Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Tuesday, December 4, 2018

Rangkailah Kisahmu Sendiri Nak


Bercerita atau mendongeng adalah cara yang dilakukan untuk menyampaikan suatu cerita, baik dalam bentuk kata-kata, gambar, maupun suara.
Bercerita sering digunakan dalam proses belajar mengajar terutama pada anak-anak. Teknik ini bermanfaat melatih kemampuan mendengar secara menyenangkan.

Nah, sebelum saya bahas tentang mendongeng saya mau share sesuatu dulu. Sekarang ini ada tempat baru buat saya yang saya anggap paling asyik buat nulis sambil ngasuh anak. Ia menulis tanpa diganggu. Kalo yang udah udah sih, si akhdan ini tipe anak yang gak mau banget dicuekin emaknya. Sekalipun emaknya ada disamping ya kudu apa-apa direspon, sekedar balas respon dengan tatapan mata atau senyuman kadang harus dengan jawaban atau reaksi emaknya, haha ribet ya. Jadi bisa dibayangin nulis sambil ngasuh anak seperti akhdan kaya gimana?

Di sisi lain mata memperhatikan anak, disisi lain jari-jari letak ketik keyboard, haha.

Belum lama ini ada sebuah tempat yang alhamdulillah buat kami santai. Santai ngetik dan bermain, tempat itu adalah  arena bermain yang biasa ada di mall. 😬

Bukan mall yang gimana-mana, mall yang sering kami kunjungi ini sepi dan biasanya paling enak untuk sekedar jajan bukan belanja. Hmmm, tapi kudu tahan untuk tidak membeli pakaian kalo kesini hanya bawa uang pas untuk sekedar jajan beli minuman ke tempat bermain anak sambil bawa bekal makan (niat banget ya 😂)

And now cerita dimulai, kenapa akhdan suka tempat bermain ini dan emaknya bisa santai menulis, gak pake drama lagi.

Jadi saya menggunakan imajinasi (lagi) yang saya transfer ke akhdan agar ia bisa berpetualang ala nya sendiri di tempat bermain yang saya akui memang lebih seru daripada permainan standar lainnya yang biasa ada di tempat bermain. Paling apa sih mandi bola? Tapi ini lebih lengkap lagi ada istana balon yang disertai panjat tebing, arena mobil, permainan profesi, mandi bola 3 jenis, dan yang paling penting tempat tunggu orangtuanya nyaman bersih, dan murah! berikut gratis orangtua yang masuk, hehe.

Ketika sarana sudah mendukung tinggal kita sebagai orangtua yang buat dongeng menjadi nyata dengan merangsang imajinasi anak. Untungnya saya tipe orangtua yang tidak kehabisan ide huhehehe.

Nah, agar cerita kita bisa disimak dengan baik oleh anak kita harus pandai-pandai  berbicara yang baik, memahami karakter pendengar, meniru suara-suara, pintar mengatur nada dan intonasi serta keterampilan memakai alat bantu. Teknik bercerita bisa berhasil, jika pendengar mampu menangkap jalan cerita serta merasa terhibur. Selain itu, pesan moral dalam cerita juga diperoleh.

Ceritanya,
Di pintu masuk mall kami memasuki pintu ajaib untuk ke negeri dongeng (arena bermain) di negeri itu saya sebagai ibu tua renta bersama anak yang hidup di goa (di tempat tunggu orangtua) kebetulan disana ada beberapa boneka yang kami anggap adik angkat akhdan karena menemukannya di dekat air terjun (perosotan balon) selanjutnya biar anak rangka petualangan ala imajinasinya. Dan itu selalu berhasil membuatnya merasa dilibatkan dengan saya meskipun peran saya hanya duduk (menjadi nenek tua yang menunggu anak di goa)

Dalam khayalan Akhdan boneka ini adik perempuannya Akhdan 

Saya?
Tinggal santai menulis tanpa harus nyuekin anak. 😂

Yaa, mendongeng, bercerita, dan selalu melibatkan anak dalam sesuatu yang positif dapat memperat bonding antara orangtua dan anak. Dan saya bersyukur masih diberi kesempatan waktu bersama anak meskipun tidak jarang perasaan itu muncul. Perasaan apakah itu??? Haha abaikan!

