Showing posts with label Muslimah. Show all posts
Showing posts with label Muslimah. Show all posts

Wednesday, July 31, 2019

Cara Makan Saat Kenakan Niqab atau Cadar

Cadar adalah kain penutup kepala atau wajah. Niqab adalah istilah syar'i untuk cadar yaitu sejenis kain yang digunakan untuk menutupi wajah. Niqab dikenakan oleh sebagian kaum perempuan Muslimah sebagai kesatuan dengan jilbab (hijab). -wikipedia-

Pelajaran pertama saat kamu pake cadar keluar terus jajan dan makan di tempat umum yaitu menjaga agar cadarmu gak belepotan saat makan 😂

Beneran buat pemula ini sulit banget untuk tetap anggun pas lagi makan, memang ada triknya. Makan mengenakan cadar tanpa di lepas. Hmmm, lihat ukhti bercadar makan sih sepertinya mudah. Tetap rapih dan enjoy, eh kok pas dipraktekin susah ya, haha..

Bahkan pernah, saat lagi laper-lapernya makan jagung bakar di tempat wisata, saya makan jagung di bawah cadar. Sembunyi, muka masuk semua ke cadar. Tapi dikondisikan lah ya, itu pas sepi gak ada pembeli dan cuma keluarga kita yang nimbel makan disitu. Saking gemesnya,  krauk krauk aja di dalam cadar 😂

Apalagi jika kamu pecinta wisata kuliner, yang apa aja penasaran pengen dicoba. Well, cadararan gak menghalangi kita mencicipi segala macam masakan tapi memang mencegah kerakusan ya.

Makanan yang sulit dimakan saat pakai cadar: Mie, jagung bakar, es krim, sajian berbentuk sate, makanan dalam bentuk porsi besar yang harus di cuil dulu pake jari baru dimakan,

Dan yang paling males itu saat kita (orang yang cadaran) makan di tempat umum ada aja orang yang merhatiin. Kaya waktu itu saat saya kontrol ke rumah sakit. Saat antri membuat lapar dan saya memesan indomie kuah di kantin, seorang ibu memperhatikan saya makan, ia terus melihat saya sehingga membuat saya grogi. Bayangin lagi makan mie, diliatin, dan itu susah tau makan mie sambil pake cadar. Itu pun saya sedang belajar membiasakan diri, alhasil karena grogi diliatin terus malah belepotan airnya ke cadar. Kata suami "kamu makannya berantakan, bukan begitu caranya, de el el" 😂
"heloow aku lagi grogi nih, si ibu  dibelakang kamu ngeliatin terus" 😑


CARA MAKAN SAAT KENAKAN CADAR


Andalkan ibu jari dan telunjuk untuk menahan bagian sisi cadar.



Jangan lupa sedikan tisu, karena siap-siap buat cadars juniors bakal belepotan 😂 

Rules tertentu,

✔ Makan makanan yang berbentuk sate
Makan dari bawah, dengan posisi tusuk satai berdiri atau vertikal sedikit serong. Jika sudah setengah tusuk, tarik makanan ke atas. Iyaa kan, kalo gak ditarik nyodok tenggorokan tusukannya 😂

Hindari memakan dari arah horizontal atau dari sisi wajah. Biasanya sebelum pakai cadarkan kita makannya dari arah samping ya. Atau jika sulit banget, kondisikanlah yaa sesuai ide kreatif masing-masing 😂

? (Boleh ditiru boleh enggak)
Jika terpaksa makan makanan
Angkat semua cadarmu ke depan menggunakan lengan. Biarkan kegiatan makan seperti hanya kamu dan mangkok yang di dalam cadar (hayo bisa bayangin gak kaya apa😂) serius ini pernah saya coba saat makan jagung bakar. Tentunya dikondisikanlah ya saat sepi pembeli. 😆

✔ Lebih mudah pakai cadar rempel.
Jadi kalo mau pergi saya mikir dulu pilih cadar. Kalo perginya ke tempat yang banyak makanannya pake cadar rempel. Tapi kalo sekedar berkunjung ke suatu tempat, ootd, dsb, pakai cadar anggun aja yang no jahitan di bawah mata itu loh (kesukaan sih sebenernya)

✔ Bawa cadar cadangan.
Nah tapi kalo pergi ketempat yang tadinya pakai cadar biasa, cadar formal, cadar anggun (yang tipenya di masukin ke dalam talinya -versi saya) terus tiba-tiba pengen makan di luar, bawa deh cadar rempel yang biasa dipakai talinya di luar dan agak lebar gitu. Nanti deh saya upload poto jenis cadarnya, tapi insyaallah ya kalo lagi rajin dan gak lupa. 😆

Sebenarnya gak sulit sih kalo sudah terbiasa, hanya saja memang pelajaran banget buat pemula. Kadang saya pun masih kesulitan makan. Tapi ada untungnya juga, yang tadinya kalo makan main habek aja, blek, blek, blek, sekarang setelah pakai cadar ada kontrol. Kita juga lebih gak semberono alias meminimalisir kecerobohan saat makan, pilih jajanan, gak rakus, kalo belepotan mehong-mehong kaya makan jagung bakar atau ada cabe nyangkut di gigi gak keliatan. 😂

Gimana, mau coba celen ini? 😎



Baca juga, Kelebihan dan Kekurangan Hijab Cadar


Friday, January 18, 2019

Pelajaran ke 7: Pilih-pilih Teman



Kata siapa berteman itu tidak boleh pilih-pilih? 

