Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Saturday, December 28, 2019

Tanda Luka Operasi Terkena Infeksi dan Pencegahannya



Infeksi luka operasi biasanya disebabkan oleh bakteri akibat dari paparan antara luka dengan kuman di udara, kuman di kulit, kuman dari dalam tubuh, dan sebagainya. Infeksi lebih rentan terjadi pada orang yang obesitas atau yang mempunyai kekebalan tubuh yang lemah.

Tanda Infeksi Luka Operasi


Luka operasi bisa diketahui terkena infeksi jika pasien merasa sakit/perih, demam, timbul ruamh kemerahan di kulit, luka membengkak, luka panas rasanya, luka berbau, atau timbul nanah. Tentu diagnosa yang tepat apakah luka terjadi infeksi atau tidak harus dilakukan oleh ahlinya, yaitu dokter.

Infeksi luka operasi harus segera diobati oleh dokter, jangan ditangani sendiri di rumah. Pengobatan yang baik akan mencegah penyebaran infeksi dan timbulnya masalah lain seperti tetanus, timbul nanah atau abses, timbul infeksi jenis lain, dan lainnya.

Pencegahan Infeksi Luka Operasi


Infeksi luka operasi bisa dicegah atau dikurangi resikonya. Pasien sebaiknya bersih badannya sebelum menjalani operasi. Setelah operasi luka sebaiknya ditutup dan dijaga juga kebersihannya. Lingkungan atau tempat tinggal juga berpengaruh. Kebersihan rumah harus benar benar dijaga. Meski luka ditutup, namun saat mengganti perban luka mau tak mau harus dibuka, dan di saat itu ada potensi terpapar bakteri dari lingkungan yang kotor.

Jika pasien seorang perokok maka harus berhenti sampai luka sembuh benar. Keinginan untuk merokok bisa diganti dengan mengunyah permen atau permen karet tanpa gula, bisa juga memakan buah. Saat mengganti perban sempatkan juga untuk mengamati luka apakah ada keanehan. Jika timbul warna merah misalnya, silakan menghubungi dokter.

Obat Luka Operasi yang Baik


Obat juga bisa meminimalkan timbulnya infeksi luka operasi. Bukankah semakin cepat luka sembuh maka potensi infeksinya semakin mengecil? Maka pilihan obat luka operasi yang baik cukup penting.

Inbumin adalah obat herbal (jamu) yang bisa membantu mempercepat kesembuhan luka pasca operasi. Kandungan utamanya adalah channa striata purified extract, menjadikannya suplemen yang baik untuk luka operasi.

Untuk mendapatkannya bisa kunjungi laman Goapotik disini. Inbumin juga bisa dibeli melalui aplikasi Goapotik di playstore.

Terakhir tak kalah penting adalah pasien sebelum operasi harus terbuka pada dokter. Ceritakan riwayat penyakitnya apalagi jika pernah atau sedang menderita sakit berat seperti diabetes dan lainnya.

Friday, October 11, 2019

Pengalaman pribadi "KB 3 bulan bikin lama punya anak"


Dulu setelah melahirkan anak pertama saya memutuskan untuk langsung KB setelah selesai nifas. Dan metode KB suntik 3 bulan menjadi pilihan saya. Alasan utama adalah untuk memberi jarak yang cukup jauh dengan anak kedua nantinya (minimal 3 tahun), KB 3 bulan ini atas rekomendasi orangtua, harganya juga lebih murah yakni RP.25.000 untuk kurun waktu 3 bulan. Namun karena saat itu saya masih newbie sekali tentang masalah kontrasepsi jadi nurut2 saja disuruh pakai KB yang manapun, tanpa mencari tahu lebih 'plus-minusnya' KB hormonal.

Suntik KB 3 bulan adalah metode kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon progestin, namun tidak mengandung estrogen. Kontrasepsi ini bekerja dengan mencegah pengeluaran sel telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan sel telur oleh sperma. Satu suntikan diberikan setiap tiga bulan dan biasanya disuntik dibagian sekitar paha atau bokong. 


Selama dalam masa KB efek samping yang langsung terasa hanya sebatas tidak haid saja. selebihnya pusing, berat badan bertambah, tidak banyak berpengaruhnya sih atau mungkin saya yang terlalu cuek dengan perubahan hormon. Saya masih cukup enjoy dengan KB 3 bulan karena merasa tidak ada perubahan yang berarti kecuali tidak haid itu. Tidak haid sama sekali selama 4 tahun KB hormonal!

Kekhawatiran tidak haid muncul saat sudah 4 tahun. Saya baru berpikir dan merasa,

Perempuan tidak haid itu seperti bukan perempuan, apa normal?

Aakah ini tidak berpengaruh terhadap rahim saya nantinya?

Karena pernah saya tanya bidan, dan bidan hanya menjawab "ya memang itu efeknya" tidak mengedukasi lebih lanjut. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak KB lagi karena merasa tidak normal tidak haid, juga merindukan kehadiran anak kedua setelah anak pertama mulai memasuki usia 4 tahun.

Pernah saya tulis disini,

Enaknya gak KB Hormonal!

Dan ternyata benar dari kelaman KB hormonal yang suntik 3 bulan itu efeknya adalah sulit hamil lagi!

Jauh dari pikiran saya 4 tahun silam tentang KB dengan kesuburan, saya pikir terlambat KB 1 hari saja bisa menyebabkan kehamilan lagi makanya saya amat tekun dengan KB suntik 3 bulan tidak pernah absen. Ternyata selepas KB tubuh butuh penyesuaian lagi, ini yang membuat kehamilan kedua lebih lama bahkan terancam rahim kering, kanker, jika kelamaa  KB hormonal dan sulit punya anak lagi.

Tubuh butuh waktu lagi untuk menyesuaikan perubahan hormon. Setidaknya lebih dari setahun. Setahun pertama lepas KB suntik siklus haid sedang masa penyesuaian, meskipun belum seteratur saat sebelum hamil pertama. Di masa 'lepas KB hormonal 3 bulan' ini juga masih sulit untuk menentukan masa subur, karena belum teratur siklus haidnya. Padahal sejak gadis siklus haid saya selalu teratur. Namun untuk penyesuaian hormon setelah lepas KB 3 bulan, butuh 2 tahun lebih untuk bisa hamil lagi setelah berhenti KB hormonal. Alhamdulillah setelah 2 tahun lebih saya lepas KB hormonal akhirnya hamil lagi. Setelah melewati 1 tahun menjada dulu, wkwkwk.. mungkin bisa jadi fase berhenti KB dengan jarak kehamilan lagi bisa berbeda-beda setiap perempuan ya, noted!

Saran saya tentang KB 3 bulan suntik hormonal


1. Untuk yang baru menikah dan belum memiliki anak, disarankan jangan KB dulu atau jangan pakai KB suntik 3 bulan. Khawatir akan mempengaruhi kondisi hormon atau rahim sehingga kedepannya yang tadinya subur malah sulit punya anak. Kondom mungkin lebih baik.

2. Apapun jenis kontrasepsi yang dipilih usahakan untuk konsultasi lebih lagi tentang kelebihan, kekurangananya juga resiko KB yang dipilih.

3. Lebih baik KB alami saja
Meskipun begitu, KB 3 bulan bikin lama lagi punya anak, moms tak usah khawatir karena hal ini tidak mempengaruhi kesuburan secara permanen.


Nah, ini pengalaman pribadi saya tentang KB suntik 3 bulan. Kedepannya gak mau lagi pakai KB hormonal yang mengacak-ngacak rutinitas rahim dan hormon alami saya, haha. Tapi mungkin saja pengalaman setiap perempuan berbeda, bunda bisa konsultasikan lagi prihal kontrasepsi dengan dokter/bidan. Intinya pilihan apapun itu termasuk KB ada di tangan kita yang tetap harus di cermati bukan asal 'menunda kehamilan saja'.


Wednesday, October 9, 2019

Berikut Ini 4 Gejala Batu Ginjal Yang Harus Anda Ketahui

Batu ginjal

Menurut sebuah hasil survey, di Indonesia, jumlah pengidap batu ginjal atau kencing batu mencapai angka 0,5% dari jumlah populasi. Dimana, penyakit kencing batu ini lebih banyak dialami oleh kaum pria dibandingkan wanita. Hal ini dikarenakan dengan obstruksi saluran kencing pada pria. Penyakit batu ginjal ini sangat berbahaya karena batu ginjal kronis bisa menyebabkan gagal ginjal. Oleh karena itu, sebelum terlambat maka sebaiknya anda mengetahui gejala batu ginjal ini sejak dini sehingga anda bisa mengantisipasinya.

Seperti yang diketahui bahwa penyakit kencing batu ini merupakan sebuah kondisi saat material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Material tersebut berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal kemudian mengendap dan mengkristal. Gejala batu ginjal ini tidak akan terasa apabila ukuran batu relatif kecil dan bisa keluar dari saluran kemih bersamaan dengan aliran urine dengan lancar. Gejala batu ginjal ini mulai bisa dirasakan jika batu tertahan di dalam ginjal, batu berukuran terlalu besar melewati ureter, atau batu ginjal menyebabkan infeksi.

