Showing posts with label Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Kehamilan. Show all posts

Friday, August 6, 2021

HAMIL LAGI SAAT MASIH MENYUSUI

Tidak menyangka akan menuliskan tentang kehamilan lagi dari jarak dekat dengan kelahiran anak sebelumnya. πŸ˜† Awalnya ini sebenarnya saat tidak KB dan siklus haid masih gak normal, maklum kan lagi menyusui jadi KB alami saja lah, KB kalender. Qodarullah lebih rentan kejadian juga πŸ˜… namun jelas ini kami syukuri karena merupakan titipan rezeki. Kalo sekarang saya sudah memutuskan KB berikutnya setelah melahirkan bayi yang sedang dikandung ini, IUD. Mau ngasoh dulu emaknya, mau merawat diri biar bapak anak-anak makin dan tetap lope2. 🀣


Buaiqlah saya akan menceritakan kronologi sesungguhnya, dari apa saja yang saya lalui dan bagaimana mengatasinya karena kehamilan kali ini sambil tetap mengASIhi 😌


Saya ingat saat tespek pertama itu, sudah masuk 4 Minggu, dengan jarak si calon KK baru berusia 12 bulan. Masyaallah tabarakallah πŸ˜‡


Kenapa saya tiba-tiba tespek disaat tanda hamil belum muncul sepenuhnya dan belum melewati tanda telat haid???


Selain karena kode dari penyakit maag yang dulu telah punah, ini kok kaya muncul lagi tiap pagi kembung, pengenya langsung sarapan kalo gak sarapan lemesss banget dan capek. 


Keyakinan itu bertambah, karena saya merasa gak KB kan dan siklus haid, kayak kayaknya mulai teratur. Awalnya dari siklus 90 hari ke 60 hari, kemudian 40 hari, dan firasatku sok tahu ku akan menjadi 35 atau 30 hari, itu berarti siklus normal yakni 30 hari mulai bekerja lagi setelah libur panjang dari efek mengASIhi. Itu berarti lebih mudah saya untuk mencari dimanakah hari dimana ovulasi telah dimulai. Ditambah kami, saya dan suami sudah tidak memutuskan LDM lagi. Kemungkinan terjadi pembuahan ya dan kegagalan KB alaminya lebih besar. πŸ˜…


Masyaallah tabarakallah, garis 2 muncul.


Sedikit catatan, untuk tespek sebelum telat haid saran saya gunakan alat tespek yang tingkat sesitifitasnya 10UI/ml seperti Ultraone dari Onemed, pregnancy, dll cari aja di shopee atau google. Atau Onemed itu 20UI/ml cuma goceng, harganya lebih murce, murah ceria πŸ˜‚. Gak usah yg mahal2, kebanyakan yg mahal malah hasil burem atau malah g muncul padahal berhasil pembuahan ya, karena rata-rata UI nya 25. Semakin kecil angkanya semakin sensitif. 


Lanjut....


Seharian itu pikiran dibayang-bayang dengan  kehamilan ini. Gimana ya nanti, repotnya, ASI si calon kk, pilih klinik yg mana ya. Masih sering kan tuh liatin hasil tespek. Apa ini garis evaporasi ya? Ah tapi udh mengikuti petunjuk pemakaian yg benar, insyaallah.

Mau kasih tau suami juga masih sangeh. πŸ™ˆ


Tapi pas ngasih tau suami, ekspresi pak suami datar aja. Ngarep banget diberi peluk, dicium, kaya di filem2.

Kalo sama kaya aku, kita satu server. 😌


Lanjut,


Sudah 6 Minggu. Di Minggu ini barulah muncul gejala kehamilan yang, yaaa seperti sebelumnya. Pusing, mual, maag, capek sangat. Tapi kalo boleh dikasih nilai ini baru 50%nya artinya masih bisa ditahan sambil beraktifitas mengurus calon KK bayi. Si calon kakak pun masih menyusui.


Eh pas skrg 9 week Masyaallah, mulai capek, mood2an, pusing, kembung, capek lah ya ternyata ditambah diri ini pengenya rebahan Mulu. Sempat berpikir sih, gimana nanti pas bayinya lahir???


Alhamdulillah, suami masih bantu-bantu mengasuh si KK dan kadang membantu tugas rumah 😘


Mitos Hamil saat masih menyusui

❌ Calon kakak/janin  pertumbuhan terhambat 

✅ Tidak. asalkan bunda dapat memenuhi kebutuhan gizi si calon kakak dan janin melalui makanan


❌Sapih sesegera mungkin

✅ Selama tidak ada efek kontraksi dan tidak ada riwayat lemah kandungan, bunda bisa terus menyusui si calon kakak. Perhatikan cara menyapih dengan cinta ya Bun, jika memang sudah waktunya, agar tidak trauma.

Ikut kelas menyapih weaning with love dengan iman iG: @heathcarepedia.id


❌Kasihan si calon kakak akan kurang kasih sayang

✅ Omongan toxic ini salah besar, yg justru membuat terbentuknya mindset pilih kasih. Hati2 Bun... Setiap anak punya tangki cinta masing2 yang harus diisi. Disi apakah itu?? Bahwa setiap anak mempunyai hak. Mereka butuh dihargai, diterima apa adanya bukan dibandingi, disayangi tanpa pamrih, maaf, terimakasih, tolong, kalimat2 ajaib, dll.

Bukan 1 tangki dibagi rame2 anak terus kita pusing berpihak pada anak yg mana. Ish ish ish...


Hayo mitos apa lagi yg membuat bumil kesundulan terzolimi πŸ˜‚


Sharing ya sudah aku upload di channel YouTube aku ya πŸ‘‡


Sekarang PR nya adalah, cara pemgasuhan bagaimana agar parent tidak pilih kasih ataupun over memanjakan anak. Jadi ibu itu buanyakk tugasnya. Semangat πŸ’ͺ


Wednesday, December 23, 2020

Rasanya Punya Bayi Baru Lahir, Apa Saja Yang Akan Dihadapi?



Kapan ya melahirkan? Duh sudah pegal-pegal ini badan pengen segera ngeluarin, atau udah g yaak sabar pengen lihat anakku. Kalo kamu salah satunya yang berpikir seperti di atas, tenang buibu, nikmatilah masa-masa kehamilan itu karena setelah melahirkan akan lebih besar lagi tantangannya, hihi 🀭

Waktu hamil saya curhat gitu sama kakak, eh dia malah balas gini, "nikmati aja karena bayimu sudah berojol double double capek melebihi kepayahan waktu hamil" blesss saya langsung teringat kepayahan waktu hamil dan mengurus sulung bayi hampir 8 tahun yang lalu πŸ™ˆ tapi karena jarak kakak-adiknya cukup jauh jadi aku lupa deh. Masa jongjon itu diatas 5 tahunlah emak bisa cantik lagi dan gak dibuntuti kurcil πŸ˜‚

Jadi masa kehamilan masa-masa yang paling nikmat sebenarnya, sebelum saat melahirkan. So nikmati aja ya bu 🀭

Sebenernya nikmat juga masa nifas itu asal pakai jasa bantuan ART, sayangnya kemarin enggak πŸ˜“ Alhamdulillah nya dibantu mamah meskipun pulang pergi, karena LDM (Long Distance Marriage) sama suami jadi pulang bantuin seminggu sekali aja baliknya. Saat itu berpikir keras untuk jangan sampai baby blues karena kondisi ini πŸ˜…

Baiklah aku mau share pengalaman aku sesaat setelah melahirkan atau masa nifas yang menurutku, dalam tanda kutip "lebih capek daripada saat hamil". Perlu dicatat mungkin setiap ibu bisa berbeda-beda melewati masa nifasnya jadi jangan jadi patokan mutlak ya. Setuju okehin, gak mirip kisahnya auto close tabπŸ™ πŸ˜‚


1. Pemulihan Pasca persalinan 

Pemulihan pasca persalinan seperti ibu nifas tidak langsung selesai Bu. Ibu nifas masih dalam pantauan tenaga medis untuk memastikan tidak adanya pendarahan. Saat pulang pun ibu nifas tidak langsung bisa banyak bergerak untuk urus bayi. Terutama yang melahirkan mendapatkan jahitan normal maupun Caesar atau SC. 

Saya yang melahirkan normal mendapat jahitan LAGI, tapi rata-rata hampir semua mendapat jahitan sih. Rasanya perih-perih sedep apalagi setiap BAB menjadi hal yang horor untuk pengguna WC jongkok, disusul sembelit parah, ini waktu nifas anak pertama, duhya rasanya itu kaya ngeluarin serpihan beling dan berdarah-darah πŸ‘» (sedia Microlax mungkin perlu, dan perbanyak makan sayuran, usahakan BAB teratur minimal sehari sekali untuk mencegah sembelit pasca melahirkan). Paksu diharapkan bersabar untuk minta jatah karena biasanya pulih total sekitar 2 bulan kalo saya sih 40 hari itu belum kering total. Kabuurr 🚴

Ditahap pemulihan ini sangat butuh bantuan anggota keluarga maupun, ART, untuk membantu mengurus bayi baru lahir dan pekerjaan rumah sekaligus. Ini akan menjadi tantangan sendiri untuk ibu yang jauh dari kerabat, suami LDM, maupun orangtua yang baru memiliki anak pertama. Kalo ada anak yang lebih tua bisa dibantu si kakak buat disuruh-suruh.

