Thursday, April 27, 2017

Jajanan Anak Tahun 80-90an, yang Masih Exsis Sampai Sekarang!

Masih ingat ga jajanan jaman kita masih kecil dulu? Seperti gulali yang bisa dibuat berbagai macam bentuk, rambut nenek lampir, permen kacang gula merah, es buah coklat, es goyang, es dungdung, untuk kids zaman now mungkin sudah sangat jarang menemui jajanan seperti ini apalagi di lingkungan perkotaan. eh, tapi unik nya di sini masih ada jajanan tradisional jaman dulu, loh.

Waktu saya mengantar akhdan sekolah PAUD di tempat kami baru pindah ada beberapa penjual yang menjual jajanan jaman saya SD dulu [anak sama emak sama-sama tukang jajan 😂]. jajanan jaman dulu, biasanya identik dengan ‘gula” gula disini bukan di proses dari pabrik perme loh, tetapi hasil olahan sendiri. Anak tahun 80-90an pasti kalian ingat ini!

Permen Gagang Gula Merah & Gulali Rambut Nenek Lampir

Permen tradisional

Permen gulali homemade ini, berbahan dasar gula merah yang bertopping kacang tanah. saya sendiri masih meragukan nama nya apa, karena sebutan di berbagai daerah biasa nya berbeda-beda. kalo saya sih, biasa menyebutnya "permen gula merah". rasanya gula merah banget, wangi nya khas tradisional. berasa nostalgia deh, makan permen ini. dulu harga nya masih 100-200 kalo sekarang sudah 1000 rupiah.

kalo yang warna pink itu saya sebut "rambut nenek lampir". terbuat dari gula yang sangat elastis yang di bentuk sambil di tepungi, sampai terbentuk mirip rambut-rambut. ini juga termasuk jajanan favorit saya dulu. "Rambut nenek lampir" ini ada dua versi, yang agak lemas dan yang kasar sekali seperi sapu ijuk. warna nya lebih jingga, kalo orang indramayu bilang "awur-awur" sampai sekarang awur-awur masih tetap eksis juga loh..

Permen gagang gula merah disini masih satu penjual dengan gulali rambut nenek lampir. menurut penjual gulali ini, hanya orang yang masih berketurunan dengan pembuat permen gulali yang bisa membuat ini karena memang  bikin nya ga mudah. beliau juga bilang, menjual permen gulali jenis ini sudah turun temurun dari ibu mertua nya dulu. permen ini tidak pernah kalah saing dengan jajanan modren lainnya, alias punya pelanggan tetap disini termasuk aku.

 Permen Gulali

Permen gulali

Kalo gulali yang satu ini, saya rasa hampir semua anak 90an pernah makan permen ini. gula elastis yang bisa di bentuk apa saja oleh mamang penjualnya, seperti bunga, tali tambang, balon, mobil dan masih banyak lagi. warna nya juga berciri khas antara pink, hijau, krem atau merah.

Permen gulali tradisional

Sayangnya jajanan jenis ini tidak terjamin kehigienisannya. ketika saya sudah besar seperti ini baru tahu ternyata cara membentuk permenya kurang steril ya 😅, di bentuk langsung dari tangan si penjual gulali dan dari beberapa bentuk seperti, balon di tiup langsung oleh penjualnya 😛. kalo waktu kecil sih, pasti gak mikirin ini yang penting heppi bisa makan gula berbentuk benda yang unik. dulu harganya sekitar 200-300. Kalo sekarang sudah naik 1000 rupiah.

Es Dungdung

Ea dung dung

masih ingat kah es dungdung? yang kalo lewat penjualnya selalu membunyikan suara 'dung, dung' alat semacam gong kecil. es ini biasanya di sajikan dengan wadah corong/cone yang bisa dimakan ada juga yang pakai roti, tapi harganya lebih mahal pakai roti cuma selisih 100 rupiah. kalo sekarang selisihnya dengan yang cone 1000 rupiah loh.

cara makan versi saya masih bocah, ambil gelas dan sendok terus bejek bejek es plus rotinya juga, enyak, enyak enyak hehe.

Es Goyang

Agar es goyang ini menjadi beku, cara nya adalah dengan di goyang-goyang dorongan tempat es nya. simsalabim beku deh, terus di celup ke dalam coklat cair, enak, enak. ga tau kenapa waktu SD lebih suka es goyang yang masih cair terus diminum 😂. beku, cair sama-sama enak. ah, kalian pasti juga pernah nyobain yang cair?! 😛

Di sini masih ada beberapa penjual yang menjual es goyang di sekolah-sekolah. rasanya ga berubah sedikitpun tetap enak sama seperti jaman saya kecil. kalo sekarang saya beli pastinya minta yang beku lah, masa emak-emak nguyupin wadah es, demi minum es goyang yg masih cair #malu dong ah 😜

Es Buah Coklat 


Dulu sering banget ke rumah tetangga buat beli es buah coklat ini " beliiii, beliiii . Beli es buah yg pisang". buah yang diberi gagang kayu dan sudah di beku kan ini di celup ke dalam coklat cair. Buah yang selalu menjadi andalannya dari masa ke masa adalah pepaya, melon, pisang.

Penjual es buah coklat ini masih saya jumpai di sekolah madrasah (tidak jauh dari paud nya akhdan) dulu biasa nya, penjual es buah coklat ini lebih banyak dirumah-rumah. Seperti di rumah tempat guru pengajian atau di rumah tetangga-tetangga.  

Agar Cincau Manis


cincau hitam yang sudah di dinginkan dengan es batu, di potong kotak-kotak, lalu di taburi gula pasir dan susu. rasanya manis, enak dan seger ya. katanya cincau hitam ini bagus untuk mencegah panas dalam. Harganya dulu sekitar 200-300 rupiah kalo sekarang beli 1000 aja gak cukup (ini emaknya apa anaknya yg jajan 😂)

Aneka Permen di Tukang Ager


Sampe sekarang belum tau pasti juga sebutannya apa buat pedagang yang menjual mainan, permen, ager-ager yang di beri susu bubuk supermen [disini masih ada], accesories, di jual dengan sebuah dorongan atau di pikul sebelah kanan dan kiri pundak si abang. sudahlah kalian tahu pedagang ini karena di setiap daerah ada, hanya saja berbeda-beda panggilanya, ada eneng-eneng karena pakai alat semacam lonceng yang berbunyi krining2 tapi kata nenek moyang saya bilangnya tukang ager 😜

Berhubung udah lama gak pernah lihat tukang ager karena perubahan jaman [tukang ager sekarang lebih banyak jual mainan nya aja, atau accesories jepitan. betul kan?] Eh ternyata disini masih bertahan, dan yang paling bikin saya kangen adalah permen bola-bola yang fenomenal itu loh! strawbery, jeruk, coklat kemasaannya gak pernah berubah, permen rokok, permen bola.

***

selain jajanan jaman dulu yang masih bertahan disini ada jajanan yang tetap berjaya juga loh dari masa ke masa dan masih gampang kita temui, pastinya tetep populer. seperti, cilok, cimol, batagor, pempek (iya iyalah masih eksis sampai sekarang, toh ini kan makanan khas suatu daerah 😜)

kalo kamu kecil lebih suka jajan yang mana? 


Saturday, January 14, 2017

Pentingnya Peran Ayah dalam mendidik Anak


Peran ayah sebagai pencari nafkah bukan berarti menumpahkan semua urusan anak kepada sang ibu. jika kita termasuk salah satunya tentu sebuah pemahaman yang salah yang harus diubah sebelum terlambat. sosok sang ayah dalam keluarga itu sangatlah penting. salah satunya menjalankan perannya sebagai "pembentukan karakter anak" dan ini sangat berpengaruh pada masa depan anak. terutama saat masa remaja, dimana sang anak sedang mencari jati dirinya.

Menjadi orangtua berarti kita harus belajar ilmu parenting yang benar. 

Zaman dahulu orangtua tidak mengerti parenting tapi ketika mengajari anak dilalakukan dengan penuh kasih sayang. bila nangis segera digendong, jika ngambek segera dihibur.
Tidak seperti saat ini anak nangis dikasih tontonan TV, supaya anteng diberi gadget. seharusnya di zaman kemajuan teknologi ini dimana berbagai informasi bisa di dapat dengan mudah termasuk ilmu pengasuhan yang benar.

Orang tua yang tidak mempunyai ilmu tentang parenting akan menghasilkan,
  1. Degradasi psikis, menghasilkan anak-anak yang lemah dari anak-anak yang lemah akan menjadi laki-laki yang lemah. dan kelak akan menjadi ayah yang lemah, selanjutnya  akan mencetak anak-anak yang tidak berkualitas. Hasil penelitian secara psikis terhadap anak jaman sekarang mengungkapkan bahwa psikologi anak jaman sekarang adalah setengah umur biologis nya. Anak kuliah berprilaku seperti anak SMP. anak SMP berbicara seperti anak TK “ciyus, miapah, dll”
  2. Fenomena cabe-cabean dan anak alay. Apa sih anak Alay itu?? Yaitu anak yang mati pola pikir/thinking shock, dengan ciri-ciri :
  • Tidak bisa memilih/membuat keputusan. “Kamu mau makan apa? Hmmm terserah deh… “
  • Diajak sholat hayuk, diajak maksiat hayuk… Pagi ke majlis ta’lim, malam dugem
  • Tidak bisa describe. “Yaaa gitu deh..”
  • Cendrung ikut-ikutan yang dianggapnya keren, tanpa mengerti mana yang baik atau tidak.

Banyak anak yang ber'ayah namun serasa yatim karena kurangnya ikatan antara ayah dengan anak. sehingga terjadi kerusakan psikologis yang diderita anak-anak karena kehilangan sosok ayah. Anak yang dekat dengan ayahnya cenderung menjadi pribadi yang percaya diri dan mudah beradaptasi dengan lingkungan luar. ketika seorang ayah bisa menjalankan perannya, maka anak akan menyimpulkan bahwa dunia luar aman baginya.

Stimulus pagi hari, hasil penelitian anak akan termotivasi menjadi sosok orang yang membangunkan dia di pagi hari… Anak yang dibangunkan oleh ayah akan lebih sukses daripada yang di bangunkan oleh ibu. Karena di mindset anak ayah adalah sosok penuh challenge sementara ibu lebih kepada urusan domestik dalam rumah.