Ureter ini merupakan sebuah saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Bentuk ureter ini sendiri menyerupai tabung dengan struktur jaringan yang sensitif. Sehingga saat batu ginjal besar melewati ureter, maka batu tersebut akan bergesekan dengan dinding ureter sehingga bisa menyebabkan iritasi dan berisiko melukai. Oleh karena itu, sebelum terlambat maka sebaiknya anda mengetahui gejala batu ginjal tersebut guna mendapatkan pengobatan dan bisa mengatasinya dengan tepat supaya tidak menjadi batu ginjal kronis yang bisa menyebabkan gagal ginjal. Berikut ini beberapa gejala batu ginjal yang harus anda ketahui :

1. Nyeri Di Beberapa Bagian Tubuh
Dalam hal ini, nyeri akibat batu ginjal bisa terasa ringan hingga berat. Batu ginjal yang lebih besar memungkinkan menyebabkan rasa sakit saat turun ke ureter dan keluar dari tubuh melalui urin. Sedangkan bagian tubuh yang sering merasakan nyeri pada umumnya adalah punggung bagian bawah (di kedua sisi), perut bagian bawah dan daerah selangkangan, serta di bawah tulang rusuk. Rasa nyeri ini mungkin akan datang secara bergelombang.

2. Mual dan Muntah
Rasa sakit yang disebabkan oleh kencing batu ini mungkin sangat parah sehingga akan membuat anda mengalami mual dan muntah. Saat batu ginjal bergerak ke ureter dan menutup aliran urin, tentunya hal ini bisa menyebabkan rasa sakit yang cukup hebat. Nyeri hebat, mual, dan muntah ini harus segera ditangani dengan diobati obat nyeri kuat, antiemetik, dan cairan infus.

3. Darah Dalam Urin
Darah dalam urin ini dikenal dengan istilah hematuria yang merupakan gejala kencing batu yang paling umum. Dimana, munculnya darah berasal dari luka yang disebabkan oleh batu ginjal saat melewati saluran kencing atau ureter.Batu ginjal yang menyebabkan luka serta mengiritasi ureter dan biasanya darah akan ikut keluar ketika kencing. Disini, urin anda akan nampak terlihat merah muda atau kemerahan tergantung pada beratnya perdarahan. Darah dalam urin ini merupakan gejala yang cukup serius dari penyakit kencing batu.

4. Urin Berwarna Keruh
Pada orang normal yang tidak memiliki kondisi medis tertentu akan memiliki warna urine bening atau kuning. Sedangkan pada orang yang menderita batu ginjal warna urin bisa berwarna keruh dan berbau. Hal ini bisa menjadi tanda infeksi yang berhubungan dengan batu ginjal.

Nah, bagi anda yang mengalami gejala-gejala seperti di atas, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk segera mendapatkan penanganan secara medis.

Monday, October 7, 2019

Salah Aturan Minum Obat TB/ OAT Tahap Lanjutan dan Hamil Saat masih pengobatan TB 4 Bulan


Hamil saat pengobatan TB

Tanggal 25 Sepember lalu adalah tepat 4 bulan pengobatan TB Paru saya. Ada banyak kejutan saat memasuki bulan ke 5 ini, pastinya akan saya sharing disini.

Begitu syok saya pas tahu ternyata 2 bulan melewati tahap lanjutan saya salah minum aturan obat oat yang kuning itu. Sebelumnya saya mengikuti anjuran dokter pertama yang merawat saya pas di Rumah Sakit, saat akan menjalani tahap pengobatan lanjutan setelah fase intensif, kemudian selanjutnya akan diteruskan di puskesmas untuk pengambilan obat berikutnya. Saya pernah tulis di sini ↩

Pengobatan TB Paru setelah 3 bulan, dari Rumah Sakit ke Puskesmas

Singkat cerita, saya tetap meminum obat kuning TB Paru mengikuti dokter pertama yakni 3 tablet setiap hari, setiap hari! Persis minum obat TB yang merah itu loh, atau tahap intensif. Dokter puskesmas terdekat rumah sayapun mengikuti rekomendasi aturan minum sesuai dokter pertama saya 3 tablet setiap hari dan tidak ada masalah sampai disitu. Meskipun saya sudah menjelaskan cara dan kebiasaan saya minum obat OAT ini kepada dokter puskesmas, yakni malam bukan pagi sebelum tidur dengan jeda 2 jam setelah makan malam terakhir. Okeh beliau manggut2.

Memang keganjilan sudah saya rasakan pas saya melihat tanggal kembali dan jumlah obat berbeda! Biasanya dokter paru saya yang di Rumah Sakit memberi obat sesuai tanggal kembali. Misal kembali 7 hari kemudian, beliau memberi dosis 3x7 berarti 21 tablet, jadi saya kembali kontrol saat obat selalu habis. Beda dengan pas saya ambil obat di puskesmas, obat OAT yang diberikan memang selalu banyak (2 blitser biasanya). Satu kali itu, ambil obat di puskesmas lagi ketika habis dan jumlah obat tidak sesuai kunjungan kembali, saya tanya,

"Dok jika obat sudah habis tapi kunjungan kembalinya masih lama, bagaimana?"

Dokter puskesmaspun menjawab

"Tidak apa-apa, tidak harus mengikuti tanggal kembali kunjungan begitu obat habis bisa langsung kesini"

Okay berarti aman dan tidak ada masalah saat itu.


Masalah itu muncul saat saya pindah faskes dari puskesmas ke puskesmas baru

Tidak lama dari 2 bulan itu saya pindah tempat tinggal. Otomatis pindah faskes juga kan. Saya pilih yang dekat dengan tempat tinggal saya sekarang ini. Sebelumnya saya ingin bertanya-tanya dulu ke puskesmas baru yakni Puskesmas Rawumbu syarat apa saja untuk melanjutkan pengambilan obat TB Paru disitu. Dokter puskesmas Rawalumbu banyak menanyai hal, beda dengan puskesmas sebelumnya. Beliau memerintahkan saya untuk mengambil surat keterangan atau pengantar dari puskesmas asal dan juga menanyai "Bagaimana cara saya minum obat OAT tahap lanjutan ini"

ya, saya jawab apa adanya bahwa saya minum obat kuning itu sama seperti minum obat TB merah tahap intensif sebelumnya yakni, 3 tablet setiap hari sesuai anjuran dokter pertama.

Ternyata salah, selama ini saya salah 😢

Obat kuning atau OAT tahap lanjutan diminum seminggu 3 kali 3 tablet. Atau selang seling tidak setiap hari. Misal hari senin 3 tablet, selasa tidak minum, rabu minum 3 tablet, kamis tidak minum, begitu seterusnya sampai 3 kali dalam seminggu.

Lalu Bagaimana jika sudah terlanjur salah?

Sudah 2 bulan ini saya salah atau lebih tepatnya bingung, bingung sekali. Dokter mana yang harus saya percayai? Dokter pertama yang menangani saya bilang setiap hari kemudian dokter puskesmas ke-2 ini bilang seminggu sekali.

Felling saya mengatakan yang benar adalah seminggu 3 kali minum, karena saya membaca buku panduannya di buku jadwal kontrol. Memang betul untuk tahap lanjutan dituliskan 3 tablet setiap 3 kali dalam seminggu. 

Menyesal baru kerasa sekarang karena kurang kritis. Ini karena saya menganggap dokter yang menangani saya itu lebih tahu kondisi saya dan lebih paham karena dibidangnya. Tak jarang saya mendengar bahwa minum obat TB itu harus disiplin, setiap hari, setiap hari gak boleh putus atau harus ngulang lagi dan itu pengobatanya lebih sulit untuk kemungkinan sembuh.

"Harusnya saya tanya pada dokter pertama, kenapa di buku anjuran tahap lanjutan itu seminggu 3 kali  bukan tiap hari lagi"

Akh, sudah terlanjur, saya hanya bisa positif thinking saja. Mungkin saja saat itu berat badan saya masih kurang untuk mengonsumsi OAT tahap lanjutan karena di buku di tulis minimal 55kg sedangkan saya baru 50kg. Bisa jadi, tapi ingat ini cuma pikiran saya saja ya, bukan sebuah alasan yang tepat.

Yasudahlah, dokter puskesmas yang sekarang ini bilang tidak apa-apa, iya meyakinkan saya tidak akan ada efek yang serius, berdoa saja kepada tuhan, kata beliau.

Kegelisahan tambah meningkat pasalnya pas banget saya sedang hamil muda, terus baru tahu salah aturan minum OAT lanjutan? Meskipun sudah banyak dokter yang saya kroscek mengatakan antibiotik TB Paru tidak berbahaya untuk janin. Tapi masih kebayang lemesnya pas pulang dari Puskesmas Rawalumbu.

Tetep positif thingking aja sama yang maha kuasa. Insyaallah gak ngaruh ke janin yang dikandung, mohon doanya ya pembaca!

Dan sekarang minum obat OAT tahap lanjutan sudah ganti jadwal dari yang tiap hari menjadi seminggu 3 kali/3 tab. Semangat 2 bulan lagi.

Artikel terkait, Hamil Saat Masih Pengobatan TBC


Thursday, August 29, 2019

Pengobatan TB Paru setelah 3 bulan, dari Rumah Sakit ke Puskesmas


Lanjutan artikel, Pengobatan 2 Bulan TB Paru/TBC

Alhamdulillah, gak kerasa 3 bulan aja pengobatan TB Paru dan udah 2 kali ngalamin telat minum obat huhuhu 😢gara-garanya ketiduran. Iya karena jadwal minum obat OAT akoh toh malam menjelang bobok dan waktu itu capek banget jadi langsung cus tidur. Biasanya ada alaram tapi entah kenapa alaram gak bunyi karena si akhdan main hape sampe lowbet sampai-sampai kegiatan bobok itu tidak ada yang mengganggu gugat. Akhirnya pas bangun sadar belum minum obat saya reflek langsung ambil obat, dan itu kejadiannya subuh menjelang pagi sama pagi menjelang siang 😂

Udah tanya dokter di aplikasi online (takut diomelin kalo tanya bu dokter langsung haha) gapapa asal jangan sampe gak minum dan keseringan telat!

