Showing posts with label Mood Booster. Show all posts
Showing posts with label Mood Booster. Show all posts

Wednesday, August 15, 2018

Terapi Jiwa: Saat Ketidakwarasan Membuat Pikiran Semakin Sehat

Terapi jiwa: saat ketidakwarasan membuat pikiran semakin sehat
Ketika kamu ngomnong sendiri sama benda.

Hey kamu yang sedang baca tulisan ini, pernah merasa stres?
Rungsing, tiba-tiba marah atau mendadak nangis?
Merasa seperti gejala baby blues tapi kamu gak lagi hamil ataupun habis melahirkan.

Oh, mungkin itu gejala kanker!!!

Kantong kering!

Krik krikk krikkk

#abaikan

Sttt, aku mau cerita sedikit nih tentang ketidak warasan yang membuat jiwa kamu makin sehat.

What?!
Ketidakwarasan tapi jiwa sehat, maksudnya?
Coba jelaskan, bell!
(nulis sendiri, ngomong sendiri, jawab sendiri. sebenarnya sudut pandang ini pakai kata ganti orang pertama ke dua atau ketiga? baik anggap saja begitu, namanya juga tulisan: ketidakwarasan, udah diem jangan protes baca aja, kalo merasa waras silahkan tinggalkan tulisan ini, kalo merasa tidak waras, sttt ayo merapat lagi)

Kamu pernah ngomong sendiri sama tembok, boneka atau benda disekitarmu?

Kalo kamu bener iya' pernah ngalamin kaya gitu, gapapa. nanya doang.
Enggak kok saya gak anggap kamu gila kerena saya juga sering kaya gitu. contohnya ini nih sekarang lagi ngomong sama laptop, tapi melalui telepati dan jadilah tulsan ini, ahayyy.

Okay, kita mulai!

Kamu tahu terkadang meluapkan emosi, selain berdoa, menulis di diary, curhat kepada teman terdekat ternyata berbicara sendiri itu sebenarnya sangat membantu. setidaknya itu yang saya rasakan. Tetapi pengertian berbicara sendiri yang mau saya bahas disini bukan seperti orang gila. awas jangan ditiru dijalan komat-kamit gak jelas, apalagi cengar-cengir sendirian ngebayangin jodoh Mr.perfect, itu jelas gak mungkin. kecuali mungkin jodoh yang, bisa menjadi imam yang baik dan menikah atas dasar kepada allah sehingga menjadi sempurna, ehmm saya siap taaruf. #abaikan secen ini

Saya menyebutnya TERAPI JIWA, eeaaaa.. eh ini versi saya loh ya, jadi jangan kalian seacrh ke google karena pengertiannya akan berbeda. ini bisa dipraktekin saat kita gak bisa curhat dengan siapapun, saat kita sendiri dan berada di tempat yang jauh dari kerabat, atau saat merasa orang lain tidak cukup untuk dipercaya.

Butuh objek unuk mendengarkan keluh kesah kita dan biarkan HATI NURANI kita yang menjawabnya sendiri.

Kamu mau mencobanya?

Sebenarnya secara sadar pikiran hati akan menjawabnya dengan kalimat positif lewat sini (sambil meletakan tangan ke keyboard dada) Heart.

Jujur saya sendiri menyalurkan emosi ini biasanya kepada hewan peliharaan maupun boneka, menyalurkan itu bukan seperti melampiaskan kekesalan seperti membanting mereka ya. lebih ke, apa ya? mungkin bisa dianggap mereka hidup dan membayangkan betapa mereka care terhadap majikannya (ssttttt, fakta binatang peliharaan menghilangkan stress dengan ngomong sama mereka itu benar. eh sama boneka juga ding, tumbuhan juga sist, ah pokonya apalag sesuatu yang kita senangi)

***

Me: "Meong aku tidak percaya diri dengan diri ku sendiri rasana aku tidak bisa apa-apa, payah dan stupid"
Tatapan meong cuek seperti biasanya sambil menjilati kuku-kukunya persiapan hendak tidur di sofa.

Objek: "ganggu aja nih homan, ngombe(ngomng bae) mulu. kalo bukan kamu yang percaya sama diri kamu sendiri terus siapa? turus gimana orang lain mau percaya kamu. kamu aja gak percaya sama kualitas dirimu."