Jadi, inget berada di masa ini. Cucian diamana-mana, emang belum ada mesin cuci waktu itu, terus masih prioritasin popok kain pakai pospak jarang-jarang aja kalo popok kainya belum kering terus habis. Udah kebayang betapa rempongnya, untuk PJJ daring sekolah anak belum dimulai masih masa liburan kenaikan kelas. 

Butuh apa-apa gak ada yang bisa keluar, kakak belum sarapan (jangankan kakak emaknyapun gak sempat keluar ataupun masak-bapaknya jauh) πŸ˜“ emaknya begadang semalaman, pagi malah tidur ikut bayi tidur tapi lupa sarapan. Alhasil pernah vertigo kambuh gara-gara telat sarapan tidur mulu paginya. Alhamdulillah nya mamah sempetin datang buat bawain sarapan dan bantu handle bayi. Gak kebayang buat pasangan yang merantau, urus bayi sendiri, tanpa ART, orangtua jauh, krisis ekonomi. Iya kalo suaminya siaga kalo gak peka duh duh bisa baby blues πŸ˜…


2. Serba Adaptasi, dari perubahan bayi sampai kena mastitis atau payudara meradang


Adaptasi bayi lahir ke dunia, adatasi menjadi ibu baru. 2 sekaligus adaptasi πŸ˜…Ada banyak kejutan baru dari bayi baru lahir seperti waktu tidur yang belum tentu, munculnya fenomena yang bikin ibu baru khawatir seperti perubahan pada kulit bayi yang tiba-tiba beruntusan, mengelupas, menguning, nafas grok-grokan, tubuh bayi hangat (sering berpikir bayi demam atau kecetit/salah gendong), kerewelan bayi yang minta digendong terus, berusaha mengondisikan kamar bayi nyaman seperti sirkulasi udara yang baik tidak berdebu, AC tidak terlalu dingin, kipas tidak dikenai bayi secara langsung meskipun duhya emaknya super duper kegerahan πŸ₯΅

Gak sedikit ibu nifas mengalami masalah menyusui di bulan-bulan pertama mengurus BBL (Bayi Baru Lahir) Seperti payudara bengkak, air susu (yang katanya sedikit) tidak keluar atau sedikit, lecet puting (akibat pelekatan posisi tidak tepat, isapan bayi terlalu kuat tapi ASI seret) efeknya bikin ibu sakit, meriang, demam, menggigil. Dalam situasi seperti itu ibu harus sabar tetap menyusui meskipun sakit dan harus kuat agar bisa tetap memberikan ASI Eksklusif. di waktu-waktu seperti ini saya menganjurkan sekali ibu harus punya partner perangkat menyusui.

Harus Baca, Perangkat Senjata Menyusui Agar Sukses MengASIhi


3. Welcome to Kapal Pecah


Sudah, sudah, keteter sudah biasa, berantakan sudah biasa, jika terlalu capek jangan dipaksakan sempurna terlebih buat mommy yang punya kerjaan sampingan. Pintar-pintar pilih jadwal yaa, biar gak keteter. Artinya pintar mengatur jam-jam lowong yang digunakan untuk istirahat, me time untuk diri sendiri, sampai handle kerjaan rumah. Ya sukur-sukur suaminya support kalo gak secara "keberadaan" bisa juga secara "materi" wkwkwk πŸ™ˆ

Boleh kalo mau baca, Scedhule Ibu Rumah Tangga 

be strong ya! πŸ’ͺ

Ada waktu-waktu membiarkan "tidak sempurna" seperti keadaan rumah, banyak istirahat, makan yang enak - enak. Anak tidak butuh ibu sempurma kok, tapi butuh ibu bahagia.


4. Hati-hati Baby Blues


Aku pernah ngalamin baby blues ga ya? πŸ€”Hmmm, ternyata pernah juga waktu baru punya anak si sulung waktu usia saya masih sangat muda yakni, 20 tahun masih labil. πŸ˜‚

Penyebabnya saat itu saya kelelahan, kurang support dari suami, yang berujung depresi dan pernah membenci bayi sendiri. Untungnya itu tidak berlangsung lama hanya sesaat saat saya merasa capek, ada tekanan batin setelah dijenguk mertua, begadang semalam membuat saya ingin tidur sekali, disisi lain bayi menangis terus dalam keadaan rumah berantakan belum sarapan dan bokek. Ya ini semua menjadi pelajaran karena ketidak siapanya yang tidak maksimal dan pengetahuan tentang bayi baru lahir, sa'ayana Ceu Ceu. Oia ini terjadi saat masih berpartner hidup dengan mantan suaminya. Kalo kalian pembaca setia blog ini pasti tahu bahwa saya pernah menjadi single mother. 

Alhamdulillah, lahuallakuata Illa Billah, melahirkan anak kedua ini meskipun sama-sama melewati drama tapi saya banyak belajar dari kehamilan dan merawat si sulung bayi. Mulai dari kesiapan kehamilan. Meskipun qodarullah hamil bisa lewat waktu gini sampai 42 week lebih, ada ceritanya disini πŸ‘‡

https://youtu.be/fjXclGG5TjI


Jangan lupa subscribe πŸ’•

Dan juga kematangan merawat bayi lagi. Bahasa gaulnya sekarang punya anak nomer dua lebih upgrade lagi ilmu pengasuhannya πŸ˜‚


TIPS BAHAGIA MENGHADAPI NIFAS


1. Makan yang enak-enak, bergizi, no pantangan asal jangan berlebihan

Makan yang banyak Bu, ibu butuh tenaga yang power full. Jangan lupa sisipkan cemilan kesukaan seperti brownies, coockies, susu UHT, buah-buahan segar dan nonton OVJ atau tingkah anabul di Instagram kumpulan kucing lucu 😬 πŸ¦—


2. Hadapi drama dengan akal bukan dengan perasaan πŸ˜…

Perasaan sakit, jangan menjadikan itu sebab kesedihan kita. Cari jalan keluar misal sembelit cari jalan keluarnya πŸ˜‚ makan sayuran, atau pakein Microlax misalnya gitu. Disakitin sama orang-orang terdekat dengan omongan yang gak enakin atau perlakuan yang mengandung kacang-kacangan (dicuekin pasangan) alihkan pikiran dengan menyibukan diri. 

Ayo sibukan diri dari apa yang kita suka atau minimal berfaedah lah. Sehingga kita lupa dengan mereka yang menyakiti, tidak sempat menggubris mereka yang tidak penting gak punya waktu gaes, anak-anak lebih penting πŸ™ˆ


3. Me Time Hulala

Oh penting banget ini, meskipun dibantu suami urus anak tetep dikit-dikit manggil "mah mah ini dedek gimana?" πŸ˜‚

Emak butuh waktu buat hufft nafas bentar. Hal - hal kecil misalnya makan mie instan pedes tanpa ada gangguan, martabak manis, bolu, dengerin murottal, tidur 2 jam penuh tanpa gangguan, 2 jam penuh tanpa gendong mengendong (sedang dialihkan) atau dalam waktu seminggu kasih liburan sehari untuk tidak masak, makan order di grabfood, pijat relaxsasi dirumah go message, pesan go clean, emak cuma bertugas nyusuin aja. Enak banget ya kalo gini 🀭 aku sih gak gini dulu, cuma lagi berhayal aja 😬

Yang paling penting support dari keluarga lebih besar membuat ibu nifas bahagia. Hindari kalimat yang sebaiknya tidak mengkritik, menjudge, atau tingkah keponakan yang bar bar, saat menjenguk. Suami wajib sering-sering bawain makanan buat booster ASI, ajak jalan-jalan, penuhi kebutuhan mommy, dan bantu pekerjaan rumah (semoga para suami baca 🀲)

Jika ibu tidak mendapatkan itu semua karena suatu hal misal jauh dari orgtua, suami tidak pengertian, uang ala kadarnya. Bersabar, banyak berdoa, sibukan diri kegiatan positif, berhusnuzon, jangan stalkingin pasangan yang kelihatan sempurna di medsos, bergaul dengan tetangga yang baik, ramah, suka menolong, dan dengerin curhat tanpa nyinyir, maksudnya temen yang dapat dipercaya gituloh atau teman senasib πŸ˜‚ tenang Bu saya tidak sesempurna itu kok kehidupannya.

Baca juga, Kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan ke ibu nifas

Dan buat kalian yang mungkin mengalami kesulitan saat masa kehamilan maupun pasca melahirkan, sabar, tawakal, banyak bersyukur, karena sesungguhnya pertolongan Allah itu amatlah dekat. Beneran banyak keajaiban yang saya alami jika kita bertawakal. 