Cara main rumah-rumahan petualangan ala kami ini sebenarnya mengingatkan saya pada drama musikal yang di persembahan oleh NIVEA dalam rangka memeriahkan hari dongeng yang jatuh pada setiap tanggal 28 November dan akan segera hadir pada hari ibu nanti. Kampanye NIVEA #SentuhanIbu kembali hadir untuk menginspirasi parents dalam meningkatkan bonding time bersama anak, salah satunya melalui mendongeng. Tahun ini, NIVEA Sentuhan ibu mempersembahkan drama musikal 'Dongeng Pohon Impian' yang akan menjadi momen sentuhan Ibu menjadi lebih istimewa di hari ibu.

Hmmm, jadi penasaran kaya apa drama musikalnya...
Apakah mirip sekenario petualangan ala kami (saya dan akhdan)? bedanya ala kami gak ada nyanyi-nyanyinya sih, hehe

Mengingat saat ini tradisi mendongeng cenderung teralihkan dan tidak termasuk dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini biasanya sibuknya waktu orangtua sampai peran gadget yang tidak jarang lebih bisa mengalihkan perhatian anak.

Di hari mendongeng tersebut Nivea menghadirkan para tokoh dan narasumber seperti, Kak Seto Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak, Ariyo Pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia, Kak Arum selaku Brand Manager Nivea Creme serta Mr. Holger Welters President Director PT Belersdrof Indonesia.

Nivea Sentuhan Ibu: Dongeng Pohon Impian akan diadakan pada tanggal 22 Desember 2018 di Ciputra Artpreneur dengan 2 jadwal pertunjukan yaitu pukul 14:00 dan 19:00 WIB. Tiket dapat diperoleh di Lazada dengan harga mulai dari Rp. 150.000 untuk kelas Angan, Rp. 200.000 untuk kelas Imaji dan Rp. 300.000 untuk kelas pohon impian. Keterangan lebih lanjut silahkan klik www.nivea.co.id




Saya dan Akhdan selalu punya cerita setiap harinya yang biasanya selalu kami utarakan sebelum tidur. Misal bincang kecil tentang hari ini, dongeng, sampai imajinasi saat kami sedang we time di luar. Saya sering menceritakan berbagai kisah tentang suri tauladan cerita anak muslim atau cerita 25 nabi. Mendongeng ala kami tidak hanya diceritakan saat menjelang tidur. Saat kami berada di tempat bermain pun cerita itu tidak pernah putus.

Jadi Parents, Yuk ciptakan imajinasi dan biarkan anak yang merangkai kehidupan ceritanya nanti..

Monday, November 19, 2018

12 Cara Hidup Damai Bersama Mertua

12 Cara Hidup Damai Bersama Mertua

Pernah tinggal sama mertua?
Saya pernah dulu, kurang lebih selama 4 tahun sebelum akhirnya mengontrak dan ada rumah sendiri. ya, memang bukan waktu yang sebentar ya, hihi. Beberapa waktu ini saya senang sekali membaca sharingnya post tulisan di sebuah grup muslim WhatsApp yang saya pikir sayang sekali jika hanya saya baca dan simpan sendiri. Nah, tulisan yang ingin saya share adalah berhubungan dengan mertua. Nah, buat kamu yang mengalami hal yang sama dengan saya pernah atau sedang menumpang dengan mertua mungkin ada baiknya membaca tulisan ini:)

1. Kiat yang paling utama- tanamkan dalam diri kita bahwa suami kita bukanlah milik kita.

Suami sepenuhnya milik ibunya, mertua kita. Kalau ridha istri ada pada ridha suami, maka ridha seorang suami ada pada ridha ibunya. Kewajiban berbakti istri adalah pada suaminya. Sementara seorang suami, kewajiban baktinya tetap pada ibunya. Nah, ini mungkin yang sering kita lupakan. Setelah menikah, seorang perempuan tidak serta merta 'memiliki' suaminya seratus persen. Ada perempuan lain yang lebih berhak memiliki suami kita, yakni ibunya, ibu mertua kita sendiri. Jadi, sebelum lanjut ke kiat berikutnya, sadarkan dulu diri kita bahwa kita ini perempuan kedua. Perempuan yang ketemu suami kita pas sudah dewasa. Jadi, yuk kita hormati perempuan pertama bagi suami kita, si ibu mertua.