Daebak! kucing ini bisa menjawab curhatan saya, eh maksudnya saya tersadar sendiri.


Me: "Kenapa hari ini terasa sulit banget sih meng?"

Objek: "udah sukur anak lu sehat, lu sehat, ada orangtua, keluarga, bisa makan sehari-hari aja udah sukur. tuh lihat mereka di lampu merah banyak yang gak seberuntung kita"

OMG! Makjleb nih kucing.


Me: "Meng saya pengen jadi vlogger, tapi kenapa gak bisa. bukan gak bisa juga sih tapi takut gak ada yang nonton meng, tiga tahun punya channel tapi gak ada subscribernya huuuuaaa"

Objek: "yaelah upload viedo aja setahun sekali, yang penting mah jalin aja dulu"

Me: " Meng bagaimana jika saya menjadi single mom selamanya, bagaimana nasib Akhdan jadi kurang bimbingan imam?"

Objek: " Serahkan kepada Allah, Allah akan menjaga, bersama mu untuk membimbing anakmu. Bukankah nabi Isa lahir tanpa ayah?"

Me: "Meng saya takut nanti bapak tirinya Akhdan gak sayang sama Akhdan gimana? Takut salah pilih"

Objek: "Berharap lah kepada Allah jangan berharap sama manusia. Kamu hanya perlu memperbaiki diri menjadi lebih baik"


dan terakhir kemaren,

Me: "Kenapa tulisan gw sekarang jelek (emang dulu bagus ya?) maksudnya gak bagus-bagus. kenapa ya meng?! meskipun nulis terus sampe mata panda, tetep aja PV nya segitu-gitu, nyebelin. gw gak bakat, gak kreatif, payah"

Objek: "Homan bell kemarin bilang, mood lagi jelek alhasil menhasilkan tulisan jelek. semoga visittornya lagi dikit semoga gak ada yang baca" (:sambil menyong-menyongin mulutnya tuh meong)

ih kamu gak percaya kucing saya bisa buat ekspresi kaya gitu?
udah bayangin aja bisa.


Me: "payah juga dalam SEO, gak mutu meng mau diapakan blog aku. mbah google jahat gak mau taruh blog ku di talase paling depan, senggaknya 5 paling depan deh" (nawar)

Seandainya meong bisa baca pasti cekikikan dan berkata "kemarin koar-koar ayu nulis, nulis mau jelek atau bagus nulis trus, cintai proses. eh sekarang langsung nyerah aja pas berurusan sama SEO"

hmmm, bener juga ya meng.

***

Entahlah kebiasaan dan prilaku ini disebut apa sama ahli medis, mungkin Depresi atau Psikolog menyebutnya sakit jiwa, kwkwkwkwk. Tapi lucunya kalo lagi gak galau lupa sama si meong maupun objek terapi jiwa ini.

"Meng sori ya aku lagi mood aku lagi okeh sekarang lagi malas mengeluh. jadi mahluk itu jangan suka mengeluh meng, pamali nanti rezekinya seret. gak dapat buruan di tempat sampah? sabar aja, punya majikan baik kaya aku kan juga rezeki meng" ---> sok menasehati menjungjung syukur kalo lagi enak moodnya atau mungkin lagi punya duit.

"ia homan bell gapapa, justru aku senang kok kalo kamu senang"

so sweettt.....

eits tapi berhati-hatilah jika terapi ini jika kita salah menafsirkannya. catat! jangan jadikan objek terapi jiwa ini sebagai tempat bertanya layaknya dukun dan berganti namanya menjadi embah meong.

"mbah menong dimana jodoh saya? cepat katakan! cepat meng katakan siapa dia!"

Meong: pelenga pelengo ?5#^7(%*?!!

***

Untuk sebagian orang tidaklah mudah  mengutarakan isi hatinya. Ada banyak alasan mengapa diam itu memang lebih baik. Entah karena kondisi yang memang sedang sendiri, atau kadang kita curhat pada orang yang salah. Namun percayalah, kekuatan yang sebenarnya ada pada hati kita.