Dan nanti mau konsul lagi ke dokter paru puskesmas, tentang keterlambatan minum obat TB.

Okeh tadi sampe mana? Mau bahas pindah kontrol dari Rumah Sakit ke Puskesmas ya? Haha...

Jadi gini, dari awal ranap pengobatan, prawatan dan kontrol mingguan rutin saya di rujuk dari klinik BPJS ke Rumah Sakit pilihan saya. Saya pilih Rumah Sakit Graha Juanda.

Artikel terkait,  Kenapa saya pilih berobat di Rumah Sakit Graha Juanda

Namun setelah jalan 3 bulan dan waktu surat rujukan sudah habis (maks 3 bulan berlakunya surat rujukan BPJS) saya mau perpanjang tapi ternyata pengambilan obat OAT TBC dialihlan ke Puskesmas terdekat. Yaaaahhh...

Kenapa "yaaaahh" ? 😆

Karena yang sebelumnya di RS ditangai dokter Evata Sp.p dan perawatnya itu sudah bikin saya merasa nyaman. Ya, maklum selama ini saya berobat gak pernah suka sama dokter, terlebih dokter umum (karena dari kecil gak pernah sakit macem2)

"Keluhannya apa?" Kata dokter umum

"Begini dok, begitu dok, bla bla bla". pasien sudah menjelaskan panjang kali lebar

Set set set, nyatet resep suruh ambil obat, selesai..

Jujur saya gak pernah puas sama dokter yang tipe ini. Tipe diajak ngobrol susah, haha...

Kalo dokter Evata spesialis paru di Rs. Graha Juanda, dokternya humble, asyik, saking asiknya nyuruh saya kontrol hampir setiap minggu, bayangin aja gaes gimana gak pegel nih tenaga buat antri dan jajan di kantin, haha..

Tapi aku suka beliau orangnya perhatian, begitu ada gejala beliau langsung respon dan nanya keadan saya. Sampai pas saya akhirnya di oper juga ke Puskesmas, karena obat OAT TBC sudah digratiskan oleh pemerintah, maka saya tidak perlu ke rumah sakit lagi. Uhuuuyyy gratis buibu...

Cukup simpel dan praktis, datang ke puskesmas gak perlu daftar apalagi antri, temui langsung dokter paru (yang alhamdulillah cewek juga) kemudian di beri obat OAT TB Paru. Gak tanggung-tanggung jumlah blisternya banyak lumayan buat stock kurleb 2 minggu sampai 1 bulan. Jadi gak perlu bolak balik keseringan kaya di Rumah sakit sebelumnya. Ambil obat, balik lagi jika OAT sudah habis, atau konsultasi jika ada keluhan, kelar langsung pulang.

Plus minus sih,

Kalo di Rumah Sakit
➕ Kontrol rutin dan sering komunikasi sama dokter bikin termotivasi dan nambah edukasi tentang penyakit ini. Juga jika ada keluhan cepat tanggap.

➖ Boros jajan, capek tenaga karena antri, beresiko tertular penyakit karena isinya rumah sakit, ya orang sakit juga.

Kalo di Puskesmas
➕ Praktis, cepat gak boros waktu/jajan
➖ sayangnya tempat puskes dari rumah ku lumayan berkelok dan minim trasportasi (di dalem perumahan boo)


Udah itu aja, intinya sih penyakit TB bisa diobati jadi tetap istiqomah ikhtiar sembuh ya.. horor horor dulu tentang tetangga banyak yang meninggal karena TB sekarang saya bisa optimis sembuh. Iya kamu juga 😊


Boleh, dibaca juga artikel sebelumnya, 



Semoga bermanfaat!

Friday, July 26, 2019

Mengatasi Mata Kering Dengan Insto Dry Eyes



Semenjak aktif ngeblog, sinar gadget lebih sering terpapar oleh mata saya, terutama smartphone jelas senjata buat nulis. Belum lagi share artikel, networking dan itu baru kerjanya aja loh ya... belum termasuk sama kegiatan di luar ngeblog seperti interaksi di grup WA, medsos, kegiatan lainnya, wah berasa jadi orang sibuk deh kalo diingetin lagi kaya gitu. Nah, seringnya mata terpapar sinar gadget bikin saya gak sadar kalo selama ini sepet-sepet di mata itu tanda gejala mata kering. Mata terasa seperti berpasir, gatal, perasaan seperti kelilipan, dan penglihatan sedikit kabur. Sebenarnya itu gejala mata kering yang terjadi saat mata tidak menghasilkan cukup air mata. Penyebab dan gejala mata kering seperti SEPET, PEGEL, PERIH.

Mata jadi Sepet ...
Mata sepet sepaket sama mata perih. Biasanya kerasa banget kalo terlalu lama di ruangan berAC

Mata terasa Pegel ...
Pasti kalian sering merasa ini nih, MATA PEGEL. Mata kerasa pegel banget kalo pegang smartphone di malam hari. Entah itu sedang nulis atau nonton tanggung drama korea haha...

Mata terasa Perih ...
Ternyata akibat menulis terlalu lama di ruangan berAC. Jadi emang belakangan ini cuaca Bekasi lagi panas-panasnya, belum lagi abis nulis langsung cus jadi macan ternak (MAmah CANtik anTER aNAK) langsung deh berhasil bikin mata kering plus plus.

Mata Lelah ...
Mata juga bisa lelah gess... contohnya kelamaan baca buku, maksain pantengin gadget padahal udah jam tidur, atau lembur ngerjain DL.

Kondisi lain penyebab mata kering seperti pada  lingkungan, paparan asap, angin serta cuaca yang kering dapat meningkatkan penguapan air mata. Kurang berkedip saat sedang bekerja di depan layar komputer juga berpengaruh membuat mata kering.

Daaan semua mata lelah, perih, pegel dan sepet ini bisa direfresh lagi pakai Insto dry eyes. Awalnya ragu nyoba insto dry eyes, kirain untuk iritasi ringan aja ternyata ini dry eyes ya, pas dicoba efektif :)


SOLUSI MATA KERING INSTO DRY EYES


Insto dry eyes, sebagai air mata buatan yang mengandung bahan aktif yang dapat membunuh bakteri juga untuk mengatasi kekeringan pada mata. Insto dry eyes sebagai pelumas pada mata.

Seperti terapi untuk mata kering, pemberian air mata buatan, meningkatkan produksi air mata, dan mengobati radang kelopak mata atau permukaan mata yang berkontribusi pada mata kering. Insto Dry Eye dapat mengatasi gejala mata kering. Insto Dry Eyes, merupakan varian baru dari Insto yang memiliki bahan aktif untuk mengatasi mata kering.

Kemasan luar atau dus boxnya Insto dry eyes ini warna hijau biru, bukan hijau yaa karena kalo hijau itu yang reguler. Inget ada birunya persis kaya gambar di atas. Diproduksi oleh PT Pharma Health Care, Depok- Indonesia. Dalam dus sudah tertera cara pemakaian, indikasi, kontraindikasi, no.Reg.


Kemasaan dalamnya warna putih dan juga bentuknya yang friendly saat di teteskan. Pada kemasan tertera tanggal produksi dan kadaluarsa. Kandungan insto dry eyes ini adalah Hydroxypropyl, Methylcellulose, dengan isi bersih 7,5ml.




Harga
Harganya sangat terjangkau sekitar Rp. 15.000 saya beli di mininarket. Harga bisa berbeda di setiap apotek, paling beda tipis. Insto dry eyes sangat mudah di beli di apotik, toko kosmetik, mini market maupun online.

Menjaga kesehatan mata buat saya penting banget. Apalagi semenjak saya menggunakan cadar, mata menjadi kesan pertama yang dilihat orang. Gak asik banget kan pas kontak mata yang dilihat mata merah.

Tips mencegah mata kering


  • Jangan lupa berkedip secara teratur, terutama saat membaca buku atau menatap layar gadget dalam waktu lama.
  • Tingkatkan kelembaban udara
  • Kenakan kacamata hitam saat di luar ruangan
  • Menghindari dehidrasi dengan minum banyak air.
  • Bila perlu gunakan insto dry eyes jika sudah terasa gejala mata kering


Percaya deh saat bertemu seseorang hal yang dinilai itu berawal dari tatapan mata kemudian ekspresi, betul gak?

Insto ini sekarang menjadi benda wajib ada dalam tas setelah di meja laci kerja huehehe...

Jadi, Kalo udah ngerasa mata sepet, pegel, perih, tandanya mata kamu kering. Kamu butuh insto dry eyes gaes




Thursday, July 25, 2019

Pengobatan 2 bulan TBC


H-7
Demi kontrol dan kedisiplinan obat, perjalanan saya ke rumah sakit kali ini tidak mudah. Yaitu mengendarai sepeda bersama akhdan anak saya. Jarak anatara rumah ke rumah sakit sekitar 4 atau 5 km, dari jalan kampung yang sempit ramai sampai lewat jalan raya besar yang mengarah ke bulak kapal, Bekasi. ya lumayanlah buat penggoes yang sedang asam urat akibat efek samping obat TBC. Sebenarnya ini bisa dibilang mengeneskan tapi juga banyak hikmah. Jadi tanggal 27 Juli itu adalah 2 bulan pengobatan intensif TBC saya sebelum akhirnya lanjut ke pengobatan lanjutan 4 bulan.

Beruntung tuhan memudahkan perjalanan saya. mulai dari kesehatan geoesan yang prima, meskipun lagi nyeri sendi dan cuaca pagi-siang yang mendukung alias lagi adem. Gak kaya biasanya bekasi sonoan dikit selalu panas mentereng.
Selama perjalanan seru sih karena sekalian mengajari anak tentang keberanian, optimis dan mandiri.