Kalo buat saya mencari teman itu harus pilih-pilih! Saya orang yang pemilih dalam hal mencari teman, makannya bisa dilihat saya ini gak punya teman yang kumpul-kumpul segambreng atau ngegank 😆. Tapi jangan negatif thinking dulu. Soal siapa yang menjadi teman pilihan kita itu tergantung niat dan tujuan kita untuk apa berteman dengan X.

Niat, seperti cari yang kaya, populer, smart, baik, dermawan, ramah, sosialita, exist, dll.
Tujuan, seperti untuk bersenang-senang? Sebagai tempat curhat, teman ngobrol, memperluas jaringan bisnis, dan sebagainya. Pengalaman memilih teman  saya ambil dari pengalaman saya saat remaja. Mempunyai berbagai teman dari sifat, kebiasaan, dan pergaulan, dari situ saya belajar menjadi pemilih dari soal berteman.

Tidak sembarang niat dan tujuan mencari teman dan saya juga yang bukan yang anti teman, atau cupu, biasa saja kok saya ramah dengan siapa saja, week 😂. teman punya andil besar mempengaruhi kehidupan kita. Apakah membawa pengaruh buruk atau baik? Terlebih jika itu keburukan, biasanya seseorang tidak menyadari itu. Itu bahayanya.. dan ini gak hanya berlaku buat saya aja, anak-anak remaja pun malah lebih rentan jadi peniru dan mudah terpengaruh, harus tahu rambu-rambu berteman yang baik itu.

Hadits tentang berteman,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ (أخيه) الْمُؤْمِنِ

Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin [1]

Kalau seorang biasa berkumpul dengan seseorang yang hobinya kumpul-kumpul alansosialita, maka kurang lebih dia seperti itu juga. Begitu pula sebaliknya, kalau dia biasa berkumpul dengan orang yang rajin ngaji, maka kurang lebih dia seperti itu.


الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah) [2]


الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman [3]

Sudah dapat dipastikan, bahwa seorang teman memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Teman bisa mempengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan dan sifat-sifat seseorang.

Setelah mengetahui betapa pentingnya memilih teman yang baik, sifat dan karakter orang yang pantas dijadikan sebagai teman dan sahabat akrab diantaranya adalah,

  • Berkata baik dan berakhlak terpuji,
  • Berakidah lurus, 
  • Bermanhaj lurus, 
  • Taat beribadah dan menjauhi maksiat, 
  • Teman yang suka menasehati dalam hal kebaikan, 
  • Zuhud terhadap dunia dan tidak berambisi mengejar kedudukan: Teman yang baik tentu tidak akan menyibukkan saudaranya dengan hal-hal yang bersifat keduniawian, seperti sibuk membicarakan model-model handphone, mobil mewah keluaran terbaru dan barang-barang konsumtif yang menjadi incaran kaum hedonis, Banyak Ilmu Atau Dapat Berbagi Ilmu Dengannya, 
  • Berpakaian yang Islami, 
  • Selalu menjaga kewibawaan, sosok yang tidak banyak bergurau dan meninggalkan hal-hal yang tak bermanfaat.


Simaklah keterangan Syaikh Muhammad al-‘Utsaimîn rahimahullah berikut, “Jika di dalam pergaulan dengan orang-orang fasik menjadikan sebab datangnya hidayah baginya, maka tidak mengapa berteman dengannya. Engkau bisa undang dia ke rumahmu, kamu datang ke rumahnya atau kamu jalan-jalan bersamanya, dengan syarat tidak mengotori kehormatan dirimu dalam andangan masyarakat. Betapa banyak orang-orang fasik mendapatkan hidayah dengan berteman dengan orang-orang yang baik.”[16]

Di tengah masyarakat, jika kamu tidak memilih teman yang baik, maka tinggal pilih; kita yang akan mempengaruhi orang-orang untuk menjadi lebih baik atau kamulah yang menjadi korban pengaruh buruk lingkungan (kawan-kawan) Ingat! Tidak ada pilihan yang ketiga.

Sumber referensi hadits https://almanhaj.or.id/3480-teman-bergaul-cerminan-diri-anda.html


And langkah awal yang sederhana itu bisa kita mulai dari unfollow/unfriend untuk menyaring teman, haaha. Kalo belum kenal biasanya saya malas follow kecuali postingannya membawa manfaat yang positif, atau teman-teman rekan kerja, sesama blogger, alumni sekolah. Bukan berarti pilih-pilih teman itu gak berteman tetapi tetap jaga silahturahmi.

Jadi saya bulatkan, pilah pilih teman itu harus! Tapi jangan pilah pilih kalo dalam soal kebaikan ya 😊