Ternyata perjuangan seorang ibu tidak hanya hamil dan melahirkan saja ya. Semoga lelah kita menjadi lillah ya Bu πŸ’

Nah, buat bunda yang udah melewati masa ini boleh share dong di kolom komentar.. kita tidak sendirian πŸ’•


Ayo jangan kapok banyak anak πŸ‘»


Tuesday, December 1, 2020

MELAHIRKAN NORMAL 42 WEEK +4 HARI

 Postpartum 42 week lebih


Qodarullah melahirkan lewat HPL lagi 🀭
Sebelumnya saya pernah melahirkan anak pertama di usia kandungan 41 week. Mengingat melahirkan anak pertama yang lama prosesnya 12 jam membuat saya berpikir kali ini harus cepat. Cepat dalam segi cukup bulan gak ketuaan dan cepat prosesnya, ya bayanganku kira-kira 3 sampai 4 jam lah ya, dari kontraksi yang  intens🀭

Dari hamil muda Alhamdulillah bukan kehamilan yang rewel, dan mabok parah. Saya masih bisa aktif bahkan hanya sedikit keluhan yang insyaallah masih bisa ditahan seperti sering pingsan di TM2, vertigo sekali UK 5 bulan, dan perut bawah sakit nyaris gak bisa jalan (TM 3 awal) πŸ˜‚ masyaallah nikmatnya, Alhamdulillah ada si sulung yang selalu nemenin mamahnya ini.

Saya masih aktif naik motor, mengendarai sendiri, kadang boncengin mamah dan si sulung, kadang juga menghantam jalanan jelek, beberes rumah sendiri. Sampai pernah dibawa-bawa kerja nih janin, angkut-angkut barang dagangan. Efeknya nyeri otot perut bagian bawah. Ikhtiar lainya saya sering jalan kaki, ikut kelas bumil gratisan di YouTube bidan/dokter kandungan, sampai tekun olahraga gymball. Demi apa? Demi lancarnya proses melahirkan normal dan gak pake drama.

Gak ada pantangan makanan apapun selama gak berlebihan saya makan, debay cukup aktif dan selalu sehat. Bahkan BBJ selalu lebih berat dari usia kandungan seharusnya, ditambah perut saya tipe besar, bulat, dan kaya melorot ke bawah gitu πŸ˜‚ sampai-sampai UK 6 bulan seperti 9 bulan, pernah juga dibilang hamil kembar. Hadeh, tua.

Baik, langsung aja saya cerita tahap-tahap dramanya saat hamil postmaturπŸ€—


Bulan-bulan akhir kehamilan (40+2 hari)

Hari itu menjelang lebaran, tanggal 25 Mei 2020. Tepat HPL perkiraan bidan puskesmas. 28 HPL Bidan pilihan dan 1 Juni HPL USG Trimester 1. Tapi belum ada tanda-tanda gelombang cinta. Okay, saya masih bisa santai. Karena waktu itu masih heboh-hebohnya covid semua klinik bersalin ditutup kecuali Rumah Sakit, jadilah saya absen tidak periksa selama 2 bulan lebih, sampai akhirnya mendekati hamil tua yakni Usia kandungan 40 week +2 hari saya baru periksa kembali. Di Bidan pilihan saya setiap sebulan sekali dianjurkan cek kandungan dan selalu di USG 2D. Saat diberlakukannya social distancing, klinik hanya menerima pasien hamil tua dan melahirkan. Saya yang termasuk telat periksa.

Oh, sungguh lelah dan pegal-pegal gak sabar menanti kelahiran. Semua persiapan bayi sudah dicicil termasuk menyiapkan tas bersalin. Pernah saya buat vlognya disini πŸ‘‡

PERSIAPAN ISI TAS BERSALIN
https://youtu.be/4kEEMayX2ag


PANCING KONTRAKSI, DENGAN PIJAT OKSITOSIN

Saat diperiksa, saya sedikit tegang karena bu bidan bilang bayi saya besar sudah mencapai 3,8kg di UK 40 week dan harus lebih rajin lagi dipancing kontraksi. 

Saat itu saya periksa kehamilan diantar dengan si sulung (7thn), suami LDM jadi lebih sering saya periksa sendiri. Di ruang periksa saya diajari pijat oksitosin (seharusnya dengan pasangan anjuranya) karena tidak ada pasangan saya dipijat-pijat perawat 🀭. Percuma pijat oksitosin kalo bukan sama pasangan aku gak bahagia 🀣


Hormon oksitosin adalah hormon cinta yang diproduksi alami oleh tubuh perempuan. Adapun peranya adalah Peran oksitosin memengaruhi tingkah laku dan interaksi manusia, seperti orgasme, kedekatan sosial, dan sikap keibuan. Hormon ini juga berperan dalam proses mempersiapkan kelahiran, dan menyusui, meredakan stres pada ibu baru, mempererat ikatan bayi dan ibu, menumbuhkan pereasaan tertarik pada sesuatu.


Baca juga, 7 CARA MENINGKATKAN HORMON OKSITOSIN JELANG PERSALINAN


Ya belakangan ini memang banyak pikiran dan cobaan mungkin menjadi penyebab sulitnya ngumpulin oksitosin πŸ˜“

Karena lewat HPL bu bidan akan melakukan rekam jantung atau CTG. Guna memeriksa keadaan janin. Meskipun setiap di USG semua keadaan ketuban dan plasenta Alhamdulillah baik-baik saja. Oke dalam tahap ini masih aman. Cuma mikirin bayi gede aja.

Hasil CTG Rekam Jantung

Ket: gbr.1 adalah djj (detak jantung janin), gbr.2 adalah gerakan janin, gbr.3 kontraksi (kontraksi paling lurus gak ada gejolaknya semsek πŸ˜₯ gak ada tanda-tanda mau melahirkan)


40 week +6 hari

Balik lagi dan mulai periksa USG dan rekam jantung. Karena lewat Hpl jadwal pemeriksaan jadi 3 hari sekali. Di USG kali ini debay sudah 3.9kg. πŸ˜“


Hasil CTG PART II (40 Week +6 )


Hasil CTG Rekam Jantung Janin

Ket: gbr.1 djj masih turun naik gak stabil tapi ini lebih baik dari sebelumnya, gbr.2 gerakan janin setiap menit, gbr.3 kontraksi mulai terlihat nyata 😍 tapi sebenarnya ini yang saya rasa perut kencang bukan yang sakit nyeri haid itu. Kontraksi perhitungannya dari 0-100 paling tinggi

Awal dimulai rekam jantung selalu drama karena jantung janin lemah katanya saya harus sarapan dan minum susu yang manis-manis dulu. 

Lanjut periksa CTG 41 week +2 (hasilnya ketinggalan di dokter)

Bu bidan merujuk saya ke dokter kandungan. Cek ke dokter kandungan USG dan CTG ulang untuk memastikan benar tidaknya pemeriksaan versi bidan dan untuk mendapatkan resep pelunak rahim agar jika nanti induksi bisa berhasil.

Hah?? Induksi?

Browsing tentang induksi aja sudah horor, kontraksi tanpa jeda, resiko robekan rahim, kegagalan induksi lebih banyak yang berujung pada Caesar atau SC.

Padahal sejak awal saya sudah ikhtiar sebaik mungkin agar tidak SC. Karena gak ada tabungan untuk persalinan SC. BPJS? sudah lama non aktif dan untuk aktif kembali masih sedang diperhitungkan. Pengen punya anak banyak makanya gak mau SC 😬

Beberapa hari setelah periksa saya gak langsung ke rumah sakit, semalaman berpikir keras. Pergi atau jangan? Nunggu mules alami. Tapi suami dukung untuk periksa karena itu yang terbaik. Keesokanya saya pergi sendiri mengendarai motor yang lumayan jauh jaraknya dan harus melewati jalan utama jantung kota di temani si sulung lagi. Ya Valentino Rossi perut melendung sedang beraksi. Suami? Kerja, LDM. udah ya jangan nanya keberadaan dia lagi.

Setelah melewati tahap drama salah rumah sakit 🀣

Jadi RS. Anna Bekasi itu ada 2 gaes, yang di rujuk yang paling dekat Rawalumbu yakni Pekayon. Eh, aku gak tau kan ya, malah di alirkan oleh GMAPS ke RS. ANNA MEDIKA sonoan dikit dari Summarecon. Bener-bener tuh GMAPS kualat kalo ngerjain ibu hamil. Hey, itu juga tadinya pesan nomer antri lewat online di Alodokter. Alhamdulillah dapet nomer satu soalnya praktek dokter Yenny terkenal selalu ramai. Ternyata mas sampe lokasi, udah kejauhan ditambah ketinggalan antrian gara-gara miskom, udah geer aja dapet nomer 1 eh dokter sibuk mendadak di ruang operasi SC. Duh pokoknya saat itu pengen nangis deh, untung megang duit banyak jadi bisa buat jajan nyembuhin kegabutan 😬

Okeh lanjut,

HASIL USG 42 WEEK
Hasil USG dr.spog 


Sehabis periksa pertama kali dari rujukan itu hasil USG persis sama dari pemeriksaan bidan sebelumnya. Debay 3.9 kg. 

Alhamdulillah kondisi ketuban, plasenta masih aman untuk menunggu kontraksi alami. Saya pun di beri resep obat pelunak rahim yang diminum setiap 12 jam sekali sampai 4 hari. Di rumah saya masih ragu untuk minum obat pelunak rahim karena dari review yang saya baca di browsing internet beberapa banyak yang berhasil. Seperti langsung pecahnya ketuban di hari pertama bahkan pas obatnya habis. Iseng-iseng saya search di google kandungan obat tersebut malah berkaitan dengan menggugurkan kandungan. Fix semalaman itu gak bisa tidur, meskipun sudah rekomendasi dokter kok bawaan bumil jadi gelisah mulu. Obat itu gak langsung saya minum karena masih mikir-mikir soalnya bayangan saya abis minum obat itu langsung pecah ketuban πŸ˜…πŸ˜‚

Masih cari-cari lagi refrensi haha...