Efek dari Father Hunger

  1. Kurang dapat beradaptasi dengan lingkungan luar. Sekolah nempel terus ke ibunya minta ditungguin.
  2. Minder.
  3. Gay/melenceng orientasi seksual. Hasil riset mangatakan bahwa 100% gay adalah karena kehilangan sosok ayah.
  4. Kesulitan dalam belajar.
  5. Perasa/susah mengambil keputusan. Hal ini karena kebanyakan diasuh ibu.
  6. Pada anak perempuan, akan susah membuat kriteria pasangan. Bagi anak perempuan yang dekat dengan ayahnya, dia akan dengan mudah menentukan kriteria pasangan hidupnya. Pasangan hidup seperti apa yang dia cari? Yang seperti ayah saya.. Karena seharusnya seorang ayah adalah first love bagi anak perempuan nya.
Kebutuhan dasar anak wanita:
  • dicintai
  • disayangi
  • dipuji
“Tahu kah kamu nak, tidak ada satu lakilaki di dunia ini yang mencintai kamu melebihi cinta ayah kepada kamu.”
“Nak, tidak akan ayah biarkan satu lakilaki pun menyakiti hatimu.”
“Buat ayah, kamu adalah princess ayah, putri ayah yang paling cantik.”

Anak-anak perempuan yang saat kecilnya tidak mendapatkan ketiga hal di atas akan haus kasih sayang, sehingga ketika beranjak dewasa sangat mudah dirayu oleh laki-laki karena dia mendapat apa yang tidak dia dapatkan seharus nya, laki-laki yang memuja dia. Akibatnya dengan mudah menyerahkan diri dan kehormatan nya. bagi wanita yang sudah menikah jika menghadapi masalah dalam rumah tangganya dia akan mudah give up, menuntut cerai dengan suami dan dengan mudah menyimpulkan bahwa semua laki-laki brengsek.

Saat ini banyak anak berayah namun yatim, karena fungsi ayah saat ini hanya 2 :
  • memberi nafkah
  • memberi ijin nikah
Ayah tidak tahu kapan anak laki-lakinya mimpi basah, subuh ketok pintu “Bangun, sholat ke masjid!” si anak tidak tahu bahwa dia mimpi basah dan harus mandi junub. Berangkat ke masjid tanpa mensucikan diri. padahal 58% anak Indonesia mengalami mimpi basah pertamanya saat kelas 5 SD (pubertas dini)! Sementara menurut Kementrian Diknas, pelajaran mandi junub baru diberikan saat kelas 2 SMP. Bayangkan selama berapa tahun si anak sholat ibadah nya tdk sah?

Baca Juga Anak tumbuh menjadi nakal? intropeksi cara mendidiknya!

Coba kita perhatikan anak-anak sekarang di sekitar kita:
  • 0-2 tahun pengasuhan full oleh ibu.
  • Usia pre school, 90% guru di sekolah-sekolah pre school adalah perempuan.
  • Usia TK, tenaga pendidik juga kebanyakan perempuan.
  • Usia SD, tenaga pendidik mayoritas ibu-ibu.
Padahal 0-7 tahun adalah golden age dalam pembentukan karakter harus imbang stimulan ibu dan ayah. bayangkan saat sosok Umar ibn khatab diceritakan oleh Ibu guru maka tidak bisa diceritakan secara heroik. Seharusnya sosok Umar itu gagah perkasa dan tegas, Sosok ibu-ibu kurang bisa mempresentasikan karakter Umar.

“Al ummu madrasatul ula“, seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Maka seorang ayah harus bisa berperan sebagai kepala sekolahnya.


Apa fungsi seorang kepala sekolah?
  • Membuat tenaga pendidiknya nyaman. Nyamankan istri mu, bahagiakan istrimu. Itu adalah hal terbaik yang bisa anda berikan kepada anak-amalmu. Saat istri kita bahagia maka anak kita akan di besarkan dengan bunga-bunga yang indah. Namun sebaliknya saat istri kita tidak bahagia, tidak diperhatikan hidup dan kesejahteraannya, maka dia akan membuang emosi sampah kepada anak-anak kita.
  • Menentukan visi dan misi anak didiknya. Mau dijadikan apa anak anak didiknya. Ayahlah yang menentukan lantas mensosialisasikan kepada istri sebagai tenaga pendidik.
  • Evaluasi. Hal ini lagi-lagi bukan tugas istri, namun tugas kepala sekolah. Panggil tenaga pendidik, “Umi, kok abi lihat anak kita sudah umur 10 tahun belum bisa baca Al Fatihah coba gimana sekolahnya, umi ajarkan tidak?”. Meskipun pada dasarnya hal tersebut adalah tugas bersama antara ayah dan ibu.
      
agmiabella.blogspot.com

 Jadi para ayah, meski anda harus selalu keluar rumah utk mencari nafkah pastikan saat pulang ke rumah jiwa raga anda untuk anak-anak anda. Karena apa? Dalam Al Quran ada 17 dialog tentang anak, 14 di antaranya tentang ayah dengan anak. Luqman dan anak nya, Ibrahim dan Ismail, Ibrahim dan Ishak, Syuaib dan anaknya, dan seterusnya. Hanya 2 dialog dalam Al Quran yang berisi dialog ibu dan anak, suadara Musa dan Maryam dengan Isa.

Karena dalam islam, seorang anak akan ikut nasab ayahnya. Nasab adalah berarti pertanggungjawaban akan di minta dari seorang ayah. berhasil dan gagalnya seorang ayah yang akan dimintai pertanggungjawaban sesuai nasab nya.

"Ayo ayah, mari semakin peduli dengan anak-anak kita! Karena sosok ayah adalah tidak tergantikan."



Semoga Bermanfaat, Silahkan dishare!
______________________________________

Sumber Referensi
http://butikaini.com

Friday, January 13, 2017

Masa ada Kuntilanak Makan Lele?


Dari judulnya aja pasti bermacam-macam yang terlintas di pikiran kalian. ada yang bilang, “zaman sekarang mana ada kuntilanak? kebon langka udeh jadi gedong”, “kuntilanak Cuma mitos/cerita rakyat”, "kuntilanak makan lele? cerita horor apa ngelucu sih". oke apapun makanannya itu terserah pendapat pembaca tapi jangan harap di sini saya mau nyuguhin cerita misteri ya, hehe.

Sudah lebih dari enam bulan, kami sekeluarga pindah mengontrak. yang membuat saya betah di sini karena lokasinya strategis, hanya dengan berjalan kaki beberapa meter untuk menuju ke pusat perbelanjaan dan transportasi. di sini adem karena posisinya membelakangi matahari kalo sore hanya saja posisi kontrakan di belakang rumah-rumah warga. suasana sekitar kontrakan cukup sepi, karena jalan buntu ke empang lele yang berhektar-hektar luasnya. ditambah lagi kontrakan saya di nomer dua dari pojok yang masih kosong alias belum di huni. namanya juga kontrakan, orang yang bertempat tinggal tidak selalu menetap mereka datang dan pergi sampai akhirnya di deretan akhir 1 sampai 7 (1-2 penuh 3, 4 kosong, 5 kosong, 6 saya, 7 kosong melompong) awalnya memang takut, apalagi kalo suami pulang kerja malam. kiri kanan jauh tetangga, lampu depan (no 3-7) mati semua (apesnya lampu depan milik saya konslet) bukan takut setan tapi takut ada orang yang berniat jahat. 

Konon Cerita Horor
Sore sekitar jam lima, saya sedang menyapu lantai di depan sambil memanggil akhdan yang lagi main sama anak tetangga sebelah, untuk menyuruhnya mandi. tiba-tiba segerombolan ABG yang abis nongkrong di sebelah empang lewat sambil bercerita tentang kuntilanak yang sering muncul terbang dan mengambil lele di empang. sebenarnya cerita ini sudah tidak asing lagi, sebelum tinggal disini pun suami pernah bilang tentang cerita rakyat "kunti yang suka makan lele" tapi saya tidak baper dan menggagapnya cuma mitos. "gak masuk akal, masa kunti makan lele? si ayah kaya anak kecil aja nakutin apa ngelucu sih". tapi kenapa sekarang perasaan saya takut ya, pas denger anak muda itu bilang "di empang ini sering ada kunti makan lele" gak biasanya saya terngiang-ngiang kata itu. 

Berawal dari cerita tetangga
beberapa hari yang lalu tetangga menegur saya tentang lampu depan yang selalu mati (sekarang udah dibenerin) di tambah tetangga baru no.7 yang baru lahiran pun lampunya ikut mati karena sengaja di matikan. 
"bu bell, bilangin sama tetangga di sebelah kamu. lampu depannya di nyalain terus kalo malam."
"oh iya bu. gelap ya, udah lampu saya rusak eh punya sebelah sengaja tidak di nyalain juga."
"bukannya apa2 bu, kalo adat disini kalo ada bayi apalagi baru lahir harus terang rumahnya soalnya takut jadi inceran kuntilanak."
"masa iya, haha. ih kaya di filem2 misteri aja"
"beneran bu, kalo orang sini mah masih percaya yang begitu soalnya banyak orang yang nyugih dan bayi itu buat tumbalnya".
#@%^&*##

Percaya ga percaya ya. logikanya, emang hampir semua orang takut gelap karena gelap juga bisa mengundang kejahatan. merinding juga kalo inget cerita horor itu, hehe. dulu emang ga percaya sama cerita kaya begini, kalo ada bayi mendadak meninggal paling karena penyakit, begitukan hasil pemeriksaan dokter. tapi kalo yang punya kepercayaan mistis beda lagi ceritanya.

Akhirnya saya berpikir sebentar dan percaya bahwa jin yang gaib itu bisa menampakan diri/mengganggu orang yang berurusan dengannya atau yang menyekutukan allah dengan menjalani ritual mistis. kenapa bisa begitu?
ini menurut saya loh, ya... setiap orang punya pandangan yang beda-beda. 