Di rumah sakit yang seharusnya saya dijadwalkan cek asam urat, tidak terlaksana karena saya tidak puasa, seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Ya iyalah gak tahan puasa disisi goes sepeda menuju rumah sakit aja butuh pasokan kalori hehe, tapi gapapa dimaafkan bu dokter.

Next jadwal pemeriksaan berikutnya adalah cek dahak. Karena sekarang mau mendekati 2 bulan atau tahap lanjutan. Masalahnya dahak saya gak bisa keluar secara semenjak minum obat merah itu kan udah berenti batuknya. Jadinya diresepkan dokter obat untuk merangsang keluarnya dahak. Obatnya agak ribet, 2 tablet minum sebelum tidur, bangun tidur 2 tablet, kemudian minum air hangat, lari-lari kecil, sarapan, minum 2 tablet lagi. Harusnya berhasil, tapi sayangnya gak ada efek batuk. Jadi untuk tes dahaknya gak berhasil permisah.

Minggu depan sudah pas 2 bulan dan waktunya rontigen lagi untuk melihat perbandingan ronsen pada 2 bulan sebelumnya :)

Pengen cepet ganti obat kuning karena yang merah efek sampingnya asam urat, mual, tambut rontok, mungkin pengaruh dosis yang lebih besar kali ya. Semoga aja cepat kekejar berat badannya.

Baca juga, Pengobatan TBC Paru part 1

Lanjutt..... 👇


Hari H tepat 2 bulan, 27 Juli 2019

Pengobatan TBC

Gak kerasa udah 2 bulan pengobatan TB Paru yang saya jalani. Ada banyak hikmah dikasih sakit berat seperti ini. Mulai dari kesabaran, ikhtiar, inget mati, menyayangi tubuh, semakin dekat dengan Allah, dan yang paling saya tunggu sih sebenarnya adalah pergantian obat dari merah ke kuning. Soalnya yang merah dosisnya lebih banyak dan efek samping asam urat masih kerasa terus setiap hari.


Jadi kontrol 2 bulan saya harus rontigen lagi, untuk melihat perbandingan rontigen paru saat pertama kali saya di rawat inap. Sebelumnya dokter minta tes dahak namun nihil meskipun sudah diberi obat perangsang dahak (karena sudah tidak batuk lagi) dahak tidak mau keluar. Alhamdulilah meski sudah tidak batuk atau dada sakit, hasil rontigen bagus. Perkembangan semakin bagus, berat badan saya pun terus naik. Selama 2 bulan naik 9 kg dari 37 menjadi 46kg. Meskipun targetnya 55kg untuk mengonsumsi obat kuning tapi kata dokter tidak mengapa.

Kandungan obat kuning ini adalah Rifampicin 150mg dan isoniazid 150mg.
Diminum 3 butir setiap malam atau pagi 2 jam setelah makan, seperti biasa aturan pakai sama seperti yang merah (dosis bisa berbeda tergantung resep dokter)

Next step obat kuning ini masih tetap dikonsumsi selama 4 bulan lagi dan rutin kontrol setiap 1 atau 2 minggu sekali. Hmmm cukup melelahkan ya bolak balik rumah sakit. Alhamdulilahnya pakai BPJS jadi menghemat biaya kesehatan. Seperti tes darah, cek asam urat, rontigen, resep obat di luar apotik seperti obat asam urat, lambung, dan sebagainya. Kan kalo obat TB itu free ya, kalo di puskesmas, gak tau deh kalau di rumah sakit mah.


Oia saya baru tau loh, ternyata obat TBC ini termasuk jenis antibiotik ya. Gak kebayang konsumsi antibiotik selama 6 bulan, pantas gak boleh putus obat karena malah bikin kuman kebal dan itu yang buat penyakit TBC mematikan.

Intinya di kontrol pengobatan 2 bulan TBC ini alhamdulilah dada udah gak sakit lagi, udah gak lemes lagi, HB normal gak anemia dan super lemes kaya waktu sebelum pengobatan dan semoga asam uratnya lenyap setelah beralih ke obat yang kuning.


Inget ya yang TB Paru kunci kesembuhan ada pada disiplin minum obat :)


Baca juga, Hampir Setiap Minggu Jadwal Berobat TBC 

Baca sebelumnya, Awal kena penyakit TB Paru atau TBC


Tuesday, June 25, 2019

Pengobatan TBC: Kontrol rutin berjadwal


Hari itu belum sampai sebulan pengobatan TB saya memutuskan untuk keluar rumah mau beli baju lebaran yakni belum sampai 2 minggu lebih. Sebenarnya gak boleh permisah, jangan ditiru ya hihi.

Okeh kondisi badan tidak selemah saat sebelum pengobatan. Saya merasa sehat kembali. Makan saya banyak terutama nafsu dengan makanan daging dan jajan tentunya.

Dalam waktu satu minggu saya mulai mampu pergi-pergi menggunakan motor, saya pergi menggunakan transportasi umum ke luar kota tetangga, meskipun kerap kali terasa lelah tidur sebentar kembali pulih. Hanya terasa kaki yang kencang saya pikir efek kelelahan. Namun saat jalan-jalan ke bandung pasca lebaran rasa sakit di sekitar betis sangat kerasa dan menjalar ke kandung kemih. Diperjalanan saya tidak bisa BAB dan perut bagian bawah sakit sekali. Mungkin ini efek kelamaan duduk di mobil atau lelah. Namun akhirnya normal kembali setelah pulang ke rumah. Rasanya seperti urat tertarik, kaku dan berat.

Nyeri pada lutut, betis semakin mengganggu terutama waktu solat. Kemudian menjalar pada telapak kaki lalu jari2 tangan.

Kontrol kedua pun tiba,
Saya dijadwalkan kontrol lagi terhitung dua minggu lebih dari hari terakhir keluar rawat inap.

Dokter bilang saya asam urat efek dari obat. Dalam sebulan pertama pengobatan TBC efek samping obat mulai dari asam urat, rambut rontok berlebih, telat haid. (Mungkin setiap individu bisa berbeda-beda) berita bagusnya berat badan saya naik 5 kg dari 36 sekarang 41kg. Dokter mentargetkan BB saya harus sampai 55kg supaya bisa ganti obat kuning, next step. Buat saya agak sulit menaikan BB dalam sebulan ini, 14kg karena memang dari dulu stabil di -48.

Di kontrol kedua dokter hanya memberti obat TB tahap pertama yang berwarna merah itu (saya lupa namanyanya anda bisa search di google yaa)

Dokter menjadwalkan kontor lagi minggu depan unyuk cek darah dan asam urat. Dengan jarak 1 minggu lumayan menguras tenagga menginggat bolak balik berobat dan ngantri itu melelahkan dan boros jajan, haha.

Baca juga, Rasanya Punya Penyakit TBC atau TB Paru

Efek samping obat TBC berwarna merah


  • Asam urat (nyeri seperti otot kaku atau tertarik, bagian betis, lutut, telapak kaki dan tangan/jari, kadang leher samping) dan ini terasa saat seminggu pengobatan efek samping mungkin bisa berbeda-beda pada setiap individu.
  • Rambut rontok
  • Mual (tapi gak sampe muntah)
  • Telat haid bisa juga enggak haid

Jika terjadi efek samping diatas biasanya dokter akan memberi obat peredanya pada kontrol di minggu berikutnya.

Meski sudah jalan beberapa minggu kadang kala saat merasa sudah fit sakit dada yang nyeri itu kambuh. Tidak ada riwayat sakit asma atau sesak nafas. Tapi kalo sudah merasakannya, ambil nafas pun nyeri jadi saya lebih bisa bernafas pendek. Jika kalian merasakan diposisi nyeri dada mungkin kamu akan berpikir bagaimana jika ini akhir hidup saya? Lalu kemudian besoknya sembuh lagi, alhamdulillah hehe. Karena banyak orang meninggal karena TBC Paru. Ada 3 orang yang saya kenal meninggal karena TBC tapi ternyata setelah saya cari tahu orang yang meninggal karena TBC itu pertama,

1. Terlambat penanganan
Sakit TBC itu kalo tidak cepat terdeteksi, lambat penanganan seperti tempat tinggal jauh dari faskes, tidak ada biaya atau penanganan yang salah misal dibawa ke dukun/orang pintar bisa menyebabkan kematian. Biasanya ini sering terjadi dikampung atau orang yang minim edukasi tentang TBC.

Jadi ges ini pelajaran banget jika sudah ada tanda tidak wajar dari sakit kamu segera periksa ya! Jangan harus nunggu komplit gejalanya karena TBC yang identik dengan batuk berdarah juga belum tentu keluar darahnya hehe...

2. Putusnya pengobatan alias pasien Menghentikan obatnya meskipun sudah merasa sembuh. 
Nah ini ribet lagi, karena katanya bakteri M nya ini belum benar-benar mati hanya pingsan. Jika obat terhenti bakteri akan bangun kembali dan kebal terhadap antibiotik sehingga lebih sulit diobati. Adapun tahapnya itu biayanya dan obatnya lebih mahal juga rumah sakit yang tertentu yang hanya ada di Jakarta.