Selamat malam :)


Wednesday, June 13, 2018

Ketika Ngebabu itu Menyenangkan

Ketika Ngebabu itu Menyenangkan


Move on 2

Setelah puas males-malesan, nyambung-nyambung ke drama Korea dari move on 1: Penulis Burung ternyata penyakit males itu (Baca: me time berkepanjangan) bikin badan pegel-pegel juga, sepertinya butuh moodbooster. Mentang-mentang gak tinggal sama mertua lagi jadi semaunya sendiri kapan mau males-malesan kapan mau rajin dan kerajinan banget, hihi serasa merdeka.

Tapi males-malesan gak selamanya enak di badan loh, beneran pikiran bukannya sehat malah minta di refresh. mulai deh, mengarah ke travelling πŸ˜‚ tapi sayang, jalan-jalan itu kan butuh money, haha. dan pilihan altetnatif lainnya selain travelling adalah beberes rumah! atau saya menyebutnya ngebabu. Ngebabu dalam artian yang positif ya. Ngebabu = Olahraga beberes rumah.

ya, kegiatan yang setiap hari ibuibu lakukan ini ternyata bagi saya menyenangkan, loh (Saya juga ibu-ibu). Tapi inget beberesnya dari hati, pake seni loh ya, haha. Jangan asal sapu, pel, tapi bagaimana caranya rumah itu menjadi asri, nyaman, damai, enak dipandang karena 'rumah adalah surga, jadi harus nyaman untuk para penghuninya. #eeaa

Jadi jika kalian tanya, apa yang saya lakukan ketika sedang bosan, badmood, sedih, kecewa, sakit Hati tapi gak punya duit buat travelling apalagi shopping? 

Dan pilihan saya untuk menyenangkan diri adalah ngebabu dirumah! di rumah sendiri loh ya, jangan di rumah orang lain itu mah namanya kerja πŸ˜‚

Memang jawaban paling banyak adalah berdoa kepada tuhan. Hmm, sebenarnya ini benar juga, soalnya dengan mendekatkan diri kepada Nya hati menjadi lebih nyaman dan enteng. Tapi tidak berhenti sampai disitu kamu yang sedang galau membutuhkan carger untuk sekedar action, seperti ya, salah satunya itu ngebabu. πŸ˜‚

Mulai dari bangun subuh, shalat, mandi, mencuci, ke pasar, masak, beberes lagi, tidur siang, dan siklus terus berputar. Hebatnya emak itu selain punya jabatan tinggi juga multitasking di dalam rumah. Bisa jadi guru, perawat, tukang kebun, tukang beberes, manager keuangan, wakil pemimpin, penasihat. dan kita harus manfaatkan peran itu, salah satunya bertugas beberes dan menata rumah (Kalo orang yang tugasnya mengatur interior rumah disebut apa tuh? ya itulah, hihi). dan itu sukses membuat pikiran saya teralihkan dari hal yang kurang bermanfaat, contohnya kumpul-kumpul gosip, pantengin terus online shop tapi gak punya duit buat belanjanya buangin waktu dan kouta, sekalinya ada uang harus ada rem biar gak laper mata, nonton drama Korea yang bikin nagih di setiap episodenya dan ujung-ujungya males masak (tapi sesekali gapapa sih, sesekali loh!) πŸ˜‚

Jadi ceritanya sudah lama saya tidak berkunjung ke rumah orangtua di Bekasi, mumpung sekarang lagi ada di rumah mamah saya anggap ini kesempatan saya untuk beraksi, haha. tau sendirikan kalo sudah tua itu untuk urusan rumah pasti butuh bantuan tangan anak-anaknya yang idep gak cuma numpang neduh dan makan aja. apalagi sekarang di rumah tinggal anak laki-lakinya semua bisa dibayangin berantakannya kaya apa.

Di mulai dari bebenah lantai atas, keluarin barang yang gak dipake yang menjadi sampah di laci zona abang, sampe yang paling berat yaituuuu 'mencuci seabrek sampe menilap pakaian semua lemari!'
capek?
banget!
kalo udah capek, boleh tidur siang!

Nahkan kalo rumah sudah bersih, rapih, nyaman, pikiran jadi lebih fresh. Enak juga buat berpikir jernih, siapa tau nemu ide cemerlang, ambil perangkat lalu berkreasi. 