Faktor pendukung kalo memang beneran ada "kuntilanak makan lele"

  • kebiasaan orang sekitar yang masih percaya dukun, waktu kecil saya pikir itu dukun udah punah di zaman modern dan cuma ada di filem. tapi kalo mendengar cerita tetangga, yang masih banyak percaya dukun (kata pelesetannya orang pintar), mau kerja jadi TKW ke dukun dulu biar disayang majikan, anaknya tergila-gila lelaki di sangka dipelet akhirnya ke orang pintar (harusnya di ruqiah tuh), motornya di begal/maling orang pertama yg ditemui dukun bukan polisi, tiap malam tertentu (seperti malam jumat kliwon atau apalah yang dianggap kramat) ada ritual sesajen menyan.
  • kentalnya tradisi adat yang berhubungan dengan mistis, ada beberapa hari yang di anggap keramat. salah satunya seperti tradisi hiburan tengah malam yang dipentasi di tempat pemakaman (sejenis panggung hiburan wayang atau sandiwara) saya pikir ada kondangan taunya  khusus dipersembahkan 'mungkin' untuk mereka yang gaib. 
  • bisa jadi si kunti itu "piaraan" yang lagi minta jatah tumbal lele? siapa tau kan? secara orang masih banyak percaya atau melakukan pesugihan, ga sedikit dari mereka yang musyrik. tapi kenapa lele ya?  hehe
  • ada bayi baru lahir. sebenarnya ga masalah kalo yang ini, logika nya setiap hari selalu ada bayi yang lahir hehe.
  • saya pribadi pernah lihat langsung orang kerasukan, dan bunyi gaib yang disebabkan jin ini memperkuat iman saya bahwa ALLAH SWT, benar2 maha kuasa dalam menciptakan mahluk2nya dan kehidupan jin itu 'benar' bersama kita.
Dari kecil bapak saya selalu mengajarkan untuk berani tidak takut “jin itu gaib tidak terlihat manusia” ia juga melarang keras saya untuk meng'kramatkan sesuatu, seperti jimat, benda keberuntungan, ramalan zodiak dll. selama ini saya selalu percaya bahwa ”jin tidak akan menganggu kita kalo kita tidak mengganggunya atau berurusan dengannya” berurusan dalam arti kata “tidak berbuat syirik kepada allah atau menyekutukanya”. jika kita beriman dan tidak menyekutukan ALLAH SWT, in sha allah jin tidak akan menjahili kita.

Senjata Ampuh
Dan saya percaya dengan membaca ayat kursyi dengan benar dan khusyu [selalu baca ini setiap hari minimal 2x saat solat fardhu] allah akan menjaga kita dan malaikat sebagai pengawalnya. sebagai muslim yang beriman kita harus percaya hal gaib. seperti keberdaan malaikat dan jin. jin itu hidup bersama kita bahkan dirumah kita, dikamar mandi atau pun tempat rame seperti pasar. jumlahnya banyak sekali melebihi manusia. jadi kalo ada 'orang pintar' bisa melihat jin "disitu ada penunggunya" hiiiii jangan kaget ya, karena memang setiap tempat juga ada koq. kembali lagi kepada pedoman kita (al-quran) bahwa mereka itu "goib" tidak terlihat. tapi beberapa jin kafir menunjukan dirinya dengan orang2 yang dipilihnya seperti dukun atau bisa jadi anak kecil?

wallahualam, hanya allah yang maha mengetahui. Bagaimana menurut kalian?

Monday, January 9, 2017

Ini yang Saya Lakukan, Ketika Anak Kena Cucugan Serpihan Kayu


Setiap orangtua pasti tahu atau pernah mengalami kecucugan kayu?
itu loh semacam duri kecil yang menancap pada kulit ari kita. kalo kita yang sudah besar ini masih bisa mengatasinya tapi kalo anak kita yang masih kecil bagaimana?
ga bakal tega liatnya merintih kesakitan.

Nah, sekarang saya mau berbagi penglaman tentang anak saya yang pernah kecucugan kayu beberapa minggu yang lalu. anak saya (3 thn) terluka di bagian telapak tangan kiri nya. sore, sehabis bermain lempar batu di empang lele samping rumah dengan teman nya. Awalnya dia bilang sakit ketusuk paku, otomatis saya khawatir, saya langsung observasi ternyata ada serpihan kayu kecil runcing menancap di telapak tangan kirinya, seperti nyangkut di kulit ari. saat itu masih bisa di ambil atau dikeluarkan, asal si anak mau menahan sakit sebentar.

Tau sendiri kan anak kecil, pasti ga ngerti itu dan ga mau kalo lukanya saya pegang-pegang. saya juga ga tega memaksa nya menahan sakit saat saya coba keluarkan. waktu itu saya sangat geisah, takut disusul demam tinggi dan sebagainya. "apa yang harus saya lakukan? kalo didiemin malah takut tambah parah en demam karena infeksi?" bingung gak tau harus minta pendapat ke siapa. gak lama bada maghrib ada ibu mertua dan suami baru pulang kerja saya langsung mengadu pada mereka.

Versi mertua berpacu pada pengobatan zaman dulu "di kasih terason aja (balsem) besok pagi langsung keluar susugkannya"
versi suami "diemin aja kalo ga sakit berkepanjangan mah, tar juga lebur itu kan kayu. kayu dari tanah juga jadi gapapa paling ngebekas jadi tahi lalat mati kaya saya". sambil nunjukin tahi lalat mati di telapak tangannya, akibat susukan kayu waktu kecil. mungkin ada benernya juga 2 saran ini. malamnya pas anak tidur saya olesi balsem, besoknya pas bangun saya cek, bukannya keluar tuh kayu malah telapak tangan anak saya bengkak dan makin sulit tuh kayu buat di keluarin. (sepertinya jalan nya sudah menutup oleh nanah) tambah panik deh gak tega abisnya sama anak, serasa cekot cekot pastinya. mungkin ada baiknya jika saya konsultasi kepada ahlinya alias dokter. gak sia-sia saya instal aplikasi dokter online, jadi kita bisa konsultasi online sama dokternya langsung. bangun tidur pagi-pagi saya langsung chat tuh dokter di aplikasi.


Tuh kan bener ternyata pakai balsem bukan mengobati. suami bilang gak usah khawatir ga usah di bawa ke rumah sakit, periksa aja dulu ke puskesmas. sehabis sarapan, jam 08.00 kita meluncur ke puskesmas terdekat. disarankan langsung ke UGD nya. nah, disana telapak tangan anak saya di semprot ball (agar mati rasa mungkin, supaya tidak berasa sakit saat pengambilan serpihan : katanya) terus bagian susukan nya itu di tusuk sedikit dengan jarum suntik dan foiilaaa sudah terangkat ga sampai 1 menit proses nya, alhamdulilah tenang deh. abis itu di kasih salep bukan betadine. bekas kayunya jadi hitam sekali kecil mentik.

Parents jika anak kita mengalami susukan kayu sebaiknya langsung di bawa ke ahlinya saja ya, jangan sesekali dipencetin takutnya infeksi karena tangan kita tidak higienis atau malah bengkak, makin parah nyerinya kan, apalagi di kasih sembarang obat seperti balsem, hehe.

oke, balik lagi ke aplikasi dokter online yang ga bisa saya sebut namanya, hehe. sudah lama saya mengamati beberapa grup-grup di fb banyak yang ott (out of topic) masalah kesehatan atau anak sampe ibu hamil, kan ga semua obat atau pengalaman itu sama dan cocok,  lebih baik bertanya kepada ahlinya saja.

Waktu terbatas untuk ke dokter?
konsultasi dulu aja ke tim dokter online sebagai pertolongan pertama karena sekarang sudah ada aplikasi, dimana kita bisa chat sama tim ahlinya langsung. juga di lengkapi fitur info tentang penyakit dan jenis obat berikut dengan kegunaanya.  yang paling saya suka adalah rubik majalah, sangat bermanfaat karena memang saya hobi membaca. layanannya juga sangat meng'edukasi. memperluas pengetahuan kita tentang kesehatan. terutama nih buat mamah muda, kaya saya hehe.


oh ya perlu diingat, disini hanya edukasi bukan berobat atau meminta resep jadi initinya untuk pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya ke dokter langsung. okey parents, sekian dulu sharingnya, ya.


Semoga Bermanfat!

Sunday, January 1, 2017

Peran Ibu Cerdas, Mendidik Anak di Era Digital


Assalamualaikum bunda 😊
Hari minggu kemarin tepatnya tanggal 18 Desember 2016 saya menghadiri acara "Seminar Parenting" di balai desa. tema nya adalah "Peran Orangtua Cerdas Dalam Mendidik Anak di Era Digital" nah sekarang saya akan membagi ilmu yang sudah saya rangkum dari narasumber psikolog di seminar parenting tersebut.

Para orangtua tentu sudah paham tentang sisi positive kemajuan teknologi zaman now. ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan praktis dan efesien hanya dengan bermodalkan smartphone plus internet. tapi tidak dengan anak-anak. anak lebih rentan terkena dampak negatifnya karena belum mengerti betul baik apa buruk, selain itu sifat anak kecil yang mudah meniru ikut mempengaruhi. lalu bagaimana agar kita dapat menikmati kelebihan si "Teknologi Era Digital" ini tanpa harus anak kita berjerumus ke hal negatif?
jangan kan gadget, tontonan televisi pun sekarang banyak yang tidak mendidik. bener kan?

Di bawah ini ada beberapa dampak negatif bagi perkembangan & prilaku anak, jika tontonan televisi, video games, internet digunakan berlebihan,

  • Meninggalkan Isolasi Sosial Anak, Gangguan stres, Kesepian dan Depresi. karena anak sibuk seharian dengan gadget nya, mereka bahkan malas untuk bermain di luar bersam teman-temanya akibatnya jika ia merasa jenuh atau bosan, ia tidak memiliki teman dan merasa kesepian bahkan sampai depresi.

      • Terjadi Degradasi Nilai Moral Terhadap Sosok Wanita kita pasti sudah tahu banyak game online yang menampilkan sosok wanita dengan penampilan yang seksi, secara tidak langsung ini bisa menjadikan perempuan di anggap rendah atau murahan atau pelecehan terhadap perempuan scara tidak langsung.

        • Memiliki Niali Rendah di Sekolah keasyikan menonton tv samapai lupa belajar atau bermain game online, membuat efek ketagihan pada anak, jika ini tidak dikontrol anak-anak akan malas belajar merasa belajar itu hal yang membosankan.

          • Kesehatan Bermasalah Seperti Obesitas, atau Penurunan Berat Badan Secara Drastis, Kurang Tidur. bener ga? kalo lagi anteng dengan gadget atau televisi anak-anak atau pun orangtuanya, hehe... biasanya jadi suka ngemil atau bahkan sampai lupa makan pada waktunya.

            • Mempengaruhi Cara Diri dan Penampilan, Terobsesi Tubuh Langsing atau Sempurna. sekarang film2 di televisi banyak sekali yang menampilkan sosok yang sempurna, cantik , langsing, bagi anak2 terutama remaja mungkin itu adalah hal yang keren dan ingin sekali mereka tiru. ini juga tidak baik karena secara tidak langsung anak merasa selalu tidak puas dengan kekurangan fisiknya, tidak bersyukur atau malah minder.

