Monday, October 8, 2018

Penyebab Kebutaan yang Sering Terjadi dan Cara Mencegahnya


Ada pasangan suami istri yang selalu menjadi perhatianku sejak kecil. Sang suami berjalan dengan tongkat dan istrinya yang bungkuk selalu menemaninya kemanapun sang suami melangkah. Mang Racim (56thn) adalah tetanggaku yang berprofesi sebagai tukang urut tunanetra dan sudah menjalani pekerjaannya ini selama 30 tahun lebih. Meskipun keadaannya tidak seperti orang yang memiliki penglihatan normal, seringkali saya melihatnya tengah bekerja di belakang rumah sambil meraba dengan tangan dan tongkat tengah melakukan kegiatan kerja bakti layaknya orang berpenglihatan normal. ya, meskipun keadaannya seperti itu ia sangat rajin.

Mang racim mengalami kebutaan sejak usia remaja, kedua matanya terbuka tetapi terseliputi selaput putih. Usut punya usut, Mang Racim mengalami kebutaan sejak remaja akibat kecelakaan yang pernah menimpanya dulu dan telat ditangani. Gejala kebutaan itu semakin parah saat ia menuju usia yang semakin renta, dari kabur, sampai buta. Tapi beliau sendiri masih belum tahu pasti penyebab kebutannya itu karena jaman dulu masih minim sekali ahli medis dan pengetahuan tentang medis. Karena penyebab kebutaan sebenarnya bisa terjadi dari faktor bawaan, virus, maupun akibat, kecelakaan, trauma mata, dll.

Ada banyak faktor penyebab kebutan yang bisa saja terjadi pada setiap individu. Penyebab kebutaan bisa dari beberapa kondisi, misalnya disebabkan oleh penyakit tertentu (internal: bawaan, rubella, virus, obat-obatan, dll) atau gangguan mata (eksternal: kecelakaan, trauma mata, obat keras, dll)
Ketika salah satu dari bagian mata ini rusak, baik karena sakit atau cedera, kebutaan bisa terjadi. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada menjaga kesehatan mata. 

Berikut Berapa Kondisi Sebagai Faktor Penyebab Kebutaan yang Paling Sering Terjadi


1. Katarak
Katarak adalah penyakit mata dengan ciri mengeruhnya lensa mata, sehingga membuat penglihatan kabur. Penyakit mata katarak ini biasanya terjadi pada mereka yang berusia lanjut. Katarak juga bisa terjadi pada kedua mata sekaligus dan bukan penyakit yang menular. Katarak biasanya dapat langsung dikenali dengan adanya bagian keruh di pupil.

2. Glaukoma
Glaukoma terjadi ketika tekanan cairan di dalam mata meningkat secara perlahan. Tekanan ini merusak saraf optik dan retina, yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan secara bertahap. Kehilangan penglihatan akibat glaukoma tidak dapat sembuh. Penderita harus selalu melakukan cek mata secara berkala, sehingga mudah dideteksi sejak dini, dengan begitu penanganan pencegahan kebutaan dapat diatasi sejak awal.

3. Degenerasi makula
Degenerasi makula adalah penyakit yang mempengaruhi makula, yaitu daerah yang bertanggung jawab untuk pusat penglihatan yang detil dan baik. Degenerasi makula dapat menyebabkan hilangnya pusat penglihatan akibat ketiadaan fotoreseptor (sel sensor cahaya). Biasanya ini terjadi pada lansia terkait penuaan. Kondisi ini membuat orang tua emiliki kesulitan berjalan dan lebih sering menetap di dalam rumah.

4. Retinopati diabetik
Retinopati diabetik terjadi saat kerusakan sistemik yang disebabkan oleh diabetes berpengaruh pada retina. Secara khusus, pembuluh darah yang memberi nutrisi retina dapat terpengaruh secara negatif oleh diabetes, sehingga menyebabkan kebutaan akibat perdarahan dan kerusakan pada retina. Pengobatan terbaik untuk retinopati diabetik adalah dengan mengontrol diabetes lebih ketat. 

Gangguan penglihatan dengan penyebab lainnya seperti Glaukoma, retinopati Diabetikum, Retinopathy of Prematurity (ROP) dan low vision juga menjadi prioritas program saat ini. Glaukoma dan retinopati diabetikum dijadikan prioritas mengingat meningkatnya angka penyandang diabetes yakni diperkirakan 1 dari 3 Penderita Diabetes berisiko terkena Retinopati Diabetikum dan pasien dengan Diabetes memiliki risiko 25 kali lebih mudah mengalami kebutaan akibat retiniopati dibandingkan dengan yang nondiabetes. Penyakit – penyakit tidak menular merupakan salah satu faktor risiko gangguan penglihatan dan kebutaan.

5. Retinitis pigmentosa (RP)
Teti iris Pigmentosa, mempengaruhi 1,6 juta orang di seluruh dunia dan merupakan suatu penyebab kebutaan yang diwariskan. Untuk saat ini, tidak ada pengobatan yang tepat untuk RP. Retinitis pigmentosa adalah kondisi mata yang diwarisi. 

90% para penyandang gangguan penglihatan dan kebutaan ini hidup di negara dengan pendapatan rendah, yang jika dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan apapun, maka jumlah penderita gangguan penglihatan dan kebutaan ini akan membengkak menjadi dua kali lipat pada tahun 2020. 

Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness atau RAAB tahun 2014 – 2016 di lima belas provinsi dengan sasaran populasi usia 50 tahun ke atas diketahui bahwa angka kebutaan mencapai 3%. Penyebab kebutaan terbanyak adalah, KATARAK sebanyak 81 %.



Sebanyak 80% dari para penyandang gangguan penglihatan dan kebutaan ini dapat dicegah bahkan diobati. Data ini mendasari fokus program penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia, pada penanggulangan katarak dan gangguan penglihatan dengan penyebab lainnya. 


KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 
Pada pers briefing dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia Tahun 2018 “Eye Care Everywhere” Mata Sehat Untuk Semua

Narasumber:
• dr. Anung Sugihantono, M.Kes – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)
• dr. M. Sidik, Sp.M – Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI)
• dr. Aldiana Halim, Sp.M(K) – Wakil Ketua KOMATNAS

Tema internasional World Sight Day tahun 2018 adalah “Eye Care Everywhere” yang menekankan aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan mata bagi semua orang. Sedangkan tema nasionalnya adalah “Mata Sehat Untuk Semua”. Deteksi dini gangguan penglihatan untuk usia 15 tahun ke atas dilakukan oleh kader di Posbindu melalui pemeriksaan gangguan penglihatan dengan metode Hitung Jari yang mudah dan aplikatif sedangkan skrining gangguan penglihatan pada anak usia sekolah dilakukan melalui kegiatan Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah dalam Program UKS.

Acara puncak Hari Penglihatan Sedunia tahun 2018 dilaksanakan tanggal 11 Oktober 2018 di Kota Surabaya, pada acara ini akan dicanangkan SIGALIH oleh Menteri Kesehatan. Acara ini akan dihadiri oleh berbagai komponen, baik unsur Pemerintah, organisasi Profesi (PERDAMI, IKPAMI, IROPIN), KOMATNAS, GAPOPIN, NGO, unsur masyarakat, Institusi, anak sekolah, maupun  organisasi sosial. 

Rangkaian  Hari Penglihatan Sedunia/World Sight Day (WSD) dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan dengan menyelenggarakan Pers Briefing, Launching Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan (SIGALIH) dan video conference yang dilakukan di Kota Surabaya pada tanggal 11 Oktober 2018 dengan 5 Provinsi lainnya yakni : Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Maluku dan Sumatera Selatan.

Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan Nasional yang disingkat “SIGALIH” merupakan suatu sistem informasi yang berbasis web/android untuk melaporkan pencatatan dan pelaporan skrining gangguan penglihatan warga negara Indonesia yang melakukan deteksi dini di Posbindu. Sistem ini juga diharapkan akan terhubung dengan Rumah Sakit sehingga akan dapat diketahui tindak lanjut terhadap pasien yang telah dirujuk.

Manfaat SIGALIH adalah,

1) Bagi Posbindu adalah meningkatkan upaya pencegahan gangguan penglihatan dengan deteksi dini gangguan penglihatan di masyarakat, bagi masyarakat dan untuk masyarakat.

2) Bagi Puskesmas dan Rumah Sakit untuk peningkatan layanan kesehatan mata dengan informasi dan koordinasi untuk pelayanan lanjutan pasien, dan bagi Kementerian Kesehatan/Dinas Kesehatan adalah sistem ini dapat memberikan data gangguan penglihatan sebagai masukan pengambilan/penerapan kebijakan.

Cara Memelihara Kesehatan Mata Memperkecil Risiko Kebutaan

  • Banyak mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan mata sejak dini sampai usia lanjut
  • Hindari gaya hidup tidak sehat seperti mengminum minuman keras, dan merokok
  • Batasi paparan langsung sinar ultraviolet seperti menggunakan kaca mata hitam, topi, saat cuaca atau ditempat yang menyilaukan mata.
  • Jangan terlalu lama mata terkena sinar elektronik seperti televisi, komputer, dan sebagainya
  • Jangan mengunakan sinar layar di ruangan gelap
  • Jangan membaca atau main hape, mengambil posisi tiduran
  • Selalu taati keamannan seafty saat bekerja, seperti pemakaian kaca mata pelindung saat ngelas, grindra, dan pekerjaan berat lainnya.

Berdasarkan berbagai penelitian menunjukkan bahwa gangguan penglihatan dan kebutaan memiliki implikasi yang multidimensional yakni,

1) Dampak fisik; dapat menyebabkan menurunnya kualitas hidup (quality of live), bahkan sampai pada berkurangnya produktifitas seseorang dalam melakukan pekerjaan ataupun aktivitas harian (acitivites of daily living), 
2) Dampak sosial yang akan timbul adalah rentan terhadap masalah kesehatan, risiko jatuh, depresi dan ketergantungan pada individu lain dalam hal ini yang terdekat adalah keluarga
3) Dampak psikologis terkait kepuasan dalam hidup maupun status emosional.