Hindari mengurung diri!
Jangan kebanyakan melamun, jangan ngerem dikamar, dan meratapi nasib. Memang terkadang menangis itu dibutuhkan untuk mengobati hati, but setelah itu, setelah puas mengeluarkan unek-unek, sampai akhirnya bosan maka setelah itu KELUARLAH. Sibukan diri dengan hal yang bermanfaat, lakukanlah apa yang dulu ingin kamu lakukan tapi terhambat oleh sebuah enggament.

Intinya, jangan malas untuk bergerak karena tubuh diciptakan memang untuk bergerak. dan kita manfaatkan anugrah tuhan itu untuk hal yang positif.

Ayo, buibu angkat sapu kalian!

Tuesday, September 19, 2017

Menulislah dari hati


Benar kata sebuah buku yang pernah saya baca, menjadi penulis itu berawal dari membaca. Sekalipun, seperti JK. Rolling penulis buku fiksi Harry pother yang terkenal berkat imajinasinya yang tinggi itu, ia dapatkan dari hobi membacanya sejak kecil.

ada banyak manfaat dari membaca, tentunya buku yang kita minati. Membaca membuat saya mengenal dunia. Saya sendiri mulai menyukai membaca sejak kelas 2 SD saat sudah lancar membaca. Jenis buku yang saya sangat sukai saat itu, jelas bukan buku pelajaran. Majalah bobo, adalah majalah kesukaan saya. Saya dan kakak saya rutin membeli dan mengoleksi majalah Bobo. Saking hobi nya membaca kami berdua sering berburu majalah bekas di loakan buku, Terus sampai kami dewasa. majalah yang menjadi favorit saya kecil adalah Bobo, Ina, tabloid Gaul, majalah Gadis, KawanKu (sampai saya sendiri bermimpi ingin menjadi model majalah remaja, tapi lupakan lah) dan yang terakhir Cosmo Girl (ini versi wanita dewasa) belum lagi kumpulan cerpen, sampai komik petualangan doraemon, dektektif conan, shincan, teenlit, novel dll. Tapi, sekarang buku yang saya koleksi lebih ke religi dan milik perpustakaan sekolah yang belum di kembalikan. hampura nyak, bapak kepala sekolah. Semoga tidak membaca tulisan saya ini πŸ˜‚

Membaca membuat saya ketagihan, yang ada dipikiran saya saat membaca adalah "oh ternyata dunia itu luas, hidup bukan hanya tentang kita, kita bisa tahu macam macam karakter orang, kita dapet ilmu dari tips, cerita dan fakta". Hampir setiap hari saya membaca, dulu saya kecil sering membaca berdua dengan kakak saya. Dari majalah sampai koran milik bapak di embat juga (di beberapa koran seperti Republika ada rubik khusus anak, iptek, pengetahuan dan parenting, tapi ga tau kalo sekarang masih ada apa enggak)

Membaca saat ada waktu luang, seperti hari minggu bangun tidur baca koran, pulang sekolah, abis makan baca majalah, mau tidur di kamar, sampe di kamar mandi baca apa aja yang penting bikin baper 😯

Abisnya resep suka ada tips tentang kecantikan, cerpen percintaan, cerpen misteri, zodiak sampe tentang cowok juga ada, haha

Pengalaman awal menulis 
Membaca membuat kita berimajinasi tentang apa yang disampaikan penulis (telepati mungkin haha). Dengan membaca membuat saya belajar menyusun dan mengenal kosa kata baru. Akibat2 ketagihan dan rasa kepo karena membaca, saya kecil, saya remaja dan kakak saya senang sekali jika ada kuis sayembara di majalah atau dikoran yang ada hadiahnya (itupun jika beruntung) seperti sayembara bobo, surat bobo, pertanyaan2 anak, tts berhadiah, cerpen. Iseng2 ikutan berpartisipasi dengan semangat 45. Lucunya selama bertahun tahun, selama itu tidak ada satupun surat saya yang di muat!  πŸ˜‚

Tidak lain dan tidak bukan karena saya dan kakak saya baru belajar mengirim surat lewat pos (bayangin surat pertama yang saya tulis, kirim sendiri, patungan beli prangko, serta patungan naek angkot buat ke kantor pos itu bocah kelas 3 SD) dengan bekal petunjuk singkat dari bapak jadilah saya memutuskan untuk mengirim karya ke redaksi lewat pos. Saya baca materi mengirim surat lewat pos di buku pelajaran bahasa indonesia tapi ga ketemu tutornya, cuma contoh penulisannya saja, sia sia baca 3× bulak balik (maklumin aja anak kelas 3 SD yang pemahaman tutorialnya masih kurang).