Sampai akhirnya saya minum juga. Tapi taraaa 4 hari kemudian...

Obat pelunak rahim sudah habis tapi belum ada tanda-tanda kontraksi πŸ˜‚


Cuma ada sih tanda pelebaran serviks (tersugesti 🀭) yakni keputihan yang lebih banyak dari biasanya. Sempat berpikir ini ketuban bukan sih?

Obat sudah habis, belum muncul juga kontraksi, balik lagi ke bidan malu soalnya bidan udah gak mau nanganin kalo udah minum obat pelunak rahim tapi belum ada kontraksi suruh lanjut Konsul terus sama dokter. Sedangkan untuk sekali Konsul aja keluar biaya lumayan buat nguras dapur. Ini salah satu saya kenapa gak mau ke dokter 🀭


Hmmm... 


HAMIL TUA, HASIL USG BERBEDA


42 week +
Saya sudah pasrah mau diapakan nanti, tindakan induksi kek, Caesar kek, saya sudah diskusi tentang BPJS dengan suami untuk melahirkan di Rumah Sakit, sungguh di luar rencana saya. Sangat sedih karena saya sudah berupaya untuk tidak drama seperti ini. Rajin gerak dari hamil mudah, jalan kaki, naik turun tangga sampai kaki pegal dan keram ga bisa jalan, makan nanas setiap hari sampai sariawan, beli buah-buahan pemicu kontraksi, Durian dan kurma yang semua itu membutuhkan pengeluaran anggaran pendapatan belanja menjadi 2x lipat πŸ™ˆ duh malah sedang heboh-hebohnya covid 19  kala itu dan sangat mempengaruhi penghasilan .

Saya balik periksa ke dokter Yenny, di ruang tunggu saya sedang memikirkan kata-kata yang tepat tentang usahakan melahirkan normal jika memungkinkan. Tapi betapa terlejutnya saya pas di USG hasil berbeda padahal 2 x sebelumnya sama.

UK mundur jauh. HPL 1 Juni menjadi 23 Juni. BBJ tidak 4kg lagi, melainkan 3.5kg ?????

yang patut disyukuri kondisi ketuban sama plasenta masih oke.

Kesimpulan dokter bilang masih bisa nunggu. Ini 42 week 2 hari loh!

Entah saya harus senang atau sedih. Senang karena HPL mundur dan debay tidak besar. Sedih, bagaimana kalo itu ngaco?

Ya senengin dulu deh sementara biar pikiran gak stres karena dokter bilang masih bisa nunggu. Tapi semalaman itu saya kepikiran terus bagaimana kalo dokter salah? HPL yang akurat itunkan di Trimester 1 dan 1 Juni bukan hasil USG di kehamilan ketuaan gini. Duh bener gak sih?


Sore itu seperti biasa jalan santai,

Ini adalah pack kurma terakhir. Ikhtiar terakhir, percaya gak percaya dengan semua stimulus yang sudah diusahakan. Sudah rajin makan kurma dari kehamilan muda tapi kenapa malah begini, lama.

"Bissmillah, dengan seizin Allah hamba mohon lewat ikhtiar kurma ini persalinan hamba dimudahkan"

Di lapangan basket, ngeliatin kurma sambil banjir air mata. Entah orang lewat berpikir apa. πŸ™ˆπŸ˜‚


OPSI KEDUA

Malam itu kepikiran untuk periksa ke bidan lain. Saya punya kenalan bidan senior waktu dulu melahirkan si kakak, dia sangat ahli meskipun sekarang sudah tua. Malam itu saya pergi ke klinik beliau. Saat Bu bidan memeriksakan perut saya dia bilang janin saya tidak besar tapi rahim saya yang besar, dia juga bilang ddj janin sangat bagus dan normal. Saya ceritakan lah masalah saya. Malah dia bilang harus induksi besok, segera bawa persiapan persalinan 😭 loh loh lebih serem lagi sih. Semalaman gak bisa tidur browsing-browsing tentang induksi. Baiklah..

Setelah konsultasi sama mamah, kami sepakat induksi di klinik beliau. Sudah bawa prepare persalinan termasuk makanan dan tas bersalin. Karena masih ragu saya masih tanyakan tentang persalinan induksi juga menyertakan hasil USG terakhir. Oalah beliau lebih percaya dengan hasil USG terakhir dan menyuruhku pulang bilang "belum waktunya ini, Hpl 23 Juni. Nanti kalo sudah kelewat tanggal itu"

Seketika badan ku lemes. Mana yang benar. Nunggu lebih 23 Juni?? Sudah berapa UK yang sebenarnya itu?? 😭

Kami pulang. Ada perasaan lega karena tidak diinduksi ada perasaan sedih juga memikirkan kandungan.πŸ˜“


42 week +3 hari


MENCOBA UNTUK TIDAK STRES DAN BERSERAH DIRI

Saya memutuskan untuk tidak stres. Saya pikir mungkin karena stres yang menghambat hormon oksitosin untuk segera terkumpul. Semua upaya sudah saya lakukan, saya menghargai upaya itu untuk diri sendiri. Hanya satu memang yang belum saya lakukan. Menejemen stres. Dari kehamilan muda, sampai tua, saya memang mengalami berbagai macam masalah, bahkan sampai menjelang kelahiran bayi pun πŸ˜₯

Saya memutuskan untuk berserah diri kepada Allah dan tetap Istiqomah berdoa seperti saat pertama tahu hamil. "Ya, Allah semoga kehamilan ini di mudahkan rezekinya, diberi kelancaran dan dimudahkan segala prosesnya"

Seperti biasa saya berjalan santai sore hari menemani si sulung bermain di lapangan dekat rumah. Sejujurnya baru pertama kali menikmati hari dimana pikiran menjadi tenang. Semua beban saya buang jauh-jauh. Postmatur, resiko induksi, biaya SC, LDM, bujukan ke janin saya hentikan saya khawatir seperti memaksa dedek secara halus.

Beneran pikiran seperti enteng gitu gak mikirin apapun πŸ’•

Malam itu, setelah sorenya jalan santai. Janin bergerak sangat aktif tanpa jeda. Seperti gerakan memutar bukan lagi menendang, padahal hamil tua seharusnya sedikit gerakan. Firasatku dedek bayi sedang mencari pelawangan atau fase masuk panggul.


Baca juga, Peralatan Ibu Menyusui, Apa Saja?


TANDA AWAL MELAHIRKAN


42+ 4 hari

Besoknya, dari kemarin semalam debay gerak aktif sekarang terasa sakit perut seperti haid sampai membangunkan ku dari tidur. Namun masih bisa ditahan atau ringan. Jangan-jangan ini kontraksi? Pikirku mulai kegeeran. Coba kita lihat besok bertahan apa enggak, soalnya sering banget di PHP in dedek bayi sama kontraksi palsu.

Keesokan paginya jam 9 sehabis main gymball keluar lendir pink dan itu sedikit. Dan masih diiringi nyeri haid tahap ringan.  Masyaallah senengnya bukan main πŸ˜‚

Langsung otw ke klinik bidan (meskipun terakhir kesini bidan udah nyerah dan suruh ke dokter Bae) sampai klinik ngantrinya bukan main karena bentrok dengan jadwal imunisasi. Sambil antri saya ditanya keluhan dan bleng baru deh bingung sendiri.

Ini kok mau melahirkan mukanya masih sumringah, aktif, masih bisa ngantri. Loh loh bukanya orang melahirkan itu ke UGD ya 🀣
Mikir deh

"Nanti aja deh mbak periksanya" kataku

Saya berencana balik lagi jika kontraksi makin kuat dan muka sudah pucat gak bisa ngomng πŸ˜‚

Baru inget sering browsing harusnya ke klinik itu pas pembukaan-pembukaan 6 gitu biar gak lama dinruang bersalin. Di rumah saya hitung mandiri kontraksi menggunakan aplikasi. Hmm durasinya sih teratur bahkan 10 menit sekali tapi kenapa masih ringan ya kontraksinya? Masih bisa motoran?

Baiklah periksa lagi untuk memastikan, siapa tahu sudah pembukaan.

Jam 2 siang balik lagi. Di cek pembukaan ternyata belum ada pembukaan 😭

Pantes mukaku kok seger banget mau lahiran dan banyak nanya mulu  🀣

Udah terlanjur malu udahlah woles aja nunggu sampai pembukaan 6 baru ke klinik. Pulang lagi deh. Nah, waktu-waktu saya gunakan sebaik mungkin untuk makan banyak ngumpulin tenaga, tidur siang biar cukup istirahat, dan jalan santai lagi sore itu biar lancar. Kontraksi masih tahap ringan. Sore itu suami balik prepare lahiran siapa tau nanti malam atau besok pagi kan?

Malem itu masih haha hihi nonton the legend of blue sea nya Lee min ho, mau ngumpulin tenaga malah begadang 🀭 jam 11 gak bisa tidur mikirin melahirkan besok pagi udah harus di klinik. Malah pillow talk dulu ma laki. Tapi kontraksi nya makin intens ya dan sesekali sakit banget dalam satu sesi.

Okay saya tahan.. paling pembukaan 1. Nanti pagi jam 7 mau otw ke klinik.