Kedengarannya lelah ya harus minum obat tanpa putus selama 6 bulan dan kontrol rutin. Di awal aja tiap minggu harus ke RS belum lagi efek samping nya yang membuat kita tidak nyaman. Tapi percayalah efek samping nya itu lebih kecil dibanding manfaat obat nya yang besar sekali. Jadi buat kalian yang sedang menjalani pengobatan TB tetap istiqomah ya :)

Baca sebelumnya, Pengobatan TBC part 1

Saturday, June 1, 2019

Pengobatan TB Paru

Tuberkulosis penyakit TBC

Setelah dinyatakan positif TBC atau TB Paru, saya langsung di rawat inap siang itu (Senin, 27 Mei 2019). Saya di tempatkan di kamar isolasi. Hanya saya sendiri dalam kamar perawatan itu dan penjengukpun hanya diperbolehkan satu orang. Tiba-tiba anak saya disuruh menjauh, cadar diganti masker karena dianggap lebih akurat dalam mencegah penularan. Rasanya seperti diasingkan saja. 😢

Infusan yang sejak awal sudah dipasang kini dimasukan beberapa jenis obat (kalo gak salah 3 suntikan) suntikan itu kemudian dimasukan melalui selang infusan. Awalnya gak sakit tapi di waktu berikutnya, obat yang disuntikan melalui selang infusan itu rasanya perih, sakit sekali.

Malam pertama rawat inap
Saya ingat malam itu saya di suntik antibiotik sekaligus mengetes kealergian terhadap antibiotik tersebut. Apakah ada reaksi gatal? Tapi alhamdulilah enggak ada alergi-alergian jadi memudahkan pengobatan juga kan.

Lanjut, dua jam setelah makan malam dilanjutan dengan obat inti. Yaitu obat TB Paru. Warnanya merah pudar dan harus diminum langsung 3 tablet (jumlah tablet ditentukan tergantung berat badan jadi gak sembarangan)

Malam itu jam 1 saya dibangunkan untuk transfusi darah, karena hasil darah sudah keluar HB saya sangat rendah yakni 6 dari normalnya minimal HB 11. Satu hari itu 2 kantung darah berhasil merecarge tubuh. Masalah makan masih nafsu ketimbang saat tinggal di Bogor itu total hampir gak mau makan, cuma itu makan nasi masih gak bersahabat. Dokter berpesan untuk terus menggenjot asupan protein juga zat besi seperti daging merah, kacang-kacangan, telur, susu, dsb. Pantangan saat maag pun jadi tidak saya hiraukan demi semangat ingin sembuh, semangat 15 kg. 37 menuju 55 kg.

Dua malam di rumah sakit, dokter mengizinkan saya pulang karena HB sudah mencapai 10, meskipun kurang dikit, alhamdulilah.

Siang itu kami bergegas pulang dan suami membereskan berkas-berkas dan bawaan.  Untung pakai BPJS jadi tidak ada kendala ataupun iuran apapun semua 100% ditanggung BPJS saya tinggal pulang saja tanpa syarat berkas yang meribetkan.

Dan ini beberapa obat yang diresepkan dokter untuk saya, ada 3 jenis yakni Curcuma, Penambah darah, dan obat inti obat TB yang harus diminum rutin gak boleh putus.

Obat TB ini harus diminum setiap hari di malam hari dengan jeda terakhir makan malam minimal 2 jam dengan kondisi perut kosong. Jumlah obat yang diminum saya langsung 3 tablet (jumlah tergantung BB berat badan dan sudah diresepkan dokter yaa karena mungkin setiap orang jumlahnya berbeda-beda)

Jika terjadi mual, muntah hebat setelah minum obat merah ini segera hentikan dan hubungi dokter anda.

Alhamdulilalah saya cocok. Sakit dada sebelah kanan awalnya terasa nyeri setiap bernafas apalagi saat batuk tapi setelah minum obat TB ini berangsur membaik.

 Buku kontrol

Setiap kontrol ke Rumah sakit terutama untuk pengambilan obat TB jika habis, perawat akan mencatat kunjungan dan memantau perkembangan TB sampai bakteri TB ini benar-benar mati. Yups, sampai 6 bulan. Meskipun nanti sebulan pertama, dua bulan, dan seterusnya merasa sudah sembuh tetap harus kontrol dan pantau karena bakteri TB biasanya hanya pingsan dan bisa hidup lagi jika kita tidak disiplin dalam pengobatan.

Nah, obat TB ini sangat berperan penting dalam kesembuhan TBC dan harus diminum rutin selama 6 Bulan.

Baca juga, Rasanya punya penyakit TBC

Do
✔ Gunakan masker diluar maupun dalam rumah terutama jika kontak dengan keluarga
✔ Makan makanan tinggi protein dan zat besi seperti daging merah, kacang-kacangan, telur, susu, buah dan sayur.
✔ Perbanyak waktu berjemur di pagi hari
✔ Minum air putih yang banyak
✔ Hindari tempat lembab
✔ Jaga kebersihan barang pribadi terutama alat makan
✔ Disiplin minum obat TB meskipun sudah merasa sembuh

Dont
❌ Tidak menggunakan masker
❌ Bersin, batuk, buang dahak/ludah sembarangan
❌ Tidak teratur minum obat TB
❌ Terlalu banyak berdiam diri di kamar yang lembab/dingin
❌ Sementara jangan keluar terpapar polusi udara
❌ no rokok maupun asapnya hindari

TIPS

  • Bila dada terasa sakit saat tidur ambil posisi nyaman tidak menghimpit dada yang sakit. Misal sakit dada sebelah kiri berarti tidur miring ke kanan.
  • Bila dada terasa nyeri segera kompres dengan air hangat 

Setelah berobat, mendapat transfusi darah HB naik, efek minum obat TB lumayan bagus frekuensi batuk berkurang namun dada terasa nyeri belum hilang sepenuhnya kadang sembuh kadang terasa sakit lagi. Well, kematian bisa datang kapan saja kita cuma bisa bersiap dan mempersiapkan yang penting ikhtiar sembuh sudah :) sambil jalani pengobatan tahap berikutnya.

Lanjutkan Baca, Pengobatan TBC: Kontrol Rutin Berjadwal

Friday, May 31, 2019

Rasanya Punya Penyakit TBC / TB Paru


Memang bener ya pernyataan "Penyakit bisa mengenai siapapun tanpa diduga" hal itu ternyata saya alami bahkan rasanya tanpa asal usul. Beda seperti penyakit sebelumnya maag kronis karena saya sadar pola makan yang buruk. Kalo ini, datang begitu saja.

Saya tidak menyangka 2 bulan lebih bertahan dari sakit, positif thinking akan sembuh sendirinya, tapi ternyata sebuah kuman sedang menggrogoti paru-paru saya dengan ganas. 

Hari itu berawal dari sugesti saya bahwa maag kronis saya belum sembuh total dan menimbulkan sederet masalah kesehatan lainnya, yang paling keciri adalah tidak nafsu makan. Setiap makan mual, muntah, asam lambung naik ke kerongkongan, menimbulkan paru-paru ikut basah termasuk menyebabkan batuk lama sembuh (pemikirin asal manusia tanpa gelar dokter dan kebanyakan baca gugel 😂 tapi gak periksa ke dokter)

Waktu semakin berlalu, cuaca Bogor terutama rumah baru yang saya tinggali semakin terasa dingin, lembab dan dingin. Kedua kamar dingin, dapur yang luas dingin, kamar mandinya apalagi air bak dan sumurnya bagai air dari kulkas. Tapi saya paksa nikmati karena hal seperti ini sangat jungkir balik dengan keadaan di Bekasi tempat tinggal saya yang puanasse minta AC.

Makan semakin malas, ini karena maag, pikir saya terus. Kekuatan tubuh semakin melemah, untuk jalan ke warung depan pun kira-kira 25 langkah bolak balik nafas sudah ngos-ngosan dan oh gak kuat. Saya mulai sering tergolek di karpet atau kasur.

Sebuah perjuangan sendiri untuk mandi, cuci, dan berwudhu apalagi ke warung depan. Saya lihat tubuh semakin kurus terutama bagian pundak lengan itu yang paling drastis.

Satu bulan lebih batuk masih tak kunjung reda. Batuknya biasa saja, berdahak bening berbusa saya baca di gugel karena asam lambung dan alergi. Ada yang bilang ini efek alergi dingin. Batuk dan gatal-gatal jika kedinginan. Gatalnya tidak bentol tapi pori-pori membesar setelahnya terlihat bintik-bintik menghitam (pori-pori bekas gatal), fix saya berpikir sakit ini karena alergi dingin.

Batuk sebulan lebih dengan dahak bening berbusa, lemas yang tak terkira, perasaan mudah letih dan teramat capek, serta penurunan berat badan perlahan namun drastis, wajah yang semakin putih pucat (berpikir mutihin karena tinggal di daerah sejuk)

Awalnya BB memang sedang turun karena maag tapi terus turun sampai hampir 10kg tanpa sadar.

Dua bulan berikutnya,
Demam setiap hari menjelang magrib mulai intens. Saya pikir efek meriang karena suhu pegunungan ditambah badan yang tinggal tulang. Namun saya tidak pernah khawatir karena setiap tengah malam demam selalu turun dengan sendirinya, tapi yang keluar keringat dingin. Demam setiap menjelang malam berlangsung satu bulan lebih, disusul nyeri tulang dada bagian kanan (hanya beberapa hari). Warna wajah semakin putih pucat, tidak ada lagi warna kuning langsat, setiap saya buka dan lihat betis warnanya beda sungguh putih sudah tidak ada kulit langsat kebanggaan yang ada putih salju.

"Apakah ini karena saya tinggal di tempat sejuk?"

Anemia terus melekat. Bawah mata saya terlihat semakin putih bahkan tidak biasanya tidak ada segaris merah pun, semuanya putih. Dalam hati berkata "seperti mayat hidup pucat sekali, mungkin saya butuh zat besi".

Berjemur di bawah matahari pagi bagai merecarge tubuh, lsangat nyaman. Sayang rumah kami hanya sedikit sekali kena matahari, itupun tidak privasi karena rumahnya berdempetan dengan tetangga.