1. Gagal dari awal ternyata permisah. Surat yang saya masukan ke kotak pos ternyata kotak pajangan di depan gerbang kantor pos, bukan kotak pengiriman sebenarnya. (Salahnya tidak konfirmasi ke pegawai pos, main masukin aja dasar bocah)  ngakak sumpah

2. Parahnya saya tahu ketika sudah berusia 18 tahun. Waktu itu saya hendak mengirim surat lamaran kerja lewat pos. Dan baru tau kalo kotak orange di depan kantor pos itu bukan kotak untuk mengirim surat. OEMJI! Jadi selama ini surat2 yang saya kirim ke redaksi bertahun tahun tidak sampai2 karena salah objek tah???! Haha πŸ˜‚πŸ˜…

Dari membaca saya belajar menulis! 



Menulis Diary, 
Menulis diary sudah saya lakukan sejak kelas 3 SD waktu itu curhatnya tidak begitu penting hanya seputar peliharaan si meong, si ayam, naksir pedro filem amigos. Lanjut sampai kelas 6 yang isi nya mulai naksir diem diem sama seseorang gitu, eaa. menulis diary waktu itu bukan seperti menulis agenda kegiatan atau keseharian. Menulis diary waktu itu adalah tentang curahan isi hati alias Curhat, curhat = rahasia!

Selain karena tampilan buku diary lucu lucu bikin laper mata. Laper matanya anak SD, saya mulai mengoleksi buku tersebut deh. Ada Diary kelap kelip, orji, sampai fail sekalian diary yang ada kunci gembok nya itu biar ga ada yang baca! Tapi lagi lagi kejailan saudara selalu saja kepo, memporak porandakan my diary untuk di geledah. (Kaka saya sering sekali kepo mencari tau isi diari adiknya sampe gemboknya diary di pukulin Batu)  ngakak lagi πŸ˜‚


Belajar menulis cerpen
Tidak berhasil menulis diary karena selalu ada aja orang yang kepo. Atau menulis diary kalo sedang sedih aja. akhirnya bella remaja kepikiran untuk mengasah minat menulisnya di bidang cerpen. Cerpen tersebut niatnya mau dikirim ke redaksi majalah atau berharap ada penerbit yang menerbitkan (pikiran sudah jauh melintang)

Meskipun sering membaca dan menyukai cerpen. Saya termasuk payah, karena perbekalan ilmu yang terbatas. (Ga ada yg ngajarin dan prasarana belajar tidak ada) ujung ujungnya balik lagi ke buku diary.


Pertama mengenal Blog

Masih ingat sekali Pertama punya blog waktu kelas 3 SMA, buatnya di warnet sampe nelpon temen di telpon umum minta Kasih petunjuk gimana caranya #niat banget.

Alasan pengen punya blog karena suka aja nulis. Salin tulisan yang saya anggap bermanfaat dari file ke blog (karya sendiri), sekalian cari bahan buat mading sekolah waktu itu, tapi akhirnya berhenti ngeblog karena prasarana terbatas (tidak punya komputer, olok ke warnet bae mah)

Sampai sekarang, sampai sudah berumah tangga dan alhamdulilah punya blog  lagi. Blog bisa dijadikan tempat menulis bagi yang tidak kesampaian menjadi penulis profesional permisah, haha #becanda

Banyak ya, manfaat dari menulis di blog dan blogwalking, tidak perlu saya jabarkan ya manfaatnya, puanjannng. Anggap saja udah tau sendiri.

Niat ngeblog
Jujur, awal saya memutuskan ingin buat blog lagi tepatnya setahun yang lalu adalah kerena uang. Mendengar banyak informasi tentang blogger sukses, saya mulai tergoda (naif bgt ya). kedua karena saya memang ingin terus produktif meski sudah jadi emak, istri (Mumpung masih muda ya kan?)