              • Agresif atau Berprilaku Kasar . anak yang sering melihat tontonan gulet di televisi atau video games biasanya akan berprilaku agresif dan kasar. lebih parahnya membuka kesempatan anak menjadi si pem'bully. jika anak sedang anteng dengan tontonannya, kita paksa berhenti biasanya mereka akan marah atau berontak. untuk mengatasi ini hentikan secara perlahan, dengan memberinya jatah waktu dan memantau apa saja yang ia mainkan di gadgetnya.

              Dampak Negative yang Berkelanjutan........
              • Mempengaruhi Anak Tentang Identitas Jenis Kelamin dan Peran Gender Mereka. di televisi sekarang banyak sekali, peran yang kurang mendidik seperti peran ke'bodohan, kejelekan, bahkan banci yang selalu di anggap lucu. sehingga memungkinkan anak-anak bisa menirukan hal tersebut.

                • Berkurangnya Produktivitas Kerja. malas ngapa-ngapain maunya gadget melulu, dapat mengurangi kreatifitas anak, gerak, dan kualitas daya imajinasinya.

                  • Jaringan Sosial Internet Dapat Membahayakan Zona Privasi Seseorang. nah ini dia yang paling umum terjadi, banyak sekarang anak SD pun sudah punya medsos padahal secara umum pengguna medsos seperti FB ada batasan usianya. seperti kita tahu anak-anak masih belum bisa membedakan mana yang baik/buruk. apa-apa di unggah, apa-apa di update. salah satu faktor yang dapat membuka kesempatan sexting/berkomunikasi dengan predator seksual bahkan penculikan.

                    • Cyberbully atau Pelecehan Seksual Secara Online. di dunia maya kita bebas meng'ekspresikan apapun termasuk pendapat. tapi bagaimana jika pendapat kita ini justru menimbulkan yang namanya cyberbully? atau pelecehan seksual secara online yang marak terjadi, terlebih anak-anak yang rasa ingin tahunya tinggi.

                      • Membuka Kesempatan Sexting. Sexting adalah tindakan mengirim SMS, foto, maupun video cabul lewat HP (ponsel) seperti saling kirim foto 'panas', Begitu suatu foto terkirim lewat HP. kalau ini sampai kepada sama anak dibawah umur, ini sangat berbahaya. mereka mungkin penasaran dan ingin mengetahui lebih.

                        • Membuka Resiko Berkomunikasi Dengan Predator Seksual. semakin banyaknya predator seksual yang berkeliaran di medsos, bahkan iklan2 yang sudah legal sekalipun. saran saya jika anak masih dibawah umur jangan biarkan ia memiliki medsos pribadi, bisa pakai fb/bbm orangtuanya, agar mudah terkontrol dengan melihat riwayat dan dengan siapa ia berinteraksi.

                          Pengaruh Negatif lainnya...
                          • mempengaruhi perkembangan motorik anak (2, 5-12th)
                          • mempengaruhi perkembangan fisik (obesitas/terlalu kurus, agresif/hiper)
                          • mempengaruhi perkembangan neuorologi (stimulasi otak direkam dalam memori anak)
                          • mempengaruhi perkembangan kognitif (pola pikir dan logika anak)
                          • mempengaruhi perkembangan moral (tontonan bully)
                          • mempengaruhi perkembangan bahasa (lambat bicara/berpikir)
                          • mempengaruhi perkembangan sosial (emosi, respon)
                          • mempengaruhi identitas gender (tontonan peran sosial terhadap identitas seksualnya)
                          •   
                          Kecanduan Pornografi lebih berbahaya dari Kecanduan Narkoba

                          • Adiksi internet pada anak dapat membuka peluang sebagai pintu masuknya pornografi internet melalui medsos.
                          • Saat ini epidemic adisi pada internet tidak dapat dilepaskam dengan adiksi terhadap pornografi.
                          • Secara statistic, anak yang kecanduan internet memiliki peluang terbesar untuk terekspos pornografi sejak dini. banyak orang tua tidak menyadari, anak mendapatkan bahaya informasi pornografi.
                          • yang paling mengejutkan adalah prilaku adiksi ditemukan pada anak berusia 12 tahun ke bawah
                          • anak-anak ini menggunakan teknologi media untuk menonton pornografi, menjadi ketergantungan, dan akhirnya mengaplikasikan kegiatan seksual tersebut dibawah umur
                          • hal tersebut akan meningkatkan tingkat kehamilan diluar nikah, PMS dan aborsi pada usia pra remaja (10-12 thn) dan remaja
                          • tidak hanya menghancurkan masa depan namun juga budaya. segala ketergantungan  ini, dapat merusak karier, memicu maraknya kejahatan seksual, merusak kondisi keuangan dan pernikahan individu

                          Jika Anak Sudah Kecanduan Internet ataupun Video Games
                          • Prilaku tak terkontrol
                          • Menunjukan Euphoria saat di depan Gadget dan Aktifitas Internet
                          • Menelantarkan Teman dan Keluarga
                          • Prilaku Kurang tidur untuk tetap Online
                          • Ada Perubahan Fisik Seperti Berat Badan, Masalah Kesehatan lainnya Seperti Sakit Punggung, Sakit Kepala
                          • Menghindari Aktivitas lain yang Menyenangkan  

                          Survey Membuktikan, 
                          • Indonesia negara pengguna internet dan media terbesar di asia [pengguna internet di indonesia rata-rata 3-5/jam sehari]
                          • Saat ini anak-anak menonton rata-rata 25 jam perminggu atau 3,5 jam perhari untuk balita
                          • Sedangkan anak SD dan remaja bermain dengan gadget mereka 9 jam perhari
                          Semakin canggihnya gadget nya, semakin memudahkan kita dalam melakukan banyak hal. memang benar banyak hal positif yang bisa kita manfaatkan. televisi, video games, gadget bukanlah hal yang asing lagi, keberadaanya pun mudah di dapat dan hampir ada dimana-mana.

                          Positifnya anak-anak jadi belajar hiteck, alias ga gaptek. tapi bagaimana jika anak terobsesi sekali dengan gadget? sudahkah kita perhatikan? atau malah parents, berlomba-lomba memfasilitasi gadget pada anak? semakin terbaru semakin canggih dan kece. yang penting dari gadget adalah kegunaanya, tentunya yang positive. tidak semua anak mengerti mana hal yang baik atau tidak baik. karenanya, kita sebagai orang tua wajib membimbing anak-anak sedini mungkin.

                          Beri Anak Arahan
                          Anak bermain internet boleh-boleh saja, secara zaman terus berkembang dan calon generasi berikutnya harus lebih smart alias gak gaptek. tapi jangan sampai kebablasan, ada baiknya kita memberikan arahan ke pada anak sebelum mereka bermain dengan smartpohe [bukan berarti melarang total ya bunda]. seperti, menjelaskan beberapa kejahatan di medsos, gambar pornografi yang tidak boleh dilhat dan sejenisnya. pengarahan lebih di berikan kususnya anak remaja yang sulit di nasehati. usahakan orangtua mengajak komunikasi dengan cara yang nyaman, asyik, layaknya teman curhat bukan nada mengomel atau menasehati. kita bisa pakai pengalaman orang lain atau lingkungan sekitar bagaimana akibat kejahatan di dunia maya, cybercrime, sexting dan sebagainya.

                          Berikanlah Jatah Waktu
                          Sehari paling baik untuk anak-anak balita adalah 45 menit 2x sehari. berilah jatah waktu untuk anak-anak ketika menonton televisi, bermain playstation, atau smartphone. sering seringlah mengajak anak bermain di luar seperti olahraga, memancing dan berkebun serta kegiatan yang menyenangkan lainnya. 

                          Awas Bahaya Pornografi/Sexting!
                          Membiarkan anak kita berselancar di internet terlalu lama itu berarti membuka kesempatan kejahatan sexting. Sexting adalah tindakan mengirim SMS, foto, maupun video cabul lewat HP (ponsel) seperti saling kirim foto 'panas'. ini sangat bahaya karena ini membuka peluang para predator seksual. rajinlah memantau anak, seperti menggunakan internet/smartphone untuk apa saja, tidak bermain game online dewasa [sekarang ini banyak sekali game online yang mengumbar pornografi atau bahkan tindak asusila].

                          Tunggu Sebelum Waktunya
                          Jika anak kita masi di bawah umur usahakan mereka tidak memiliki akun medsos seperti fb, insta dll. jika ingin memiliki fb bisa memakai fb orangtuanya. itu lebih baik agar aktivitas log nya dapat di lihat, dengan begitu lebih mudah di kontrol.

                          Bekali Iman yang Kuat
                          Hadapi virus kemajuan era digital dengan benteng iman yang kokoh. yang terpenting adalah bagaimana kita mendidik dengan baik anak kita sedini mungkin dengan menanam akhlak yang baik, insaallah ia tahu mana yang boleh dan tidak boleh. akhlak yang baik itu tidak langsung instan tapi dimulai dari orangtuanya dulu, keluarga dan lingkungannya.

                          ***

                          Main games boleh saja, tapi games yang mana dulu nih?
                          Ada games edukasi untuk anak-anak, ada juga games yang "dewasa" yang di mainkan anak-anak. seperti di dalamnya ada kekerasan, pelecehan seksual, judi online, dan banyak lagi.

                          Seperti yang saya bilang tadi, memang banyak sekali hal positif yang dapat kita manfaatkan di zaman digital ini, tetapi apapun itu jika dikonsumsi berlebihan efeknya tidaklah baik. tugas parents adalah menggiring anak kita ke lingkaran aman, bimbinglah ia dengan hal yang positif. yups, orangtua harus cerdas dan berakhlak, jangan mentang-mentang anak anteng main game atau nonton tv kita jadi lalai.

                          Lalu Bagaimana Jika Anak Kita Sudah Terlanjur Ketagihan Game Online?

                          Berikut Tipsnya yang sudah saya rangkum dari seminar parenting! 

                              TIPS Mengatasi anak yang Kecanduan Games




                              • Bicarakan Kepada Anak, menjelaskan bahwa 'berlebihan bermain games itu tidak baik' dengan bahasa yang mudah di mengerti anak. mengajaknya berkomunikasi, seperti permainan apa yang ia suka? lalu ajak keluar melakukan aktivitas keluarga bersama seperti olahraga, berenang, berkebun, untuk melupakan 'games' nya. biasanya jika anak terlalu sering bermain games itu mereka sedang merasa bosan atau kesepian.