Masih bercanda sama suami tiba-tiba sakit ga bisa lanjut ngomng, tahan, lanjut ngobrol lagi. Dan akhirnya, setengah jam kemudia kontraksi kuat muncul lagi terus sampai jadi 10 menit sekali! Dan itu durasinya cepet banget sekitar 1 jam dari kontraksi ringan jam 1 ke kontraksi hebat jam 2. Sampai bolak balik kamar mandi dan keluar semua keringat dingin.

"Gimana, mau lagsung ke klinik apa tunggu?" Tanya suami

"Tunggu aja masih bisa nahan kok, paling baru pembukaan 2"

10 menit Kemudian muncul lagi dan udah gak kuat. Cus lah kami ke klinik naik motor jam setengah 3 pagi .

Di klinik, kontraksi semakin hebat. Sudah masuk pembukaan 5. Bidan muda sedang mengecek semuanya, USG, CTG, cek pembukaan yang sejujurnya membuat saya gak nyaman karena harus tiduran terlentang dan itu malah membuat tambah sakit. Bu bidan menaruh sesuatu ke dubur agar saya BAB dulu, seketika saya ke toilet. Di toilet mulesnya semakin menjadi dan enggak keluar ruangan. Jangan sampai melahirkan di kamar mandi.


Sakit kontraksi itu seperti nyeri haid berkali kali lipat, mulasnya seperti orang BAB tapi sembelit 😜


Dan rasa melahirkan normal itu seperti butuh tenaga besar, besar sekali, karena setiap kontraksi datang timbul perasaan ingin ngeden. Ngejan kan butuh tenaga. Seperti ingin meremas-remas kuat benda disekeliling.

Suami saya suruh keluar. Mood saya menjadi berubah. Saya tidak suka bidan mengecek terus pembukaan karena sakit. Saya menolak karena alasan "nanti saja ceknya, pas pembukaan akhir paling gak jauh dari pembukaan 5 tadi" bu bidan pun pergi tak kembali lagi, juga suamiku πŸ˜‚ malah bobok di ruang tunggu 🀣

Jam 3 kritis itu saya di ruang bersalin. Kesakitan, setiap muncul kontraksi datang saya mencari-cari pegangan seperti gagang besi infusan dan pinggiran kasur. Ketika kontraksi turun saya merayap mencari, membuka sendiri pocarisweat dan kurma azwa. Meskipun sakit saya berusaha berpikir jernih untuk mengalihkan rasa sakit. Seringnya over kontrol malah mengejan, padahal saya tahu belum pembukaan lengkap tidak diperbolehkan mengejan agar serviks tidak bengkak dan macet di jalan seperti kelahiran anak pertama 8 tahun lalu. Tapi gimana, disana gak ada siapapun, saya sendirian seperti induk kucing beranak, sepi, sendiri. Tidak ada komando, saya pun mencoba berbagai posisi melahirkan sendiri mencari posisi ternyaman. Soalnya pernah baca ada orang luar negeri itu melahirkan ada yang sambil main gymball, nungging, dan segala macam. Akhirnya saya coba jongkok, nungging, Alhamdulillah berhasil mengurangi sakit tidak seperti saat tiduran terlentang. Dan posisi jongkok paling enak buat saya (please jangan ditiru ya moms tanpa pengawasan dokter atau tenaga medis)

Sambil menikmati gelombang cinta yang sangat saya harapkan dan kutunggu-tunggu saat itu pula masukan afirmasi positif macam hypobrith ala ala sendiri yang saya lihat di YouTube channel bidan .

It's okay ini gapapa, sakitnya alami bukan sebuah penyakit ini proses dan masih bisa ditahan


"Ini yang aku harapkan melahirkan normal jadi nikmatilah"

"Ini yang aku mau melahirkan seperti ini, sepi, sendiri"

"Ini proses , hanya beberapa jam sebentar lagi aku akan bertemu anakku"


Sambil memasukan sugesti positif sayapun mengalihkan fokus ke tembok membaca poster-poster kesehatan yang ada di ruang bersalin, sesekali lanjut makan kurma dan minum pocarisweat.

Azan subuh mulai berkumandang, saya mulai lelah dan sangat ngantuk. Sungguh capek mengejan itu. Saya panggil-panggil bidan atau lainya tidak ada yang menyahut. Suami mungkin sudah pergi solat subuh.


Jam 6 pagi

Dari jendela ruang bersalin sudah terlihat warna kebiruan. Seluruh staf bidan keluar dan mempersiapkan kelahiran anakku. Ada 3 orang bidan. 1 bidan muda yang awal tadi menangani ku, 1 bidan karyawan, 1 bidan pemilik klinik tersebut dan 1 perawat.

Bidan karyawan telat memberi aba-aba ku agar tidak mengejan sebelum waktunya.

Pas di cek lagi sudah pembukaan 9

Fuiih syukurlah.. dari jam 3 pembukaan 5 sekarang jam 6 sudah 9. Berarti setiap satu jam naik 1 pembukaan. Konon anak kedua dan seterusnya lebih cepat pembukaannya, ternyata benar.

Bidan memberiku aba-aba. Tidak butuh waktu lama, dalam 2 kali mengejan bayi ku keluar sempurna. Disusul IMD dan penjahitan obras bolak balik 8. Suamiku baru aku izinkan masuk saat IMD. Dia punya cerita tentang orang melahirkan dan trauma jadi aku memang sengaja tidak menyuruhnya melihat penderitaan ku selama kontraksi. Justru jika ada suami saat melihatku menderita itu malah membuatku semakin lemah dan manja. Cukup Allah sebagai saksi πŸ’•

Masih ingat betul betapa leganya hari itu, betapa bahagianya doa saya diijabah oleh Allah tanpa kurang sedikit pun. Walau awalnya drama karena postmatur keadaan bayi tak kurang sedikitpun.


Biaya Persalinan Normal

Pas penagihan masyaallah dapat banyak potongan biaya bersalin. Rezeki dedek, salah satu doa saya masalah biaya juga. 😭 Kebetulan bu bidan itu pernah menjadi bos saya. Jazakillah Khoir.. πŸ₯°


Kelahiran Bayi Postpartum

pas keluar BBJ 3,5kg USG gak sesuai 🀣 bumil udah galau duluan mikirin BBJ waktu itu. konon banyak ketuban dan besar rahim mempengaruhi BBJ "Katanya sih"


TIPS KEHAMILAN LEWAT HPL


Nah dari pengalaman melahirkan normal di usia kandungan lebih dari 42 Minggu saya mau sedikit sharing buat bunda yang lewat HPL.

✍️ Jangan panik dan tetap pantau kondisi debay saat lewat HPL

✍️ Rutin Periksa Kehamilan dan USG jika sudah lewat Hpl menjadi 3 hari sekali 

✍️ Hindari stres berlebih agar hormon oksitosin terkumpul

✍️ Minum air kelapa muda, kurma, jalan kaki santai, HB dengan suami untuk memperlancar persalinan, bila ada gunakan gymball

✍️ Cari bidan / dokter kandungan yang tepat karena proses melahirkan mu bagaimana dokter/bidan pilihan kamu

✍️ Banyak masukan afirmasi positif , cari informasi yang tepat

✍️ Banyak berdoa dan yakin apapun kehendak Allah

✍️ Jika dokter menyarankan induksi atau SC karena ketuban mulai hijau atau pengapuran plasenta segera ikuti saran dokter

Perlu diingat, tidak semua kondisi hu bumil itu sama. Ada yang 40 sudah mulai pengapuran ada pula 42 week masih bagus jadi share kali ini bukan menjadi patokan bumil bisa menunggu sampai 42 week semua tergantung kondisi kehamilan bunda sendiri. Apapun caranya insyaallah itu yang terbaik 😘


Lanjut Baca, 

Rasanya Punya Bayi Baru Lahir, Apa Saja Yang Akan Dihadapi?



Tuesday, March 17, 2020

Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir


Hallo bumil, sudah trimester berapa sekarang? Kalo kehamilanku sudah masuk 6 bulan atau 23-24 minggu. Nah, di blog post kali ini saya mau sharing "apa aja kebutuhan dan perlengkapan untuk bayi baru lahir?" Dengan membuat daftarnya terlebih dahulu. Kenapa dari sekarang buatnya?

Menurut saya di usia kehamilan menjelang 7 bulan adalah masa yang paling tepat untuk membuat daftar apa saja yang nanti mau dibeli atau dibutuhkan untuk si baby new born. Siapa tahu diantara kita ini ada yang melahirkan di usia kandungan 7 bulan jadi lebih memudahakan saat memenuhi kebutuhan debay atau dedek bayi.

Belakangan ini saya aktif disebuah aplikasi kehamilan The Asian Parents dan disana banyak bumil yang trimester 3 namun sedih belum kebeli perlengkapan bayi atau drama masalah keuangan yang sering bentrok dengan keperluan lain. Sayapun pernah mengalami hal seperti ini di kehamilan anak pertama, terlalu fokus sama "perlengkapan bayi baru lahir" yang kadang maksa, dan karena udah tahu apa yang sebenernya dibutuhkan jadilah saya rangkum dalam catatan ini untuk berbagi sesama bumil.