Oleh karena itu kita sudah seharusnya memelihara kesehatan mata dari hal yang paling mudah seperti gaya hidup sehat. Kesadaran tentang pentingnya menjaga mata diharapkan dapat meluas sampai pada lapisan masyarakat. Di hari Penglihatan Sedunia Tahun 2018 “Eye Care Everywhere” Mata Sehat Untuk Semua diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi dan mendukung peringatan Hari Penglihatan Sedunia/ World Sight Day (WSD) Tahun 2018 dan ikut serta mengkampanyekan agar seluruh masyarakat peduli terhadap gangguan penglihatan dan kebutaan sejak dini, agar dapat diobati lebih awal karena gangguan penglihatan walaupun tidak mengancam jiwa tetapi akan menurunkan kualitas dan produktifitas masyarakat yang terdampak pada kerugian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Yuk, jaga kesehatan mata sejak dini!

Selamat Hari Penglihatan Sedunia

#MataSehatUntukSemua
#EyeCareEverywhere
#P2PTM



Sunday, October 7, 2018

Naik Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan, Jakarta-Surabaya


Ini adalah kedua kalinya saya naik kereta api ke luar kota yang paling jauh yakni Surabaya. Kali pertama sudah lama sekali sekitar tahun 1999 sewaktu saya liburan ke Bali ikut acara Bapak sebagai anggota dewan DPRD kotamadya Bekasi saat itu, tepatnya saat libur panjang kenaikan kelas 2 SD. Sudah lama sekali kan? Jadi maklum masih agak nora naik kereta api jawa lagi. Namun kali kedua ini saya pergi bukan untuk liburan, melaikan kerja di sebuah kegiatan komunitas Moms Blogger. sebagai salah satu panitia saya kebagian mengurus akomondasi seperti memsan tiket kereta api secara online dan mengurus boking hotel/penginapan untuk beberapa orang yang ikut termasuk saya dan anak.

Kereta Api yang menjadi pilihan adalah Gaya Baru Malam Selatan, kelas Ekonomi dengan tiket seharga Rp. 104.000/orang. Penasaran dengan fasilitas KAI kelas ekonomi, jujur sempat membuat saya gelisah dan menyimpan banyak pertanyaan.

Apakah mendapat konsumsi?
Bagaimana kondisi Toiletnya?
apakah di sediakan bantal dan selimut?
Apakah ada AC, dan Televisi?
Bagaimana tempat duduknya?
Intinya apakah nyaman untuk ditiduri atau tidak, secara saya selama 15 jam lebih berada di dalam kereta bersama anak kecil berusia 5 tahun.

Karena terakhir merasakan naik kereta Jawa watu itu yang Eksekutif. Namun, zaman kian berkembang saya percaya KAI sudah semakin baik dan terus memberikan yang terbaik dari tahun ke tahun. buktinya KRL sekarang udah enak, sudah gak ada lagi stasiun kotor, lebih tertata, gak ada lagi penumpang yang sesak sampai naik ke atas gerbong kereta seperti jaman dulu, atau rebutan kursi dan pernah ngerasain waktu kecil gak dapat kursi pioritas, pokoknya perubahan 10 tahun terakhir ini beda lah, yaa. okey, balik lagi ke Gaya Baru Malam Selatan.


Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan, Jakarta-Surabaya
Tampak gerbong bagian dalam kereta Gaya Baru Malam Selatan. Kursi 2 sebelah kanan dan kursi 3 sebelah kiri, masing-masing berhadapan dan disisi jendela ada meja kecil yang disediakan untuk menaruh minuman, juga ada colokan listrik.

Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan, Jakarta-Surabaya
Kebersihan sepanjang gerbong lumayan terjaga, tidak bala sampah, tidak kotor, dan tidak bau. setidaknya itu terjaga dari perjalanan Jakarta sampain ke Surabaya. 

Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan, Jakarta-Surabaya
Jangan bayangkan AC kelas ekonomi kurang dingin, waktu saya naik kereta Gaya Baru Malam Selatan AC nya cukup terasa dingin.


Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan, Jakarta-Surabaya
Di Gaya Baru Malam Selatan kelas ekonomi ada sewa bantal, seharga Rp.7000. Bantalnya berbentuk kotak foam bukan dari kapuk sejenisnya. Disarankan membawa selimut atau jaket karena semakin malam semakin dingin.

Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan, Jakarta-Surabaya

Baca juga: Cara Membeli Tiket Kereta Api Secara Online

(+) Kelebihannya
  • Bersih, nyaman, AC dingin
  • Kebersihan toilet cukup
  • Murah 
  • Tepat waktu

(-) Kekurangannya 
  • Waktu perjalanan paling lama 15 jam
  • Kursi sangat tegak sehingga kurang nyaman untuk dibuat sandaran tidur
  • Meja sisi kurang besar
Untuk pelayanan konsumsi kereta Gaya Baru Malam Selatan menyediakan kantin yang biasanya di jual keliling gerbong seperti aneka minuman, snack, dan nasibox. harganya juga sesuai pasaran. biasanya pelayan atau petugas KA berkeliling setiap 3x untuk makanan pokok dan 3x makanan ringan. Tergantung waktu juga sih, seperti jadwal perjalanan pagi hari sewaktu malam hari nasibox terkadang habis. Jadi sangat disarankan unuk membawa bekal dan snack ringan.

Nah, itulah review perjalanan saya menggunakan Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan, Jakarta-Surabaya. Semoga artikel ini bermanfaat!


Mengubah Nomor Kursi Kereta Setelah Melakukan Transaksi


Setelan memesan tiket kereta api secara online maupun offline, risiko pembatalan keberangkatan maupun perubahan data pasti selalu ada. Seperti saat saya ingin melakukan perjalanan ke Surabaya, sebenarnya ada sedikit kendala setelah saya sudah melakukan payment saat memesan tiket kereta api secara online. Kendala apakah itu? yaitu perubahan data penumpang karena menambahkan 1 tiket penumpang lagi yakni anak saya yang akhirnya ikut perjalanan kami ke Surabaya. Akhirnya terpaksa saya melakukan pengubahan Nomor Kursi Kereta Setelah Melakukan Transaksi.

Beberapa Alasan Pengubahan Kursi Terlanjur Dilakukan,
  • Sering Mabuk darat, salah pilih kursi karena tidak tahu arah laju kereta api. (biasanya ini ada pada kelas ekonomi yang posisi kursi berhadapan dan memesan tiket lewat online jadi ada batasan untuk bertanya kepada cs tiket KAI.
  • Perubahan data mendadak setelah sudah melakukan pembayaran. ini yang paling sering terjadi seperti saya kemarin.
Jadi begini, awalnya saya memesan cukup untuk 4 orang termasuk saya, dan saya sudah melakukan pembayaran. Namun, beberapa hari kemudian ada penambahan 1 penumpang lagi yaitu anak saya, mengharuskan saya melakukan 2 kali transaksi di hari yang berbeda. Namun, itu akan membuat nomer kursi anak saya tidak akan satu baris atau satu gerbong, itu resikonya. Tidak mau hal itu terjadi terpaksa saya harus Mengubah Nomor Kursi Kereta Setelah Melakukan Transaksi dari pemesanan sebelumnya yakni transaksi awal sebanyak 4 penumpang.


Pemesanan tiket yang saya lakukan secara online seperti di Tokopedia, membatasi pemesanan hingga maksimal 4 orang/penumpang dewasa dan 4 penumpang anak batita <3 tahun.

Baca juga: Naik Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan, Jakarrta-Surabaya

Nah, bagi kalian yang baru pertama kali memesan tiket kereta api secara online maupun offline namun bingung ketika menghadapi kendala seperti ingin mengubah posisi kursi yang sebelumnya sudah dipilih, ternyata tidaklah ribet. berikut hal harus kamu lakukan jika ingin melakukan perubahan kursi Kereta Api.

1. Datangi Stasiun Kota Terdekat
Kamu bisa mendatangi stasiun kota terdekat untuk melakukan konfirmasi pembatalan atau mengubah nomer kursi kereta. pihak yang harus datang adalah nama yang mendaftarkan pembelian tiket alias tidak bisa diwakili dan hanya stasiun tertentu yang melayani pembatalan tiket kereta api, misalnya stasiun besar atau stasiun induk di kotamu. contohnya, kalo saya dekat dengan stasiun Bekasi Timur maka stasiun yang harus saya datangi untuk proses pembatalan atau mengubah nomor kursi adalah Stasiun Bekasi bukan Bekasi Timur.

2. Konfirmasi Data Penumpang
  • ISI FORM: nanti di stasiun ada loket khusus untuk pembatalan tiket kereta api. Untuk mengubah nomor kursi kami juga bisa mendatangi loket pembatalan. Selanjutnya, kamu akan diperintahkan mengisi formulir untuk pengubahan nomor kursi. Datanya meliputi, data diri yang di daftarkan saat transaksi, nomer kode booking atau bisa juga menunjukan struk transaksi saat melakukan pembayaran di minimarket (metode payment online)
  • PEMILIHAN KURSI: Selanjutnya akan di persilahkankan memilih kursi kembali. sangat disarankan bagi yang sering mabuk darat atau mencegah mabuk jika naik kelas ekonomi silahkan tanyakan posisi arah laju kereta karena kursi ekonomi berhadapan.

3. Dikenakan Denda
Untuk biaya denda pengubahan nomor kursi akan dikenakan sebesar 25% dari harga tiket, misal tiket kereta Kertajaya Surabaya-Jakarta seharga 160.000 berarti 25% nya adalah sebesar 40.000, Jadi kamu harus menambah biaya sebesar 25% dari harga tiket. sama halnya untuk pembatalan tiket, refund akan dipotong sebesar 25% dari harga tiket.

Enak gak enak sih, tapi ya mau apa dikata balik lagi kadang sesuatu yang tidak diduga malah datang. Risiko pembatalan keberangkatan maupun perubahan data pasti selalu ada.