Saya merasa payah setiap hari apalagi syok melihat badan tinggal tulang bagian pundak, lengan habis, paha, bokong, tempat-tempat dimana itu lemak paling bohay hilang. Menangis??? Iya. Saya belum sadar itu TBC saya masih menyalahkan maag. Makannya saya enggan berobat karena merasa ini efek maag dan sudah punya obatnya. Ditambah jarak tempat berobatpun jauh dari tempat tinggal baru. Semakin waktu berjalan semakin penasaran. 

Ya Allah saya sakit apa?

Pernah terlintas dibenak, apakah TBC? ah tidak mungkin, batukku tidak dengan darah kok..

Beberapa bulan yang lalu saya niat berobat di Bekasi saat berada di Bekasi namun beberapa kali urung dilakukan karena waktu terbatas. Berobat di Bogor tidak memungkinkan karena akses lokasi tempat tinggal saya dan kendaraan pribadi sulit. Naik umum dengan kondisi super lemah itu sulit. Bahkan ketika rasa lemah itu terasa sangat lagi saya terus tergolek, anak hanya bisa memanggil terus mamahnya untuk bangun. Saya sudah pasrah dan disempatkan menulis surat wasiat. 


Hari itu datang,
Ketika mas suami sebentar lagi cuti libur lebaran, pikir saya sudah rindu ke Bekasi untuk istirahat total dan berobat. Namun hari itu terlalu lah untuk naik kendaraan umum (KRL). Kenapa gak bareng mas suami? Dia masih ada sedikit kerjaan beberapa hari lagi. Namun firasat untuk ke pulang segera sangat kuat, "aku harus berobat, aku gak boleh mati disini". Namun gagal karena gak kuat jalan. Hingga pada esoknya saya berencana pergi pagi itu namun "gubrak" tergolek lemah lagi dikasur yang sangat dingin itu. Akhdan terus mengoceh, memanggil nama saya. Saya sering menangis bukan karena sakit karena sungguh sakit melihat akhdan menyaksikan emaknya seperti ini di depannya.

Tertidur pagi itu sebentar akhdan masih nemplok melek di belakang punggung saya, mendadak bangun melihat anak. 

"Kalo kaya begini terus kapan saya ikhtiar sembuh, kuat gak kuat harus dipaksa jalan ke Bekasi, yang penting saya ingin sembuh untuk akhdan" 

Saya bangun, rapih dan meminta mas yang sedang mengajar untuk mengantar saya ke stasiun Bogor. 

"Ya Allah beri saya kekuatan diperjalanan"

Alhamdulillah sepanjang perjalanan sangat dipermudah Allah padahal sedang ramai demo di jakarta pusat masalah pemilu itu, yang mengakibatkan transportasi lumpuh. Siang itu kereta ramai lancar saya selalu dapat tempat duduk, meskipun hampir tidak dapat saat mendapat KRL Bekasi beruntung bertemu dengan petugas jadi diberi pioritas. Di stasiun transit sempat istirahat maksi akhdan mengisi tenaga alhamdulillah makanan seafood udon cocok di perut si maag mengisi tenaga. 3 jam perjalanan penuh perjuangan, akhirnya sampai juga ke rumah Tambun.

Suhu lantai atas yang pengap, hot, gerah, sangat saya rindukan haha.. jamuan ala ratu dari mamah sangat diutamakan. Apa langsung berobat? Tidak. Saya merasa lebih nyaman, suhu hangat, istirahat total tidak ada lagi masak, cucian kotor, anak anteng main di luar, cemilan makanan selalu sedia di depan mata, tugas saya makan, makan, istirahat, nyuruh-nyuruh, haha..

Sampai saya merasa cukup sehat saya pergi berobat. Kecuali baru beberapa hari ini dada bagian kiri terasa sakit.

Di klinik BPJS saya menimbang BB. Disitu saya baru tahu berat badan yang drastis itu, 36kg!!!!! 48 ke 36kg! Kalo dikata lebay saya memang perasa. Saya nangis. Sakit apa?
Ketika saya menyebutkan lebih ke'batuk yang hampir 3 bulan, dokter fokus curiga ke paru bukan lambung. Jadilah saya di rujuk ke Rumah sakit untuk periksa ke Dokter Spesialis Paru.

Masih dalam keadaan lumayan merasa sehat, dan di cek ini itu, rontigen, darah, pernafasan, dokter bilang saya terkena TB Paru-paru atau TBC, tuberkulosis atau orang awam bilang flek paru. Saya melihat hasil rontigen bahwa memang tulang dan paru bagian kanan sedikit berbeda dari yang kiri. Semacam ada gambar pembesaran dan tulang yang beda, sekali lagi dokter munjukan padaku bahwa ini TB paru.

Tanda Awal Penyakit TB Paru

  • Batuk yang berlangsung lama lebih dari 3 minggu
  • Capek berlebihan
  • Anemia (bisa dilihat dari warna kulit yang semakin putih pucat)
  • Tidak nafsu makan dalam jangka lama
  • Penurunan berat badan drastis 
  • Lemas bahkan tak mampu bergerak jika sudah parah
  • Merasa dingin
  • Demam malam hari dan berkeringat dingin
  • Dalam tahap lanjut/parah dahak berwarna kecoklatan sampai darah
  • Dalam tahap parah dada mulai terasa sakit

Sedih banget, pertama yang saya ingat saat dinyatakan TBC adalah mati. Karena masuk dalam 5 penyakit mematikan di Indonesia. Dan TBC ini sudah sangat umum di Indonesia. Jika kekebalan tubuh bagus, dan seting terpapar sinar matahari, bakteri infeksi TB akan mati dengan sendirinya. Tapi tuhan sedang menguji saya.

Hari berobat itu juga, saya dirawat inap. Tidak ada persiapan seperti pakaian, dan lain-lain, tiba-tiba saya dipisahkan dengan mereka yang mengantar saya berobat, terutama anak. Saya langsung diinfus, diambil darah, cadar diganti masker lalu masuk kamar isolasi. Kamar dimana hanya satu pasien bukan karena kelas VIP dan penjenguk harus satu orang. Anak mungkin kaget karena tiba-tiba disuruh menjauh dari saya. Ya saya masuk rawat inap untuk pertama kalinya dalam hidup saya.

Lanjut baca, Pengobatan TB paru part 2

Thursday, February 21, 2019

Pertolongan Pertama Saat Memar Atau Lebam

Memar adalah, adalah suatu jenis cedera pada jaringan tubuh, yang menyebabkan alirandarah dari sistem kardiovaskular mengendap pada jaringan sekitarnya, disebut hematoma, dan tidak disertai robeknya lapisan kulit. Memar ditimbulkan oleh trauma seperti tumbukan benda tumpul dan menimbulkan rasa sakit walaupun pada umumnya tidak berbahaya. Endapan sel darah pada jaringan kemudian mengalami fagositosis dan didaurulang oleh makrofaga. Warna biru atau ungu yang terdapat pada memar merupakan hasil reaksi konversi dari hemoglobin menjadi bilirubin. [Wikipedia]


Belum lama ini anak saya kakinya masuk ke dalam jari-jari roda sepeda saat saya kayuh. Sepeda ukuran besar loh, tau kan yang ada keranjangnya khusus perempuan. Kejadiannya cukup cepat, mohon maaf saya gak bisa cerita detailnya karena beneran masih trauma inget detik-detik itu. Intinya kaki sebelah kanannya seketika membiru sangat hitam dan mulai menjalar dalam hitungan menit. Saya terpogoh-pogoh menggendongnya, untung saja perjalanan kami masih sekitaran rumah beda satu blok saja alias baru berangkat pisan.

Panik?
Panik banget! Pengen ikut nangis tapi di tahan. Gimana sih, perasaan ibu muda yang masih newbie pengetahuan yang memiliki anak kesayangan karena cuma semata wayang.

Tapi akhirnya tertangani dengan baik, happy ending.

Sebagai rasa syukur saya mau share Pertolongan Pertama saat Mereka atau lebam, biar ibu baru, ibu perantauan yang jauh dari orangtua, ibu tunggal, ibu lagi sendiri, bingung untuk memberikan Pertolongan Pertama saat Memar karena minim pengetahuan, yang ditahu cuma luka luar pake Betadine, hehe. yang dipunya cuma hape dan internet ikhtiarnya cari di website kesehatan. Berarti kita sama.

Langsung saja!

Pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika lebam saat kecelakaan


1. Kompres bagian memar/lebam dengan air es. Fungsi mengurangi perdarahan dan pembengkakan.

Tahap pengompresan ini harus langsung ya bunda saat kejadian luka berlangsung.
Saya yang panik mencari-cari es batu di dalam kulkas, saya ingat "kenapa pain bola yang cedera langsung di kompres air es/es batu" ternyata agar mati rasa. Ya, emang segitu aja pengetahuan saya tentang es batu dan memar. Es batu dihancurkan, masukan bahan katun lembut lalu kompres, bisa pakai kaus dalam atau dalaman kerudung. 

Sambil di kompres tidaklah berjalan lancar karena anak menolak kesakitan terus. Hari itu hanya ada kami berdua di rumah, karena panik pikiran pun bercabang, ingin mencari tukang urut tapi pasti lebih sakit kasian anak dan belum tentu tukang urut ini ahli. 

Akhirnya saya browsing di internet pertolongan pertama saat memar, ternyata benar kompres pakai air es/es batu, ceklist (✔). Sembari membolak-balikkan balikan kompresan di kaki anak, saya perhatikan kebiruannya sudah hilang!

Note: memar terjadi pada lengan atau kaki, angkat bagian tersebut dengan posisi lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah lokal.