Membuat daftar kebutuhan bayi terlebih dahulu ini juga membuat kita jadi lebih hemat dan gak laper mata melihat pakaian bayi yang unyu-unyu. Terlebih new mom ya, yang baru hamil, rasanya pengen ngeborong semua dan perfect untuk anak pertama ini. Tapi itu dulu, karena kehamilan saya ini sekarang sudah masuk trimester 3 jadi persiapan lebih ke bersalin atau nifas. Karena gak jauh-jauh tantangan melahirkan normal ada pada tidak kuat mengejan, tidak pintar atur napas, pendarahan, bayi sungsang, robekan vagina, tidak IMD, tidak punya pendonor saat dibutuhkan, tidak ada kendaraan persiapan kondisi darurat atau kesiapan lainya yang belum maksimal. Bumil boleh baca disini untuk Persiapan di trimester 3

Okay langsung saja bumil, sebelum belanja kita buat catatanya terlebih dahulu!
Ini saya buat ada beberapa bagian seperti, Pakaian bayi baru lahir, Perlengkapan/peralatan bayi, Skin Care Bayi, Baby laundry, dan yang dibawa saat bersalin nanti. Jangan lupa siapkan notes untuk di catat ya bumil!

PAKAIAN BAYI BARU LAHIR


Pakaian bayi:

  • Stelan pakaian bayi (lower, sarung tangan, gurita ini optional)
  • Selimut
  • Kain bedong
  • Topi
  • Kaus kaki
  • Kain jarik
  • Gendongan (optional) atau bisa menggunakan kain jarik
  • Handuk bayi


PERLENGKAPAN ATAU PERALATAN BAYI



  • Kasur plus kulambu (kulambu optional)
  • Kasur lipat atau Baby Nest (ini berguna untuk alas empuk yang praktis dibawa kemana-mana)
  • Bak mandi (saya pilih yg karet isi udara, rekomen buat new brown dibanding bak dari bahan plastik)
  • Wadah bedak (optional)
  • Wadah-wadah kotak atau baskom (untuk baby care atau pakaian)
  • Perlak (alas anti air atau ompol)
  • Lemari bayi (lebih baik dipisah dari lemari orangtua agar memudahkan)
  • Jemuran bayi (optional)
  • Bantal bunsui (rekomen buat yang baru belajar mengASIhi)
  • Ayunan (optional)
  • Stroler (optional)
  • Tas diapers
  • Botol susu 
  • Pompa ASI 
  • Wadah ASIP 


BABY CARE atau SKIN CARE BAYI


  • Diapers new brown
  • Minyak telon
  • Alat mandi (recomend sabun cair 2 in 1 jhonsons top to wash, pigeon, atau cari yang kadar wanginya rendah)
  • Tisu basah (optional)
  • Waslap
  • Baby oil


BABY LAUNDRY


  • Baby laundry botol dot (optional)
  • Baby laundry pakaian bayi
  • Dettol cair (optional)


Apa saja yang harus dibawa saat bersalin?


Untuk bayi

  • 2 stel salin pakaian bayi baru lahir (termasuk gurita, lower, sarung tangan jika ingin dipakaikan)
  • Topi min 2
  • Kaus kaki min 2
  • Kain jarik min 2 (untuk membedong efek kain jarik lebih menghangatkan)
  • Kain bedongan min 3 (disesuaikan saja jika menggunakan diapers mungkin bisa lebih sedikit membawa kain bedong, atau sebaliknua jika tidak menggunakan diapers kain bedong mungkim dibutuhkam lebih banyak)
  • Selimut bayi
  • Handuk dan perlengkapan mandi bayi


Untuk ibu

  • 2 stel pakaian salin (termasuk hijab, kaus kaki dan cadar jika pakai)
  • 5 kain jarik (persalinan normal biasanya akan membutuhkan banyak kain jarik)
  • Pakaian dalam (bra dan celana dalam min 4)
  • Stagen/kroset atau gurita perut
  • Handuk dan perlengkapan mandi


Note:
Buat tambahan energi saat bersalin
Kurma, madu, air kelapa atau pocari sweat yang 1 atau 2 liter.

Daftar diatas saya ambil yang benar-benar dibutuhkan di usia 0-3 bulan, bagian optional bisa disesuaikan saja ya sama kebutuhan bunda dan budget bunda.

Bumil juga bisa lihat vlog saya " Daftar Perlengakapan Bayi Baru Lahir "

Intinya sih bayi dibawah 1 tahun itu cepat sekali besarnya, jadi sekarang saya lebih bisa mengontrol mana yang benar-benar dibutuhkan, beli baru, atau pakai bekas yang masih preloved.

Tonton juga vlog saya tentang
" Yeay or Nay Perlengkapan Bayi Preloved "

Jangan lupa subscribe, like dan komen ya bumil!

Semoga bermanfaat :)


Kehamilan Trismester 3, ini yang saya siapkan!



Hari ini tepat saya menulis blog ini usia kandungan saya sudah memasuki 29 minggu atau trimester 3 ya bumil. Nah, apa aja sih yang udah saya persiapkan di trimester 3 ini?

Pengalaman dari melahirkan anak pertama 7 tahun yang lalu, meskipun melahirkan normal di awal bukan berarti saya bisa santuy dalam menghadapi persalinan kedua ini. Rasa takut akan resiko, deg-degan, dan masih ingat betul rasa sakit dan lama prosesnya membuat saya ingin lebih matang lagi mempersiapkan persalinan normal. Mulai dari teknik mengejan, ataur nafas, senam hamil, pijat perineum, langkah-langkah meminimalisir resiko kena jahitan, dan masih banyak lagi.

Namun, belakangan ini saya sedang sibuk di toko sehingga untuk ikut kelas hamil rasanya sulit atur scedule ke luar, hehe so sibuk. Jadi, semua informasi tentang ibu hamil, persalinan normal sampai ASI Ekslusif saya dapatkan di internet atau di youtube ya. Karena sudah banyak dokter ahli yang juga sharing di channel kesehatan. Bahkan sekarang banyak juga dokter dan bidan yang punya vlog, hihi..

Kalo mereka lebih yang ke' ahlinya, kalo vlog saya AGMIA DAILY lebih ke sharing sesama bumil aja. Bumil yang belum mampir ke channel saya boleh klik ⤵

AGMIA DAILY

Jangan lupa di subscribe karena akan ada banyak cerita-cerita tentang kehamilan sampai balita 😘

Persiapan sebelum menjelang melahirkan,


1. Teknik Mengejan
Menggali-gali informasi di internet bahkan untuk melihat prakteknya biasanya saya tonton di channel youtube seorang yang ahli dibidangnya seperti bidan atau dokter. Teknik mengejan ini penting sekali menurut saya untuk meminimalisir resiko robekan vagina, tidak kuat mengejan dan masih berhubungan dengan atur pernafasan saat melahirkan agar proses bersalin cepat artinya sakitnya cepat pulih juga.





Dan itu tempat biasa saya cari informasi tentang persalinan normal. Ya Allah mudah-mudahan saja persalinan nanti dimudahkan, aamiin. Bantu doa ya bumil 😊

Karena masih ingat betul melahirkan anak pertama itu lebih dari 12 jam sejak kontraksi. Menurut informasi yang saya baca hal ini normal karena anak pertama yang dimana persiapan tubuh masih menyesuaikan dan konon anak kedua dan selanjutnya akan lebih mudah dan cepat aamiin.

2. Latihan Pernapasan

Saya masih ingat betul kata bidan neny di channel youtubenya bahwa atur pernafasan saat persalinan normal menjadi salah satu kunci keberhasilan. Artinya bumil bisa mengatur rasa sakit kontraksi. Seperti lari maraton dan saya sedang belajar itu, meskipun di kehamilan si sulung saya berhasil atur nafas cuma kendala saat mengejan saja karena memang debaynya besar dan hampir di vacum. Beruntungnya bidannya ahli dan mendorong perut saya agar blasss keluar si sulung hehe jadilah persalinan normal, hehe.

3. Senam hamil? Penting gak sih?
Dari zamannya hamil si kakak pengen banget ikut kelas hamil dan senam hamil cuma saat itu tiggal di kampung dan pelayanan juga fasilitasnya tidak seperti di kota. Sekarang sudah mumpuni malah waktunya yang gak ada hehe. Tapi tidak mentok sampai disitu saya tetap berusaha belajar dari berbagai informasi tentang kehamilan seperti yang sudah saya tonton di atas.

Rajin sholat fardu dan sunnah saja sudah termasuk senam hamil loh menurut ku.

4. Mencegah Bayi Sungsang
Alhamdullillah karena dari hamil muda sampai sekarang rajin gerak dan itu senam hamil metode solat pas USG 6 bulan janin sudah di posisi kepala di bawah. Tapi bukan berarti gak bisa muter lagi. Tetap saya rajin stimulus agar debay tetap pada posisi yang seharusnya. Sekarang aja gerakannya sudah terasa di bawah dada berarti itu kakinya hihi, aman.

5. Pijat Perineum
Baru belajar ini supaya gak kena jahitan haha... masa nifas itu masa sulit karena bekas jahitannya itu loh lama dan bikin gak bebas gerak.

6. Persipapkan semua kebutuhan untuk bersalin.
Kalo bumil perhatikan di buku pink kehamilan itu ada form yang berisi semacam rencana atau antisipasilah, seperti tempat bersalin, transportasi yang nanti dipilih, donor darah, yang menurut saya ini penting banget diisi dan dipikirkan sejak sekarang/kehamilan! Bukan di baca atau basa basi si buku ini.