Selain mengubah nomor kursi masih ada pilihan lain, seperti disiasati dengan kesepakatan antar penumpang dengan menawar kepada penumpang lainnya untuk menukar posisi kursi, namun tidak semua orang mau melakukan itu, ditambah petugas kereta api akan memeriksa kecocokan kursi karena akan lebih ribet lagi saat nanti penumpang terus datang dari stasiun yang berbeda.

Bagaimana berniat untuk mengubah nomor kursi di kereta nanti?


Semoga artikel ini bermanfaat!

Saturday, October 6, 2018

Cara Memesan Tiket Kereta Api Secara Online

Cara Membeli Tiket Kereta Api Secara Online

Ada banyak kelebihan jika kita keluar kota memilih menggunakan transportasi darat seperti Kereta Api, terutama untuk daerah yang jauh. Dengan menggunakan Transportasi darat seperti Kereta Api jarak waktu tempuh lebih cepat sampai ketimbang naik kendaraan pribadi, bianyapun lebih murah, lebih hemat waktu dan biaya. Hanya saja mungkin kendalanya ada pada lokasi stasiun yang jauh untuk beberapa tempat yang jauh di akses kereta api. Soal fasilitas dan pelayanan di kereta? tak usah khawatir karena PT. KAI terus berupaya melakukan pembaharuan yang semakin baik dan nyaman untuk penumpang. Seperti sekarang ini, memesan tiket kereta api bisa dilakukan secara online.

Bagi kalian yang sudah sering menggunakan transportasi darat seperti kereta api mungkin sudah tidak bingung lagi cara memesan tiket kereta api secara online maupun offline, tetapi untuk kamu yang baru pertama kali ingin menggunakan kereta api sebagai transportasi yang akan kalian gunakan mungkin akan sedikit bingung, seperti beberapa pertanyaan di benak kalian,

Bagaimana cara memesan tiket kereta api secara online?
Lalu bagaimana cara memperoses tiketnya setelah struk sudah keluar?
Apakah bisa di batalkan jika sudah melakukan transaksi?
dan sebagainya...

Sebenarnya ini adalah pengalaman saya memesan tiket kereta api secara online yang ingin saya share kepada pembaca. Beberapa hari yang lalu saya mendapat pekerjaan di luar kota tepatnya Surabaya. karena ini adalah yang pertama kalinya saya kebagian tugas untuk mengurus akomondasi seperti tiket kereta api dan booking hotel secara online. bisa dibilang susah-susah gampang sih, karena bukan untuk personal saya sendiri tetapi beberapa orang.

(+) Plusnya Memesan Tiket Kereta Api Secara Online
  • Caranya mudah, memilih, memesan, mengisi data
  • Hemat waktu perjalanan menuju stasiun besar
  • Hemat tenaga, tanpa harus capek antri, berdiri, bisa dilakukan dimana saja sambil santai.
  • Mudahnya memilih jenis kereta dan jadwal keberangkatan yang tepat

(-) Minusnya Memesan Tiket Kereta Api Secara Online
  • Tidak bisa dengan tepat mengetahui posisi kursi yang maju atau mundur dari alur laju kereta (bagi yang mudah mabuk, kelas ekonomi berkursi hadap-hadapan)
  • Resiko salah memasukan data diri atau setelah melakukan transaksi
  • Mungkin ada beberapa pertanyaan yang tidak bisa ditanyakan langsung kepada CS loket Tiket KAI


Baca juga: Naik Kereta Api Ekonomi Gaya Baru Malam Selatan

okey, langsung saja cara membeli tiket kereta secara online.


  • Log in atau Daftar Terlebih Dahulu di Portal Online Pemesanan Tiket. proses transaksi di e cormme seperti tokped dan sejenisnya,  bisa daftar atau hanya beli saja karena selanjutnya akan di konfirmasi by email. namun saran saya sebaiknya kamu daftar akun untuk memudahagar cek status pemesanan dan mendapat potongan harga/promo lainnya.
  • Pilihlah Jenis Kereta Seperti Kelas dan Jam Keberangkatan. Setelah kamu sudah mantap memilih kelas, harga, jam, dll. langkah selajutnya adalah mengisi data diri. di opsi ada pilihan sekali berangkat untuk kamu yang ingin lebih lama ke luar kota atau opsi PP (pulang pergi). bagi kamu yang hanya sebentar di luar kota atau tidak lebih dari satu hari. Just saran; jika kamu memilih non PP kamu bisa melakukan transaksi 2 kali setelah melakukan pemesanan tiket keberangkatan, kemudian lakukan pemesanan tiket kepulangan. cara ini menghemat waktu.
  • Mengisi Data Diri Calon Penumpang. Data yang harus diisi meliputi nama penumpang (nama sesuai Ktp), no. Ktp, Tlp, Kursi yang dipilih, sebelum selanjutnya ke proses payment. 
  • Lakukan pembayaran yang sudah ditentukan. Setelah melakukan pengisian data diri seperti nama, no.Ktp, tlp, no.kursi. kamu akan diarahkan pada pilihan metode pembayaran. misalnya pilih debitcard atau kartu ATM akan di beri no.rekening yang harus di transfer atau metode paymet melalui minimarket akan di beri kode khusus pembayaran. lakukan pembayaran kurang dari satu jam sebelum sistem mereka cancel otomatis.

Baca juga: Cara Mengubah Nomer Kursi Kereta Setelah Melakukan Transaksi Pembayaran Tiket

Ketika kamu sudah melakukan pembayaran, otomatis akan ada konfirmasi dari pihak penjualan tiket online lewat email. simpan struk baik-baik terutama bagi kamu yang memilih metode pembayaran di minimarket untuk ditunjukan pada pihak stasiun bagian tiket boarding pass atau catat kode boking saat anda cetak tiket boarding pass di stasiun.

Bagaimana, mudahkan cara membeli tiket kereta secara online?

Semoga Bermanfaat!

Plus Minusnya Ngeblog Untuk Ibu Rumah Tangga


Pertanyaan-pertanyaan yang sering saya dapat ketika teman bertanya tentang kerjaan freelance saya sebagai blogger yang sering nongol di medsosnya, haha...

Enak gak jadi blogger?
Wah, enak ya bisa dapat uang dari nulis?
Gimana dong caranya supaya saya dapat uang dari ngeblog?
Saya pengen dong, tapi gak bisa nulis.
Saya mau ngeblog tapi susah atur waktunya, gak sempat nulis, dsb.

Dan rata-rata opini mereka tentang blogger itu mayoritas enak, seru, asyik, dan ber'money.

Sejujurnya saya bukan blogger yang sering dibicarakan netizen itu, haha..
Bukan blogger yang terkenal, atau Blogger senior. Menulis ini sekedar ingin sharing tentang enak gak enaknya menjadi blogger yang sudah lebih dari dua tahun melintang ini. Junior banget kan? ...
Atau bahasa kekiniannya, cuma serpihan rengginang di antara mastah blogger yang sebenarnya dia itu rengginang ya, saya recehnya, haha..

Ngeblog bagi saya pribadi awalnya adalah sebuah kegiatan menulis yang saya anggap sebagai terapi mental, hahaaa. Eits jangan berpikir negatif dulu, jadi saat kita menulis ada rasa kepuasan sendiri untuk berbagi dan dibaca orang (yang jelas yang bermanfaat) saya masih ingat beberapa tulisan pertama saya itu tentang cara-cara. Cara klaim BPJS, Review tabungan berencana, Cara mutasi surat pindah beda kota, Sharing seputar Parenting, dan lain-lain yang biasanya sudah saya alami.

Dan selama itu saya sangat menyukai ngeblog ini. Mungkin karena sejak kecil hobi membaca saya jadi tertarik dengan dunia blog dan search engine google, haha.

(+) Plusnya Ngeblog Untuk Ibu Rumah Tangga
  • Banyak kata tersalurkan (terutama perempuan yang identik dengan kebawelan)
  • Bisa membantu orang lain jika kita menshre tulisan yang dibutuhkan
  • Berbagi info bermanfaat
  • Memperluas jaringan dan teman 
  • Menambah pengetahuan dari membaca
  • Membantu penghasilan tambahan misalnya menyalurkan jasa yang berhubungan dengan kedigitalan ataupun lain-lain yang berhubungan dengan Niche blog.
  • Belajar lagi tentang dunia penulisan dan penyampaian informasi.

(-) Minusnya
  • Boros kouta internet, haha
  • Awas jadi terobsesi money 
  • Berhubungan lebih sering dengan gadget dan rentan menulari ke anak
  • Lebih rentan tidak bisa mengatur waktu ngeblog dan urusan rumah (jika tidak disiasati dengan bijak)
  • Sering terpapar gadget, harus ekstra jaga kesehatan mata, punggung, sakit kepala.



Saya jadi ingat tugas mengarang waktu SD setiap awal tahun pelajaran baru menjadi hal yang paling saya suka. Saya kecil suka sekali pelajaran bahasa Indonesia, karena seringnya dipelajaran itu kita membaca dan menulis, hmm mungkin inilah sebabnya saya jadi suka ngeblog. Namun setelah dipikir-pikir menulis saat sekolah lebih mudah dari pada menulis platform online, haha. bertemu SEO, saingan blogger ketjeh, master blogger, berkali-kali ngerasain down karena kalah lomba blog, haha. udah jangan bahas bagian ini nanti good moodnya ilang lagi, jadi down mood.

Baca juga: 7 Cara Menciptakan Good Mood Saat Ngeblog

Jadi kalo ada yang bertanya tentang plusnya ngeblog dapet money, saya akan menjawab itu adalah bonus dari ngeblog bukan tujuan utamanya, ngeblog untuk dapat uang (saya pribadi, gak tau deh kalo kalian 😂 kan beda-beda tujuan)

Karena kalo awalnya tujuan kita materi tidak akan bertahan lama di dalam dunia perbloggingan. Sama seperti proses belajar lainnya, ingin mencapai sesuatu maka kita harus belajar dulu, merasakan jatuh, bangun. Seperti iseng ikut lomba blog tapi gak pernah menang-menang, haha. Yakin deh kalo yang ngejar materi apalagi pengen yang instan, blog mereka juga gak bertahan lama ketika merasakan kalah.