Ternyata menjadi blogger yang berpenghasilan dollar itu ga gampang, saya belajar dari nol tentang SEO dan HTML dan akhirnya frustasi πŸ˜‚

Okey saya coba jalan alternatif dengan iseng2 mengikuti lomba blog kompetisi. Baru sekali nyoba di Bulan itu saya menang pemirsah. Meskipun juara tiga.

Yeay πŸ‘

Dari kemenangan pertama itu membangkitkan semangat saya untuk terus belajar menulis blog, mengikuti lomba blog lainnya dan mengharap menang. "Lumayan nih kalo menang buat nambahin prabot rumah, dan biaya kuliah"  Intinya kalo ga dari adsense dari lomba juga gapapa.

Masih tentang uang
Setiap Bulan saya rajin update artikel blog competition, tapi sayang sekali belum pernah menang lagi. Saya belajar, mencari poin poin agar artikel menarik. Tak tanggung tanggung saya instal ulang laptop demi mendapatkan fasilitas corel draw dan soto sop dan aplikasi canggih lainnya.

Tapi dengan waktu terbatas dan tidak ada tutor serta fasilitas, saya belum menguasai infografis maupun ilustrasi pelengkap blog yang dianggap selalu jadi modal utama menjadi pemenang kompetisi blog. Sampai akhirnya laptop saya rusaakkk πŸ˜”πŸ˜’

Inalilahi

Kecewa?  Iya!
Marah?  Banget
Putus asa?  Sedikit!
Sedih?
Udah ah jangan nanya mulu

Akhirnya saya fakum sebentar sekitar 3 bulan dari dunia perbloggingan.

Bagi saya waktu itu ngeblog adalah, tentang uang. Ikut lomba jadi juara dapet uang. Tidak munafik, saya juga mengharap bisa dapet uang dari adsense.

Mindset saya tentang blog berkualitas itu adalah mahal. Modal ngebolg itu mahal salah satunya harus punya laptop.

Pengen jadi juara lomba blog juga mahal,  perangkat harus mumpuni. Tempelate blog Bagus, disertai ilustrasi pendukung layaknya persentasi seperti efek visual, disain grafis, camera dslr.

Dan saya fokus mengejar itu.

Sampai akhirnya saya sadar, ketika saya mentwett "kata orang mindset itu mempengaruhi hasil. Tapi kenapa setiap udah yakin atau geer duluan malah ga terkabul. Jadi menjatuh kan minset saya" #putus asa ceritanya
Lalu seorang teman di twitter membalas tweet saya bahwa mindset dan terobsesi itu hampir sama.


Oh tidak, Saya terobsesi


Menulis bukan lagi dari hati melainkan karena ingin menang dalam lomba blog 😨

Tulisan saya bukan lagi tentang konten yang berisi. menulis untuk berbagi pengalaman, ilmu kepada pembaca visi dan misi saat saya pengin punya blog untuk pertama kalinya (SMA) Tapi untuk lomba dan dapet duit.

Uang memang menyilaukan apalagi dikala kritis. Tapi rezeki akan datang sendiri jika kita ikhlas, berusaha dan menyerahkan hasilnya kepada tuhan. Perkataan simpel ini sebenarnya mempunyai arti yang sangat berarti.


Apa itu menulis dari hati? 


Mulai sekarang, saya benahi rumah Blog ini. Saya lebih pioritaskan tentang konten artikel yang berisi, lalu ilustrasi pendukung, memilih kompetisi yang kiranya saya minati dan cocok, bukan tentang hadiahnya tapi pilih mana kesempatan menangnya yang lebih besar #tetep, tidak membabi buta semua blog kompetisi saya ikuti. Haha stres iya

Dan itu mudah permisah, sama seperti saat saya kecil dulu menulis diary. Mengingatkan saya tentang kerinduan tulisan naif waktu kecil. Ternyata menulis itu,  semudah hati yang berbicara. Kita hanya tinggal membaca buku, meresensinya, menulis ulang apa yang kita dapat dari informasi tersebut, berbagi kepada pembaca layaknya menyampaikan pesan langsung kepada seseorang (ngobrol).