2. Sisihkan sebagian penghasilan suami untuk mertua

Suka tidak suka, mampu tidak mampu, biasakan hal ini menjadi kewajiban kita saat tanggal gajian tiba. Suami kita dulu dibiayai orangtuanya dari kecil sampai bisa menghasilkan uang sendiri. Sementara kita sebagai istri, tahunya ya suami sudah punya gaji saat melamar kita dulu kan? Nah, mulai sekarang, setiap bulan sisihkan uang belanja kita untuk diberikan pada mertua. Sedikit tak apa, yang penting kontinyu. Syukur bisa banyak, insya Allah dapat ganti lebih banyak juga. Niatnya boleh lho sebagai shadaqah.

3. Mudahkan urusan mertua kita

Kalau mertua memerlukan bantuan tapi mungkin sungkan untuk meminta tolong, maka kita juga harus peka duluan. Tawarkan bantuan segera. Mungkin mertua ingin ke pasar, bisa kita antarkan. Mertua ada acara pengajian dirumah, kita bisa bantu sediakan minuman dan makanan. Dan bantuan-bantuan kecil lainnya, yang kalau kita berikan dengan ikhlas, bisa jadi amal, mertua pun senang.

4. Berikan perhatian

Siapa sih yang tak suka diberi perhatian lebih. Pun mertua kita, pasti juga senang kalau menantunya bertanya bagaimana kesehatannya. Itu pertanda kita perhatian kan? Jangan lupa sesekali belikan barang yang bisa mendukung mertua untuk tetap sehat. Misalnya, sandal refleksi, bantal anti pegel, lampu terapi, dan lain sebagainya.

5. Jangan lupa oleh-olehnya!

Nah, kadangkala kita butuh refreshing dengan anak dan suami kan? Piknik ke pantai atau ke kebun binatang. Tapi jangan lupakan mertua dirumah. Belikanlah oleh-oleh untuk mertua kita. Tidak harus mahal. Sesampai dirumah, minta tolong pada anak-anak kita untuk memberikan oleh-oleh itu pada neneknya. Sekaligus ini untuk mengajarkan pada anak kita bahwa mereka juga harus sayang pada nenek mereka.

Baca juga SEWA RUMAH ATAU IKUT MERTUA?

6. Lembutkanlah hati mertua dengan hadiah
Kalau ada rejeki lebih, bolehlah kita berikan hadiah pada mertua. Hati mana yang tak luluh ketika diberi hadiah.. Ya kan?

7. Ajak mertua untuk bepergian bersama.
Entah sekedar makan bersama diluar, piknik ke tempat wisata, atau sekedar silaturahmi ke tempat saudara.

8. Berikan perhatian pada saudara dan kerabat mertua

Ini memang terlihat sepele, tapi efeknya gede. Mertua akan senang sekali kalau kita sebagai menantu juga mau memberi perhatian kepada saudara-saudara mereka. Apalagi kalau orang-orang itu memiliki jasa pada mertua kita. Ya anggap saja, kita ikut membantu mertua membalas budi. Insya Alloh ini juga bagus untuk mengokohkan persaudaraan.

9. Jaga kesehatan suami dengan sungguh-sungguh. Agar mertua tidak khawatir pada anak lelakinya. Ini secara tidak langsung juga menjaga kesehatan mertua bukan?

10. Meminta maaf
Moment minta maaf pada mertua memang tak harus saat Lebaran tiba. Kapan saja saat kita khilaf, segeralah meminta maaf. Agar hubungan kita dengan mertua selalu sehat tanpa ganjalan dihati.

11. Tutupi aib mertua
Apapun kesalahan mertua, apapun masa lalunya, maka kita tetap wajib menjaga aibnya. Membuka aib mertua meskipun pada ibu kandung atau saudara kandung kita tetaplah tidak baik. Sama saja membuka aib suami juga kan? Setiap orang tentu punya aib, dan kewajiban kita sebagai seorang Muslim adalah menutupinya. Apalagi bila itu aib mertua kita sendiri. Tutupi, tutupi serapat mungkin. Biarkan hanya kita dan suami saja yang tahu.

12. Bersabar
Sabar itu tiada batasnya. Tak terkecuali bersabar pada mertua kita. Apapun konflik yang terjadi, sabarkan hati. Ingatlah bahwa usia mertua kita sudah menjelang senja. Suasana hatinya mungkin mudah berganti. Nah kita sebagai menantu dengan usia yang lebih muda, harus lebih banyak stock sabarnya. Setuju kan?