Memang ada beberapa blogger yang berpenghasilan waaw dari blognya namun ya itu, karena memang mereka-mereka itu berbakat, konsisten, tekun, perangkat mumpuni, haha, dan masih banyak lagi penyebab keberhasilannya. Tapi tidak menjadi tolak ukur ngeblog untuk dapat uang. Ya itu balik lagi, rezeki-rezekian, tujuan kita ngeblog. Yang paling penting sih jalanin aja passion menulis mu, rezeki ngikutin dari mana saja. Toh gak harus berupa money kan? Pahala juga rezeki.

Tapi sejauh ini yang aku rasain sih lebih banyak plusnya. 😊


Yuk, Belajar ngeblog!


Wednesday, October 3, 2018

Janda

WHAT DO YOU THINK ABOUT A SINGLE MOM

Janda adalah istilah wanita yang telah bercerai atau ditinggal mati oleh pasangan pernikahannya.

Sebuah pilihan yang tidak mudah ketika memutuskan membuat judul 'janda' di blog post kali ini. ketika kalian ketik kata janda di google, selain hasil pencarian wikipedia yang pertama keluar sisanya deskripsi negatif tetang statusnya. apakah itu? ya kurang lebih berita yang tidak enak dibaca, iklan, komunitas jodoh, dan sebagainya yang bertemakan janda. Dari stigma negatif lalu muncul arti yang negatif secara masal di masyarakat, itu kenapa saya menulis WHAT DO YOU THINK ABOUT A SINGLE MOM? setidaknya saya ikut menyumbangkan tulisan positf seorang ibu tunggal, meskipun saya tahu tulisan berjudul janda ini akan kalah muncul di search engine dengan berita tentang, you know 'janda' di portal berita online. tetapi memang menurut saya arti kata janda ini sebaiknya tidak melulu dipandang sisi negatif yang lebih banyak, atau bagi saya itu menjadi sebuah ledekan yang sering dibuat dalam sebuah lirik lagu misalnya.

Dulu sebelum menyandang ststus single mom saya paling tidak suka mendengar lagu dangdut tentang janda. kata itu selalu menarik untuk dibuat lirik lagu. hmmm kalo gak salah begini liriknya...

DAYUNI
......
.....
Daadiii dayuni,
Janda ayu jarang di keloni
.........
.......
(artinya; jadi dayuni. salah satu lagu yang populer di daerah indramayu tahun lalu)

Dulu saya ikut dengan suami di kampung jawa dan lagu itu lagi happening banget sampai salah satu murid SMP ku menyetel musik ini. mirisnya ibunya juga seorang janda! sebagai ibu didik aku sering  memberi nasihat kepada anak murid untuk tidak sembarangan mendengarkan musik. terdengar kolot nasihat ku, pasti di telinga mereka, anak ABG, terserah gue pikirnya mungkin. mungkin juga awalnya karena saya merasa ibuku juga seorang single mom, dan adik bungsu ku yatim.

Janda atau ibu tunggal (single mom)??
Kata mana yang lebih enak didengar?
Sepertinya kata ke dua lebih enak di dengar ya berikut maknanya..
hmmm, balik lagi ke sudut pandang setiap masing-masing orang yang jelas berbeda-beda.

Dari status saya menikah sampai pernah menikah saya selalu salut dengan seorang single mom. mereka kuat, mereka luar biasa, dua peran dijalani sekaligus. jika laki-laki mungkin tidak bisa lama menyandang status duda karena secara biologis dan kodrat mereka lebih harus diurusi wanita sampai mereka tua. soal mengurus anak? seorang duda mungkin akan merasa sangat kesulitan. namun, yang lebih sering saya lihat pada ibu tunggal adalah sisi kemandiriannya, msekipun lemah, meskipun seharusnya butuh perlindungan dan pemimpin tidak jarang mereka menyandang status itu sampai akhir hidupnya.

Banyak buku religi, yang saya baca salah satunya cerita yang menceritakan seorang janda. mungkin kalian juga pernah membaca cerita tukang sepatu dan istrinya ini, yang tidak jadi naik haji karena tabungan hajinya di berikan kepada seorang janda anak banyak yang kelaparan. Namun hajinya di terima meskipun ia tidak ke mekah, yang tadinya jemaah 600rb lebih yang berhaji tadinya tidak mabrur menjadi mabrur karena pahala si tukang sepatu itu. lalu, ada cerita lagi tentang kebaikan bagi mereka yang menikah dengan janda sama seperti memerdekakan budak. malah dulu aku pernah berpikir agar suami menolong anak yatim dengan menikahi janda soleha.

Perempuan memang rentan untuk direndahkan drajatnya, seperti zaman dulu, zaman kartini belum merdeka maupun zaman jahiliyah. Melahirkan anak perempuan dianggap aib dan dikubur hidup-hidup, atau dijadikan budak. Allah mengankat derajatnya, melindungi dengan peraturan-peraturan yang tertuang di dalam Alquran. Termasuk mengutamakan anak-anak yatim.

Lalu Bagaimana Rasanya Menjadi Janda?


Nah, selama ini kan kita banyak mendengar sisi yang gak enak dari kata janda, pernahkah kamu ingin tahu perasaan seorang single mom?
Aku ambil berdasarkan opini pribadi. Menjadi single mother seperti kehilangan komandan, nahkoda (imam) di dalam sebuah kapal yang sedang berlayar. yang di pikirkan bagaimana kapal ini stabil tetap berlayar mengarungi lautan samudra kehidupan dengan berhasil dan bertanggung jawab penuh meski tanpa nahkoda. ya, awak atau asisten yang bertugas doble sekaligus. mungkin begitu juga yang dirasakan duda, berlayar menjadi nahkoda tanpa adanya asisten atau awak.

Kedua, rasa takut. karena tidak adanya sang pelindung di dalam rumah. meskipun seorang single mom dapat diancungi jempol kemandiriannya. namun tetap ia seorang wanita yang butuh perlindungan. terutama single mom dengan anak yang masih kecil-kecil, setidaknya sampai anak laki-lakinya tumbuh besar.

Ketiga, butuh bantuan. atau bahasa kekiniannya partner dalam hidup. jangankan janda semua orang pun butuh bantuan, karena memang kita mahluk sosial. saya pribadi masih sangat keteter menjalankan dua peran sekaligus dan masih butuh bantuan orang tua dan saudara. itu kenapa aku suka sedih super duper sama kasus di berita single mom yang prustasi urus anak dan himpitan ekonomi, kisah keluarga berayah tapi rasa yatim karena sosok laki-laki yang kurang mengerti atau menjalankan perannya sebagai ayah. benar kata kalimat ini,

Jangan "selfish" dalam mendidik anak, "yang penting anak saya aman". Lalu kita simpan sendiri pengalaman mendidik yang baik. Ketahuilah bahwa andai kita tidak peduli mendidik anak tetangga, sama juga mempersiapkan musuh bagi anak kita di masa depan. Sebaliknya juga, peduli mendidik anak anak tetangga secara bersama sesungguhnya mempersiapkan teman teman yang baik bagi anak kita di masa depan.

Mari jangan pernah lalai dan jangan pernah meninggalkan pos mendidik anak anak kita. Mari berjama'ah. Mendidik anak dan keluarga adalah tugas peradaban untuk bersama sama melahirkan generasi peradaban dengan peran peradaban terbaik dengan semulia mulia adab.

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah
Dengarkan Curhat Para Istri,
(Harry Santoso)

Keempat, butuh teman saat tua nanti untuk rasa nyaman dan ketenangan di hari tua. ini kegelisahan single mom yang terakhir. jodoh rahasia tuhan, bisa di dunia maupun di akhirat kita bertemu dengannya. meskipun kelak anak-anak akan tumbuh dewasa dan hidup dengan pasangannya masing-masing, sebagai orang tua sejatinya tidak mengharap balas jasa kepada anak. membesarkan mengantarkannya pada masa depan merupakan kebanggaan untuk orang tua. namun seringnya rasa takut muncul pada orang tua tunggal karena akan ditinggal anak-anaknya yang sudah dewasa. akan lebih baik jika partner hidup kita adalah seseorang pendamping yang setia sampai tua nanti. :)

Apakah kalian masih memandang sembarangan kepada setiap single mother?

Ayo ribut sama gue, haha...

Balik lagi sama akhlak setiap insan yang berbeda-beda, karena manusia tidak ada yang sempurna. :)

Tuesday, October 2, 2018

Tips Mengatur Waktu Ngeblog Untuk Ibu Rumah Tangga


Tips Mengatur Waktu Ngeblog Untuk Ibu Rumah Tangga

Berkoreksi dari rungsing saat nulis dinangisin anak, balik lagi menuju laptop ide sudah buyar, lagi enak-enaknya nulis, anak tidur siang tiba-tiba si nenek nyuruh ini itu atau mas suami pulang ke rumah untuk makan siang, sengosengoseng, lupa lagi sama ide tulisan tadi, dari pagi, siang sampe malam total gak mau nulis sengaja nunggu anak,, eh malah badan sudah keburu lelah dan ikutan tidur.

Ada yang pernah ngalamin seperti saya?
duh, pasti emak tau deh rasanya kaya apa..

Dari pengalaman itu (haha, bukan pengalaman juga sih bilangnya mungkin bahasa ilmiahnya dari hasil riset emak rungsing saat ngeblog) saya menyimpulkan pentingnya Mengatur Waktu Ngeblog Untuk Ibu Rumah Tangga terutama untuk menulis atau memegang gadget disela-sela urusan rumah tangga, seorang ibu harus cerdas saat setiap megang gadget kelihatan anak-anaknya. Contoh kalo anaknya masi ucrit, ucriit kaya anak saya, harus ngumpet-ngumpet dulu kalo tidak dia bakal merasa di cuekin atau malah rebutan hape sama emknya, haha.. itu beda lagi ceritanya, disini Peran Ibu Cerdas, Mendidik Anak di Era Digital dan Buku Digital Parenthink.