Kayak saya nih, karena HPL bulan mei tepat hari raya idul fitri tempat bidan pilihan saya libur hampir seminggu. Memang HPL tidak selalu tepat bisa saja 2 minggu sebelum hpl atau 1 minggu lewat HPL. Untuk itu saya cari faskes pilihan lainnya selain di bidan langganan saya. Termasuk transportasi, calon pendonor darah, dan lain-lain jika nanti ada hal yang tidak diinginkan.

Selebihnya yang sudah saya persiapkan adalah kebutuhan bayi. Bunda bisa tonton vlog kehamilan saya tentang

Daftar perlengkapan bayi baru lahir
Yang dibawa saat bersalin
Pakaian preloved
Yang harus dipersiapkan di trimester 3 kehamilan

7. Mulai bekali pelajaran pijat oksitosin untuk nifas nanti.
Menggali informasi tentang melahirkan buat saya sudah sepaket dengan pelajaran mengASIhi. Meskipun saya sudah pernah dan lulus mengASIhi anak pertama sampai 2 tahun lebih. Pelajaran pijat payudara agar ASI melimpah ini juga sebagai usaha saya memberikan hak anak mendapat ASI dan tentunya menghemat untuk tidak pakai susu formula.

Jadi bumil di kehamilan kedua ini saya lebih fokus sama persiapan bersalin ketimbang kebutuhan perlengkapan bayi, bukanya gak dipersiapkan cuma menurut saya idealnya persiapan perlengkapan bayi itu di akhir trismester 2 atau 6-7 bulan dan akhir 9 bulan itupun belanjanya jangan membabi buta ya, karena bayi itu cepet banget besar. Jadi lebih baik fokus ke persiapan bersalinnya.

Baca juga, Buat Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang penting Dibeli

Next Konten


  • Yang dirasakan di trimester 3, tanda-tanda melahirkan dari kontraksi sampai persalinan
  • Belajar Memandikan  Bayi Baru Lahir
  • Belajar Teknik Gendong M Shape

Rasanya tak akan ada habisnya belajar menjadi orangtua ya bunda. Tapi yang terpenting bagi saya menjadi orangtua itu bukan yang paling sempurna dalam sisi parenting dan sebagainya. karena sebetulnya anak-anak butuh ibu yang bahagia bukan sempurna dan bahagia itu di dapatkan dari rasa syukur :)

Syukurin ajaaaa...



Artikel terkait,


Beberapa bulan kemudian............

Wednesday, November 20, 2019

Tanda Kehamilan Anak Kedua ku, Positif Hamil Sebelum Telat Haid


Pas tau hamil tanggal 2 oktober . tanggal 4 Oktober langsung USG 2D di bidan dan baru terlihat segumpal daging. disuruh balik lagi bulan depan. pas periksa dikonfirmasi hamil UK 8 week udh terdeteksi detak jatungnya di USG. ayang gak sempat di poto krn sibuk ngobrol πŸ˜‚


Hari itu adalah bulan ke7 pernikahan kami. Dan ternyata saya hamil sudah hampir 2 bulan. Kehadiran adik baru Akhdan yang saya nanti-nanti sebelumnya saat TB Paru sehingga pembuahan terpaksa gagal di bulan-bulan pertama honey moon, akhirnya doa saya dikabulkan juga. πŸ˜†

Baca juga Hamil Ketika Sakit TB Paru 

Sebenarnya 1 bulan yang lalu saya sudah merasakan gejala kehamilan namun tespek selalu menunjukan hasil negatif, hiks. 😣

Tanda awal2, seperti badan yang selalu terasa hangat juga perut membesar akibat kembung. Sampai tetangga yang melihat perubahan fisik saya menduga saya sedang mengandung. Mungkin juga ini efek kenaikan berat badan karena sedang pengobatan TB Paru yang mengahruskan naiknya BB atau juga rasa hangat di tubuh ini merupakan tanda masa subur. Namun yang lebih kerasa adalah sakit di payudara yang melebihi PMS. Pernah saat itu sakit payudara teramat sakit tapi ternyta haid itu datang juga, hufft. 😐

Sebelumnya siklus haid saya selalu teratur yakni 28-30 hari. Karena itu saya mudah menebak masa subur juga tanda-tanda masa subur. Meskipun beberapa kali 2 bulan sebelumnya gagal pembuahan. Dan memutuskan untuk rehat promil di bulan september karena stres gak berhasil 😁

Baca juga Hamil dan Memiliki anak Merupaka hak preogatif Allah

Dan ini yang saya pantau Tanda Awal Hamil pasca Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) yakni 21 Agustus 2019.

✔ Suhu tubuh yang lebih hangat
✔ Mood Swing
✔ Lebih mudah ngantuk dan malas berlebih
✔ Haid datang seminggu lebih cepat/Implantasi

Diduga Darah Implantasi, 10 September 2019

Meskipun survei menyebutkan tidak semua perempuan hamil mengalaminya bahkan perbandinganya 1:3. Namun mengingat hamil anak pertama saya mengalaminya dan cukup banyak namun hanya sehari, darah itu berwarna pink cerah dan kelur tepat 28 hari siklus mens terakhir saya.

Di kehamilan kedua ini darah implantasinya berbeda. Awalnya merah muda keruh, lalu coklat. Sedikit namun sampai 3 hari. Disitu saya ragu, apakah ini implantasi atau haid biasa? Okeh saya memutuskan untuk chat dokter online spesialis kandungan. Beliau suruh saya tespek. Masalahnya ini masih masa haid 'yg meragukan itu' khawatir tidak akurat. Keganjilan lainya darah itu keluar diluar JADWAL MENSTURASI yakni seminggu lebih cepat. Dan seminggu yang lalu saya HB dengan suami. Jadi, masuk akal jika ini implantasi. Kalo stres biasanya sikus saya jadi lebih panjang yakni 40 hari dan itu gak lama cuma 1x dalam sebulan.

Beberapa hari kemudian seminggu setelah hari 'yang diduga' implantasi itu saya tespek ternyata masih negatif :'(

Gak lama dari hari itu, sekitar 2 minggu dari tanggal 10 september yakni 2 Oktober saya tespek lagi karena merasa gejala hamil itu makin bertambah kuat. Ternyata benar saya positif hamil. Meskipun hasil tespek masih buram.

Dan ini tahapannya,

Tanda Hamil setelah Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT )


✔ Suhu tubuh yang lebih hangat
✔ Mood Swing (mudah marah, sedih, senang dan stres)
✔ Gairah seks meningkat
✔ Perut membesar (tipe perut yang besar sebelum hamil juga)
✔ Lebih mudah ngantuk dan malas berlebih
 ✔ Implantasi (tidak semua perempuan mengalami flek tanda awal kehamilan)
✔Payudara sangat sakit

Lebih intens,

✔ Perut kian membesar, kembung, kencang
✔ Payudara masih terasa sakit
✔ Mulai sering kencing

Sebelum hati ini tersentuh untuk mencoba tespek kembali karena beberapa kali udah dikecewain, kali ini saya merasa ada yg aneh lagi. Lebih sering kencing, bawah perut kencang, bahkan terasa pergerakan usus, sampai ke bawa mimpi bahwa ada janin yang sedang tumbuh di rahim saya.

Sore itu saya iseng beli tespek untuk tanggal 11 rencananya, yakni pas 1 hari telat haid. Dalam hati berkata,

"Kalo saya haid tanggal 11 berarti kemarin bukan implantasi tapi siklus saya bergeser. Tapi kalo tanggal 11 saya gak haid berarti tanggal 10 september lalu benar implantasi kehamilan"


Dan ternyata garis 2 itu muncul. 😍


Saya sendiri tidak menyangka tanda hamil anak kedua ternyata berbeda dengan anak pertama. Selain berpengaruh pada kondisi, lingkungan juga hormon.

Setiap kehamilan satu perempuan dengan perempua lainnya atupun kehamilan pertama dan kedua pada ibu yang sama, ternyata rasanya berbeda-beda. Baru merasakan ternyata kehamilan kedua ini beda dengan hamil anak pertama. Tanda-tandanyapun juga berbeda.

Apapun itu, mohon doanya untuk selalu diberi kesehatan sampai saat ini dan setelah melahirkan ya..

Doa yang sama untuk kalian yang baca ini yang juga mengharapkan bayi, semoga cepat hamil. Aamiin

Tulisan ini sudah dishare di Channel YouTube Agmia Daily

Kenali Tanda Hamil Sebelum Telat Haid

Thursday, December 8, 2016

Pengalamanku Ketika Melahirkan Anak Pertama

Sudah lima tahun lamanya saya melahirkan si sulung. jika diingat-ingat saya masih ingat betul rasanya proses melahirkan itu seperti apa. baiklah saya akan tuang pengalaman ini di sini, mengenang rasanya pertama kali menjadi seorang ibu. 

1 Bulan Sebelum Melahirkan
Seperti biasanya saya olahraga jalan kaki di sekitar rumah (waktu  itu saya masih ikut mertua) tiba-tiba perut bagian bawah saya dan tulang selangkangan sakit sekali seperti rahim turun drastis, rasanya berat tiba-tiba. apa mungkin karena saya berjalan terlalu cepat. saya istirahat sejenak dan tidak bisa berdiri saya jongkok beberapa saat, lalu jalan lagi. waktu itu saya takut sekali melahirkan, takut kelahiran anak saya prematur.

kaki terpelintir setiap mau meluruskan badan setelah bangun tidur, sakitnya luar biasa sampai tidak bisa digerakan sama sekali, jeda beberapa menit mulai lancar digerakin. ini terjadi setiap 2 hari sekali pas hamil tua, ga tau kenapa.