                                • Orangtua Rajin Memonitori Jenis Permainan Game, jangan sampai kita sebagai orangtua berpikir, memfasilitasi games untuk anak hanya agar anak itu anteng. main games boleh saja, asal tidak berlebihan dan kita wajib tahu permainan apa yang di mainkan si anak, karena zaman sekarang game online banyak sekali pengaruh negatif nya, seperti avatar pornografi.

                                  • Letakan Perangkat Permainan Games di Ruang Keluarga dimana Anggota Keluarga Dapat Memantau, dengan begitu memudahkan kita, melihat apa yang anak lakukan dan games apa yang ia mainkan sehingga lebih mudah dikontrol.

                                    • Disiplnkan Waktu dalam Bermain Games atau Internet, berilah jatah waktu bermain games, misalnya 2 jam sehari. atau sabtu minggu bebas bermain gadget tapi sambil di pantau.

                                      • Pastikan Anak Memiliki Variasi Aktivitas, seperti bermain, membaca buku, berolahraga atau berinteraksi dengan anak-anak lain.

                                        • Biasakan Melakukan Kegiatan Bersama Keluarga, seperti aktifitas rutin yang menyenangkan misalnya olahraga, mancing, jalan2 dan sebagainya.

                                          • Jika ia Melakukan Permainan yang Positive dan Merangsang Akademinya artinya Permainan tersebut Memberikan Manfaat untuk Dirinya. ada banyak manfaat dari kemajuan teknologi informasi di zaman serba praktis ini, jika kita pintar mem'filter manfaat positif nya. ada beberapa games edukasi atau metode pembelajaran tutorial yang dapat membantu perkembangan anak. ini boleh2 saja asal  jangan terlalu berlebihan . sinar monitor pada gadget juga tidak baik untuk mata jika ditonton terus menerus.

                                          Nah, itulah beberapa Tips Mengatasi Anak yang Kecanduan Games yang saya kutip dari acara seminar parenting. semoga kita sebagai orangtua tidak salah langkah dalam memberikan yang terbaik untuk para buah hatinya. sekian dulu artikel ini, jika ada yang mau ditambahkan silahkan di kolom komentar..

                                          Bersiaplah Parents mengadapi kemajuan teknologi, terutama membekali anak-anak kita dengan benteng iman yang kuat, karena kuncinya adalah Keteguhan Aqidah dan Akhlakul Kharimah. Semoga anak, cucu, keturunan kita menjadi generasi yang soleh dan soleha. aamin ..


                                          Kesimpulannya,
                                          • Orangtua dan pendidik wajib meng-upgrade diri, artinya orangtua harus setingkat lebih tahu dari pada anak, mengikuti perkembangan zaman. jangan hanya berharap anak 'anteng' lalu kita suguhi ia dengan Televisi, PS, Gadget tanpa tahu apa sisi positive atau negativ dari teknologi tersebut.
                                          •  Idealnya orangtua dan pendidik satu tingkat di atas pengetahuan anak atau setidaknya setara.
                                          • Saat anak bertanya jangan sekali- kali orangtua tidak mengetahui sedikitpun inforamasi yang dibicarakan anak. ini biasanya lebih condong ke pembicaraan tentang 'seks' yang belum mereka pahami. sebenarnya kita wajib memberitahunya lewat 'pendidikan seks' sejak dini dengan bahasa yang baik dan benar. jika orangtua tidak bisa memberi jawaban yang benar. anak akan mencari jawabanya sendiri, seperti kepada teman. tapi tidak semua jawaban temannya benar, kan?
                                          • Jika kita belum mempelajari topik tersebut jangan tinggalkan anak untuk mencari jawabanya sendiri. segera ajak anak untuk mencari jawaban dengan diskusi bersama. hal ini akan membuat anak mengandalkan orangtua. jika anak bertanya tentang hal yang kita anggap "tabu" menyangkut seks, sebagai orangtua kita jangan mengindarinya tapi berusaha menjelaskan dengan bahasa yang benar. misalkan anak bertanya tentang "apa itu perkosaan/pelecehan seksual bu?"
                                            "perkosaan/pelecehan seksual adalah dimana aurat kita di pegang, disentuh oleh orang lain. aurat itu hanya boleh di sentuh oleh kita sendiri, bukan mamah, ayah, teman wanita/pria , bukan siapa-siapa kecuali kita sendiri".

                                          • Orangtua harus memperhatikan manajemen waktu harian anak sejak kecil . kapan jam ideal ia bermain? berapa lama anak boleh menonton televisi? tontonan apa yang sesuai dengan usia anak, jam berapa sebaiknya anak tidur malam dan bangun dengan jumlah  jam yang cukup, kapan waktunya anak harus belajar.
                                          • Tontonan dan video apa yang di lihat anak kita wajib tahu. Yups, orangtua harus kepo jangan lengah 10 menit pun dalam mengawasi anak, sederhanya apa yang anak-anak tonton di tv maupun gadgetnya kita harus tahu dan paham. apakah itu mendidik atau tidak baik, apakah itu tontonan dewasa atau anak-anak. orangtua harus cerdas mem'filter.

                                          Dari lingkungan anak belajar dari apa yang ia lihat mereka meniru. Semoga anak-anak kita menjadi anak yang cerdas dalam memilih yang baik. sekian dulu ulasan saya tentang Peran Ibu Cerdas, Mendidik Anak di Era Digital.

                                          Semoga Bermanfaat!


                                          Wassalamualaikum, wr.wb



                                          Saturday, December 31, 2016

                                          Sewa Rumah atau Ikut Mertua?


                                          Perjalanan kehidupan itu tidak selalu lancar setelah menikah, salah satunya dalam memilih tempat tinggal dan tidak semua pasangan suami istri memiliki rumah sendiri. ada yang sewa rumah atau mengontrak, ada juga yang ikut orangtua.

                                          Kalo Boleh Memilih, Pilih Ngontrak atau Ikut Mertua?
                                          Sebenarnya ngontrak itu bukan pilihan ya temans, siapa sih yang tidak pingin memiliki rumah sendiri?? semua pasangan pasti ingin memiliki rumah sendiri.

                                          Kecuali, dalam situasi tertentu seperti lokasi tempat kerja suami yang jauh, mungkin pilihannya mengontrak. atau orangtua hidup seorang diri dan tinggal kita anak bontot satu-satunya lebih baik kita tetap tinggal dengan orangtua atau mertua.

                                          Tapi bagaimana jika ikut mertua hanya bikin kusut kepala?
                                          Mungkin citra mertua sudah tidak bagus di mata menantu, he he. yups, tidak sedikit menantu yang berurusan dengan mertua atau bahasa simple nya "cekcok". Sebenarnya itu adalah hal yang wajar loh, karena memang tidak ada manusia yang sempurana.

                                          tapi, jangan sampai berlarut-larut ya, apalagi sampai memutuskan tali silahturahmi, ga mau kan dapat dosa besar? meskipun menurut kita, kita itu benar. Jangan pernah lakulan itu!

                                          Bagaimanapun juga mertua itu adalah orangtua dari pasangan hidup kita, mereka yang melahirkan dan mendidik anak-anaknya sampai bisa menjadi pilihan hati kita. tapi jika situasi nya hanya memperparah keadaan, saran saya lebih baik pisah atap dengan cara baik-baik.

                                          Pengalaman pribadi
                                          Setelah menikah, sudah hampir 4 tahun saya ikut mertua atau bolak balik ke rumah orangtua. memang benar yang banyak di katakan semua orang, mertua itu "bawel, ikut campur, dan bla bla sebagainya" lantas bagaimana saya menghadapinya? jangan bayangkan saya orang yang bijaksana karena menulis artikel ini, saya juga sama sedang banyak belajar tentang lika-liku kehidupan, makannya saya ingin berbagi pengalaman kepada kalian.
                                          okey, next.....
                                          saya juga pernah selisih paham, menangis di kamar, marah, dan stres. selama itu bertahan saya banyak menikmati itu semua dengan efek makan ati, hehe.

                                          Apakah saya dendam?
                                          Enggaklah, bagaimanapun juga ia adalah orangtua suami saya, anaknya adalah ayah dari anak-anak saya, orang yang menafkahkan saya, ia melahirkan anak yang bertanggung jawab atas dosa saya dan anak perempuan saya kelak. saya mengobati situasi ini dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, banyak berpikir positive karena sejatinya tidak ada orangtua yang tidak sayang dengan anaknya, dan ini caranya menujukan kasih sayangnya dengan perhatian yang kita sebut "bawel" dengan nasehat dan didikan yang kita sebut "ikut campur". yups semua tergantung cara kita menghadapi nya, ada menantu yang pinter ambil hati mertua, ada juga menantu yang keras kepala atau menantu yang pengertian.

                                          Alhamdulilah sekarang saya dan suami sudah pindah dari rumah orangtuanya, letaknya juga tidak jauh dari rumah mertua alias masih satu kecamatan. karena memang disana anak-anaknya cukup banyak dan tidak muat kamar, hehe. alhamdulilah lebih tentram euy, meskipun masih mengontak.

                                          intinya,
                                          • Jika ingin pisah tempat tinggal, mintalah restu orangtua atau mertua. jangan sampai pilihan kita pisah dari orangtua/mertua itu karena percekcokan, mintalah restu mereka in sha allah rumah tangga sakinah, mawaddah, warohmah.

                                          • Jangan lupa tetap silahturahmi, jangan mentang2 kita sudah pisah dari mertua, "horee bebas" ga nongol-nongol lagi deh semenjak itu. jangan ya, bagaimanapun kita masih membutuhkan mereka dan menjaga ikatan silahturahmi itu sangat penting. seperti saya bilang tadi jika ingin pisah mintalah restu, baik-baik bukan karena percekcokan yang menyebabkan renggangnya silahturahmi.

                                          • Belajar mandiri jangan selalu mengandalkan orangtua, kalo sudah berumah tangga memang kita harus mandiri, semua kebutuhan pokok kita tanggung sendiri. kalo bisa tanggungan orangtua juga yang rumahnya kita tumpangi, jangan mentang2 kita numpang kebutuhan pokok masih orangtua yang biayain, malu dong.

                                          Baiklah sekian dulu artikelnya, karena mepet dengan jam masak emak-emak. yang baca semoga dapet rumah sendiri, yang masih numpang sabar aja saya doain semoga cepet kebeli rumah, aamin.

                                          Bagaimana pilihan kamu?