Nah, demikian 12 kiat sederhana agar kita bisa hidup damai dengan mertua, meskipun harus tinggal seatap. Semoga Allah ï·» memberikan kemudahan bagi kita untuk menjadi menantu idaman. Semoga Allah ï·» karuniakan kelembutan pada hati kita dan hati mertua sehingga konflik-konflik yang ada bisa terselesaikan. Aamiin…

✒️Nonik Sastrowihardjo
📚Ummi Online

Sunday, October 14, 2018

5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Traveling

5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Traveling

Tinggal menghitung bulan lagi menjelang libur panjang. Sudahkah kalian membuat planning, seperti Tempat wisata yang ingin dikunjungi? Transportasi yang dipilih? dan Hotel yang ingin ditempati? Jika belum, saya punya refrensi yang mungkin saja bisa menjadi pilihan kalian. So, read until it runs out!


Travelling bersama anak laki-laki,
Menurut hadits riwayat anak laki-laki yang sudah berusia 7 tahun diwajibkan untuk melakukan perjalanan (musafir) bersama ayahnya. Karena sesi ini Akhdan masih 5 tahun dan saya seorang single mother (berharap pas 7 tahun sudah ada bapak buat Akhdan 😂) saya selalu melibatkan sang anak untuk melakukan Travelling bareng, dan kita menyebutnya ngebolang (bolang: bocah petualang). ngebolang itu bisa macam-macam tempatnya, bisa dari tempat yang dekat sekitaran rumah sampai pelesiran ke tempat yang jauh di luar kota.

Baca juga: Melihat Keindahan Sunrise di Bromo

Beberapa waktu yang lalu saya sudah membuat planning untuk liburan nanti bersama anak. Tempat wisata yang menjadi pilihan kami masih wilayah DKI Jakarta, tepatnya Jakarta Selatan. Jangan jauh-jauh dulu orang playdatenya kita berdua aja, satu lagi ding sama adikku buat bantu-bantu, haha. Beberapa tempat wisata yang ingin kita kunjungi di Jakarta Selatan adalah,
  • Kebun Binatang Ragunan 
  • KidZania Pacific Place
  • Wisata Pendidikan Pinisi
  • Beberapa Musium dan Taman
Refrensi tempat bisa lihat disini: 20 Tempat Wisata di Jakarta Selatan yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan

1. TENTUKAN DESTINASI LIBURAN
Tentukan tempat wisata yang ingin kamu tuju dari jauh-jauh hari, agar dapat diperhitungkan biaya pengeluarannya dengan begitu kamu akan lebih termotivasi untuk menabung atau mengumpulkan budget untuk liburan.

2. KUMPULKAN INFORMASI TENTANG DESTINASI LIBURAN
Perbanyak informasi tentang tempat tujuan. ini penting supaya kita dapat mengira-ngira apa saja nanti yang dibutuhkan agar persiapan semakin matang.

3. BUDGET
Biaya adalah yang paling utama, dari 1 dan 2 hal diatas percuma kalo gak ada budget,  ya kan? Untuk itu perlunya kita membuat planning seperti menabung khusus untuk liburan dari jauh-jauh hari seperti. Budget kita juga mempengaruhi tempat wisata, transportasi, akomondasi, sebagainya. semakin jauh dan banyak tempat yang ingin kita kunjungi semakin besar pula biaya yang dibutuhkan.

4. TRANSPORTASI
Pikirkan transportasi yang akan kita pilih nanti misalnya, transportasi pribadi atau umum seperti kereta api, pesawat, dan sejenisnya, sampai mobil sewa (jika perlu). Gunakan transportasi yang mudah di akses dan nyaman ya.

Baca juga: Cara Membeli Tiket Kereta Api Secara Online 

5. HOTEL
Tempat wisata ✔, informasi ✔, budget ✔, transportasi ✔, sudah semua tinggal kita pilih hotel untuk tempat bermalam. Liburan akan lebih nyaman jika kita sekalian menyewa tempat untuk menginap agar tidak terlalu kelelahan di perjalanan nanti, terutama tempat wisata yang kita kunjungi jauh. Pilihlah hotel atau tempat penginapan yang dekat dengan tempat wisata kamu serta mudah diakses transportasi. Kecuali jika kalian ingin ngebolang ala wild west, hehe.

Karena destinasi liburan yang saya pilih di Jakarta Selatan saya harus akan mencari terlebih dahulu hotel terdekat di Jakarta Selatan kemudian membooking hotel melalui traveloka atau klik disini.