Dan berikut Tips Mengatur Waktu Ngeblog Untuk Ibu Rumah Tangga,


1. PIORITASKAN PEKERJAAN RUMAH TANGGA

Ini jelaass, jelas ngomongnya tapi susah ngejalanin. bangun subuh, solat, nulis lanjutin draft kemarin merasa masih subuh stop nulisnya nanti aja pas pagi sekalian bikin sarapan. akhirnya, males masak sarapan beli aja nasi uduk, lalu lanjut nyuci, prepare masak buat makan siang, tinggal bentar cek hape, ada chat, balesin chat, ujung-unjungnya asik sendiri karena merasa tanggung 'ada urusan di WA' alhasil masak buru-buru, nyuci buru-buru sambil mikirin fenomena di media sosial tadi.

lagi ngulek sambel pun pikiran udah kemana aja. dan tahukah bunda, itu malah membuat kita capek dua kali! capek tenaga, capek pikiran, males, ujung-ujungnya gak kelar-kelar pekerjaan rumah tangga, (kisahnyata dan fakta haha).

Jangan paksakan menulis atau mengurus yang lain di sebuah gadget jika keadaan rumah sedang riweuh misalnya, pagi hari. subuh sampai pagi hari sudah jelas jamnya emak sibuk, usahakan tidak membuka hape dijam segini kecuali pekerjaan sudah beres seperti,
pastikan sudah menyiapkan kebutuhan keluarga, sarapan, anter anak sekolah, suami sudah pergi kerja, pastikan baby sudah bobok. next, baru cek hape dan buka laptop. sepengalaman aku sebagai iu muda yang anaknya baru TK, ini bertahan sekitar 2,5 jam sebelum menjemput kembali anak pulang sekolah. tapi kan lumayan, meskipun sedikit waktunya.


2. MENGENAL JAM YANG PAS UNTUK MENULIS
Artinya kita sudah tahu jam-jam yang tepat untuk menulis. saat anak sedang tidur atau saat waktu senggang dan banyak banget kata-kata yang ingin kita tuang di blog. namun masih ada saja blogger yang kadang memaksakan waktu yang tidak pas untuk menulis, contohnya saya. kadang-kadang sih kalo sudah berhubungan dengan kewajiban dan deadline. but, belajar dari itu ada yang lebih penting lagi dari sekedar membuat blog post yakni mengenal jam yang pas untuk menulis.

  • Tidak ngeblog di depan anak terutama anak di bawah umur. ini kalo tidak mau anaknya jadi lengket sama gadget. lah orang tuanya aja asyik gadget.
  • Hindari ngeblog di jam sibuknya ibu-ibu, misalnya pagi hari dan menjelang magrib. alias jam sibuknya ibu-ibu.
  • Manfaatkan kesempatan rumah sepi. maksudnya saat suami kerja, anak semua sudah pergi ke sekolah atau si dedek sedang tidur siang.
  • Jangan paksakan menulis jika merasa sangat lelah. biasanya emak-emak seharian mengurus pekerjaan rumah maupun sepulang ngantor, waktunya tidur tengah malam malah ngeblog dan begadang. biasanya akan menghasilkan tulisan yang kurang bagus. saya sendiri masih suka begadang tapi siangnya memang sudah tidur siang sebelumnya, hihi.
Jadi moms, ngeblog itu sangat membutuhkan waktu yang pas sama seperti pekerjaan lainnya bukan hanya sekedar part time. tapi bagaimana part time ini bisa di gunakan secara maksimal.


3. TETAP KONSISTEN MEMENEJ WAKTU DAN MENULIS
Freelance, part time, wah kedengarannya enak ya, menulis saat waktu luang. tapi kenyataannya tidak semudah itu perisah, hehe. dibutuhkan suasana, jam, mood, bertapa, dan lain sebagainya untuk tetap konsisten memberi makan blog. ada waktu-waktu dimana kita sedang rajin menulis blog atau tiba-tiba menghilang. sering kaya gitu? emak-emak sering nih kayanya, hehe. tapi aku salut loh, beberapa ibu-ibu yang IRT maupun berkarier masih tetap konsisten menulis blog. dan gak semua blogger bisa tetap konsisten. itu kenapa aku menyebutnya moms blogger-blogger seperti ini adalah konsisten memenej waktu menulis.

Dari pengalaman pribadi dan bertanya ke beberapa blogger yang aku anggap sibuk di luar tetapi tetap konsisten ngeblog akhirnya aku simpulkan bahwa poin 1 dan 2 jika sudah kita kuasai, maka memenej waktu menulis dapat kita atur dan biasakan akan lebih mudah dilakukan bahkan bisa dibilang lebih terjadwal.

Baca juga:  Mood Saat Menulis Mempengaruhi Kualitas Konten

Nah, kekonsistenan menulis blog ini sebenarnya balik lagi ke tujuan saat kita membuat blog, apakah sekedar iseng menulis, atau just hobi menulis, ada juga yang ingin mempromosikan jasa lewat tulisan, just sharing, money, networking, dan banyak lagi. dan menurut saat yang membuat sesorang blogger itu konsisten menulis salah satunya pintar Mengatur Waktu Ngeblog.


Bagaimana ibu-ibu? siap jadi blogger yang sesungguhnya??

cieeleah..

Thursday, September 27, 2018

7 Cara Menciptakan Good Mood saat Menulis Blog

7 Cara Menciptakan Good Mood saat Menulis Blog
Sebelum kalian membaca artikel Tips Menciptakan Good Mood saat Menulis Blog, saya mau tanya dulu, Mood saat menulis mempengaruhi kualitas konten itu Mitos atau Fakta?
Hayo, hayo, apa hayo?

Saya pribadi sih menjawab, adalah fakta!

yang jawabnya bukan fakta dilarang baca ini ya, haha..


Alhamdulillah, kerjaan sudah beres termasuk ngelonin anak. Sekarang waktunya kita nulis mumpung mood lagi enak, situasi juga mendukung. Ya, kaya gini nih, malem-malem, anak udah tidur, sepi, cuma ada suara kipas angin. Enggak kaya biasanya setiap menulis rasanya seperti diburu waktu, dipaksa mikir, "ayo ayo setiap minggu harus update, inget konsistensi!". Alhasil saya merasa kurang maksimal. Jadi bagi saya mood saat ngeblog itu berpengaruh banget sama kualitas konten yang dibuat. kalo udah merasa dipaksa kaya gitu, merasa hambar aja nih tulisan, yang menulisnya pun muak bacanya, hahaha, semoga vistor lagi dikit. dan memang gak mudah loh, membangun mood yang lagi enak-enaknya.

Okey, saya akui belakangan ini saya kurang konsisten ngeblog karena sedang sibuk di luar semenjak menjadi salah satu anggota kepengurusan sebuah komunitas blogger, monggo bergabung di Mom Blogger Community/ MBC (promosi, wkwkwk) dan kamu tahu sebenarnya ada lebih dari 70 draft yang sedang dalam masa edit dan menunggu gilir publish tapi tidak disegerakan juga sudah bertahun-tahun, hahaaa... dasar. bukan apa-apa, tapi karena kesibukan.
Kangen nulis? pastilah.
Nunggu waktu yang tepat? harus!
kenapa,  karena buat saya mood saat menulis mempengaruhi kualitas konten.
Masa pikiran, sikon lagi ruwet kita paksakan nulis, gak maukan seperti apa yang saya bilang tadi, hambar, kesannya maksain banget, yang menulisnya pun muak bacanya, apalagi pembaca, hahaha...

Udah gak usah banyak ngombe yang gak penting langsung aja pada intinya,

Tips Menciptakan Good Mood saat Menulis Blog


1. Kondisikan Tempat yang Menurutmu Nyaman
Mungkin ada beberapa orang yang nyaman menulis ditempat umum seperti di area wifi free taman kota, food court, cafe, dll. okey gapapa selama tempat itu membuat kalian nyaman, tapi boleh aku sharing tempat menulis yang aku suka adalah yang sepi, jauh dari keramaian maupun suara orang disekitar. it's so easy pokoknya enjoy banget deh mau merangkai kata-kata apa juga.

2. Mengenali Waktu yang Tepat untuk Ngeblog
Setuju gak sih, kalo kita melakukan sesuatu termasuk menulis gak bisa gitu loh di dalam situasi yang sedang ruwet. pokonya hindari situasi seperti ini, jangan paksakan, dan bagi kita yang udah emak-emak tetep pioritas keluarga dulu. stop ketak-ketik, tutp laptop, kelarin tangisan anak, kelarin dapur, kelarin suami XD... next lanjut lagi, kalo kata tukul "kembali ke laptop!"

3. Mood yang Relax
Balik lagi ke poin 3, tidak jauh berbeda sama-sama saling mempengaruhi. karena kalo keadaan ruwet, pikiran semeraut mood malah gak relax, gelisah. Mood yang relax adalah saat yang tepat untuk menulis. Jangan dipaksakan bila pegal istirahatlah sebentar, boleh di draft tapi jangan sampe bertahun-tahun ya.... XD

4. Mencari Inspirasi di Sekitar
Sebenarnya ada banyak inspirasi di sekitar kita untuk di jadikan bahan tulisan, itu menurut saya pribadi. jadi ketika pikiran sedang buntu coba perhatikan benda disekiling kita. misal ada dompet keliatan kartu BPJS, buat saja tulisan tentang BPJS, atau hari ini kamu habis mengurus sesuatu bisa juga dishare. ketika inspirasi sudah di dapat good mood akan muncul dengan sendirinya...
yang merasa pernah ngalami ini, bener kan? bener kan?