                                          Monday, December 19, 2016

                                          Bersama, kita hentikan Kekerasan pada Anak dan Perempuan


                                          Beberapa tahun yang lalu tepatnya tahun 2014 saya menaiki bus dari Bekasi menuju Indramayu berdua dengan anak saya yang masih balita. waktu itu keadaan penumpang cukup sepi, mungkin hanya 5 baris dari depan yang terisi penuh. selebihnya di belakang kosong melompong. saya duduk di paling belakang barisan ke 5. pada barisan tempat duduk yang sejajar dengan saya ada laki-laki dan perempuan, sepertinya mereka pasangan entah pasturi atau pacar, dari wajahnya mereka masih sangat muda sekitar 20 tahunan.

                                          Tidak lama duduk menikmati perjalanan, terdengar suara gaduh yang menarik perhatian saya sepertinya pasangan itu sedang bertengkar. laki-laki itu berbicara dengan kata-kata kasar, membentak, dan memaki si perempuannya. saya mulai khawatir terjadi sesuatu, dan semakin khawatir karena pasangan itu pindah ke tempat duduk paling belakang.

                                          Suara gaduh itu tidak berhenti sampai disitu, disusul dengan suara benda jatuh. ya allah saya mulai ketakutan. anehnya orang seisi bus tidak ada yang peka, sampai akhirnya tas dan botol minum si wanita terlempar sampai ke bawah kaki saya, saya berusaha mengembalikan minuman tersebut, saya perhatikan wanita itu tersenyum dengan terpaksa menahan malu.

                                          Semakin tidak tahan akhirnya saya mengambil sikap, dengan berani saya mencoba meminta bantuan kepada penumpang yang duduk di depan saya. seorang laki-laki antara usia 30 atau 40an.

                                          " Pak, tolongin itu ada yang sedang bertengkar di belakang, tolong pak"

                                          Saya tidak menyangka bahwa sikap yang sudah saya anggap benar malah tidak mendapat dukungan dari penumpang yang lain. membuat saya patah naluri untuk memihak si perempuan itu.

                                          "Biarkan saja bu, itu urusan mereka."

                                          saya kaget sekali mendengar respon itu. semua penumpang di bus tahu, mereka mendengar tapi mereka semua mengabaikannya dengan alasan "masalah pribadi". yang saya sesalkan sejak tidak ada penumpang yang sepemikiran dengan saya, nyali saya menjadi ciut untuk menegur pasangan itu terutama rasa ingin melabrak laki-laki kasar itu. Jika mengingat kejadian itu sampai sekarang pun saya masih menyesal. karena diam menutup mata dan kuping. mungkin beda lagi ceritanya jika terjadi sesuatu yang parah pada si perempuan itu penumpang baru akan geger.

                                          Cerita di atas merupakan salah satu kekerasan terhadap perempuan di tempat umum. mungkin kalian juga pernah mendengar atau melihat kejadian seperti di atas. tapi bingung harus melakukan apa karena tidak sedikit orang yang berpendapat "bukan urusan saya" atau "masalah pribadi orang itu" jika melihat kekerasan verbal maupun non verbal ada di lingkungan kita. jika sudah terlanjur menjadi 'parah' baru kita berbondong-bondong mengucapkan keprihatinan. rasanya pingin ngomong "woy kemana aja lo!"

                                          ***
                                          Oleh karena itu, sebagai rasa bersalah saya atas sikap di dalam cerita tersebut, saya ingin menulis edukasi dalam mencegah kekerasan yang ada di sekitar kita termasuk mengajak pembaca untuk saling mengingatkan. Tindak kejahatan pada perempuan & anak-anak dapat berupa, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), penganiyayaan, pelecehan seksual, penculikan, pembunuhan dan perdagangan. 
                                          kondisi ekonomi yang mengakibatkan pertengkaran dalam keluarga,

                                          Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/unikdl/stop-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak_584d18b86c7e61596611c847KDRT (Kekerasan dalam Rumah TanggPerdagangan orangPenganiyayan

                                          Cara-cara tersebut diantaranya: Menggunakan ancaman atau paksaan dan bentuk-bentuk lain seperti bujuk rayu, penipuan, penculikan, penganiyayaan hingga pembunuhan.


                                          Siapakah yang Rentan Menjadi Korban Kekerasan ?
                                          • Keluarga yang hidup di bawah tekanan ekonomi
                                          • Seorang anak  yang orangtuanya kecanduan minuman keras atau narkotika
                                          • Seseorang yang dari rantau dan hidup miskin di kota 
                                          •  Anak  yang mendapat pendidikan sangat terbatas atau tidak sama sekali
                                          • Mereka yang hidup di jalanan
                                          • Anak yang menjadi korban perceraian orangtuanya (broken home)
                                          • Anak yang menjadi korban kekerasaan seksual/perkosaan
                                          • Anak yang putus sekolah dan ingin bekerja 
                                          •  Anak yang di buang dan tidak memiliki keluarga dengan tidak memiliki dokumen/akta kelahiran
                                          • Mereka yang ditinggal atau tanpa kehadiran orangtua

                                          Peran Masyarakat di dalam Pencegahan dan Penaganan Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan Anak
                                          • Masyarakat dapat mengambil tindakan pencegahan melalui penyebaran informasi / bimbingan pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak
                                          • Masyarakat dapat membentuk Yayasan, Lembaga, atau Organisasi  lainnya, seperti adanya seminar/kampanye untuk membantu pencegahan kekerasan dan informasi tentang pemberdayaan prempuan
                                          • Melaporkan kasus-kasus kekerasan atau eksploitasi anak kepada pihak aparat penegak hukum
                                          • Membantu proses rehabilitasi korban kekerasan fisik/seksual dengan memperlakukan mereka seperti anak lainnya, tidak menghukum, mengucilkan atau menjauhi korban
                                          • Masyarakat harus  peduli, cepat, tanggap dan cerdas dengan masalah di sekitar bila adanya tetangga / masyarakat yang mengalami atau melakukan tindakan kekerasan

                                          Peran Keluarga di dalam Pencegahan Kekerasan 
                                          •  Mulailah dari keluarga sendiri untuk mencegah menjadi pelaku atau korban dengan menjaga komunikasi yang baik, pemahaman ilmu agama, pendidikan moral
                                            mulailah dari keluarga sendiri untuk mencegah menjadi korban dengan menjaga komunikasi yang baik, saling membantu/sharing, pemahaman ilmu agama yang baik, pendidikan moral

                                            Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/bellaagmia/mari-kita-selamatkan-generasi-bangsa-stop-kekerasan-pada-perempuan-dan-anak_5856f823e422bde9184422e3
                                          • Jangan takut untuk bicara! Jika terjadi pada diri sendiri jangan takut untuk bicara/ mengadu agar korban tidak semakin meluas atau memperparah keadaan
                                          • Mencegah teman disekitar menjadi korban kekerasan dengan aksi cepat tanggap dan peduli
                                          • Melakukan kampanye bahaya kekerasan di lingkungan  
                                          • Menjadi konselor sebaya
                                          • Mengenali kasus perdagangan anak yang terjadi dan melaporkan kasus tersebut kepada pihak terkait (guru, orang tua,kepala RT/RW dan bahkan sampai kepada kepolisian)

                                          Kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak sering berupa : Pemerkosaan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) Perdagangan perempuan atau anak Pelecehan seksual Penculikan Penganiayaan Perampokan Pembunuhan dan lain-lain

                                          Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/unikdl/stop-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak_584d18b86c7e61596611c847
                                          Peran Negara Didalam Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan Anak
                                            •  Negara harus mengambil semua langkah legislatif, administratif dan lainnya untuk melindungi dan membantu para korban.
                                            • Negara harus mengambil hukuman tegas / berat. terutama pada kekerasan seksual /fisik agar pelaku jera
                                            • Negara harus mengambil tindakan positif untuk memerangi kekerasan pada anak, melindungi dan membantu anak atau perempuan yang mengalami kekerasan fisik/seksual.
                                            “Marilah kita bersama menjaga perempuan serta anak yang ada di sekitar kita, anak merupakan generasi penerus bangsa dan menyelamatkan satu perempuan sama dengan menyelamatkan satu bangsa."

                                            Three Ends KPPPA
                                            Dalam hal ini pemerintah melalui Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) menyerukan gerakan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang serta mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi bagi perempuan dengan program Three Ends.

                                            Three Ends tersebut adalah End Violence Against Women and Children (akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak), End Human Trafficking (akhiri perdagangan manusia) dan End Barriers To Economic Justice (akhiri kesenjangan ekonomi).

                                            Seandainya semua orang memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, semua lapisan masyarakat ikut mendukung dan memperkuat kesetaraan gender serta pemberdayaan ekonomi perempuan, ini bisa menjadi pencegahan terjadinya kekerasan baik dalam rumah tangga maupun terhadap perempuan dan anak, serta mencegah terjadinya kasus perdagangan orang.

                                            Kontak pengaduan
                                            Indonesia ACT
                                            Jalan Kalibata Utara I No. 32, Jakarta Selatan 12740
                                            Telpon      : +62 217997036
                                            Email        : indonesia.act@gmail.com
                                            Fb: www.facebook.com/indonesiaACT/
                                            Website.  : www.indoact.org

                                            Ayo, kita cegah dan hentikan!
                                            Dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar kita.







                                            Apa yang sebenarnya terjadi sehingga kekerasan terhadap perempuan dan anak makin meningkat? Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyerukan gerakan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang serta mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi bagi perempuan yang disebut dengan program Three Ends. Program Three Ends mengajak seluruh unsur, baik dari keluarga, pemerintah, akademisi, praktisi, dan bahkan media termasuk blogger untuk tidak melakukan pembiaran atau bahkan ikut melakukan kekerasan secara terselubung

                                            Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kompasiana/blog-competition-bersama-mengakhiri-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak_58466b7ebc937323048b45

                                            Thursday, December 8, 2016

                                            Pengalamanku Ketika Melahirkan Anak Pertama

                                            Sudah lima tahun lamanya saya melahirkan si sulung. jika diingat-ingat saya masih ingat betul rasanya proses melahirkan itu seperti apa. baiklah saya akan tuang pengalaman ini di sini, mengenang rasanya pertama kali menjadi seorang ibu. 

