sama akhlak setiap insan yang berbeda-beda, karena manusia tidak ada yang sempurna. :)

Thursday, February 22, 2018

Cari Muka sama Allah


Jenis cari muka ini baru saya pahami setelah sadar bahwa rezeki datang sendiri. Empat tahun berumah tangga saya masih belum punya rumah. ya, manis pahitnya ikut mertua sampai mengontrak pun sudah saya cicipi. saya terus berdoa agar allah memberi saya kesempatan untuk hidup mandiri, minimal dengan mengontrak. saya ingat waktu pertama kali pisah dari rumah mertua dan hidup mengontrak, senangnya minta ampun, sampai jingkrak-jingkarakan.

Rumah itu punya majikan suami saya tepatnya di perumahan citra indah cibubur, jonggol bogor. sejak menepati rumah kontrakan pertama, saya menyayangi rumah itu layaknya rumah sendiri. biasanya orang kan kalo ngontrak gak peduli dengan rumah kontrakan,  dibiarkan tak terurus, karena mereka berpikir buat apa dibagusin toh rumah orang. ya kan? 

Ketika sedang sedih atau apes biasanya saya intropeksi, karena di dalam hadits mengatakan, allah tidak menganiaya mahluknya, semua yang terjadi karena perbuatan mahluknya sendiri. intinya apa yang kita tanam, kita sendirilah yang memanen hasilnya.

Cari muka yang saya maksud bukan carmuk kaya sama atasan di kantor atau carmuk yang berbau muka dua ya. 

Cari muka part 1
Saya berpikir jika saya merawat rumah kontrakan seperti rumah sendiri dengan sepenuh hati dan ikhlas, allah akan percaya kepada saya untuk diamanahkan rumah dan mengabulkan doa saya yang ingin punya rumah.

Mulai dari mencabuti rumput liar yang tinggi, menata, beres beres, meskipun ga punya duit buat renovasi dikit yang penting terawat, bersih dan nyaman. bersyukur pasti, tapi namanya hidup tidak pernah lepas dari kesedihan. biasa jadi tuan rumah di kampung betawi lalu merasakan ngontrak jadi orang perantauan ternyata tidak enak.

Sebenarnya saya malu sama tuhan karena banyak maunya, kemarin minta ngontrak belum setahun ngontrak minta lagi rumah sendiri. 

belum satu tahun hijrah di jonggol, saya pindah mengontrak lagi. lokasinya tidak jauh dari rumah mertua, tapi lagi lagi pindah kontrakan. masih tetap pada perinsip saya untuk selalu bersyukur atas apa yang tuhan kasih. terutama berpikir positif, mengingat kembali betapa dulu ingin mengontrak, betapa bahagia tuhan mengabulkan doa, betapa nikmat hidup mandiri, betapa senang punya rumah yang terawat. meskipun mengontrak saya menyayangi rumah kontrakan layaknya rumah sendiri.

Rencana Allah tidak ada yang tahu, karna indah pada waktunya

Sebenarnya tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa tahun 2017 akan membangun rumah. saking menikmati hidup mengontrak, alhamdulilah mertua yang adil dan baik hati membangunkan rumah untuk suamiku.

ada banyak pelajaran yang saya ambil, kesabaran yang tulus pasti memberikan hasil meskipun lama. tadinya saya sudah pasrah hidup merantau dan mengontrak karena untuk membayangkan biaya membangun rumah bukanlah uang yang instan.

sampai sekarang rasa rindu pada rumah-rumah kontrakan itu pun masih suka saya rasakan. mengenang masa lalu,  saat saat perjuangan dan titik terendah kehidupan pernah saya lewati.

Cari muka berkelanjutan! 
tidak hanya sampai disitu, carmuk sama allah pun masih saya lakukan sampai saat ini. dulu ingin sekali punya motor, sampai motor boleh minjem pun dijaga baik-baik,  pake sepeda yang ga suport goncengan pun saya pake untuk gonceng anak balita saya yang masih 2 tahun,  bolak balik komplek saya jabanin. jalan kaki berkilo kilo gendong anak saya iklas meskipun kadang kadang sedih pengen kaya orang-orang yang punya motor. bisa dibilang modal nekat namanya hehe..

setiap liat si merah di rumah orangtua, dekil ga ada yang urus saya yang cuci meskipun di relain buat adik sekolah dibanding di bawa ke kampung, sy ikhlas. alhamdulilah sekarang allah mengamanahkan motor pribadi buat bulak balik ngajar ke sekolah.

meskipun sekarang motornya jadi butut kemakan usia, itu juga punya gadean orang yang udah setahun ga di tebus tebus, saya rawat dan sayangi, semoga allah percaya dan diamanahin mobil, alhamdulilah bener ada mobil :)

Hey, kamu kalo lagi seret rezeki banyak banyak sodakoh. allah akan ganti, percayalah. jangan lupa berbagi sesama, orangtua, saudara, tetangga, semakin kamu amanah semakin kamu bayak beramal semakin allah memberi kepercayaan kepada kamu. karena semakin banyak harta yg allah titpkan semakin banyak pula hak orang lain di dalam harta mu.

Jangan pelit untuk hal yang baik, kita royal allah pun akan royal kepada kita.

Buktikan kepada allah bahwa kamu "memang"  orang yang terbaik pilihan allah. :)

Next, saya ingin carmuk sama allah agar kehidupan saya selama di dunia berkah. oleh karena itu selama saya bernafas saya mencoba melakukan hal hal yang bermanfaat untuk sesama. tunggu aja di tulisan berikutnya "Revolusi 10 tahun ke depan"

"sebaik, baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama"

saya doakan semoga yang baca ini dan sekarang masih mengontrak allah amanahkan rumah sendiri, amiin ya allah..