5. Manfaatkan Waktu Luang
Jujur saya masih memanfaatkan waktu luang dengan tidur, haha..
gak lah, gak lah, gak semuanya waktu luang itu untuk tidur. jadi saat kamu sedang senggang dan merasa ingin bercerita maka tumpahkanlah lewat tulisan. ketika ada niat ingin menulis, menulislah jangan ditunda. buka hape, tulis yang ingin ditulis di note, bersambung kalo lagi mood, lama-lama jadi artikel dan bisa dipindahin ke blog.

6. Menulislah dari Hati 
Emang susah menulis dari hati, nulis bagus niatnya biasanya cuma karena ingin menang lomba blog, haha. Infografis, detail, SEO ok, rajin BW tapi asal cuma buat naikin DA, hmmm apakah itu dari hati? Dari hati karena sesuatu mungkin ya, hehe. Tapi kalo akhirnya gak sesuai sama tujuan kita, taukah kamu itu malah membuat bad mood berkepanjangan, malah pahitnya setelah itu jadi malas nulis blog lagi. Its no, no, no...

Seperti yang pernah saya tulis beberapa waktu yang lalu tentang Menulislah dari hati.

7. Cemilan di Samping Laptop
Ini, ini nih yang harus ada dan selalu berhasil bikin good mood saat ngeblog. 😂

Dan itulah buibu, 7 Cara Menciptakan Good Mood saat Menulis Blog versi mom Bella yang sudah malang melintang di dalam dunia kepengurusan rumah tangga sambil ngeblog, #halah 😂 boleh ikutin boleh kagak, yang bener ikutin, yang gak bener buang ..

Selamat Menulis 😊

Monday, September 3, 2018

Apa yang Harus Dilakukan Saat Depresi?

Apa yang Harus Dilakukan Saat Depresi?

Apa yang ada dipikiran kalian tentang depresi?

Menurut Wikipedia, Depresi adalah suatu kondisi medis berupa perasaan sedih yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Kondisi depresi adalah reaksi normal sementara terhadap peristiwa-peristiwa hidup seperti kehilangan orang tercinta. Depresi juga dapat merupakan gejala dari sebuah penyakit fisik dan efek samping dari penggunaan obat dan perawatan medis tertentu.

Dalam kaitannya dengan gangguan mental lain, depresi dapat juga menjadi gejala dari gangguan kejiwaan seperti gangguan depresi mayor dan distimia.

Seseorang dalam kondisi depresi biasanya akan mengalami perasaan sedih, cemas, atau kosong; mereka juga cenderung merasa terjebak dalam kondisi yang tidak ada harapan, tidak ada pertolongan, penuh penolakan, atau perasaan tidak berharga. Gejala-gejala lain yang mungkin muncul adalah perasaan bersalah, mudah tersinggung, atau kemarahan. Lebih jauh, individu yang mengalami depresi dapat juga merasa malu atau gelisah.

Selain perubahan suasana hati, individu dengan gejala depresi cenderung kehilangan minat untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang sebelumnya ia anggap menyenangkan; kehilangan napsu makan atau sebaliknya, makan dengan porsi berlebih. Penderita juga akan kesulitan untuk berkonsentrasi, mengingat detail-detail umum, membuat keputusan, ataupun mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain. 

Awalnya saya sendiri berpikir depresi itu hanya stres, dan bisa di hilang begitu saja jika si penderita 'move on', move on versi saya adalah waktu, tapi ternyata itu hanya pengetahuan dangkal saya tentang sikolog manusia yang masih lebih luas lagi. Depresi bisa menjadi tahap berat jika terlambat penanganannya. Bahkan tindakan yang lebih buruk, seperti keinginan bunuh diri, menyakiti diri sendiri, berhalusinasi, membunuh dan sakit jiwa.

Saya ingat dengan sebuah pesan di WAG Parenting dan masih menyimpan tulisan ini yang di tulis oleh Harry Santoso. sampai saat ini setiap kali membacanya masih membuat saya terenyuh.
Dan coba, kalian baca ini..

Ada seorang ibu mengeluh suaminya yang sibuk bekerja sehingga berbulan bulan meninggalkan anaknya dan tentu saja dirinya. Walau kelihatan tangguh, ibu itu akhirnya mengaku juga bahwa dirinya selama ini merasa sendiri dan perlu tempat curhat. Tentu saja sebagai seorang ibu yang harus menjalankan peran ganda mengasuh beberapa anak yang masih kecil selama suaminya bekerja keluar pulau, beban perasaan itu semakin lama semakin berat dan butuh tempat keluar. Sampai titik pengakuan itu, air matanya meleleh dan tak kuasa menahan tangis.

Wanita biar bagaimanapun butuh curhat dan curhat itu adalah solusinya walaupun tanpa solusi, yang penting curhat dulu untuk melepas sebagian beban. Dan para suami konon diberikan dada yang bidang bukan untuk menjadi seperti Ade Ray, tetapi agar menjadi tempat bersandar dan curhat anak dan istrinya. Tanpa saluran untuk curhat  dan tidak ada seseorang untuk memahami perasaannya maka seperti halnya Bumi yang juga berjenis kelamin perempuan, walau pendiam namun gempa setiap saat bisa terjadi.

Beberapa waktu yang lalu ada kasus seorang ibu di Bandung yang membunuhi 4 orang anaknya yang masih kecil satu demi satu dengan bantal? Seorang psikolog yang menangani Ibu ini bercerita bahwa suami dari ibu ini bekerja di luar kota dan berbulan bulan baru bisa pulang.

Setiap pulang sang suami bukan menjadi pendengar yang baik atas tumpahan perasaan istrinya selama ditinggal, namun justru banyak mendoktrin agar istrinya begini dan begitu, parahnya menggunakan dalil ayat alQuran dan alHadits, yang membuat istrinya makin tertekan. Bukan berarti memberi dalil itu buruk, namun mendengarkan dengan penuh empati harus didahulukan baru menasehati dengan nasehat yang penuh hikmah dan dengan cara yang baik.

Ibu ini mengalami depresi berat dan kemudian halusinasi. Dalam bayangannya bahwa ada orang yang akan membunuh anak anaknya, maka ia menyelamatkan anak anaknya dengan cara membunuhi satu per satu.

Ibu yang membunuh 4 anaknya itu berjilbab panjang rapih seorang Muslimah, artinya ia bukan wanita sembarangan, pasti paham tentang keimanan. Namun, yang namanya manusia tetap membutuhkan interaksi dengan manusia, dalam hal ini suaminya untuk hadir membersamainya.

Akhirnya ibu ini tidak dihukum tetapi direhabilitasi beberapa bulan, ketika itu ia sedang hamil. Selesai direhabilitasi, ibu ini melahirkan bayinya, namun kejadian serupa berulang, ia hampir saja membunuh lagi bayinya. Depresi yang sudah berat memang sulit direhabilitsi.


Maka para ayah, tajamkan telinga dan haluskan lisan anda. Walau jarang di rumah, dengan berbagai alasan, suami hendaknya menjadi konsultan 24 jam bagi anak dan istrinya. Seorang konsultan memang sebaiknya tidak selalu ada dalam keseharian masalah dan bukan bagian dari masalah, agar bisa melihat jernih dan bijak. Begitulah para suami, seharusnya bisa memberi solusi yang jernih karena para istri sudah terlalu penat dengan keseharian sehingga kadang tak bisa melihat jernih masalah.

Para suami tidak boleh meninggalkan kewajiban mendidik sebagai kewajiban utamanya dibanding mencari nafkah. Tidak perlu bersembunyi di balik kata sibuk atau jarak yang jauh, hari gini, manfaatkan chatting dan video call setiap saat untuk berdiskusi membantu istri dalam menyelesaikan masalah masalah di rumah.

Di sisi lain, kita semua perlu menyadari bahw mendidik anak harus berjama'ah atau berkomunitas. Pepatah Afrika mengatakan "It takes a village to raise a child", atau kita butuh orang sekampung untuk membesarkan anak. Maknanya, kita juga harus peduli dengan masalah masalah keluarga lain dan membantunya dalam mendidik.

Bagi para Istri yang membutuhkan sosok ayah bagi anak anaknya, sementara tidak punya keluarga besar karena jauh atau merantau, dapat saling menghomestaykan anak anaknya selama beberapa hari pada keluarga shalih dengan sosok ayah dan sosok ibu yang utuh di komunitasnya. Menghomestaykan seperti itu merupakan sunnah Rasulullah SAW.

Jangan "selfish" dalam mendidik anak, "yang penting anak saya aman". Lalu kita simpan sendiri pengalaman mendidik yang baik. Ketahuilah bahwa andai kita tidak peduli mendidik anak tetangga, sama juga mempersiapkan musuh bagi anak kita di masa depan. Sebaliknya juga, peduli mendidik anak anak tetangga secara bersama sesungguhnya mempersiapkan teman teman yang baik bagi anak kita di masa depan.

Mari jangan pernah lalai dan jangan pernah meninggalkan pos mendidik anak anak kita. Mari berjama'ah. Mendidik anak dan keluarga adalah tugas peradaban untuk bersama sama melahirkan generasi peradaban dengan peran peradaban terbaik dengan semulia mulia adab.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah
Dengarkan Curhat Para Istri,
(Harry Santoso)

Salah satu poin yang bisa diambil dari cerita diatas, adalah bagaimana rasa, perasaan, sakit dalam hati, atau depresi tidak bisa kita pendam sendiri. Bagaimana cara membaginya dengan orang lain? Tentunya harus orang yang tepat, misalnya disaat seorang istri depresi ia harus berkomunikasi dengan suaminya atau ketika seseorang depresi dan tidak bisa membagi rasanya dengan orang yang bisa dipercaya penderita bisa berkonsultasi dengan ahlinya seperti psikolog. Namun, sayangnya masyarakat masih menggap berkonsultasi pada dokter psikolog atau psikiater adalah hal yang memalukan, malu takut disangka gila, itulah salah satu anggapan salah lainnya tentang psikiater atau psikolog.