                                            1 Bulan Sebelum Melahirkan
                                            Seperti biasanya saya olahraga jalan kaki di sekitar rumah (waktu  itu saya masih ikut mertua) tiba-tiba perut bagian bawah saya dan tulang selangkangan sakit sekali seperti rahim turun drastis, rasanya berat tiba-tiba. apa mungkin karena saya berjalan terlalu cepat. saya istirahat sejenak dan tidak bisa berdiri saya jongkok beberapa saat, lalu jalan lagi. waktu itu saya takut sekali melahirkan, takut kelahiran anak saya prematur.

                                            kaki terpelintir setiap mau meluruskan badan setelah bangun tidur, sakitnya luar biasa sampai tidak bisa digerakan sama sekali, jeda beberapa menit mulai lancar digerakin. ini terjadi setiap 2 hari sekali pas hamil tua, ga tau kenapa.

                                            Saya melakukan pemeriksaan USG tahap terakhir diantar dengan mamah saya, di klinik. Dokter bilang calon anak saya laki-laki dan perkiraan kelahiran tanggal 01 Januari 2013 dengan keadaan sehat, biaya USG saat itu 100rb. seneng banget dengernya, pulang dari bidan saya dan mamah langsung shopping perlengkapan bayi yang di dominasi warna biru karena anak saya nanti adalah laki-laki, untuk nama saya sudah mempersiapkannya namanya "Muhammad Al-faath".

                                            Sambil menunggu HPL saya berusaha mencoba kegiatan positive selama kehamilan. seperti banyak membaca informasi tentang pertumbuhan janin minggu ke minggu. beruntungnya kaki saya tidak bengkak selama hamil, selalau melakukan senam hamil, olahraga jalan kaki setiap pagi, sampai stimulasi payudara. alhamdulilah banyaknya suporrt dari keluarga bahwa persalinan saya bisa normal.

                                            1 Minggu Sebelum Melahirkan
                                            Keluarnya cairan bening dari miss v, lumayan banyak tapi tidak dsertai kontraksi. karena panik mamah menyuruh saya periksa ke bidan. ketika dicek "belum ada pembukaan" ini berarti masih normal. saya mulai bingung karena minggu ini adalah perkiraan kelahiran anak saya. menurut informasi yang saya baca kehamilan lewat 42 minggu tidak bagus, sedangkan minggu ini sudah 41 minggu lebih 1 minggu dari HPL dan saya mulai takut jika harus diinduksi. saya mulai rajin stimulasi payudara memancing kontraksi.


                                            Tepat 42 Minggu

                                            1 Hari Sebelum Melahirkan
                                            Pagi itu cairan kental bening keluar lagi, disertai sedikit bercak darah. saya pikir ini hal biasa sama seperti seminggu yang lalu. malam itu pukul 21.00 sambil menunggu suami pulang kerja, saya membaringakan badan saya merasa capek sekali dan ingin cepat tidur, selang beberapa menit saya terbangun karena perut saya sakit, padahal saat itu sedang pulesnya. saya belum terpikir ini tanda kontraksi karena kata orang mulesnya itu seperti orang pengen 'BAB'. tapi yang saya rasakan sakit seperti mensturasi.

                                            Sekitar Pukul 12 malam lagi-lagi saya di bangunin oleh si sakit perut. saya coba BAB tapi ini bukan mules BAB, akhirnya saya gelisah. jam 01 malam saya benar2 merasakan lelah dan ngantuk yang amat sangat tapi si sakit terus mengganggu saya sampai akhirnya "duuugggk" di dalam perut saya seperti ada yang menendang/meledak yang sakitnya luar biasa. saya mulai membangunkan suami disitu belum engeh-engeh kalo itu kontraksi.

                                            Jam 02 Pagi
                                            Saya mulai melihat ke arah jam, menghitung jeda kontraksi saya dan yupss kontraksi saya teratur, pertama 1jam berselang ke menit, sampai setiap 45 detik sakit dengan jeda 10 menit.
                                            "apakah ini tandanya saya ingin melahirkan, tapi saya tidak mulas seperti BAB?"
                                            saya masih keliru dengan pernyataan "melahirkan itu mulasnya seperti BAB" harusnya gini " melahirkan itu kontraksinya seperti haid, tapi pas berojolin bayi mulesnya kaya BAB" hehehe.

                                            Lalu saya di antar mamah ke Bidan [suami lagi tidur, tepok jidat maklum mungkin capek pulang kerja] gedor2 pintu, bangunin perawat. ternyata benar pas diperiksa jam 02 pagi itu sudah pembukaan 2. saya dan mamah pulang lagi, rencananya besok pagi balik lagi, mata saya mulai ngantuk luar biasa tapi baru merem sebentar, kontraksi itu datang lagi. sampai untuk jalan pun susah, padahal baru pembukaan 2.

                                            Jam 06 Pagi
                                            Semua sudah saya persiapkan mulai dari membawa pakaian bayi, pembalut, sarapan, sedia air mineral dengan tampilan saya saat itu belom mandi, belum tidur, dan pucet sekali. udah ga mikirin penampilan lagi deh! [padahal beberapa hari sebelumnya sudah persiapan bawa ponds, haha].

                                            Sampai disana bu haji atau bidan senior yang juga cs mamah saya, harus bertugas ke puskesmas jadi sementara saya di tangani asisten bidan, disitu saya merasa sedih karena kami percaya bu bidan ini orangnya sabar gesit dan pro normal, hehe.

                                            Proses dimulai
                                            Jam 08 Pagi. banyak darah mulai keluar dari V,  saya sudah tidak kuat berdiri lg padahal baru pembukaan 4. akhirnya saya berbaring di tempat tidur. sebelumnya harus pipis dan BAB dulu di toilet yang sudah di sediakan. karena tiap menit minum pokari terus, jadi pingin kencing trus.

                                            Saya udah ga mau tau sedang pembukaan berapa atau apa saja benda yang di masukin ke dalam V saya. saking sakitnya saat kontraksi saya tidak memperdulikan itu yang penting anak saya cepat keluar.

                                            Meskipun sakit saya sangat antusias menanti buah hati, menikmati rasa sakitnya karena hanya tinggal beberapa jam lagi saya bisa melihat anak saya sendiri. staf bidan membantu menyiapkan pakaian bayi, suami selalu mencium kening saya, mengenggam tangan, mamah setia mendampingi saya sambil mengingatkan zikir dan doa-doa yang dipanjatkan.

                                            Masalah Muncul
                                            Sudah hampir dzuhur tapi bayi saya belum kunjung keluar, karena hanya kontraksi tidak ada rasa mulas. assistan bidan mulai panik. semua penyelamatan dikerah kan mulai dari oksigen, infusan. para bidan PKL yang lalu lalang karena infusan selalu lepas & oksigen tidak terpasang benar, parahnya denyut jantung baby mulai lemah. padahal sudah setengah di jalan lahir, tapi saat itu saya masih optimis dan berusaha mengeluarkan anak saya.

                                            Tetapi assisten bidan bilang bahwa anak saya jantungnya melemah karena terlalu lama di jalan lahir, ini tidak baik harus segera di bawa ke RS untuk di vacum. saya langsung menangis, bukan karena sakit tapi mendengar "jantung baby terdengar lemah" membayangkan berapa lama perjalanan untuk ke RS, itu pasti sekitar 1 jam "apakah anakku akan bertahan?" keadaan mulai panik.

                                            Jam 13.00 wib, Senin 07 Januari 2013
                                            Akhirnya yang ditunggu-tunggu keluar juga. terdengar suara telpon dari bidan senior untuk segera pulang menanganiku, aku masih ingat suaranya yang langsung membuat hatiku tenang "tidak usah di bawa ke RS".

                                            Bu Bidan membantu persalinanku, mengganti infusan dan oksigen yang berantakan, mengajari aku mengejan sambil mendorong perut dan akhirnya berhasil. saya mendengar tangisan bayi, alhamdulilah.

                                            lalu berlangsung ke proses pengambilan ari-ari disusul penjahitan. ayahnya membisikan adzan dan memberinya nama Akhdan Alfath Baihaqi. hari perjuangan itu kini telah terbayar dengan apa yang ku dapatkan sekarang, seorang bayi yang sehat, cerdas dan selamat.

                                            ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

                                            TRIMAKASIH ya ALLAH, telah menyelamatkan anak ku dan masih memberikan saya umur panjang
                                            merasakan kesempatan  berjihad melalui proses ini.
                                            TRIMAKASIH kepada MAMAH & BAPAK,
                                            TRIMAKASIH untuk Suamiku
                                            TRIMAKASIH kepada segenap staf Bidan
                                            TRIMAKASIH untuk MERTUA ku dan KAKAK IPAR yang menjenguk
                                            TRIMAKSIH untuk sahabat, saudara, tetangga yang udah mau nyediain waktu dan hadiahnya untuk saya dan anak saya.

                                            Inilah yang dulu ibu kalian rasakan, ketika melahirkan kita dan sekarang kita merasakannya. perbanyak istigfar, silahturahmi, mintalah doa kepada orangtua dan mertua, tetangga atau sahabat agar persalinan kita lancar.


                                            Ada beberapa Tips yang sudah saya rangkum untuk bunda yang sedang mempersiapkan kelahiran anak pertamanya, 
                                            1. Perbanyak informasi tentang persalinan, termasuk mempersiapkan biayanya, tempat persalinan dan alternatif rumah sakit jika terjadi apa-apa, kendaraan mobil
                                            2. Ikuti kelas ibu hamil dan melakukan senam hamil rutin
                                            3. Kalau bisa cari bu Bidan yang sudah senior karena lebih berpengalaman (hanya saran) 
                                            4. Ikuti setiap intruksi dari Bidan
                                            5. Paling penting seringlah menarik nafas panjang, minum air putih dan dzikir
                                            6. Tetap tenang menahan sakit, karena kalau teriak/menangis justru tambah sakit 
                                            7. Belajar latihan mengejan sesuai intruksi bidan
                                            Perlu di ingat setiap individu berbeda-beda dalam mengalami proses persalinan. cerita ini hanya sekedar sharing. 


                                            Mam bisa mampir ke vlog diary kehamilan kedua ku di AGMIA DAILY jangan lupa subscribe ya 😊


                                            Semoga Bermanfaat! 

                                            Wednesday, December 7, 2016

                                            Anak Tumbuh Menjadi Nakal? Intropeksi Cara Mendidiknya


                                            Tidak ada orang tua yang ingin anaknya nakal, memliliki anak yang soleh dan soleha adalah impian semua orang. lantas bagaimana dengan anak yang nakal atau pembangkang? padahal kita sudah berusaha maksimal mendidiknya.