Bukan tentang pusing mikirin deadline lomba, begadang maksain bisa infografis yang saya dibikin frustasi dibuatnya, sakit sakitan mikirin laptop rusak, urusan rumah menjadi nomer sekian demi belajar agar bisa memiliki blog yang warna warni, bisa bergerak gerak tulisannya (mirip mirip vlog/persentasi).

beberapa blogger langganan juara lomba blog yang menginspirasi saya. Mereka memang keren tapi mayoritas di dukung dengan tampilan blog super WaW. Seperti gambar dengan ilustrasi pendukung. (Gak tau sebutannya apa, pokoknya tulisan, gambarnya bergerak gitu deh, keren pokoknya)

Juri pun kebanyakan meniali dari hasil tampilan blog, sedikit juri yang menilai tentang isi blog.

Tentang isi blog yang berisi, dan kelihatan menulis dari hati versi saya adalah blognya Kang masroer. Blognya sederhana, beberapa ilustrasi dan konten pendukungnya cukup oke, membuat tulisannya selalu enak di baca, meski efeknya tidak heboh.

yang ke dua Langit amarvati. pemenang blog competition prelo vol 1. Tulisannya sangat dari hati, enak banget dibaca, simpel, sederhana namun penuh arti. Didukung oleh infografis dan efek visual keren. Tanpa efek macem macem itu pun menurut saya tetap Bagus.

Bayangkan jika efek gerak2 nya tidak ada tulisan terkesan monoton. Itu jika tidak menulis dari hati. Tapi tidak bagi yg menulis dari hati, pembaca akan menikmati jalan ceritanya seperti blog sujiwo.com milik blogger Pungki prayitno.

Okey, Sekarang saya akan memperhatikan isi tulisan dari pada ilustrasi bergerak yang katanya keren itu loh. Sedikit dikit belajar, biarlah tidak sehebat blognya yuni adriyani. Yang penting saya sudah berusaha menulis dari hati dan menyerahkan tugasnya kepada panitia, selanjutnya hanya allah yg menentukan hasilnya.

Tidak menjadi juara utama lagi???
Tidak apah, kemarin dapet souvenir, hampers pun sudah sukur. πŸ‘ yeay

(Kalo ga menang juga Ayo kita samperin tuh jurinya, kita keroyok!  Haha)


saya mengerti untuk menjadi profesional itu butuh proses. Selangkah demi selangkah dan saya menikmati itu.

Uang bukan segalanya. Saya akan banyak belajar lagi tentang menulis dari hati 😊



Friday, April 28, 2017

Menghitung Syukur

agmiabella.blogspot.com

Kalian pernah gak merasa "Down"?
bahasa gaul nya zaman now gak bisa move on. perasaan dimana segala usaha sudah gak berarti lagi, ga bersemangat, menyalahkan, menyesal, ya perasaan itu seperti putus asa atau patah hati mungkin?
kalo jawabanya iya, jangan sedih saya juga pernah qo, semua orang pernah. sampai perasaan down itu membekas di ingatan saya dari kecil hingga sekarang. pernah terjadi 4 kali, hal yang pahit yang pernah saya lalui dalam perjalanan hidup dan masih terkenang.

Bukan berarti saya ga bisa move on loh, justru saya bersyukur dibalik masalah-masalah sulit adalah kaca spion, sesekali di lihat agar tidak terjadi bahaya tapi jangan terus dilihat agar tidak celaka, disitulah ada banyak pelajaran yang saya dapat. belajar agar lebih kuat, belajar agar tidak memilih yang salah, belajar mendekatkan diri kepada ilahi, belajar untuk kehidupan yang lebih baik.

Tapi memang benar kata orang, iman itu sifatnya naik turun. ketika saya menulis ini saya mencoba memotivasi kalian agar tetap optimis padahal pikiran saya sedang pesimis. berharap dapat energi positive bersama-sama dengan membaca dan menulis catatan ini:)

***

Buat saya setiap tahun adalah perubahan kehidupan baru lagi. entah itu beruntung entah itu kurang beruntung. dan itu cendrung membuat saya pesimis setiap tahunnya. "apa ya, yang bakal terjadi tahun ini?". saya mencoba me'mindset kan ini di dalam hati "hidup itu dibawa santai saja jangan baper" atau "jalani saja apa adanya". ya kadang sugesti itu berhasil tapi kadang-kadang tidak juga, karena kalah dengan keadaan yang ada.