Langsung saya naikan kaki si anak ke atas bantal masih tetap sambil di kompres es batu lapis kain katun agar tidak basah.

2. Kurang lebih setelah satu jam barulah kompres air hangat, untuk memperlancar peredaran darah. Tentunya setelah dijeda dari pengompresan air es/es batu.

Kalo di info yang saya dapat, kompres air hangat dapat di berikan setelah 24 jam, untuk membantu penyembuhan luka. Tapi tidak saya ikuti, saya lihat kesiapan anak lebih relax di kompres air hangat setelah sebelumnya pakai es batu yang sudah dijeda beberapa menit yang lalu. Kompresan hangat akan membuka pembulu darah sehingga memperlancar sirkulasi darah pada area tersebut.

Beberapa menit kemudian, setelah melalui proses tahapan keduanya. Kakinya mulai tidak terlihat kebiruan. Anakpun mulai diam dan bisa ditinggal di rumah, saya beli minyak tawon. Hanya tinggal kelihatan bengkaknya saja. Sesekali saya pijat ringan bagian betisnya saja agar anak merasa relax.

Satu jam yang menegangkan pasalnya ia terus kesakitan saat diberi pertolongan pertama, saya sangat khawatir patah tulang alhamdullillah ternyata tidak.

Oia, bunda ini sekedar sepengatahuan baru saya saja bahwa ada salep khusu luka memar namanya tromboflash, bunda bisa beli ini sebagai P3K. Saat itu aku belum punya jadi gak pakai tromboflash.

3. Masih dalam perawatan, olesi minyak tawon atau ramuan alami seperti beras kencur yang di balur lalu perban. Ramuan yang membuat efek hangat.

Sore itu sampai malam anak kenyang diolesi minyak tawon sekalian pijat ringan oleh saya. Saya belum berani ketukang urut karena tidak biasa diurut oleh orang. Histori yang udah-udah malah nambah parah setelah di urut. Kalo masalah urut tergantung kepercayaan bunda masing-masing, soalnya saya belum cari informasi akurat tentang mengatasi luka lebam atau memar ini seperti kejadian anak saya dengan metode urut. Tapi saya sarankan jangan langsung dulu sebelum diberi pertolongan pertama. Atau setelah mencari informasi yang akurat. Tapi kalo sudah terbiasa dan sudah menjadi sugesti gak papa. Intinya pilihan ada ditangan kita.


4. Bila perlu beri parasetamol jika masih terasa sakit.

Malam itu sudah lebih baik, tapi saat tidur malam,
Anak terbangun tidak nyenyak karena merasa nyut-nyutan kerasa lagi memarnya. Terus saya kompres air hangat dan minyak tawon. Sesekali saya kasih parasetamol sebagai pereda nyeri.

Semalaman itu memar sore masih dalam pantauan saya. Apakah membaik atau memburuk, atau lebih dari memar.


Keesokan harinya, 

Alhamdullillah, ia bisa berjalan lagi meskipun terlihat berjinjit-jinjit katanya sudah lebih baik. Bahkan tadi sore hujan-hujanan. Hanya sedikit meninggalkan bengkak tapi jarang kambuh dan dalam batas normal. Alhamdullillah.

Oia, perlu dicatat bunda,

Bila memar bertambah parah atau bengkak dengan rasa sakit tak tertahankan, segera bawa ke rumah sakit karena ada kemungkinan patah tulang atau luka lainnya.


Semoga Bermanfaat!







Sumber referensi https://m.detik.com/health/first-aid/d-2024667/pertolongan-pertama-untuk-memar


Tuesday, January 29, 2019

Jangan sampai emak batuk!



Iya beneran, emak-emak jangan sampai kena batuk. Kalo batuk urusan rumah bisa jadi berat. Jangan mas suami yang ngurus rumah biar istri aja yang tanggung, mas suami gak akan kuat, malah tambah double PR nanti. 😆

Batuk, bukan hanya mengganggu kalian yang sibuk kerja di luar dan harus bertemu banyak orang, tapi emak yang kegiatannya di rumahpun sama pentingnya 😁

Saya ibu rumah tangga full 24 jam di rumah dan menghadapi segala drama urusan di dalam rumah, termasuk kebutuhan anggota keluarga. Seperti memasak, bonding terhadap buah hati, sentuhan untuk mas suami (ehm, next) dan berinteraksi terhadap setiap anggota keluarga. Kalo emak batuk terus menular ke anak dan mas suami, bisa super double PR nya. Anak sakit, bapaknya sakit, emaknya juga sakit yang lebih kualahan apalagi kalo punya bayi, baby jangan sampai sakit batuk! makannya emak dilarang batuk, jadi kalo mas suami (kalo punya 😂) pulang kerja para istri sudah mencium aroma gelagat batuk, istri wajib siapin amunisi. Amunisi seperti apakah itu? Baca sampai habis!

Amunisi ini bukan buat musnahkan mas suami ya tapi batuknya itu plus perlindungan untuk anggota keluarga supaya gak menular. Apalagi kalo ada baby di rumah. Jadi yang paling penting itu sebenarnya Ibu harus tetap sehat, karena kalo bukan para ibu yang merawat mereka, siapa lagi? 

Batuk berdahak adalah salah satu penyakit yang paling banyak menyerang di saat pancaroba. Apalagi jika kekebalan tubuh tidak dijaga. Sedikit saja kelelahan, gampang kena flu, pilek, batuk. Rutinitas pekerjaan, menggunakan kendaraan umum, bertemu banyak orang, jajan sembarangan, polusi, memperbesar resiko kita terserang penyakit. Kemudian membawa virus tersebut ke dalam rumah dan siap menulari orang terkasih. Tidak mau kan?




Lalu, bagaimana mengahadapi dan mencegah penyakit di saat musim peralihan atau pancaroba?


Selain ilmu memasak dan mengajar, emak juga harus punya pengetahuan ilmu tentang kesehatan karena kita ini perawat rumah tangga 😉. Alhamdullillah, pada tanggal 25 Januari Bisolvon dan Fimela.com mengadakan talk show Bisolvon bersama dengan mereka yang berlatarbelakang dan berorientasi kepada keluarga. Pada blogger gathering Bisolvon dan Fimela membahas tentang Bagaimana melindungi keluarga kita dari batuk berdahak yang sering menyerang di musim pancaroba seperti sekarang ini. Tips sehat selama pancaroba ini bertema, "Jangan Batuk Berdahak Jauhkan yang Dekat".

Narasumber dalam talkshow Tips sehat selama pancaroba, menghadirkan 3 figure yang berperan penting dalam keluarga seperti, ibu amallia Sarah tokoh publik seorang ibu yang memiliki satu anak balita, dr.Riana , Kak Mega dari Bisolvon. 

Batuk berdahak paling sering disebabkan oleh infeksi dari bakteri, virus, atau jamur yang menyerang saluran pernapasan. Infeksi tersebut membuat produksi lendir jadi lebih banyak. Untuk menyingkirkan lendir yang berlebihan pada paru dan saluran udara lainnya, tubuh akan merangsang batuk disertai keluarnya lendir atau yang kita sebut dahak.

Beberapa penyebab batuk berdahak yang mungkin terjadi, antara lain,

  • Pilek atau flu. Batuk menjadi salah satu gejala dari flu atau pilek. Biasanya sebelum Anda demam, nyeri tubuh, batuk dan sakit tenggorokan menjadi gejala awal dari dua kondisi tersebut.
  • Bronkitis. Peradangan pada saluran bronkus (saluran yang membawa udara ke paru) yang disebabkan oleh virus. Kondisi ini menyebabkan Anda sering batuk berdahak bahkan terjadi selama lebih dari beberapa minggu.
  • Pneumonia. Adanya bakteri, virus, atau jamur yang bersarang di paru dapat menyebabkan infeksi. Kondisi ini membuat lendir di sekitar paru jadi lebih banyak sehingga Anda akan terus mengalami batuk berdahak dalam waktu yang cukup lama.
  • PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik). PPOK adalah sekelompok kondisi yang merusak paru dan saluran yang membawa udara ke paru. Selain batuk yang lebih sering terjadi, lendir yang dihasilkan bisa berwarna putih, hijau, atau kekuningan disertai gejala napas pendek.
  • Merokok. Selain penyakit, orang yang memiliki kebiasaan merokok juga cenderung lebih sering mengalami batuk-batuk. Ini terjadi karena asap rokok yang terhirup merangsang tubuh untuk mencegah iritasi pada saluran pernapasan. Merokok juga bisa meningkatkan risiko penyakit PPOK di kemudian hari.

Jika terjadi batuk berdahak selama pancaroba, apa yg harus dilakukan?

Sudah merasa maksimal dalam menjaga kekebalan tubuh tapi akhirnya tumbang juga, dan kena deh batuk berdahak. Entah si kakak, si adek, mas suami, atau orangtua kita yang sudah lanjut apalagi jika mereka memiliki diabetes sehingga tidak boleh sembarang di beri obat batuk. Mommy sebagai perawat rumah tangga jangan asal pilih tapi harus cermat. Jika orang terkasih atau kita sendiri yang batuk berdahak harus segera diatasi dengan obat yang tepat sebelum sebelum berlakunya "jangan ada jarak diantara emak dan anak, emak dan suami, hehe" untuk itu pemilihan obat batuk yang tepat itu penting banget. Seperti mencek asal usul brand dari obat tersebut, sudah terpercayakah? BPOM? Komposisi? Harga? dan lain sebagainya.

Lalu obat batuk berdahak seperti apa yg cocok diminum?

Obat batuk yang aman dikonsumsi semua usia mulai dari anak-anak hingga penderita diabetes. Karena ada bisolvon Kids untuk anak-anak, Bisolvon tablet yang praktis dibawa kemanapun dan Bisolvon Solution yang cocok untuk penderita diabetes.