Melepaskan sejenak rutinitas yang membuat stres, sebenarnya di waktu liburan nanti saya ingin bebas dari gangguan apapun kecuali bersenang-senang jalan-jalan dengan anak termasuk sisanya setelah bermain di tempat tujuan pasti sangat capek, terlebih saya hanya berdua atau bertiga dengan adik, dan terpikirkan untuk menginap di hotel untuk sekedar memanjakan diri, menyenangkan hati yang sedang mengalami proses move on dan bermusafir, wkwkwkwkk.

Nah, untuk mencari informasi tentang transportasi dan tempat menginap seperti pemesanan tiket kereta api atau pesawat sampai booking hotel di Jakarta Selatan saya pilih traveloka untuk mempermudah transaksi online.

Dan ini beberapa hotel di Jakarta Selatan Recommend dari traveloka.

Hotel di Jakarta Selatan

Hotel di Jakarta Selatan

Jangan khawatir, untuk biaya hotel bisa kita atur di pencairan yang sesuai budget. Hmmm, tapi kali ini rasanya pengenlah nginep di hotel mewah, asal kamu yang bayarin ya, haha.

Ada banyak kelebihan booking hotel secara online, selain hemat waktu, dan tenaga, memesan hotel secara online juga lebih mudah dan murah karena banyak promonya, hehe. Nah, buat kamu yang belum pernah mencoba booking hotel di secara online, yuk aku kasih tau cara mudahnya booking hotel di Traveloka!

Cara Booking Hotel di Traveloka

  • Dwonload Aplikasi Traveloka di Google play atau Playstore
  • Lalu Daftar untuk mendapatkan keuntungan lebih sebagai member
  • Pilih HOTEL di bagian katagori
  • Silahkan isi data seperti, tempat hotel di daerah destinasi (misal, Jakarta Selatan), Tanggal Check in dan check out, Jumlah Kamar dan orang.
  • Filter Pencarian Hotel yang kamu suka seperti, Bintang, dan fasilitas bayar di hotel booking sekarang :)
  • Klik Cari
Nanti akan muncul beberapa hotel yang direkomendasikan. Jika sudah ketemu hotel yang sesuai kamu akan di arahkan ke opsi selanjutnya yakni, PILIH KAMAR.
  • Kemudian, isi data pemesan yang meliputi, Nama, no.hp dan email. Sampai diarahkan ke payment
  • Pilih Metode pembayaran. Traveloka menyediakan pembayaran melalui debit, kartu kredit dan melalui minimarket seperti Indomaret dan Alfamart.
  • Setelah itu kamu akan di beri kode pembayaran.
  • Segera lakukan pembayaran sebelum 15 menit.
  • Jika sudah melakukan pembayaran, akan terkonfirmasi otomatis. Atau boleh melakukan konfirmasi lagi di akun traveloka.
  • Finally, setelah melakukan pembayaran kamu akan mendapatkan voucher berupa kode booking yang nanti bisa ditunjukan pada pihak hotel.

Bagaimana, mudahkan Cara Booking Hotel di Traveloka!

Saking gampangnya sekarang kalo mau liburan dan pilih hotel atau tiket tinggal buka aja aplikasi traveloka.

Bagi saya libur panjang maupun weekend adalah kesempatan we time bersama sang anak atau keluarga besar. Karena waktu itu mahal, ada banyak yang ingin saya lakukan dengan putra semata wayangku. Jangankan libur panjang, weekend pun saya selalu berusaha menciptakan quality time untuk melakukan hal yang seru bersama anak, seperti wisata kuliner, menemani mamahnya belanja atau mengurus sesuatu, dan yang paling penting adalah waktu untuk ngebolang bersama atau Traveling.

Yuk, buat planning liburan ala Keluargamu sekarang!

Sunday, September 2, 2018

Membuat Quality Time #LebihBaik dengan Sundate

"Quality Time adalah waktu berkualitas yang dihabiskan dengan keluarga orang-orang terdekat. Quality time, membuat sesorang menjalani hidup dengan lebih sehat dan bahagia". Menciptakan Quality Time #LebihBaik dengan #Sundate

Tidak bisa dipungiri terkadang saya sendiri khilaf akan arti bahagia itu, terutama jika sedang lelah. Sudah sejak lama saya memantapkan niat untuk menjadi wanita karier ibu rumah tangga yang profesional. Artinya, wanita karier ibu rumah tangga profesional adalah ketika kerjaan utama seperti urusan pekerjaan rumah tangga terkendali semua, termasuk mengasuh si anak disisi lain kerjaan nge'blog ini tidak menjadi penghalang urusan rumah. Lalu bagaimana caranya agar porsi ini seimbang?