                                            Jika anak berubah menjadi nakal, jangan langsung menyalahkannya atau orang lain tapi dimulai dari  intropeksi 'diri sendiri' dulu, apakah selama ini sudah benar cara mendidiknya? jangan-jangan, kita justru keliru. tak jarang orang tua merasa benar tapi justru salah, meskipun yang kita lakukan semata-mata untuk kebaikan anak. tapi jangan sampai jadi 'salah didik'.

                                            Allah berfirman:
                                            إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
                                            “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Qs. At Taghabun: 15)

                                            Anak juga menjadi cobaan hidup bagi orangtuanya. Sehingga orangtua diminta agar berhati-hati. Keindahan itu tidak boleh melalaikan kita dari tugas para orangtua menjadi hamba Allah yang baik.

                                            Berikut, beberapa kesalahan yang dapat kita jadikan intropeksi dini,

                                            1. Ketika 'membuatnya' Sudahkah Membaca DOA Berjima? 
                                            Kita sering lupa atau malah menagnggap doa ini sepele. padahal doa ini melindungi 'bakal calon anak kita' dari campur tangan Syaitan ketika kita berjima / berhubungan intim.

                                            2. Bonding sejak Dalam Kandungan
                                            Ikatan batin orangtua sejatinya sangat kuat. dimulai sejak dalam kandungan orangtua bisa berintraksi dengan buah hati. menumbuhkan rasa nyaman sejak dini agar ketika besar ia tetap percaya dan dekat dengan orangtuanya.

                                            3. Ajarkan Ilmu Tauhid pada Anak Sedari Kecil
                                            Mengajarkan tauhid kepada anak, seperti ikut pengajian, pendidikan madrasah atau memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kebesaran Allah, misalnya tentang matahari, bulan, bintang, malam, siang dan hujan. karena setiap manusia itu sendiri berada diatas fitrahnya yaitu mentauhidkan Allah Azza wa Jalla.

                                            Sebagaimana hadits Nabi shallallahu’alaihi wasallam,
                                            كل مولود يولد على الفطرة، فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه
                                            “Setiap anak dilahirkan diatas fitrah (mentauhidkan Allah) kemudian kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi,  Nashrani atau Majusi.”
                                            artinya anak itu bagaimana orangtuanya,

                                            Anak yang sedari kecil sudah kita bekali dengan benteng iman yang kuat, insaallah akan cerdas memilih pergaulan. inti nya, pelajaran untuk orangtua dalam mendidik anak adalah dengan membekali anak dengan "benteng iman yang kuat" dan  dimulai dari orangtuanya sendiri.


                                            4. Ucapan Orangtua yang Makbul dan Doa nya Diijabah
                                            Tidak jarang anak-anak sering membuat para orangtua kesal. ada kala nya ia menangis, merengek, atau berulah disaat yang tidak tepat, sehingga membuat mulut kita tidak terkontrol emosi, sampai kata-kata kasar dan sumpah serapah kita lontarkan. meskipun kita khilaf atau tidak bermaksud serius bisa jadi ucapan kita malah menjadi doa.

                                            hati-hati juga dengan kebiasaan ucapan meledek (meskipun hanya bercanda) dengan kata-kata jelek, seperti si malas, si oneng, si cengeng, si tukang ngibul, dll. lebih baik hentikan kebiasaan ini, biasakan lah berkata yang baik-baik kepada anak. sugesti orangtua kepada anak biasanya menjadi kenyataan.

                                            5. Perhatikan Pergaulannya
                                            Pergaulan ikut menentukan pembetukan jati dirinya nanti. fase ini terjadi saat anak kita remaja. Teman sepergaulanya yang tidak baik bisa pengaruh jelek, akan berimbas pada perilaku dan akhlak anak.  sebisa mungkin perbanyak komunikasi dengan mendekatkannya kepada keluarga. contoh hal kecilnya seperti, sharing / bercerita tentang pengalaman parents ketika seusia mereka. perbanyak kegiatan anak bersama sang ayah atau kakeknya (sosok laki-laki sebagai orang tuanya/panutannya).

                                            Ketika remaja didikan dari seorang ayah sangat berpengaruh dibanding ibunya. untuk itu sejak kecil diperlukannya bonding antara anak dan ayahnya. seperti melakukan kegiatan bersama, mengajak sholat berjamaah di masjid, melakukan aktifitas olahrga, main bola, memancing, membantu bercocok tanam atau mencuci mobil bersama.

                                            6. Kebiasaan Buruk Orangtua & Lingkungan yang Tidak Baik

                                            Buah tidak akan jauh dari pohonnya,
                                            Kita yang menanam kita pula yang menuai,

                                            Seorang anak belajar dari lingkungannya dan dimulai dari keluarganya. ada beberapa kebiasaan jelek orangtua yang tanpa disadari telah memberikan contoh yang salah kepada anak.

                                            Kebiasaan berbohong
                                            Sejak anak masih kecil kita sering membohonginya. contohnya dengan mengiming-ngiming sesuaatu agar ia berhenti menangis tetapi yang kita janjikan tidak pernah ditepati. hal yang sepele yang mudah kita lupa tapi berdampak besar untuk anak. ketika besar ia cendrung terbiasa berbohong kepada orangtuanya, karena bukan hal yang aneh lagi baginya. 

                                            Lingkungan yang tidak baik
                                            Kita sudah berusaha menerapkan hidup tauladan yang baik, tapi tidak didukung dengan lingkungan. lingkungan yang tidak baik itu seperti seperti lingkungan maksiat, banyaknya kumpul-kumpul penjudi / miras, orang-orang yang berbicara dengan kebiasaan kata-kata kotor, tetangga yang tiap hari bergosip dan sebagainya. kalo sudah begini lebih baik pindah.

                                            Pengaruh Gadget yang Buruk
                                            Zaman now oarantua, anak udah biasa sibuk sendiri sama gadget, merasa orantua sibuk sendiri sang anak pun ikutan maen gadget. Parents, pasti sudah tahu ada banyak sisi positive dari perkembangan teknologi era digital ini. tapi, kalau anak-anak belum paham betul "mana yang baik atau yang tidak baik" jadi selalu dampingi mereka saat nonton tivi, main hape atau game dan berilah jatah waktu saat bermain gadget.

                                            7. Terlalu Memanjakannya
                                            Sebagai Orangtua kita tidak boleh berpikir "jangan sampai anak kita mengalami kesusahan seperti apa yang kita alami dulu" sehingga kebutuhan dan keinginannya selalu kita penuhi, berharap si anak selalu bahagia. justru sikap inilah yang nantinya membuat ia tidak siap jika cobaan datang menghampirinya. ia tidak mau belajar dari kesusahan, selalu mengandalkan orangtua dan menyusahkan kita saat besar nanti alias sulit mandiri.

                                            "ada banyak keinginan yang ingin kita raih tetapi tidak semua 
                                             bisa dapatkan jadi, bersabarlah wahai anakku"

                                            Pelajaran, kepahitan dalam hidup itulah yang membuat kita belajar banyak hal. percayalah tidak ada orang sukses yang langsung berjaya. mereka semua mengalami prosesnya, proses masa sulit dan jatuh bangun.

                                            8. Nafkah Haram
                                            Rezeki yang didapatkan dengan cara haram tidak akan berkah, termasuk nafkah yang dihasilkan dari perbuatan haram secara tidak langsung akan mendarah daging serta mempengaruhi perkembangan psikologi anak dan keluarga. berdagang dan bekerjalah dengan jujur dan amanah.

                                            9. Kekerasan Pada Anak

                                            "Belajarlah memahami perasaan anak, bukan anak yang kamu paksa untuk belajar memahamimu"

                                            Prilaku orang tua yang buruk seperti kekerasan kepada anak, seringnya berkata kasar sehingga menimbulkan trauma ketika dewasa. jika orangtua bermaksud bersikap tegas dalam mendidik anak, hindarkan menghukumnya dengan cara menganiyaya dan jangan sekalipun melukai wajahnya atau bagian tubuh lainnya. ajarkan anak tentang tanggung jawab dan belajar menerima konsenkuensinya jika ia bersalah bukan memukul atau mengatainya. Jika terlalu kasar akan membuat anak meniru prilaku kasar orangtuanya. anak bisa tumbuh dengan sifat pemarah dan mudah berbicara kasar.


                                            10. Kurang Perhatian atau Jauh dari Orangtua
                                            Biasakanlah memeluk dan mencium anak kita sejak kecil maupun saat ia remaja, sentuhan ini membuat jiwanya tenang. ketika ia beranjak remaja ia tidak kekurangan kasih sayang orangtuanya. jangan sampai ia kurang perhatian dari keluarganya karena ini bisa menjadi dampak negatif dalam pergaulannya nanti. ketika ada laki-laki yang merayu anak gadis kalian, anak jadi gampang terpengaruh terlebih kepada laki-laki yang tidak baik.

                                            Mendidik anak menjadi pribadi yang baik itu memang tidak bisa instan, butuh awal yang baik dan sedini mungkin. kita sebagai orangtua sudah seharusnya memperhatikan mereka, mendengarkan, dan menjaganya. ketika anak kita berulah atau menjadi nakal, bisa jadi ia sedang mencari perhatian kita. masa remaja adalah masa yang paling rentan, dampingilah buah hati dengan banyak komunikasi bukan seperti menasehati karena remaja paling tidak suka di nasehati, cobalah ajak sharing bercerita, berbagi pengalaman ketika kalian ABG.

                                            Dengarkan Mereka!
                                            Ada banyak penyebab ketika anak menjadi nakal. entah itu sekedar mencari perhatian, balas dendam, trauma, akibat kurangnya kasih sayang. Cobalah orangtua untuk mendengarkan pendapatnya. setia mendampingi bukan seperti polisi atau layaknya seperti teman curhat Dengan tetap menjaga hubungan komunikasi.

                                            Sejatinya seorang anak tidak ada yang lahir dengan sifat nakal atau pembangkang. mereka hanya meniru apa yang mereka lihat. buktinya jika seorang anak yang belum baligh meninggal akan masuk surga itu karna hatinya masih suci. atau Mungkin salah satu kebiasaan di atas, pernah kita lakukan kepada buah hati tercinta. saya sendiri pun yang nulis artikel ini masih jauh dari orang tua yang sempurna. memang tidak ada orang yang sempurna dalam berbagai hal, tapi kita wajib belajar menjadi yang lebih baik. semoga parents semua dikaruniai anak, cucu dan keturunan yang soleh dan soleha, aamiin.

                                            Terimaksih atas kunjungannya ke blog Catatan Emak emak,