Kenapa pilih Bisolvon?

Bisolvon sendiri merupakan obat batuk dari Sanofi sebuah perusahan biofarmasi global yang terkenal dengan inovasi ilmiahnya yang menjadi solusi perawatan kesehatan di seluruh dunia.

Jadi begitu batuk berdahak datang menyerang, jangan lupa pilih Bisolvon sesuai kebutuhan penderita ya moms, agar bisa kembali memeluk mereka erat-erat tanpa khawatir menularkan ke anak-anak dan keluarga.


TIPS sehat di masa Pancaroba

  • Banyak makan-makanan bergizi terutama yang mengandung vitamin C
  • Rajin Olahraga
  •  Tidak jajan sembarangan di luar
  • Perbanyak minum air putih 
  • Gunakan masker mulut kemanapun pergi  ke luar
  • Rajin cuci tangan dan berkumur
  • Jika perlu bawa handwash tanpa bilas jika sering berada di kendaraan umum seperti KRL, atau busway
  • Jaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat


Fix, emak-emak pergi keluar rumah lupakan make up dan kertas minyak, yang wajib ada di dalam tas yaitu, Vitamin C tablet, Air mineral, Masker mulut, Spray handwash dan jika batuk ada bisolvon tablet yang praktis di bawa kemanapun kita pergi.


Batuk berdahak, bye, bye!

Wednesday, December 26, 2018

Pelajaran Ke 1: Menjaga Amanah Kesehatan, Apa yang masuk ke dalam tubuh dan hindari stres


Punya sakit maag sejujurnya membuat saya ditegur lebih keras oleh Tuhan untuk menjaga amanahnya yakni menjaga  kesehatan lebih baik lagi. Terutama dalam hal pola makan dan gaya hidup. Dan saya anggap penyakit ini adalah teguran awal karena Tuhan sayang dengan saya. Bayangkan, jika saya tetap melakukan kebiasaan buruk maka hasilnya akan lebih berat ketika tua nanti. maka dari sekarang adalah waktu yang tepat untuk koreksi mencegah penyakit berat di hari tua nanti (insha Allah jika berumur panjang, amiin).

Saya akui memang gaya hidup dan pola makan yang buruk dapat memperparah gejala mag. Misalnya mie instan. Saya suka sekali makan mie sejak remaja. Hmmm, sejak SD sepertinya. Berawal dari ketidakpahaman mamah tentang efek negatif mie instan dan mulai terbiasa saat saya remaja ditambah jam tidur yang tidak teratur (ceritanya panjang kenapa saya suka makan mie saat remaja).

Namun, semenjak hamil pertama saya banyak mencari ilmu tentang kesehatan dan belajar tentang mengatur pola hidup sehat. Sedikit demi sedikit saya hilangkan kebiasaan buruk makan mie instan, meskipun tidur awal malam masih sulit dilakukan.

Jika junk food atau fast food saya memang tidak terlalu suka, karena memang menu nya yang biasa saja tapi harganya lumayan tidak normal, ditambah yang punya biasanya adalah brand luar negeri, bener2 sedang membatasi ini. 

Bagaimana dengan mie instan?

Oh no, itu seperti candu. Rasanya gak bisa seminggu itu gak bisa tanpa mie instan meskipun hanya sebungkus. mie yang pedesnya paket cabe rawit, telor, sawi atau mie dan cabainya aja sudah ok. Ditambah cemilan pedas, fastfood di saat tertentu, makan tidak teratur.


Bahkan saya pernah rela tidak makan siang waktu ada job di luar hanya sarapan minum susu kotak sari kacang hijau (sarapan asal-asalan termasuk kebiasaan buruk) demi membawa oleh-oleh snack untuk anak di rumah. Ini antara logika dan perasaan. Perasaan perjuangan ibu tapi dengan logika menyiksa diri sendiri memang 😬 (gak akan diulangi lagi). Perasaan disertai logika. Kalo gak makan, sakit. Kalo sakit anak siapa yang urus??? Lagian Alhamdulillah di rumah anak sama neneknya 😬

Awalnya sakit maag yang saya alami mempunyai gejala ringan seperti perasaan mual, dan perih di lambung yang saya anggap biasa. Biasa??? yang lama kelamaan tahun demi tahun menjadi tidak biasa!

Jika mengingat rasa sakitnya perasaan tidak enak, tidak nyaman, menderita, seperti di lambung dipukuli, sampai membuat tubuh saya semakin bertambah kurus karena selama kurang dari seminggu itu saya tidak nafsu makan, semakin kosong perut semakin mual, muntah dan asam lambung meningkat. 

Buat kalian yang baru punya merasakan gejala awal maag jangan dianggap sepele sebelum maag kamu kronis. Dan yang belum merasakan maag, jangan sampeldeh ngerasain. Oleh karena itu hindari pemicu maag, selain pola hidup dari makanan yang lebih penting itu dari pikiran, seperti hindari stres.

Punya penyakit maag dilarang!

  • Makan-makanan Pedas, berminyak, banyak lemak, 
  • Stres atau depresi karena akan membuat jam makan terganggu atau tidak mood makan.
  • Makan terlalu cepat dan porsi terlalu banyak 
  • Begadang atau tidur larut malam
  • Jangan terlalu sibuk sampai lupa jam makan
  • Jajan sembarangan saat sudah kelewat jam makan


Maag akan terus kambuh Lagi!

Kamu jangan terkecoh apabila sakit maag mu di rasa sembuh, karena akan muncul lagi apabila kamu melakukan kesalahan dalam memilih makanan lagi, setidaknya itu yang saya rasakan kemarin. Waktu berjalan kembali, nyeri lambung sudah tidak terasa lagi saat saya mulai membiasakan sedikit-sedikit menjadi vegetarian. Tapi disuatu kondisi diluar rumah terpaksa saya harus mengisi perut di jam makan siang dengan menu yang ada di sana yakni soto mie bogor (ada dagingnya), Bakso, junk food serta jus mangga yang mengandung banyak susu (gara2 udh janji sama anak, yang janjinya minta dibeliin hadiah mainan di MCD)

And you know semalaman saya merintih kesakitan perut bagian tengah yang amat sangat lagi, rasanya seperti lambung dipukuli, keringat dingin dan napas ngosngosan, intinya kapok. 

Katakan say goodbye kepada makanan ini!

Selamat tinggal, makanan kesukaan 😥
  • Keju, coklat, susu, pop mie dower geledek, mie rebus cabe rawit, sop sapi/kambing pedas, satai Maranggi, bakso, dan semua yang mengandung daging merah yang diolah dengan pedas dan berlebihan.
  • Donts: ngeteh, ngopi, makanan atau minuman yang terlalu asam, beralkohol dan tinggi gas. 
Kalo begitu makan apa dong? Rata2 makanan mengandung pedas, berminyak

Akhirnya, demi kebaikan tim saya di dalam perut saya memutuskan untuk belajar dikit demi sedikit membatasi konsumsi yang dilarang di atas karena jika ingetin sakitnya membuat saya trauma. lebayy 😂


Belajar jadi vegetarian ala ala

Vegetarian ala Bella bukan vegetarian kaya dampingan dokter segala ya. Tapi, lebih tepatnya membiasakan makan sayur dan buah lebih banyak dan lebih sering. Sebenarnya, ini merupakan langkah bagus juga untuk akhdan karena ikut emaknya makan sayur, buah lebih sering. Buah dan sayur tidak mahal kok malah lebih murah dan mudah didapat. Belanja stock sayur di pasar, beli buah sebagai cemilan di rumah. 

12 Buah yang tidak boleh dikonsumsi pengidap Maag

Lagi-lagi ada pantang nya juga termasuk makan buah untuk orang maag. Bukan berarti gak boleh sama sekali tapi biasanya buah ini kurang cocok, atau saat maag kambuh sebaiknya jangan makan buah ini. Buah apa sajakah itu? 

Jeruk, durian, kedondong, nanas, pisang Ambon, nangka, anggur, duku, kiwi, buah ara, buah kering (kismis, kurma, aprikot) buah berry (strawberry, blueberry, blackberyy) 

Buah-bahan tersebut mengandung asam, sitrus, gas, dan alkohol yang kurang baik bagi lambung maag. 


Saatnya Ganti Cemilan mu!
Rata-rata cemilan itu paling mantap kalo ada pedas-pedasnya, betulkan? Apalagi seringnya pengolahannya yang digoreng sampaiyang instan2, ditambah cemilan yang manis seperti coklat itu banyak sekali dipasaran.

Tapi sebenarnya kalo udah niat apalagi udah rasain sakit maag yang bener-bener bikin trauma 😂 bisa kok menjauhkan makanan yang dilarang. Yang tadinya suka 
cemilan yang digoreng atau mengandung banyak minyak mulai ganti deh dengan buah-buahan. Minuman juga, apapun makanannya minumnya air putih!

Sebenarnya penyakit maag yang di derita almarhum dr. Thamrin yang sempat heboh beberapa waktu lalu membuat saya semangat pengin sembuh dan mengatur pola hidup, makan, dan iman, bahwa untuk menyayangi tubuh yang merupakan amanah yang harus dijaga itu penting. 

Selama ini saya masih dibantu obat maag resep dokter, yang terkadang masih kambuh tiba-tiba. Pengen segara sembuh total ya meskipun kata dokter maag gak bisa sembuh kalo makanan pantangan tersebut diulang lagi. Semoga saja maag ini gak kambuh atau bertambah parah, karena setiap sakit yang dipikiran saya yang pertama adalah anak, masa depan anak, kalo bukan saya siapa lagi.




------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------