Sejauh ini saya bersyukur dengan apa yang saya punya seperti misalnya pekerjaan. Saya bisa bekerja santai untuk menulis tanpa harus meninggalkan anak di rumah, mengajaknya keluar mengenalkan pekerjaan saya, saya menikmati pekerjaan yang saat ini saya jalani karena sejalan dengan passion, namun tetep ada saja tantangannya. Ada hal untuk seorang blogger/vlogger yang harus diperhatikan, yaitu gadget dan keluarga. Menjadi freelancer blogger adalah dimana blogger tidak bisa lepas dengan gadget, yang merupakan perangkat penting dalam pekerjaannya, Laptop, Kamera, Smartphone, dsb. Right?

Pernah saat itu saya asyik sendiri dengan laptop (mengejar deadline) dan anak asyik juga dengan smartphone milik saya. bukan ke'enjoyan dalam beraktifitas yang ada malah kami sering ribut. anak nangis, saya lebih sering mengomel, kepala saya sering pusing dengan kerjaan. pas anak bermain dengan gadget kami menjadi asyik sendiri, tenang, namun seperti mengganjal dan ada jarak yang akhirnya membuat hubungan kami kurang harmonis, kurang bahagia, kurang gimana gitu. alhasil pekerjaan yang saya sukai ini tidak menjadi sesuatu yang membuat saya bahagia seutuhnya. wah kayanya pantengin di depan laptop, kerja lagi, kerja lagi, asik sendiri, terasa egois dan menjadi beban tersendiri pada akhirnya.

Akhirnya saya berpikir bagaimana cara saya pintar memenej waktu antara kerja dengan gadget vs mengurus anak. karena urusan rumah tangga adalah pioritas utama, saya menggunakan waktu me time untuk menulis disaat semua beres dan anak sudah tidur, okay masalah terselesaikan. Namun, belum sampai disitu. Rutinitas pekerjaan sehari-hari sejujurnya membuat saya stress, begitu lagi, begitu lagi, ini lagi, ini lagi, okay kita butuh refreshing, saya dan akhdan butuh quality time!

Kami biasanya menyusun quality time ini saat weekend. menurut saya hari libur, waktu senggang seperti weekend adalah waktu yang pas untuk sejenak melepas semua yang berhubungan dengan rutinitas pekerjaan. no gadget keculai malam, no chit chat online, keculai kamera untuk jeprat, jepret, moment kami, dengan bahagia ya bukan selfie asik sendiri, hehe. dan ini quality time versi saya,

Hal-hal yang ingin saya lakukan ber'quality time dengan anak:


📌 Dinner
Bukan sekedar makan malam biasa, saya ingin moment makan malam ini adalah acara yang spesial dan mengasyikan untuk kami berdua seperti misalnya wisata kuliner. wiskul ini biasanya kita lakukan dengan keluarga besar maupun cuma berdua dengan anak.

📌 Cerita Pengantar Tidur
Kalo yang ini sebenarnya sudah menjadi bagian keseharian kami. Saya dan anak selalu bercerita tentang 'apa saja yang terjadi hari ini' namun terkadang ada situasi yang tidak memungkinkan untuk bercerita misalnya terlalu lelah, langsung tidur.

📌 Mengajaknya berpetualang
Punya anak laki-laki? bagi single mom menjadi tomboy itu perlu. Saya tipe ibu yang menyesuaikan minat anak, jadi tidak harus melulu tentang keinginan saya. Ya, iyalah anaknya cowok masa iya mau diajak dandan bersama. minat emak = dandan, minat anak = ngebolang. Berpetualang dari yang sederhana seperti ke taman, naik kereta, outbound bersama, sampai travelling.

📌 Melakukan kegiatan seru bersama
Mengingat banyak sekali hal seru dalam daftar list impian dan minat kami. Seperti melakukan kegiatan menyenangkan memang ''sehari tanpa gadget" terbukti membuat bonding kami makin kuat dan bahagia. selain komitmen dari setiap anggota keluarga, peran dari pihak eksternal juga dapat mendukung keharmonisan keluarga, misalnya dengan adanya fasilitas dan kemudahan dalam melakukan aktifitas bersama keluarga.