Saya melakukan pemeriksaan USG tahap terakhir diantar dengan mamah saya, di klinik. Dokter bilang calon anak saya laki-laki dan perkiraan kelahiran tanggal 01 Januari 2013 dengan keadaan sehat, biaya USG saat itu 100rb. seneng banget dengernya, pulang dari bidan saya dan mamah langsung shopping perlengkapan bayi yang di dominasi warna biru karena anak saya nanti adalah laki-laki, untuk nama saya sudah mempersiapkannya namanya "Muhammad Al-faath".

Sambil menunggu HPL saya berusaha mencoba kegiatan positive selama kehamilan. seperti banyak membaca informasi tentang pertumbuhan janin minggu ke minggu. beruntungnya kaki saya tidak bengkak selama hamil, selalau melakukan senam hamil, olahraga jalan kaki setiap pagi, sampai stimulasi payudara. alhamdulilah banyaknya suporrt dari keluarga bahwa persalinan saya bisa normal.

1 Minggu Sebelum Melahirkan
Keluarnya cairan bening dari miss v, lumayan banyak tapi tidak dsertai kontraksi. karena panik mamah menyuruh saya periksa ke bidan. ketika dicek "belum ada pembukaan" ini berarti masih normal. saya mulai bingung karena minggu ini adalah perkiraan kelahiran anak saya. menurut informasi yang saya baca kehamilan lewat 42 minggu tidak bagus, sedangkan minggu ini sudah 41 minggu lebih 1 minggu dari HPL dan saya mulai takut jika harus diinduksi. saya mulai rajin stimulasi payudara memancing kontraksi.


Tepat 42 Minggu

1 Hari Sebelum Melahirkan
Pagi itu cairan kental bening keluar lagi, disertai sedikit bercak darah. saya pikir ini hal biasa sama seperti seminggu yang lalu. malam itu pukul 21.00 sambil menunggu suami pulang kerja, saya membaringakan badan saya merasa capek sekali dan ingin cepat tidur, selang beberapa menit saya terbangun karena perut saya sakit, padahal saat itu sedang pulesnya. saya belum terpikir ini tanda kontraksi karena kata orang mulesnya itu seperti orang pengen 'BAB'. tapi yang saya rasakan sakit seperti mensturasi.

Sekitar Pukul 12 malam lagi-lagi saya di bangunin oleh si sakit perut. saya coba BAB tapi ini bukan mules BAB, akhirnya saya gelisah. jam 01 malam saya benar2 merasakan lelah dan ngantuk yang amat sangat tapi si sakit terus mengganggu saya sampai akhirnya "duuugggk" di dalam perut saya seperti ada yang menendang/meledak yang sakitnya luar biasa. saya mulai membangunkan suami disitu belum engeh-engeh kalo itu kontraksi.

Jam 02 Pagi
Saya mulai melihat ke arah jam, menghitung jeda kontraksi saya dan yupss kontraksi saya teratur, pertama 1jam berselang ke menit, sampai setiap 45 detik sakit dengan jeda 10 menit.
"apakah ini tandanya saya ingin melahirkan, tapi saya tidak mulas seperti BAB?"
saya masih keliru dengan pernyataan "melahirkan itu mulasnya seperti BAB" harusnya gini " melahirkan itu kontraksinya seperti haid, tapi pas berojolin bayi mulesnya kaya BAB" hehehe.

Lalu saya di antar mamah ke Bidan [suami lagi tidur, tepok jidat maklum mungkin capek pulang kerja] gedor2 pintu, bangunin perawat. ternyata benar pas diperiksa jam 02 pagi itu sudah pembukaan 2. saya dan mamah pulang lagi, rencananya besok pagi balik lagi, mata saya mulai ngantuk luar biasa tapi baru merem sebentar, kontraksi itu datang lagi. sampai untuk jalan pun susah, padahal baru pembukaan 2.

Jam 06 Pagi
Semua sudah saya persiapkan mulai dari membawa pakaian bayi, pembalut, sarapan, sedia air mineral dengan tampilan saya saat itu belom mandi, belum tidur, dan pucet sekali. udah ga mikirin penampilan lagi deh! [padahal beberapa hari sebelumnya sudah persiapan bawa ponds, haha].

Sampai disana bu haji atau bidan senior yang juga cs mamah saya, harus bertugas ke puskesmas jadi sementara saya di tangani asisten bidan, disitu saya merasa sedih karena kami percaya bu bidan ini orangnya sabar gesit dan pro normal, hehe.

Proses dimulai
Jam 08 Pagi. banyak darah mulai keluar dari V,  saya sudah tidak kuat berdiri lg padahal baru pembukaan 4. akhirnya saya berbaring di tempat tidur. sebelumnya harus pipis dan BAB dulu di toilet yang sudah di sediakan. karena tiap menit minum pokari terus, jadi pingin kencing trus.

Saya udah ga mau tau sedang pembukaan berapa atau apa saja benda yang di masukin ke dalam V saya. saking sakitnya saat kontraksi saya tidak memperdulikan itu yang penting anak saya cepat keluar.

Meskipun sakit saya sangat antusias menanti buah hati, menikmati rasa sakitnya karena hanya tinggal beberapa jam lagi saya bisa melihat anak saya sendiri. staf bidan membantu menyiapkan pakaian bayi, suami selalu mencium kening saya, mengenggam tangan, mamah setia mendampingi saya sambil mengingatkan zikir dan doa-doa yang dipanjatkan.

Masalah Muncul
Sudah hampir dzuhur tapi bayi saya belum kunjung keluar, karena hanya kontraksi tidak ada rasa mulas. assistan bidan mulai panik. semua penyelamatan dikerah kan mulai dari oksigen, infusan. para bidan PKL yang lalu lalang karena infusan selalu lepas & oksigen tidak terpasang benar, parahnya denyut jantung baby mulai lemah. padahal sudah setengah di jalan lahir, tapi saat itu saya masih optimis dan berusaha mengeluarkan anak saya.

Tetapi assisten bidan bilang bahwa anak saya jantungnya melemah karena terlalu lama di jalan lahir, ini tidak baik harus segera di bawa ke RS untuk di vacum. saya langsung menangis, bukan karena sakit tapi mendengar "jantung baby terdengar lemah" membayangkan berapa lama perjalanan untuk ke RS, itu pasti sekitar 1 jam "apakah anakku akan bertahan?" keadaan mulai panik.

Jam 13.00 wib, Senin 07 Januari 2013
Akhirnya yang ditunggu-tunggu keluar juga. terdengar suara telpon dari bidan senior untuk segera pulang menanganiku, aku masih ingat suaranya yang langsung membuat hatiku tenang "tidak usah di bawa ke RS".

Bu Bidan membantu persalinanku, mengganti infusan dan oksigen yang berantakan, mengajari aku mengejan sambil mendorong perut dan akhirnya berhasil. saya mendengar tangisan bayi, alhamdulilah.

lalu berlangsung ke proses pengambilan ari-ari disusul penjahitan. ayahnya membisikan adzan dan memberinya nama Akhdan Alfath Baihaqi. hari perjuangan itu kini telah terbayar dengan apa yang ku dapatkan sekarang, seorang bayi yang sehat, cerdas dan selamat.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

TRIMAKASIH ya ALLAH, telah menyelamatkan anak ku dan masih memberikan saya umur panjang
merasakan kesempatan  berjihad melalui proses ini.
TRIMAKASIH kepada MAMAH & BAPAK,
TRIMAKASIH untuk Suamiku
TRIMAKASIH kepada segenap staf Bidan
TRIMAKASIH untuk MERTUA ku dan KAKAK IPAR yang menjenguk
TRIMAKSIH untuk sahabat, saudara, tetangga yang udah mau nyediain waktu dan hadiahnya untuk saya dan anak saya.

Inilah yang dulu ibu kalian rasakan, ketika melahirkan kita dan sekarang kita merasakannya. perbanyak istigfar, silahturahmi, mintalah doa kepada orangtua dan mertua, tetangga atau sahabat agar persalinan kita lancar.


Ada beberapa Tips yang sudah saya rangkum untuk bunda yang sedang mempersiapkan kelahiran anak pertamanya, 
  1. Perbanyak informasi tentang persalinan, termasuk mempersiapkan biayanya, tempat persalinan dan alternatif rumah sakit jika terjadi apa-apa, kendaraan mobil
  2. Ikuti kelas ibu hamil dan melakukan senam hamil rutin
  3. Kalau bisa cari bu Bidan yang sudah senior karena lebih berpengalaman (hanya saran) 
  4. Ikuti setiap intruksi dari Bidan
  5. Paling penting seringlah menarik nafas panjang, minum air putih dan dzikir
  6. Tetap tenang menahan sakit, karena kalau teriak/menangis justru tambah sakit 
  7. Belajar latihan mengejan sesuai intruksi bidan
Perlu di ingat setiap individu berbeda-beda dalam mengalami proses persalinan. cerita ini hanya sekedar sharing. 


Mam bisa mampir ke vlog diary kehamilan kedua ku di AGMIA DAILY jangan lupa subscribe ya 😊


Semoga Bermanfaat!