Beberapa bulan terakhir ini keuangan keluarga kami sedang sulit, dan mulai muncul masalah dalam berbagai hal, bahkan harapan banyak yang hilang. itu membuat saya sebagai irt prustasi. jujur sering terlintas di pikiran saya.. kenapa rumput tetangga lebih hijau..?

Astagfirllahulazim,  saya mulai cari sisi "si positive". Positive, positive, dimana kamu, kamu dimana?

Aku ingat sebuah cerita tentang rezeki itu tidak hanya uang. bahkan di dalam hadits pun mengatakan "mahluk diatas bumi sudah di jamin rezekinya oleh Allah swt" artinya jika mahluk hidup rezeki nya sudah habis ia tidak ada di dunia ini atau mungkin di takdirkan meninggal dunia. yups, berarti yang menyebabkan orang itu meninggal bukan karena penyakit tapi karena rezeki nya sudah habis.

Selama aku, anak ku, keluargaku, dan kalian yang membaca ini masih hidup, detik inilah allah terus melimpahkan rezekinya. saya ambil sebuah note, lalu saya tulis apa yang sudah saya dapat di dunia ini dalam sebuah list,

Menghitung Syukur

  1. Terlahir di keluarga yang beragama islam
  2. mempunyi ibu pengertian 😘
  3. ibu yang sabar 
  4. ibu yang sangat bekerja keras
  5. ibu yang membesarkan dan mendidik
  6. ayah yang penyayang 😘
  7. ayah yang asyik
  8. Memiliki saudara 2 laki-laki dan 2 perempuan
  9. sosok keluarga yang tak pernah tergantikan
  10. punya saudara kandung yang asyik 😁
  11. hidup di negara aman, yaitu indonesia πŸ˜‚
  12. bertempat tinggal di kota yang strategis
  13. menyelesaikan sekolah wajib 12 tahun
  14. di beri peluang oleh allah bisa masuk kerja dengan mudah 😊
  15. akhirnya punya motor pakai uang sendiri πŸ˜‚
  16. pengalaman bekerja yang tidak pernah terlupakan
  17. melahirkan dengan selamat
  18. mempunyai anak yang sehat dan cerdas😘
  19. suami yang bertanggung jawab😘
  20. sehat sampai sekarang
  21. pernah beberapakali terselamatkan dari kecelakaan yang hampir menimpa😰
  22. oksigen yang gratis
  23. ac alam yang gratis
  24. matahari gratis
  25. mata yg sehat, aku bisa melihat
  26. tangan, kaki yg masih bisa ku gunakan
  27. panca Indra yang sempurna
  28. pekerjaan ku sebagai guru honor di sekolah fenomenalπŸ˜…
  29. mandiri tidak numpang sama mertua lgπŸ˜…
  30. gadget apa adanya yang ku punya sekarang #drpada gak punya😜
  31. motor baru meskipun second
  32. laptop sahabat menulis😘
  33. makanan yang murah dan bergizi
  34. punya keluarga besar yang siap membantu di saat butuh bantuan. Uwa uwa, bibi bibi. 
  35. tetangga yang tidak usil😜
  36. Masih bisa makan tiap hari
  37. stok beras masih banyak
  38. anak baru satu, irit
  39. kontrakan yang nyaman
  40. prabot yang cash no kridit
  41. ga punya hutang rentenir/kridit😜

saya mulai tersenyum,
jika ditulis semuanya, menghitung syukur tidak akan pernah ada habis nya dan itu hanya secuil syukur yang saya ingat. ibarat baru setetes air dilautan. berbaik sangka lah sama allah, manusia boleh berencana tapi allah yang menentukan, allah tahu yang terbaik buat hambanya. kehilangan adalah cara tuhan menggantinya dengan yang lebih baik dan aku percaya itu.


agmiabella.blogspot.com

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menghitungnya.” (QS An Nahl ayat 18)

Semoga Bermanfaat!