Kesehatan mental memang masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia yang perlu mendapatkan perhatian khusus, jika diabaikan dapat mengarah pada stres dan berujung pada depresi berkepanjangan. Di Indonesia sendiri angka penderita stres dan depresi menunjukan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Depresi?
Setelah mengantar anak ke sekolah, pagi itu saya pergi ke jakarta untuk menghadiri blogger gathering Mom Blogger Community dan Halodoc yang membuat pikiran saya saat itu berkata 'saya harus datang' kenapa? karena tema talkshow dari halodoc kali ini adalah tentang "Kenali Kesehatan Mental Sejak Awal, Dapat Menekan Laju Depresi". saya merasa di beri kesempatan yang tepat untuk menyimak beberapa hal yang berkaitan dengan psikologi.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Depresi?

Menurut Dr. Eva Suryani, Sp, Kj, Kepala Divisi Edukasi dan Training Asosiasi Psikiatri Indonesia, Wilayah DKI Jakarta, hal tersebut dilatarbelakangi oleh tekanan hidup yang semakin rumit seperti tekanan sosial dan ekonomi, tekanan pekerjaan, tingkat kemacetan dan lain sebagainya. "Di lai sisi banyak penderita yang tidak menyadari akan gejala awal stres yang mereka alami dapat berpotensi memicu depresi yang berkelanjutan," ungkapnya lagi dalam kegiatan Media dan Blogger Gathering bersama Halodoc.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Depresi?

Eva yang juga merupakan psikiater di fitur Kontak Dokter Hallodoc menambahkan jumlah tenaga dan fasilitas kesehatan mental profesional di Indonesia masih tergolong minim. Berdasarkan standar yang di tetapkan oleh WHO idealnya perbandingan antara tenaga kesehatan dan pasien yakni 1:30 ribu orang atau sekitar 0,03 per 100.000 penduduk.

Berlatar belakang dari hal tersebut, Hallodoc yang merupakan aplikasi kesehatan terpadu berbasis online melalui salah satu fiturnya, yakni kontak dokter mencoba untuk membantu dengan menghadirkan dokter spesialis mental yang dapat di hubungi setiap saat oleh pengguna untuk berkonsultasi seputar permasalahan yang dihadapinya.

Saat ini jumlah dokter ahli mental atau psikiater dan psikolog yang tergabung dalam fitur Kontak Dokter di Hallodoc berjumlah 10 orang dan masih akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan pengguna.

Semuadata pasien psikolog/psikiater di halodoc dijamin kerahasiaannya. Pengguna bisa melakukan chat online apabila malu untuk bertatap langsung, maupun video call jika ingin berbicara langsung.

Jadi, tidak usah malu untuk berkonsultasi dengan yang ahlinya, karena mengenali kesehatan mental sejak awal dapat menekan laju depresi.



Semoga Bermanfaat!



_________________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut,
Website: www.halodoc.com
Instagram: @halodoc
#halodocmentalhealthy
#halodocxMBC

Sunday, September 2, 2018

Membuat Quality Time #LebihBaik dengan Sundate

"Quality Time adalah waktu berkualitas yang dihabiskan dengan keluarga orang-orang terdekat. Quality time, membuat sesorang menjalani hidup dengan lebih sehat dan bahagia". Menciptakan Quality Time #LebihBaik dengan #Sundate

Tidak bisa dipungiri terkadang saya sendiri khilaf akan arti bahagia itu, terutama jika sedang lelah. Sudah sejak lama saya memantapkan niat untuk menjadi wanita karier ibu rumah tangga yang profesional. Artinya, wanita karier ibu rumah tangga profesional adalah ketika kerjaan utama seperti urusan pekerjaan rumah tangga terkendali semua, termasuk mengasuh si anak disisi lain kerjaan nge'blog ini tidak menjadi penghalang urusan rumah. Lalu bagaimana caranya agar porsi ini seimbang?

Sejauh ini saya bersyukur dengan apa yang saya punya seperti misalnya pekerjaan. Saya bisa bekerja santai untuk menulis tanpa harus meninggalkan anak di rumah, mengajaknya keluar mengenalkan pekerjaan saya, saya menikmati pekerjaan yang saat ini saya jalani karena sejalan dengan passion, namun tetep ada saja tantangannya. Ada hal untuk seorang blogger/vlogger yang harus diperhatikan, yaitu gadget dan keluarga. Menjadi freelancer blogger adalah dimana blogger tidak bisa lepas dengan gadget, yang merupakan perangkat penting dalam pekerjaannya, Laptop, Kamera, Smartphone, dsb. Right?

Pernah saat itu saya asyik sendiri dengan laptop (mengejar deadline) dan anak asyik juga dengan smartphone milik saya. bukan ke'enjoyan dalam beraktifitas yang ada malah kami sering ribut. anak nangis, saya lebih sering mengomel, kepala saya sering pusing dengan kerjaan. pas anak bermain dengan gadget kami menjadi asyik sendiri, tenang, namun seperti mengganjal dan ada jarak yang akhirnya membuat hubungan kami kurang harmonis, kurang bahagia, kurang gimana gitu. alhasil pekerjaan yang saya sukai ini tidak menjadi sesuatu yang membuat saya bahagia seutuhnya. wah kayanya pantengin di depan laptop, kerja lagi, kerja lagi, asik sendiri, terasa egois dan menjadi beban tersendiri pada akhirnya.

Akhirnya saya berpikir bagaimana cara saya pintar memenej waktu antara kerja dengan gadget vs mengurus anak. karena urusan rumah tangga adalah pioritas utama, saya menggunakan waktu me time untuk menulis disaat semua beres dan anak sudah tidur, okay masalah terselesaikan. Namun, belum sampai disitu. Rutinitas pekerjaan sehari-hari sejujurnya membuat saya stress, begitu lagi, begitu lagi, ini lagi, ini lagi, okay kita butuh refreshing, saya dan akhdan butuh quality time!

Kami biasanya menyusun quality time ini saat weekend. menurut saya hari libur, waktu senggang seperti weekend adalah waktu yang pas untuk sejenak melepas semua yang berhubungan dengan rutinitas pekerjaan. no gadget keculai malam, no chit chat online, keculai kamera untuk jeprat, jepret, moment kami, dengan bahagia ya bukan selfie asik sendiri, hehe. dan ini quality time versi saya,

Hal-hal yang ingin saya lakukan ber'quality time dengan anak:


📌 Dinner
Bukan sekedar makan malam biasa, saya ingin moment makan malam ini adalah acara yang spesial dan mengasyikan untuk kami berdua seperti misalnya wisata kuliner. wiskul ini biasanya kita lakukan dengan keluarga besar maupun cuma berdua dengan anak.

📌 Cerita Pengantar Tidur
Kalo yang ini sebenarnya sudah menjadi bagian keseharian kami. Saya dan anak selalu bercerita tentang 'apa saja yang terjadi hari ini' namun terkadang ada situasi yang tidak memungkinkan untuk bercerita misalnya terlalu lelah, langsung tidur.

📌 Mengajaknya berpetualang
Punya anak laki-laki? bagi single mom menjadi tomboy itu perlu. Saya tipe ibu yang menyesuaikan minat anak, jadi tidak harus melulu tentang keinginan saya. Ya, iyalah anaknya cowok masa iya mau diajak dandan bersama. minat emak = dandan, minat anak = ngebolang. Berpetualang dari yang sederhana seperti ke taman, naik kereta, outbound bersama, sampai travelling.

📌 Melakukan kegiatan seru bersama
Mengingat banyak sekali hal seru dalam daftar list impian dan minat kami. Seperti melakukan kegiatan menyenangkan memang ''sehari tanpa gadget" terbukti membuat bonding kami makin kuat dan bahagia. selain komitmen dari setiap anggota keluarga, peran dari pihak eksternal juga dapat mendukung keharmonisan keluarga, misalnya dengan adanya fasilitas dan kemudahan dalam melakukan aktifitas bersama keluarga.

Memberikan komitmen untuk meluangkan waktu tertentu, agar dapat dihabiskan bersama keluarga menjadi salah satu cara untuk menstabilkan kembali kebahagiaan keluarga. misalnya dengan memanfaatkan hari minggu untuk menjadi momen ngedate bareng keluarga. banyak aktivitas menyenangkan bisa dilakukan, mulai dari mengunjungi taman hiburan, masak bersama, hingga hal yang paling sederhana sekalipun seperti menonton filem bareng di rumah! wah, tentunya komitmen ini harus segera dilancarkan dan dilaksanakan, karena #LebihBaik sekarang.

Jadi saya menyimpulkan, Apakah quality time itu penting?

Jawabannya, penting banget!

Menyambut Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 4 September, ada kabar gembira dari Sun Life untuk seluruh keluarga Indonesia. PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life”) menggelar kegiatan Sundate yang diselenggarakan untuk para nasabah setianya.

Sundate 2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi


 Quality Time

 #LebihBaik dengan #Sundate

#Sundate2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi

#Sundate2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi

#Sundate2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi

#Sundate2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi

#Sundate2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi

#Sundate2018 Jakarta: Momen Seru Bersama Keluarga di Dunia Fantasi
Kegiatan ini merupakan wujud apresiasi Sun Life atas loyalitas nasabahnya, dengan memberikan pengalaman menyenangkan bersama keluarga. 

Nah, inisiasi Sundate dari Sun Life Financial Indonesia, ini guna mengajak keluarga indonesia untuk meraih kebahagiaan dengan meluangkan waktu untuk dihabiskan bersama keluarga, seperti ngedate bareng keluarga di hari minggu. Kegiatan ini berlangsung di 5 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Medan. Kegiatan Sundate melibatkan sekitar 3000 nasabah Sun Life dan keluarganya. Sebagai puncak apresiasi terhadap nasabahnya, Sun Life akan memfasilitasi 3 keluarga terpilih untuk terbang ke Jepang, dan menikmati perjalanan keluarga pada Oktober mendatang.