Memberikan komitmen untuk meluangkan waktu tertentu, agar dapat dihabiskan bersama keluarga menjadi salah satu cara untuk menstabilkan kembali kebahagiaan keluarga. misalnya dengan memanfaatkan hari minggu untuk menjadi momen ngedate bareng keluarga. banyak aktivitas menyenangkan bisa dilakukan, mulai dari mengunjungi taman hiburan, masak bersama, hingga hal yang paling sederhana sekalipun seperti menonton filem bareng di rumah! wah, tentunya komitmen ini harus segera dilancarkan dan dilaksanakan, karena #LebihBaik sekarang.

Jadi saya menyimpulkan, Apakah quality time itu penting?

Jawabannya, penting banget!

Menyambut Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 4 September, ada kabar gembira dari Sun Life untuk seluruh keluarga Indonesia. PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life”) menggelar kegiatan Sundate yang diselenggarakan untuk para nasabah setianya.

Sundate 2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi


 Quality Time

 #LebihBaik dengan #Sundate

#Sundate2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi

#Sundate2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi

#Sundate2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi

#Sundate2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi

#Sundate2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi

#Sundate2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi
Kegiatan ini merupakan wujud apresiasi Sun Life atas loyalitas nasabahnya, dengan memberikan pengalaman menyenangkan bersama keluarga. 

Nah, inisiasi Sundate dari Sun Life Financial Indonesia, ini guna mengajak keluarga indonesia untuk meraih kebahagiaan dengan meluangkan waktu untuk dihabiskan bersama keluarga, seperti ngedate bareng keluarga di hari minggu. Kegiatan ini berlangsung di 5 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Medan. Kegiatan Sundate melibatkan sekitar 3000 nasabah Sun Life dan keluarganya. Sebagai puncak apresiasi terhadap nasabahnya, Sun Life akan memfasilitasi 3 keluarga terpilih untuk terbang ke Jepang, dan menikmati perjalanan keluarga pada Oktober mendatang.

#sundate2018 di 5 kota besar

Menurut saya, aktivitas sundate dapat menjadi solusi praktis untuk menciptakan momen bahagia, kompak dan harmonis dalam keluarga. Kerennya kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh nasabahnya saja tetapi juga seluruh keluarga Indonesia. Saya rasa inisyatif yang dicetus oleh sunlife ini sangat tepat untuk membantu meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat, sekaligus mengembalikan kebahagiaan keluarga Indonesia.

Tentang Sun Life

Sejak 1995, PT Sun Life Finansial Indonesia (Sun Life) telah menyediakan berbagai produk proteksi dan pengelola kekayaan, yang meliputi asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, dan perencanaan hari tua kepada para nasabah. Di Sun Life, kami memiliki tujuan yang jelas yakni, membantu para nasabah mencapai kemapanan finansial dan menjalani hidup yang lebih sehat.

Demikian halnya dengan Sun Life yang memahami bahwa membangun keluarga yang harmonis itu sangat penting, agar keluarga menjadi lebih bahagia dan dapat hidup lebih sehat. sesuai dengan tujuan Sun Life, yaitu membantu keluarga indonesia mencapai kesejahteraan melalui kemapaman, finansial, dan menjalani hidup yang lebih sehat.
________________________________________________________________________________

Menciptakan Quality Time #LebihBaik dengan #Sundate, membuat saya jadi berpikir lagi bahwa setiap waktu itu berharga untuk diluangkan bersama keluarga dan orang terkasih, betapa waktu itu mahal harganya, dan saya tidak ingin menyia-nyiakan itu.


Yuk ikutan #sundate2018 di kotamu!

Saturday, December 31, 2016

Sewa Rumah atau Ikut Mertua?


Perjalanan kehidupan itu tidak selalu lancar setelah menikah, salah satunya dalam memilih tempat tinggal dan tidak semua pasangan suami istri memiliki rumah sendiri. ada yang sewa rumah atau mengontrak, ada juga yang ikut orangtua.

Kalo Boleh Memilih, Pilih Ngontrak atau Ikut Mertua?
Sebenarnya ngontrak itu bukan pilihan ya temans, siapa sih yang tidak pingin memiliki rumah sendiri?? semua pasangan pasti ingin memiliki rumah sendiri.