#sundate2018 di 5 kota besar

Menurut saya, aktivitas sundate dapat menjadi solusi praktis untuk menciptakan momen bahagia, kompak dan harmonis dalam keluarga. Kerennya kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh nasabahnya saja tetapi juga seluruh keluarga Indonesia. Saya rasa inisyatif yang dicetus oleh sunlife ini sangat tepat untuk membantu meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat, sekaligus mengembalikan kebahagiaan keluarga Indonesia.

Tentang Sun Life

Sejak 1995, PT Sun Life Finansial Indonesia (Sun Life) telah menyediakan berbagai produk proteksi dan pengelola kekayaan, yang meliputi asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, dan perencanaan hari tua kepada para nasabah. Di Sun Life, kami memiliki tujuan yang jelas yakni, membantu para nasabah mencapai kemapanan finansial dan menjalani hidup yang lebih sehat.

Demikian halnya dengan Sun Life yang memahami bahwa membangun keluarga yang harmonis itu sangat penting, agar keluarga menjadi lebih bahagia dan dapat hidup lebih sehat. sesuai dengan tujuan Sun Life, yaitu membantu keluarga indonesia mencapai kesejahteraan melalui kemapaman, finansial, dan menjalani hidup yang lebih sehat.
________________________________________________________________________________

Menciptakan Quality Time #LebihBaik dengan #Sundate, membuat saya jadi berpikir lagi bahwa setiap waktu itu berharga untuk diluangkan bersama keluarga dan orang terkasih, betapa waktu itu mahal harganya, dan saya tidak ingin menyia-nyiakan itu.


Yuk ikutan #sundate2018 di kotamu!

Tuesday, August 21, 2018

Lauching Buku Digital ParenThink by Mona Ratuliu

Lauching Buku Digital ParenThink by Mona Ratuliu
Lauching Buku Digital ParenThink by Mona Ratuliu
Seperti menjawab itu semua, saya ikut menghadiri acara BookLauch, sebuah buku berjudul Digital ParenThink yang ditulis oleh Mona Ratuliu, diluncurkan pada hari Kamis, 16 Agustus di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan. Membuat saya belajar lagi tentang pengasuhan di era saat ini.

Rasanya memiliki smartphone sudah menjadi kebutuhan yang mutlak ya. Apalagi saya, karena hampir semua pekerjaan berasal dari benda kecil persegi panjang ini. Mulai dari nulis blog, networking, buat laporan, update, capture, dll. Bertekad untuk menjadi Wanita Karier Ibu Rumah Tangga (WKIRT) profesional tetep ada saja tantangannya. Maksudnya WKIRT?
Maksudnya, ibu rumah tangga yang berkarier by smartphone, Haha. dan boleh dikata profesional apabila kerjaan rumah tangga kepegang, termasuk mengasuh si anak disisi lain kerjaan tidak menjadi penghalang urusan rumah tangga.

Ya, perlu diakui memang semenjak emaknya sering pegang hape anakpun jadi kenal hape. Meskipun di tahap ini masih dalam pantauan saya. Bukannya saya cuek asal memberikan gadget pada anak. Saya sendiripun sudah sejak lama mempunyai perinsip memperbolehkan anak minjam hape emaknya, asal dalam s&k peraturan yang berlaku yang sudah saya terapkan.

Zaman berkembang dengan pesat saya sadar tidak bisa melawan arus begitu saja, ditambah lingkungan. Dampak negatif gadget memang selalu ada. Jangankan hape, tivi pun pasti ada. Hanya cara kita saja sebagai orang tua yang harus bijak dalam menggunakan gadget. Karena kebiasaan kita juga pasti dicontoh si kecil.

Seperti menjawab itu semua, beberapa hari yang lalu saya diberi kesempatan untuk menghadiri acara BookLauch yang berjudul Digital ParenThink. Buku ini ditulis oleh Mona Ratuliu, diluncurkan pada hari Kamis, 16 Agustus di Lippo Mall Kemang ( Avenue star), Jakarta Selatan. Membuat saya belajar lagi tentang pengasuhan di era saat ini. Event BookLauch ini dihadiri oleh media, juga beberapa komunitas blogger dan berlangsung dari jam 15:30 sampai selesai acara.

Lauching Buku Digital ParenThink by Mona Ratuliu
Setelah sukses menerbitkan buku berjudul ParenThink pada 2015 lalu, Mona Ratuliu kembali menyapa orangtua dengan buku terbaru. Masih seputar pola mengasuh anak, kini Mona menitikfokuskan bahasan pada penggunaan gadget pada anak. Buku keduanya ini diberi judul Digital ParenThink.

Digital ParenThink bermula dari kebingungan Mona sebagai seorang ibu dari tiga anak: Davina Shava Felisa, Barata Rahadian Nezar, dan Syanala Kania Salsabila, di tengah zaman dan perangkat teknologinya yang kian maju.

“Saya termasuk yang agak kewalahan mengejar perkembangan teknologi. Sebagai manusia yang pernah hidup di era sahabat pena, koleksi prangko, koleksi kaset, telepon umum, wartel, mesin ketik, dan hal ‘vintage’ lainnya, sungguh kadang saya merasa bingung dengan zaman ini,” aku figure publik kelahiran 1982 ini.

Kebingungan Mona beralasan, dia bimbang antara memperbolehkan anak-anaknya bersentuhan dengan gadget atau tidak. Meski pada akhirnya anak-anaknya tak bisa menghindar dari perangkat teknologi mutakhir tersebut.  Anak pertama Mona, Davina, berkenalan dengan gadget sejak kelas 4 SD dan Raka sejak usia lima tahun. Sejak saat itu anak-anaknya mengalami perubahan.

“Mima (panggilan Davina) mulai tidak suka berkegiatan selain aktivitasnya mengutak-atik smartphone,” ujar pemeran Poppy dalam sinteron Lupus Milenia tersebut.

Begitu juga dengan Raka yang semakin hari kian akrab dengan tablet pintarnya, membuatnya enggan beraktivitas ke luar ruangan. “Kalau kami anggap dia sudah terlalu banyak bermain dan memintanya berhenti, dia akan cenderung marah,” papar Mona.

Hingga suatu hari Mona memutuskan menyita gadget dari Mima. Bukan hal mudah tentunya, baik bagi Mona maupun putri sulungnya. Di saat teman-teman seusianya sedang asyik gadget, menyitanya tentu ada konsekuensi tersendiri. Inilah yang di kemudian hari mencetuskan ide pada Mona untuk menulis kisahnya sebagai orangtua menghadapi kids zaman now. Lahirlah buku Digital ParenThink.

Tak hanya pengalaman langsung Mona dan keluarga dalam menghadapi gadget, Mona juga melengkapi bukunya dengan pengetahuan beberapa pakar di bidangnya masing-masing. Tak ketinggalan, kisah anak-anak yang sukses memanfaatkan gadget, seperti Naura (penyanyi), Naya (pengusaha slime), Keisya (sukses juala pastry di Instagram), hingga Rafi Ramadhan (pemusik). Layaknya pisau, gadget pun ada manfaatnya kok.

Lauching Buku Digital ParenThink by Mona Ratuliu

Judul Buku: Digital ParenThink "Tips Mengasuh Kids Zaman Now"
Penulis: Mona Ratuliu
Penerbit: Noura Publishing
Jumlah Halaman: 199
Harga: Rp 69.000,00



Jadi, Digital ParenThink adalah buku panduan lengkap bagi orangtua dan anak milenial.
Next Blogpost aku mau ubek-ubek bukunya buat di Review!

Hmmm, jadi teringat peralihan teknologi pada zaman lawas...

Misalnya media elektronik, dari radio beralih ke televisi tidak berwarna. (Meskipun radio masih ada namun sedikit ditinggalkan)
Dari piringan, kaset, MP3, sampai smule, dan masih banyak lagi.
Dari Pak pos sampai Email,
Dari delman (yang lebih go green) ke Becak, motor lalu beralih ke mobil angkutan umum.
Jika kita tidak mengikuti perkembangan zaman mungkin saja saat ini kemana-mana masih pakai delman, dan dengerin lagu pake piringan hitam. Ih gak bisa kan? Karena ya, itu lingkungan juga ikut mempengaruhi. Sama halnya seperti internet, kita gak bisa memblokade akses internet atau gadget ke anak. Jika kita pandang dari sisi negative nya memang banyak sekali namun sekali lagi kita tidak bisa melawan arus perkembangan zaman. Semua itu harus 'bagaimana cara, kita bijak menggunakannya'.

Anakku baru berusia 5 tahun, ia masih dalam pengawasan ekstra saat mengakses internet. Misalnya game apa yang ia dwonload? Filem kartun apa yang ia tonton? Sudahkah mom n dad membersihkan riwayat pencarian internetnya?  Do's & Dont's apa yang sebaiknya tidak ia buka dan berapa lama anak boleh bermain dengan hp.

Balik lagi pada perkembangan jaman. Kita gak bisa menarik semua yang berhubungan dengan gadget, karena emang gak bakalan bisa. seringkali tugas sekolah pun membutuhkan gadget, iya gak? Pemanfaatan teknologi di era digital ini pasti akan sangat dibutuhkan, mau tidak mau anak pasti akan bertemu gadget di sekolah ataupun lingkungan. Gak mau kan anak kita gaptek di jaman yang lebih canggih lagi pada zamannya anak dewasa kelak?

Namun penggunaan gadget untuk anak juga tidak bisa seenak jidat. Semua itu seperti pisau. Jika kita bijak cara menggunakannya maka akan sangat membantu but justru sebaliknya jika tanpa aturan bisa berbahaya.

Pokoknya semua sudah jelas apa yang di tulis Mona di dalam bukunya yang sebenarnya sepemikiran dengan saya. mungkin next time saya juga bisa menulis buku seperti mbak Mona kali ya.. hehe




Mendidik seorang anak merupakan amanah yang tidak bisa dianggap sepele dan membiarkannya tumbuh begitu saja. Berbeda dengan zaman kita. Anak hidup pada zamannya.


Semoga Bermanfaat!