Kecuali, dalam situasi tertentu seperti lokasi tempat kerja suami yang jauh, mungkin pilihannya mengontrak. atau orangtua hidup seorang diri dan tinggal kita anak bontot satu-satunya lebih baik kita tetap tinggal dengan orangtua atau mertua.

Tapi bagaimana jika ikut mertua hanya bikin kusut kepala?
Mungkin citra mertua sudah tidak bagus di mata menantu, he he. yups, tidak sedikit menantu yang berurusan dengan mertua atau bahasa simple nya "cekcok". Sebenarnya itu adalah hal yang wajar loh, karena memang tidak ada manusia yang sempurana.

tapi, jangan sampai berlarut-larut ya, apalagi sampai memutuskan tali silahturahmi, ga mau kan dapat dosa besar? meskipun menurut kita, kita itu benar. Jangan pernah lakulan itu!

Bagaimanapun juga mertua itu adalah orangtua dari pasangan hidup kita, mereka yang melahirkan dan mendidik anak-anaknya sampai bisa menjadi pilihan hati kita. tapi jika situasi nya hanya memperparah keadaan, saran saya lebih baik pisah atap dengan cara baik-baik.

Pengalaman pribadi
Setelah menikah, sudah hampir 4 tahun saya ikut mertua atau bolak balik ke rumah orangtua. memang benar yang banyak di katakan semua orang, mertua itu "bawel, ikut campur, dan bla bla sebagainya" lantas bagaimana saya menghadapinya? jangan bayangkan saya orang yang bijaksana karena menulis artikel ini, saya juga sama sedang banyak belajar tentang lika-liku kehidupan, makannya saya ingin berbagi pengalaman kepada kalian.
okey, next.....
saya juga pernah selisih paham, menangis di kamar, marah, dan stres. selama itu bertahan saya banyak menikmati itu semua dengan efek makan ati, hehe.

Apakah saya dendam?
Enggaklah, bagaimanapun juga ia adalah orangtua suami saya, anaknya adalah ayah dari anak-anak saya, orang yang menafkahkan saya, ia melahirkan anak yang bertanggung jawab atas dosa saya dan anak perempuan saya kelak. saya mengobati situasi ini dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, banyak berpikir positive karena sejatinya tidak ada orangtua yang tidak sayang dengan anaknya, dan ini caranya menujukan kasih sayangnya dengan perhatian yang kita sebut "bawel" dengan nasehat dan didikan yang kita sebut "ikut campur". yups semua tergantung cara kita menghadapi nya, ada menantu yang pinter ambil hati mertua, ada juga menantu yang keras kepala atau menantu yang pengertian.

Alhamdulilah sekarang saya dan suami sudah pindah dari rumah orangtuanya, letaknya juga tidak jauh dari rumah mertua alias masih satu kecamatan. karena memang disana anak-anaknya cukup banyak dan tidak muat kamar, hehe. alhamdulilah lebih tentram euy, meskipun masih mengontak.

intinya,
  • Jika ingin pisah tempat tinggal, mintalah restu orangtua atau mertua. jangan sampai pilihan kita pisah dari orangtua/mertua itu karena percekcokan, mintalah restu mereka in sha allah rumah tangga sakinah, mawaddah, warohmah.

  • Jangan lupa tetap silahturahmi, jangan mentang2 kita sudah pisah dari mertua, "horee bebas" ga nongol-nongol lagi deh semenjak itu. jangan ya, bagaimanapun kita masih membutuhkan mereka dan menjaga ikatan silahturahmi itu sangat penting. seperti saya bilang tadi jika ingin pisah mintalah restu, baik-baik bukan karena percekcokan yang menyebabkan renggangnya silahturahmi.

  • Belajar mandiri jangan selalu mengandalkan orangtua, kalo sudah berumah tangga memang kita harus mandiri, semua kebutuhan pokok kita tanggung sendiri. kalo bisa tanggungan orangtua juga yang rumahnya kita tumpangi, jangan mentang2 kita numpang kebutuhan pokok masih orangtua yang biayain, malu dong.

Baiklah sekian dulu artikelnya, karena mepet dengan jam masak emak-emak. yang baca semoga dapet rumah sendiri, yang masih numpang sabar aja saya doain semoga cepet kebeli rumah, aamin.

Bagaimana pilihan kamu?